dari Palestina sampai Indonesia

Flu babi : Amerika kurang duit lagi ?

Posted in internasional by nurray on 28/04/2009
Penularan flu babi

Penularan flu babi

Keindahan pantai Meksiko

Keindahan pantai Meksiko

Dunia sedang mewaspadai mewabahnya virus flu babi Meksiko, Minggu ( 26/4/2009 ), menyusul peringatan WHO akan potensi pandemik kasus flu yang tidak biasa ini. Jumlah korban tewas hingga saat ini mencapai 81 orang, yang terjangkit 1000 orang. Di Amerika Serikat tercatat 11 orang positif terinfeksi, termasuk 2 kasus baru di Kansas dan California. Jumlah ini akan bertambah dengan 8 orang pelajar di New York yang memiliki gejala serupa. Tony Ryall, menkes Selandia Baru, Minggu ( 26/4/2009 ) mengatakan 10 dari 13 siswa negerinya yang baru kembali dari Meksiko, positif terjangkit influenza.

Margaret Chan, dirjen WHO, setelah berkonsultasi dengan ahli2 influenza seluruh dunia, akan mengumumkan keadaan darurat kesehatan publik internasional karena virus tsb mudah tersebar. WHO menghimbau mereka yang akan melakukan perjalanan untuk melakukan pengecekan di perbatasan, bandara dan lokasi2 yang memungkinkan virus masuk. Tipe baru flu babi ini gabungan dari virus babi, manusia dan unggas. Penyebaran virus ini terutama melalui babi, tapi bisa juga melalui manusia.

Pemerintah Perancis menutup sekolah Perancis di Mexico City. Pemerintah Cile memberlakukan siaga sanitasi, termasuk memeriksa penumpang pesawat yang terbang dari Meksiko. Pemerintah Peru mengawasi pendatang dari Meksiko dan AS. Sebuah tim kesehatan akan memeriksa orang dengan gejala flu seperti sakit tenggorokan, demam tinggi dan hidung tersumbat. Sejumlah negara di Asia, memeriksa penumpang dari Meksiko. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di bandara Jepang. Filipina akan mengarantina penumpang dengan gejala flu dari Meksiko. Departemen kesehatan Thailand, Hongkong, Malaysia akan terus mengawasi perkembangan dan mengikuti himbauan WHO.

Pencegahan flu burung di Jakarta

Pencegahan flu burung di Jakarta

Penyakit gangguan pernafasan akut ( SARS ) telah menyerang Asia melalui perjalanan udara internasional. Virus flu burung H5N1 telah meningkatkan angka kematian di Indonesia, Cina, Thailand, Vietnam, dll. Saat itu, para peneliti juga menyatakan virus H5NI juga berpotensi pandemik.

Depkes Indonesia sudah menetapkan 6 langkah pencegahan ; mengumpulkan data dan kajian ilmiah tentang flu babi dari berbagai sumber, berkoordinasi dengan WHO untuk memantau perkembangan, mengedarkan surat kewaspadaan dini, melakukan rapat koordinasi dengan para kepala kantor kesehatan pelabuhan ( KKP ) di seluruh Indonesia, berkoordinasi dengan Badan Litbangkes untuk pemeriksaan specimen, berkoordinasi dengan Departemen Pertanian dan Departemen Luar Negeri untuk merumuskan tindakan penanggulangan. ( AP/AFP/Rtr/Depkes/PR, 27/4/2009

Kamis ( 30/4/2009 ), Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ), meningkatkan kewaspadaan flu babi menjadi level 5 atau satu level sebelum dinyatakan sebagai pandemik penuh yang menjadi wabah di seluruh dunia. Level 5 artinya penularan dari manusia ke manusia telah terjadi, setidaknya di 2 negara. Bayi asal Meksiko berusia 23 bulan meninggal di Texas. Pejabat di Spanyol mengkonfirmasikan kasus pertama flu babi terjadi pada satu orang yang belum pernah bepergian ke Meksiko.

Pada hari yang sama, Meksiko siap ditutup sementara, menunda seluruh urusan pemerintahan federal yang tidak perlu dan aktivitas bisnis swasta sebagai upaya pencegahan meluasnya wabah flu babi. Epidemi ini dikonfirmasi positif di 8 negara. Jumlah korban tewas di Meksiko mencapai 170 orang, di Amerika Serikat 1 orang. Sebelumnya, sejumlah penerbangan menuju dan dari Meksiko sudah dibatalkan. Pemerintah Meksiko menutup tempat2 publik dan melarang pertemuan. Di Meksiko, virus flu babi sudah menjadi wabah penuh dan menginfeksi ribuan orang. Menteri kesehatan Meksiko, Jose Cordova Kamis sore ( 30/4/2009 ), mengumumkan Meksiko ditutup 1-5 Mei 2009. Kamar dagang Meksiko memperkirakan kelumpuhan kota Mexico City mengancam kerugian sebesar 777 juta peso ( 57 juta USD ) per hari.

Sampai Minggu ( 3/5/2009 ), kasus virus flu babi di Amerika menjadi 245 orang yang tersebar di 35 negara bagian, padahal semula hanya 160 kasus pada Sabtu ( 2/5/2009 ). Menurut WHO sudah ada 101 kasus yang positif flu babi di Kanada, 40 di Spanyol, 18 di Inggris, 8 di Jerman, 4 masing2 di Kolombia, Kosta Rika, Irlandia, Swiss, Korsel, Denmark dan Belanda.

Pemerintah Argentina, Kanada dan Kuba membatalkan penerbangan dari dan menuju Meksiko. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mungkin akan mengganti istilah flu babi dengan istilah lain. Banyak orang salah mengerti menganggap penularan penyakit ini bisa melalui konsumsi daging babi. Para produsen daging babi di AS dan Brasil mendesak agar istilah flu babi itu diganti karena menghancurkan bisnis mereka.

Di Selandia Baru dari semula hanya 16 kasus kini sudah 111 kasus terinfeksi. Negara yang sudah positif terjangkit flu babi diantaranya ; Amerika Serikat ( AS ), Meksiko, Kanada, Selandia Baru, Israel, Inggris, Spanyol dan Jerman. Di Switzerland ditemukan 1 kasus meski masih dalam proses pemeriksaan. Negara anggota ASEAN akan menggelar rapat khusus pekan depan mengantisipasi masuknya virus flu babi ke ASEAN.

Korban tewas karena flu babi di Meksiko berusia antara 20-50 tahun. Meksiko hingga kini masih belum memberi pengobatan kepada anggota keluarga pasien yang meninggal. Meski pemerintah menghimbau warganya yang sakit untuk melakukan pengecekan ke rumah sakit, giliran warga yang memprotes, karena justru para medis dan pekerja ambulans yang ketakutan membawa mereka berobat ke rumah sakit. Lambatnya respon pemerintah Meksiko menghadapi pandemi potensial global ini mengundang berbagai kritikan dari komunitas internasional.

Hasil investigasi media asing, pasien pertama yang terjangkit dan tewas oleh flu babi adalah seorang wanita berusia 39 tahun di selatan kota kolonial Oaxaca. Hampir 2 ribu orang dirawat di rumah sakit sejak kasus pertama dilaporkan 13 April 2009. Dokter bingung dengan kondisi pasien yang tiba di rumah sakit dengan gejala demam tinggi, untuk bernafas membutuhkan alat bantu, tangan dan kakinya juga biru karena kekurangan oksigen dalam darahnya. Hasil investigasi ini sekaligus membantah isu asal virus flu babi dari Cina. Pihak rumah sakit lalu memberi antibiotik, namun keadaannya memburuk. Akhirnya mereka mengirimkan sampel air liur korban ke laboratorium swasta pada 12 April 2009. Hasilnya si pasien terinfeksi sejenis virus corona yang biasa ditemukan pada penderita sindrom pernafasan atau SARS yang telah akut. ( AP/AFP/BBC/PR, 1/5/2009 )

Kandang babi yang luas di Meksiko, 27 April 2009

Kandang babi yang luas di Meksiko, 27 April 2009

Komen Nurray : SARS, flu burung dulu hasil rekayasa Amerika agar mereka mendapat pemasukan dari penjualan vaksin. Apa mereka perlu duit lagi, dengan menyebarkan flu babi ? Maklum, AS sekarang lagi perlu 5 trilyun USD untuk memperbaiki ekonomi negerinya, setelah melakukan ekonomi tabrak lari ; mencetak uang kertas dan surat hutang tanpa jaminan sampai 3000 kali lipat. Masih juga menyebar perang di mana2. Yah, tekor dong…

Iklan
Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: