dari Palestina sampai Indonesia

Dengan papan selancar dan sajadah, Dede Suryana dibantu David Arnold, syiar Islam ke seluruh dunia.

Posted in indonesia by nurray on 28/04/2009
Aksi Dede ketika berselancar mengejar ombak dan medali

Aksi Dede ketika berselancar mengejar ombak dan medali

Dede Suryana, anak petani Cimaja, Pelabuhan Ratu menjadi top surfer dunia. Selancar air sudah digeluti Dede sejak usianya 6 tahun dengan 4 saudaranya. Ketika umur Dede, 11 tahun, ia berkenalan dengan David Arnold, 15 tahun, yang sedang belajar surfing juga. David tinggal di Indonesia bersama orang tuanya selama 4 tahun ini untuk persiapan film dokumenternya. Sebelumnya, ia bersekolah di Inggris. Temannya, Dede, setelah lulus SMP pindah ke Bali, sekolah di sana dengan biaya sponsor.

Selama ini yang menjadi top surfer adalah peselancar dari Amerika dan Australia. Dede yang yakin surfing bisa dijadikan pilihan karir, sudah mengikuti berbagai kejuaraan dunia surfing, seperti di Hawai-AS, Jepang dan tahun 2006 di Australia. Dede merasa tertantang menaklukkan para seniornya. Mengapa tidak ? Indonesia punya garis pantai terpanjang di dunia, dan kata bule2 itu “the best wave” itu ada di Indonesia. Ironisnya, yang jadi kiblat surfing dunia kok Amerika dan Australia. Olahraga selancar kurang dikenal di nusantara. Dede bertekad mempopulerkan Indonesia dengan keahliannya ( tahun 2008, dihelat Asian Beach Games/ ABG di Bali. Indonesia jadi juara umum ). Termasuk ketika memutuskan untuk menjadi peselancar bebas daripada peselancar internasional.

David Arnold berteman dengan Dede Suryana

David Arnold berteman dengan Dede Suryana

Menariknya, Dede tetap rajin beribadah. Ia muslim yang taat. Dalam film “Mengejar Ombak”, garapan  David Arnold, diperlihatkan Dede pergi ke masjid dengan sajadah tersampir di pundaknya. Bisa jadi syiar Islam dan contoh kerjasama yang baik antar bangsa, budaya dan agama. Film “Chasing the Wave” mendapat penghargaan film di Utah, AS. David yang baru pertama kali membuat film dan punya keterbatasan dana, mendapat bantuan dari Menbudpar, MetroTV dan perusahaan penerbangan, berupa tiket, akomodasi, transportasi dll.

Dalam sejarah Indonesia ada tokoh Douwes Dekker/ Multatuli yang membantu pejuang Indonesia meraih kemerdekaan. Selama 350 tahun nusantara dijajah bangsa asing, masih banyak keturunan asing yang tinggal di Indonesia dan menjadi WNI. Banyaknya investasi dan perusahaan asing di negeri ini, dengan para ekspatriatnya yang menikah dengan orang Indonesia, apakah tidak bisa diberdayakan untuk mengikis habis stigma negatif yang ditempelkan pihak Barat pada Indonesia ? Rakyat di belahan Barat selalu kesulitan menyebut siapa tokoh muslim yang mereka ketahui ? Sehingga ketika zionis membombardir dengan isu teroris dan keterbelakangan negara2 muslim, mereka menelan mentah2 informasi menyesatkan tsb. Karena keterbatasan referensi, mereka tak bisa membela atau bersikap obyektif ; muslim tidak begitu kok. Tidak hanya menyebut militan Osama bin Laden, Al Qaeda, mereka kita harapkan juga bisa menyebut petinju Muhammad Ali, pebasket Saqiel O’Neal, pebola Zidane Zidan dan surfer Dede Suryana yang berwajah ramah.

Dede dan David sudah memulainya. Ada yang menyusul ? ( Nurray, stlh nonton “Behind the scene ‘Chasing the Wave”, Metro TV, 26/4/2009 )

Iklan
Tagged with:

Raksasa ekonomi dunia terpuruk, Indonesia survive dengan kredibel, percaya diri dan persepsi positif.

Posted in indonesia by nurray on 28/04/2009
Menkeu Sri Mulyani Indrawati

Menkeu Sri Mulyani Indrawati

Menkeu Sri Mulyani mengatakan, Asian Development Bank ( ADB ) memiliki dana 70 milyar USD ( jumlah pinjaman 30 milyar USD ) terbesar kedua setelah World Bank. Bertahap akan ditingkatkan hingga 120 milyar USD. IMF memiliki dana 250 milyar USD, lalu setelah KTT G-20 kemarin akan ditingkatkan sampai 750 milyar USD.

Asia adalah kawasan surplus, sementara Amerika dan Eropa mengalami pertumbuhan negatif. Kerusakan ekonomi di sana mencapai 4 trilyun USD. Untuk itu, AS akan mengeluarkan surat hutang sampai 5 trilyun USD. Di Asia yang pertumbuhan positif adalah Cina, India, Indonesia, Filipina dan Vietnam. Jepang, Korea Selatan dan Singapura mengalami pertumbuhan negatif karena tergantung pasar ekspor AS dan Eropa Barat hingga lebih 100 %. Jatuhnya, masih bisa menembus hingga angka -5 sampai -10. Bahkan Malaysia, pertumbuhannya sudah -0,05 ( ngga heran hari2 ini Jepang dan Malaysia getol memulangkan pekerja imigran, termasuk TKI, dan melarang mereka kembali, seperti pekerja asal Brasil yang sudah 15 tahun bekerja di Jepang. Perlukah Indonesia juga memulangkan pekerja asing ke negeri2 yg memulangkan TKI ?_nurray ).

Indonesia sendiri pertumbuhannya + 4,3 sampai 4,5 di kuartal I tahun 2009 ( mencengangkan, kok bisa yah, negeri kita bisa survive di saat raksasa ekonomi dunia pada berjumpalitan tumbang. Indonesia memang suka mengejutkan. Yeah, right or wrong still my country and I love it_nurray ). Negara2 yang jumlah penduduknya besar bisa bertahan dari badai krisis ekonomi global jika bisa menggarap pasar lokal dengan baik. Selama ini Indonesia, pasar ekspornya hanya sekitar 25 % sedangkan Malaysia sampai 70 %. Jadi, Indonesia tidak terlalu terpukul ketika kehilangan pasar ekspor. ( bleesing in disquise baru disadari sekarang, kemarin2 tak bisa menembus pasar ekspor yang persyaratan berlapis-lapis_nurray ). Indonesia seperti negara Asia pada umumnya, lebih banyak bermain di sektor riil.

Kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia dalam masa krisis ini adalah mengurangi beban pajak, stimulus dalam bentuk spending ( infrastruktur ) dan bantuan langsung tunai ( BLT, agar masyarakat yang lemah tetap bisa melakukan aktivitas konsumsi ). Sektor yang masih tumbuh dalam jangka menengah dan panjang adalah pertambangan/ energi, makanan dan jasa yang standar.

Mata uang bersama di Asia baru bisa dilakukan jika kondisi ekonomi antar anggota sudah relatif setara. Saat ini, pendapatan perkapita Indonesia lebih dari 2000 USD. Kredibel, confident dan persepsi berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi dan respek dunia luar terhadap bangsa Indonesia. Kita bisa memanfaatkan momentum ini sebaik2nya, ( ketika dunia terpuruk, Indonesia tetap survive jadi terlihat menonjol ) misalnya dengan menyukseskan konferensi ADB di Bali minggu depan. Pertemuan ASEAN plus 3 negara ( Cina, Jepang, Australia ) ini bertujuan mengokohkan pasar Asia dan menghimpun dana untuk keberlangsungan ekonomi negara2 anggota. Indonesia tak bisa hanya memikirkan dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan negara tetangganya, ia harus tetap rendah hati. Kita tetap menjaga hubungan dengan regional dan global, agar bisa memanfaatkan peluang ( ekspor ) di masa depan, jika perekonomian dunia sudah pulih.

Global, regional dan nasional bisa memperlihatkan karakter yang berbeda, jadi jangan patah arah. Tetap semangat dan percaya diri menyongsong masa depan, impian kita. ( Nurray stlh nonton “Opportunity in Crisis”, Metro TV, 25/4/2009 ).

Tagged with: