dari Palestina sampai Indonesia

Indonesia macan di Asia Pasifik ? Angklung didaftarkan ke Unesco.

Posted in indonesia by nurray on 19/08/2009

Minggu malam ( 16/8/2009 ), dalam sebuah sketsa, personel “Democrazy”-MetroTV mengeluh kenapa Singapura dan Malaysia melecehkan Indonesia ? Dengan memindahkan patok perbatasan kita, masuk ke area blok Ambalat, mengklaim khazanah budaya kita, menggantungkan kasus hukum sebagian TKI, menafikan keadilan bagi David yang jelas2 dibunuh ? Bahkan, sekedar mendengar hasil verifikasi pihak keluarga David yang sudah susah payah diupayakan, mereka tak mau. Menutup mata dan telinga. 2 negara yang bila digabung tak sampai 1/2 luas Sumatera ini bisa mempermainkan kita. Why ?

Jawabannya ada di slot Metro Files bertajuk “Nusantara Maritim”, sejam sebelumnya. Ya, Singapura punya 4 skuadron armada laut. Satu skuadron terdiri 6 pesawat tempur. Malaysia, kurang lebih sama. Sedang, Indonesia cuma punya satu skuadron, untuk menjadi negara yang 2/3-nya berupa perairan. Meski, untuk prajurit, boleh tanding, tentara kita jauh lebih garang dari mereka. Satu tentara raider kita bisa menjatuhkan 10 prajurit mereka. Untuk urusan perdamaian dunia, pasukan kita/ kontingen Garuda punya nama harum dan sangat bisa diandalkan. Banyak permintaan dari daerah konflik, terutama negara2 di Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan. TNI laku keras, deh. Kalau penduduk Singapura dan Malaysia kita keroyok sama2, habislah mereka. Tapi, rasanya kurang high-tech, ya. Jadi ?

Kita bisa iuran beli peralatan tempur buat TNI. Mulai dari membeli buah dalam negeri seperti salak pondoh, durian papua, jeruk medan, mangga arum manis atau apel malang. Juga buah-buahan lokal lainnya. Jangan beli anggur, apel impor yang selama ini dipakai di acara kawinan, kenduri dsb. Gunakan produk dalam negeri. Nasionalisme buah-buahan. Juga, produk pribumi lainnya. Saatnya lokal minded, untuk menggairahkan usaha dalam negeri, lapangan kerja, sampai negara kita punya anggaran cukup untuk meng-update alat tempur TNI. Tiga aspek penting dalam pemerintahan sebuah negara adalah kedaulatan wilayah ( yang dijaga angkatan bersenjata/ TNI ), keuangan negara ( yang digawangi menteri keuangan/ Sri Mulyani ) dan diplomasi dengan bangsa2 lain ( yang dihendel menteri luar negeri/ Hasan Wirayuda ). TNI dan Sri Mulyani sudah oke. Tinggal deplu yang kurang bertaji, menghadapi kepongahan Singapura dan Malaysia.

Pesawat tempur di kapal induk. Indonesia baru punya 1 skuadron untuk menjaga wilayah laut kita. Kita mesti punya lebih dari 4 skuadron.

Pesawat tempur di kapal induk. Indonesia baru punya 1 skuadron tempur untuk menjaga wilayah laut nusantara. Mestinya lebih dari 4 skuadron.

Dalam kasus David, deplu terlihat rikuh dan menerima begitu saja cerita bohong pihak Singapura. PM Najib Razak yang sesumbar Indonesia-lah yang sarang teroris, bisa lolos2 saja tanpa teguran keras dari pemerintah, diwakili deplu. Padahal, Dr.Azahari dan Noordin M.Top itu orang Malaysia. Apa tak ada rasa bersalah, empati, maaf atau sungkan sedikitpun kalau warga mereka sudah mengebom wilayah kita ? Ini bagian arogansi yang saya maksud. ( apa kita perlu ngebom kampus NTU, markas polisi, dephan Singapura, kantor PM Malaysia ? Supaya mereka tahu rasanya bertahun-tahun bekerja keras mengembalikan citra negara dan dunia pariwisata kita. Supaya mereka tidak cuma cengar-cengir dan melecehkan kita ).

Masa Soekarno, angkatan bersenjata kita adalah macan/ ditakuti di Asia Pasifik. Malaysia dan Singapura waktu itu ciut melihat kita. Masa kerajaan Sriwijaya ( 683-1030 ), Majapahit ( 1293-1478 ), apalagi. Bersama Goa/ Makasar, Bugis, Demak, Aceh, Ternate dan Banten, nusantara dikenal sebagai negeri maritim yang tersohor di muka bumi.

TNI berasal dari BKR – ( angkatan ) laut

Dari tayangan itu, saya baru tahu kalau TNI sekarang terbentuknya dari BKR laut ( 10 Sept’1945 ), lalu jadi TKR ( tentara keamanan rakyat ), lalu Angkatan Laut, dan bersama Angkatan Udara menjadi ABRI ( Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ) pada 5 Oktober. Kekuatan utama kita pada waktu itu di laut, mewarisi tradisi nenek moyang kita. Di laut kita jaya. Nggak nyangka, ya ?

Ceritanya dulu ada perang Pearl Harbour. Amerika tak suka dengan kejayaan Jepang di laut, sampai para pilot Jepang berjibaku menghancurkan pangkalan militer AS di pulau Hawai itu ( Korut tahun 2009 juga sudah siap2 merudal Hawai jika AS atau Korsel menyerang negerinya. Jadi Pearl Harbour jilid 2, deh ). Selain Hawai, kekuatan militer sekutu ada di Surabaya, masa Hindia Belanda. Lokasi pabrik PT.PAL ( pabrik kapal RI ) ini, dulunya pangkalan militer Hindia Belanda, yang menyediakan minyak sampai keperluan perang ( tahun 1942 ).

Jenderal Hitoshi Imamura mendarat di pulau Jawa. 9 Maret 1942, di Kalijati, pemerintah Hindia menyerah tanpa syarat pada Jepang. Sekutu menyingkir ke Australia. Armada sekutu waktu itu dipimpin Laksamana Karel Doorman. 6 Agustus 1945 giliran Jepang yang menyerah tanpa syarat setelah Hiroshima dan Nagasaki dibom atom.

Masa transisi, sebelum Belanda bersama sekutu kembali menduduki nusantara, tentara kita, alumni bala tentara Jepang, mengumpulkan kapal perang yang ada. Kebanyakan kapal patroli kecil. Orang2 Makasar yang mewarisi tradisi melaut yang kuat, dikerahkan untuk membuat kapal2 kayu besar/ 200 ton yang bisa memuat logistik perang. Terjadilah perang laut yang seru, mengusir Belanda yang mencoba kembali. Ada Samadikun, juga Jhon Lie, diantara nakhoda2 kapal yang pemberani. Singa laut. Di darat, para pemuda menculik Soekarno dan bung Hatta untuk mendeklarasikan kemerdekaan RI. Yah, bagi2 tugas.

15 Desember 1948 terjadilah Agresi Militer 2. Perang revolusi antara pejuang Indonesia dan penjajah Belanda. 27 Desember 1949, Belanda baru mengakui kedaulatan RI di Konferensi Meja Bundar ( KMB ) di Denhaag. Di situ, Sutan Syahrir yang menjadi singanya. Singa perundingan. Tahun 1961, Belanda tak kunjung menindaklanjuti tuntutan Indonesia akan wilayah Irian Barat, yang dulu wilayah Hindia Belanda. Maka terjadilah Perang Trikora, dengan infiltrasi, operasi militer dan operasi lanjutan. Komodor Yos Sudarso gugur dalam perang di laut Aru, dengan kapalnya “Macan Tutul” yang ditorpedo hingga tenggelam.

Goa ( Makasar ) bersaing dengan Malaka ( Singapura ) sebagai penguasa maritim

Sultan Hasanudin dari Makasar punya armada laut yang kuat, punya wilayah kelautan yang strategis, bersaing dengan kerajaan Malaka ( lokasi Singapura sekarang ). Mataram, kerajaan Jawa yang kuat meski agraris, tetap memperhatikan laut. VOC ( perusahaan dagang Belanda ) melakukan penaklukan2, demi monopoli dagang dengan menguasai jalur ekonomi laut. Masa itu ada istilah Emporium, yaitu pelabuhan besar yang memiliki arti ekonomi dan budaya yang penting. Orang tidak hanya berdagang seminggu, 2 minggu lalu pergi. Tapi sampai bertahun-tahun tinggal di situ, membentuk keluarga dan beranak pinak menjadi masyarakat pesisir. Emporium Malaka, salah satu kerajaan maritim yang terkenal saat itu.

Ringkasnya, nusantara hakikatnya negeri maritim. Nusantara tersohor selama menjadi kerajaan2 maritim yang kuat. Masa depan kita di laut. Di blok Ambalat tersimpan minyak bawah laut untuk puluhan bahkan ratusan tahun ( sampai Malaysia ngiler, cari2 kesempatan menguji perbatasan laut kita di sana. Siapa tahu kecolongan lagi, seperti Sipadan dan Ligitan, dimana mereka menguasainya secara efektif sejak 12 Des’2002. Sejak Mahkamah Internasional ikut campur, kita jadi kehilangan 2 pulau sekaligus wilayah laut di sekitarnya/ ZEE. Saya heran negara tetangga, yang katanya serumpun, kok, kelakuannya begitu, ya ? Lain kali, kita bilateral aja. Jangan libatkan lembaga asing ciptaan Barat/ Sekutu. Kita punya dendam sejarah. Barat tak ingin kita besar, atau negara manapun lebih besar darinya. Kalau perlu, negara lain dipreteli pulau2nya, sampai tinggal kecil2. Kelompok2 separatis mereka sokong dengan dana besar untuk melakukan pemberontakan dan anarki. Ribet. Mending, gempur saja kalau Malaysia mau nyaplok lagi. Kerahkan KRI kita untuk perang di laut. Kita bantu TNI menjaga NKRI. Siapkan dirimu. Mulai iuran. Beli buah/ produk lokal, ya ).

Bayangkan, kalau kita bisa menggali, mengelola, memanfaatkan kekayaan alam yang begitu besar sejak awal, dengan benar, dengan keahlian putra2 daerah. Kekayaan alam yang disedot perusahaan asing semacam Cevron, Freeport, dsb selama ini, bisa kita sendiri yang mengupayakan dan memetik manfaat terbesarnya. Kita bisa punya lebih dari 4 skuadron tempur. Jika Malaysia plus Singapura, yang luas keduanya tak sampai separuh pulau Sumatera, punya 7 suadron, kita bisa punya 5 kali lipatnya ( 5 pulau besar ; Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Jawa ).

Ditambah kepedulian kita yang besar pada warga yang lemah/ tertindas di negeri lain ( Dani saja baru 18 tahun berani jadi pengantin bom bunuh diri, apalagi kita yang lebih tua, mesti lebih berani “berjibaku”/ jihad dalam arti yang luas dan bermakna/ sesungguhnya ) plus semangat nasionalisme yang besar di dada kita, wah, wah, wah, kita bisa jadi bangsa “mengerikan” buat kedua tetangga kita itu, ya. Bisa gantian nakut-nakutin mereka, kalau mereka terus/ kian menyebalkan. Mungkin bisa pay back, nih. Can you imagine, guys ?

Saya juga baru sadar kita bisa sebesar itu. Teringat di buku sejarah 350 tahun dijajah, jadi inferior. Nggak berani mikir yang besar2. Padahal kita dikaruniai-Nya potensi alam yang besar, wilayah yang luas, penduduk yang ramah bersahaja dan muslim terbesar di dunia. Apalagi ? Semoga, ke depan, pengalaman dikoloni bangsa asing, membuat kita rendah hati dan pantang menginvasi negeri lain. Tidak seperti Amerika, yang semau gue, karena tak pernah mengalami pahitnya dijajah. Kita mesti menjadi bangsa yang besar, juga disayangi bangsa2 lain. Right ?

Masa Soeharto, darat menjadi primadona

Masa rezim Orde Baru, Soeharto yang berasal dari keluarga petani, mengalihkan kekuatan RI ke daratan. Angkatan Darat jadi primadona. Dari letjen Pangkostrad saat G 30 S/ PKI, ia beralih jadi jenderal dan presiden dengan Supersemar yang nggak ketahuan rimbanya sampai sekarang. Smiling General yang mempurukkan Indonesia tahun 1997.

Wawasan Nusantara, wawasan kontinental, wawasan maritim baru sebatas wacana. Kekuatan maritim diperlukan untuk mencegah pencurian ikan oleh kapal2 asing, mencegah imigran gelap ( teroris, pengungsi, mata2 musuh dsb ) dan bajak laut. Geopolitik di laut meliputi ; armada niaga, perikanan, industri maritim, minyak, pariwisata dan Angkatan Laut. Sejak tahun 1982, kita gigih memperjuangkan 200 mil batas laut dan memenangkannya. Namun, sampai hari ini kita belum memanfaatkannya. Jangan sia-siakan, apalagi dipertanyakan lembaga internasional yang dulu kita tuntut dalam soal ini.

Mari jaga laut kita. Mari bangun kekuatan laut kita. Masa depan & kejayaan kita ada di sana. Saat itu, Singapura, Malaysia bahkan Amerika takkan berani mengusik kita. Jales veva jaya mahe !

Info tambahan sekitar kelautan :

  • Minggu, 16/8/2009 terjadi pemecahan rekor dunia selam di pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Tercatat di Guiness Book of Record, diikuti 2.818 penyelam dari 30 negara, dari umur 9 tahun sampai 60 tahun, selama 1 jam. Dari berbagai profesi ; TNI AL, mahasiswa, pelajar, komunitas penyelam, dsb. Dalam perairan dekat Bunaken itu, dilakukan upacara pengibaran bendera dalam memperingati HUT RI ke-64. Rekor sebelumnya, menyelam 30 menit di negara Maladewa/ Maldive yang diikuti 979 penyerta, tahun 2006. Selamat untuk Indonesia !
  • Wakil kepala staf TNI Angkatan Laut ( Wakasal ), Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik, M.P.A yang juga mantan Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur ( Pangarmatim ) ini mengatakan, dibanding pemecahan rekor selam massal, upacara pengibaran bendera di bawah laut jauh lebih penting.”Rekor selam massal gampang, semua orang bisa melakukan. Tetapi, melakukan upacara bendera saat hari kemerdekaan, itu punya nilai sejarah yang lebih, karena baru kita yang bisa melakukannya. Mari kita buktikan kepada dunia, bahwa kita adalah bangsa pelaut yang besar,” ujarnya di Tanjung Lesung, kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu ( 11/7/2009 ), ketika ia bersama sekitar 300 penyelam mengikuti simulasi dan latihan terakhir pemecahan rekor dunia menyelam.
  • Indonesia adalah negara maritim dengan panjang pantai sekitar 81.000 km, kekayaan laut melimpah, terumbu karang eksotis, kekayaan ikan lebih dari 20.000 spesies dan sumber minyak bumi.
  • Selain diganggu illegal fishing oleh negara asing, laut kita juga masih diusik masalah penangkapan ikan dengan cara pengeboman, penggunaan racun, pukat harimau, dll, yang sangat merusak ekosistem laut ( tumbuhan, ikan, terumbu karang ). Masyarakat juga sering membuang sampah plastik, botol minuman, sandal, baju bekas, kursi rusak, dll, ke laut. Sampah2 tsb perlu puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai. Laut akan sakit dan produksi ikan kian menurun, harga ikan kian mahal dan hidup nelayan makin susah. Jika tidak diberi sanksi tegas kepada para pelakunya maka laut akan mati perlahan-lahan.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-64 ..

Angklung diverifikasi sebelum didaftarkan ke UNESCO

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata melakukan verifikasi terhadap seni tradisi angklung sebagai langkah awal sebelum angklung didaftarkan ke UNESCO. Verifikasi dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber daya Kebudayaan dan Pariwisata ( BPSKP ) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan ( PPPK ) di 8 daerah yakni ; Sumatera Selatan, Jabar, Banten, Jateng, DIY, Jatim, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Di Jabar, verifikasi dilakukan di Saung Angklung Udjo, Selasa ( 11/8/2009 ) dalam acara “Sidang Verifikasi Nominasi Angklung Indonesia ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia.” Hadir dalam kesempatan itu wagub Jabar, Dede Yusuf, Kadisparbud Jabar, Herdiwan dan Kadispar kota Bandung, Prijatna Danusubrata. Juga hadir, Erna Garnasih Pirous, putri alm.Daeng Sutisna, beserta suaminya, Abdul Djalil Pirous, sejumlah tokoh seni angklung, seprti Obby A.R.Wiramihardja, Handiman Diratmasasmita, dan sejumlah anggota komunitas angklung.

Dalam sambutannya, Dede Yusuf menyatakan dukungannya terhadap upaya pelestarian kekayaan seni budaya tradisi, termasuk angklung. Menurutnya, alat musik angklung sudah menjadi ikon Jawa Barat sekaligus Indonesia yang diakui dunia. Sepatutnya, kita bersama-sama menjaganya agar tidak diklaim negara lain.

Kepala BPSKP, drs. I Gusti Putu Laksaguna, CHA, M.Sc. menegaskan, upaya yang dilakukan pihaknya untuk mendaftarkan angklung ke PBB, bukan sekedar antisipasi adanya klaim dari negara lain atau penyelamatan semata, tapi ia menilai musik angklung juga alat pemersatu dan rasa nasionalisme bangsa. Terbukti saat Malaysia mengklaim angklung sebagai miliknya, aksi protes pun bermunculan.

Drs.Harry Waluyo, kepala PPPK, mengatakan, sudah menjadi tugas dan kewajiban generasi penerus untuk memelihara kekayaan bangsa. Upaya pemeliharaan harus dilakukan melalui berbagai langkah dan penelusuran untuk membuktikan bahwa angklung merupakan milik bangsa. Upaya yang dilakukan sejak tahun 2007 itu selain menggunakan 5 literatur juga penelusuran ke sejumlah daerah. Dari 33 provinsi di Indonesia, hanya 8 yang memiliki seni angklung tradisional. Sedangkan 11 lainnya, hanya memiliki angklung modern ( angklung Daeng ). Sidang verifikasi juga ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bandung yang dilakukan para peserta sidang.

Dalam deklarasi bertajuk “Deklarasi Pencinta Warisan Budaya Angklung Indonesia”, peserta maupun anggota komunitas angklung menyampaikan sikap untuk bersama-sama melestarikan dan mendukung upaya pemerintah melestarikan angklung. Deklarasi merupakan bentuk nyata bahwa dalam upaya pelestarian dana pengembangan, pemerintah didukung oleh masyarakat.

Sebelum kegiatan, digelar seni Angklung Buncis yang dimainkan sejumlah anak kecil dari Ujungberung, kota Bandung. Juga tampil permainan kelompok angklung STBA dengan dirigen tokoh angklung Jawa Barat, Obby A.R.Wiramihardja. ( PR, 12/8/2009 ).

Tagged with:

19 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Agus Suhanto said, on 20/08/2009 at 12:04

    hai,
    posting yang bermanfaat, sorry numpang thread komentar ini sebagai salam kenal… sy Agus Suhanto

  2. RUDI said, on 19/10/2009 at 07:38

    wahai bangsa kita NKRI ,bersatulah untuk jaya di masa depan {” ikhlas bakthi bina bangsa berbudi bawa laksana”}.

  3. atiq said, on 26/10/2009 at 01:57

    kata yang didalam kurung itu kan yang biasa digunakan dalam kegiatan kepramukaan ya kan?

  4. ipin said, on 10/11/2009 at 08:14

    keren ni.
    JADI MAKIN TINGGI DEH SEMANGAT NASIOLISME Q.

  5. nurray said, on 11/11/2009 at 14:23

    @ Ipin :
    Yah, syukur deh. Indonesia butuh warga negara yang punya semangat juang tinggi untuk menjaga kedaulatan NKRI. Merdeka ! Selamat Hari Pahlawan, ya ..

  6. Ayeesha said, on 17/01/2010 at 06:33

    Ko tempat acaranya ga disebutin ya???? Perasan itu diselenggarakan di SAUNG ANGKLUNG UDJO kan… Kalau tidak salah beliau adalah pecinta dan pelestari Angklung Sunda sejati dengan penampilan murid – murid nya setiap hari di sanggar Pa Udjo…. Pokoknya Pa Udjo KERENNNN banget……………………………….Hidup Angklung……….!!!!!

  7. fajar fambudi said, on 26/01/2010 at 02:44

    bantai tentara malaysia sekalian rakyatnya+presidennya……!!!!!!!!!!
    indonesia jgn mau di rendahkan oleh negara yg bsr nya hanya sebesar kotoran cicakkkkkk………..

  8. nurray said, on 27/01/2010 at 16:16

    @ Fajar Fambudi :
    Take easy, guys.. Hati boleh panas, kepala mesti tetap dingin. Kita jaga martabat bangsa secara elegan. Orang Malaysia yang kurang ajar-lah yang mesti kita bekuk dengan smart. Dengan pengetahuan, kecerdikan, kehandalan bernegosiasi, dsb. Perang adalah senjata pamungkas, setelah jalan lain tertutup. Saya baca hari ini komunitas twitter Indonesia berhasil mendesak perusahaan fashion Armani agar tak menggunakan kreasi burung garuda ( lambang negara kita ) sebagai hiasan produk terbaru Armani. Atau mereka mengancam memboikot semua produk Armani. Something like that. Menunjukkan rasa cinta pada negara, dengan memanfaatkan IT, dan berhasil. Berhasil, berhasil …

  9. roi said, on 12/02/2010 at 00:45

    yg terhormat : buat pejabat DEPHAN_buat ngebentuk pasukan udara terkuat saya rela sumbang TNI 5jt.X 100jt penduduk aja estimasinya.gimana pa dephan??mau ga??
    terima kasih,

  10. bagus said, on 25/02/2010 at 06:29

    saya mengajak saudara2 sekalian se-Indonesia..mari kita lebih peduli dengan negeri ini..karena kalau tidak kita siapa lagi..jangan sia-siakan anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya ini…masalah malaysia dan singapura itu memang sangat menusuk dada bagi kita orang Indonesia..kita merasa sangat terhina..jadi :
    Yang tehormat para pemimpin Negara..kalau kita harus bertempur dengan dua negara tetangga itu..kami siap menjadi sukarelawan..kapanpun dibutuhkan..seandainya kami juga harus iuran untuk membeli peralatan perang..kami akan lakukan..namun yang perlu saya tekankan..jangan dana negara ini selalu di “korupsi” karena liat imbasnya bagi rakyat dan negara ini..Rakyat sengsara..negara menjadi tidak ada harganya di depan negara tetangga sekelas malaysia dan singapura..CIAYOOOOOOOOO..KSMU BISA INDONESIA..

  11. nurray said, on 05/03/2010 at 16:38

    @ Bagus :
    Semangat yang bagus. Indonesia bangga memiliki anda. Semoga semangat anda ini menular ke warga Indonesia lainnya, untuk berkarya maksimal bagi bangsa dan negara. Hidup Indonesia !

  12. wahyu said, on 10/03/2010 at 09:21

    ayo kita iuaran buat beli skuadron, masak indonesia yang begini luasnya laut hanya punya satu.

  13. fafa campunk'z said, on 12/03/2010 at 16:30

    kereeen buuanget…!!! Aku pingin banget suatu saat nanti bisa miloti pesawat tempur kayak itu…!!??

  14. denny budiman said, on 16/03/2010 at 02:59

    aduuuuuuuuuuhhhhhhhh kok indonesia baru mempunyai 1 kapal induk pesawat tempur sickh seharus nya kan indonesia harus mempunyai lebih banyak lagi, tetapi tidak apa apa walau pun indonesia baru mempunyai 1 kapal induk pesawat tempur, ayooooooooooooo negaraku kita harus maju dan bangkit lagi dan meningkat kan skuadron udara kita negara indonesia adalah negara yang paling bersemangat dalam menjalankan tugas apa pun

  15. rhabins said, on 18/03/2010 at 04:19

    gw kecil dlu pgn bgt jdi tentara AU/TNI..smpe sklh pun di penerbangan yg semangatnya kya TNI..liat situasi sekarang bkin gw gregetan dan berkobar jiwa NKRI gw..liat malaysia n singapura mkin menjadi anggap indonesia negara yg bisa di lecehin trs sepertinya…klau perang satu satunya jln gw siap pling depan bwt jihad bela negara….kalau ingin damai siapkan perang….

  16. kasto said, on 24/03/2010 at 13:16

    percuma rakyatnya emosi, marah marah krn republiknya di embat negara lain n dihina. wong pemerintah kita aja adem ayem ga ngurusi, mending korupsi dulu.

  17. nurray said, on 06/04/2010 at 06:59

    @ Kasto :
    Pejabat pemerintah termasuk presiden diambil dari stok di masyarakat. Kalau rakyat cerdas dan berani membela tanah air, maka tidak sulit untuk mendapat presiden yang juga cerdas dan berani. Semangat menggebu di kalangan kaum muda, awal yang baik. Pupuk terus, dibarengi menempa diri menjadi pemuda Indonesia yang tangguh dan brilyan, hingga saatnya nanti mengganti generasi tua/ sekarang, menjadi pemimpin bangsa yang disegani rakyat dan dunia.

  18. Irwan said, on 15/04/2010 at 17:18

    Qta adlh bangsa Maritim yg paling disegani didunia, nenek moyang Qta adlh pelaut2 handal & mereka adlh orang2 hebat. Ada pepatah “Buah tdk kn jatuh jauh dr pohonnya” Qta smua mewarisi kehebatan pendahulu Qta.Bangsa Qta adlh bangsa yg Komplit, Qta tdk hanya dikenal sbg bangsa pelaut, Qta jga adlh bangsa agraris, bangsa yg menguasai segala bidang. Dengan rasa cinta tanah air dan kesadaran diri Qta sendiri, Qta bisa mengembalikan kejayaan “kekuatan laut, Darat dan Udara Qta” Mnjadi kekuatan militer terkuat yg prnah ada di peradaban dunia. “Kami siap kapanpun jika Indonesia membutuhkan” Wilayah NKRI adlh harga MATI, tdk bisa ditoleransi, ambalat adlh wilayah INDONESIA, hanya ada 2 pilihan utk malaysia “PERANG atau Jangn prnah lagi mengklaim WILYAH & KEKAYAAN INDONESIA. Karena Kesabaran Rkyat Indonesia sudah habis……..!

  19. syahdan said, on 22/05/2010 at 09:36

    baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus banget, aku kepengen megang tuh analognya pesawat tempur. kapan ya????????????????????? keren bro artikelnya. makasih banget ray.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: