Pemerintahan sayap kanan Netanyahu yang menentang pembentukan negara Palestina, diajukan hari ini.
Selasa ( 31/3/2009 ) calon PM Israel, Benjamin Netanyahu akan mengajukan komposisi pemerintahannya di depan parlemen Israel ( Knesset ). Koalisi Netanyahu memimpin parlemen dengan 69 kursi dari 120 kursi yang ada. Peserta koalisi terdiri ; Partai Likud bersayap kanan ( 27 kursi ), Yisrael Beitenu yang ultranasionalis ( 15 kursi, rasis, anti Arab ), Shas yang ultra ortodoks ( 11 kursi ), Jewish Home lebih kanan dari Likud ( 3 kursi ), Buruh yang kiri-tengah ( 13 kursi ).

Ahmed Aboul Gheit, Menlu Mesir
Peralihan pemerintahan ke sayap kanan mencemaskan dunia internasional akan masa depan perdamaian di Timur Tengah. Netanyahu menentang pembentukan negara Palestina di bawah peta jalan damai tahun 2003. Pesimisme muncul dari menlu Mesir, Ahmed Abul Gheit dan Uni Eropa. Israel diperingatkan konsekuensinya jika pemerintahan baru tidak memiliki komitmen terhadap prinsip solusi 2 negara. Obama, presiden AS, mengisyaratkan untuk mengedepankan proses perdamaian di Timur Tengah. ( AFP/Al Jazeera/ PR, 31/3/2009 ).
30 ribu demonstran memblokade kantor pemerintah Thailand, memasuki hari ke-5.

Thaksin Shinawatra
Blokade demonstran pro PM terguling Thaksin Shinawatra yang buron, terhadap kantor pemerintah memasuki hari kelima. Ribuan ( dari 3 ribu meningkat sampai 30 ribu ) massa berikat kepala merah meminta PM Abhisit Vejjajiva mengundurkan diri, membubarkan parlemen dan menyelenggarakan pemilu awal.
Mereka memutar berulang-ulang rekaman video Thaksin di luar negeri yang tersingkir oleh kudeta militer tak berdarah tahun 2006. Walau Thaksin tersingkir, partai pendukung pengusaha kaya itu setahun kemudian memegang kekuasaan, yang diprotes para penentangnya hingga Abhisit naik ke tampuk pemerintahan, Desember 2008. Giliran sekarang, massa pro-Thaksin menentang larangan polisi untuk berunjuk rasa di Bangkok dan menggelar protes di sejumlah ibukota propinsi.

Abhisit Vejjajiva, PM Thailand
Pertempuran antara rakyat pencinta demokrasi hampir berakhir, kata Jatuporn Prompan di hadapan pendukung Thaksin di depan kantor perdana menteri. ( AFP/PR, 31/3/2009 ).
tinggalkan komentar