dari Palestina sampai Indonesia

Diplomasi Obama ( menjadikan musuh sebagai kawan )

Posted in internasional by nurray on 28/03/2009
Presiden AS, Barack Obama

Presiden AS, Barack Obama

Di depan Israel, Obama berbicara keras dan mengumpat habis terhadap musuh Israel. Di sisi lain, Obama lebih kompromistis dan mementingkan diplomasi ketimbang menggunakan senjata dalam menyelesaikan masalah. Pada mulanya sulit dimengerti, Barack Obama yang keturunan Afro-Amerika bisa terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Tapi kini “kata kuncinya” mulai dapat dipahami, diplomasi. Obama tidak menjadikan musuh sebagai lawan yang harus dihabisi, melainkan justru dijadikan kawan. Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, adalah mantan rival berat Obama di Partai Demokrat, tapi kemudian diangkat sebagai salah satu menteri paling penting dalam kabinet AS.

Apa sikap yang sama juga digunakan Obama dalam menyelesaikan politik panas di Timur Tengah ? Begitu terpilih, keberpihakan Obama terhadap Israel dia perdengarkan begitu lantang. Dia mengaku sangat bersimpati terhadap warga Israel yang senantiasa diganggu oleh roket Hamas. Maka AS tidak akan berkompromi dengan teroris Hamas itu. Persoalannya, Obama kemudian mengirimkan George Mitchell untuk memantau perdamaian di wilayah yang nyaris tak berhenti dari gejolak ini. Di samping itu, AS juga bersedia berunding dengan Iran tentang pengembangan nuklir di negara itu.

Amerika Serikat juga terlihat serius menarik pasukan dari Irak, meskipun akan memperkuat tentaranya di Afganistan. Apakah keberpihakan kepada Israel begitu serius atau sekadar basa basi ? AS baru menyatakan bersedia berunding dengan Iran, Israel sudah tidak sabar. Negara Zionis itu begitu khawatir dengan perkembangan positif yang dialami Iran. Apalagi Presiden Ahmadinejad berhasil meluncurkan satelit sendiri yang bisa menandingi kemampuan Barat.

Inikah diplomasi khas Obama yang tengah dikembangkan di Timur Tengah ? Apakah diplomasi Obama di Timur Tengah berhasil mengatasi masalah sebagaimana dia sukses mengatasi problematika saat dalam proses sebagai presiden ? Bisa jadi, ini memang jalan terbaik menuju perdamaian. Tapi bisa sebaliknya, jika tidak diiringi dengan manajemen konflik yang baik, Obama semakin tidak dipercaya oleh Israel. Di sisi lain, ia juga kehilangan kredibilitas di mata dunia Arab dan kaum Muslimin.

Hillary-Bill Clinton, menlu dan mantan presiden AS

Hillary-Bill Clinton, menlu dan mantan presiden AS

Memainkan politik Timur Tengah berlandaskan sikap basa-basi akan memuakkan Israel. Rakyat di negara ini tidak suka dengan sikap lembek. Buktinya, mereka selalu memilih pemimpin yang bersikap sadis terhadap rakyat tetangganya, bangsa Arab. Jika ini yang terjadi, kedudukan Obama berbahaya. Lobi Yahudi dapat melakukan apapun, dengan cara apapun untuk meruntuhkannya.

Sebaliknya, sikap keras yang ditunjukkan Obama kepada Hamas, Al Qaeda, Hizbullah, Iran dan Suriah, untuk sementara menyimpulkan, Presiden Obama tak ada bedanya dengan pendahulunya George W.Bush. Tapi semua masih akan dibuktikan di lapangan. Apakah diplomasi Obama akan terbukti, kita lihat perkembangannya. ( PR, 17/2/2009 )

Iklan
Tagged with: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: