dari Palestina sampai Indonesia

Raksasa ekonomi dunia terpuruk, Indonesia survive dengan kredibel, percaya diri dan persepsi positif.

Posted in indonesia by nurray on 28/04/2009
Menkeu Sri Mulyani Indrawati

Menkeu Sri Mulyani Indrawati

Menkeu Sri Mulyani mengatakan, Asian Development Bank ( ADB ) memiliki dana 70 milyar USD ( jumlah pinjaman 30 milyar USD ) terbesar kedua setelah World Bank. Bertahap akan ditingkatkan hingga 120 milyar USD. IMF memiliki dana 250 milyar USD, lalu setelah KTT G-20 kemarin akan ditingkatkan sampai 750 milyar USD.

Asia adalah kawasan surplus, sementara Amerika dan Eropa mengalami pertumbuhan negatif. Kerusakan ekonomi di sana mencapai 4 trilyun USD. Untuk itu, AS akan mengeluarkan surat hutang sampai 5 trilyun USD. Di Asia yang pertumbuhan positif adalah Cina, India, Indonesia, Filipina dan Vietnam. Jepang, Korea Selatan dan Singapura mengalami pertumbuhan negatif karena tergantung pasar ekspor AS dan Eropa Barat hingga lebih 100 %. Jatuhnya, masih bisa menembus hingga angka -5 sampai -10. Bahkan Malaysia, pertumbuhannya sudah -0,05 ( ngga heran hari2 ini Jepang dan Malaysia getol memulangkan pekerja imigran, termasuk TKI, dan melarang mereka kembali, seperti pekerja asal Brasil yang sudah 15 tahun bekerja di Jepang. Perlukah Indonesia juga memulangkan pekerja asing ke negeri2 yg memulangkan TKI ?_nurray ).

Indonesia sendiri pertumbuhannya + 4,3 sampai 4,5 di kuartal I tahun 2009 ( mencengangkan, kok bisa yah, negeri kita bisa survive di saat raksasa ekonomi dunia pada berjumpalitan tumbang. Indonesia memang suka mengejutkan. Yeah, right or wrong still my country and I love it_nurray ). Negara2 yang jumlah penduduknya besar bisa bertahan dari badai krisis ekonomi global jika bisa menggarap pasar lokal dengan baik. Selama ini Indonesia, pasar ekspornya hanya sekitar 25 % sedangkan Malaysia sampai 70 %. Jadi, Indonesia tidak terlalu terpukul ketika kehilangan pasar ekspor. ( bleesing in disquise baru disadari sekarang, kemarin2 tak bisa menembus pasar ekspor yang persyaratan berlapis-lapis_nurray ). Indonesia seperti negara Asia pada umumnya, lebih banyak bermain di sektor riil.

Kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia dalam masa krisis ini adalah mengurangi beban pajak, stimulus dalam bentuk spending ( infrastruktur ) dan bantuan langsung tunai ( BLT, agar masyarakat yang lemah tetap bisa melakukan aktivitas konsumsi ). Sektor yang masih tumbuh dalam jangka menengah dan panjang adalah pertambangan/ energi, makanan dan jasa yang standar.

Mata uang bersama di Asia baru bisa dilakukan jika kondisi ekonomi antar anggota sudah relatif setara. Saat ini, pendapatan perkapita Indonesia lebih dari 2000 USD. Kredibel, confident dan persepsi berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi dan respek dunia luar terhadap bangsa Indonesia. Kita bisa memanfaatkan momentum ini sebaik2nya, ( ketika dunia terpuruk, Indonesia tetap survive jadi terlihat menonjol ) misalnya dengan menyukseskan konferensi ADB di Bali minggu depan. Pertemuan ASEAN plus 3 negara ( Cina, Jepang, Australia ) ini bertujuan mengokohkan pasar Asia dan menghimpun dana untuk keberlangsungan ekonomi negara2 anggota. Indonesia tak bisa hanya memikirkan dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan negara tetangganya, ia harus tetap rendah hati. Kita tetap menjaga hubungan dengan regional dan global, agar bisa memanfaatkan peluang ( ekspor ) di masa depan, jika perekonomian dunia sudah pulih.

Global, regional dan nasional bisa memperlihatkan karakter yang berbeda, jadi jangan patah arah. Tetap semangat dan percaya diri menyongsong masa depan, impian kita. ( Nurray stlh nonton “Opportunity in Crisis”, Metro TV, 25/4/2009 ).

Iklan
Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: