dari Palestina sampai Indonesia

Muslim Somalia : syariat Islam, intervensi AS dan perompak canggih.

Posted in dunia muslim by nurray on 29/05/2009

SOMALIA

Satu lagi, negeri mayoritas muslim yang sering diberitakan di media massa. Somalia. Dulu, rakyat Somalia pernah mempermalukan AS dengan menyeret mayat tentara AS di jalanan. Saya kurang paham, apa yang terjadi saat itu. Siapa penjahatnya di sini ? Film2 perang ala Hollywood membanjiri bioskop dan televisi kita. Mudah untuk cenderung menuduh pihak Somalia yang barbar dan kanibal. Selama ini AS digembar-gemborkan sebagai polisi dunia, berwajah ganteng dan  dilengkapi senjata mutakhir. Perfect. Kalau anda menilik kebenaran di balik ‘komestik’ itu, anda akan sangat, sangat terkejut.

Film2 itu dibiayai pengusaha2 zionis untuk melengahkan/ membuat tidak percaya para penonton akan kebiadaban AS  di penjara Ghraib, Guantanamo dan semua negeri muslim yang didatangi tentara AS. Ratusan juta dolar dari hasil film, musik, yang anda lihat angka2 fantastis box office-nya di majalah2 film dan musik, memang memperkaya segelintir artis, namun jauh lebih memperkaya para produser dan perusahaan film. Saya pikir, kalau kita benar2 niat membantu rakyat Palestina, sedikitnya kita bisa berhenti mengkonsumsi produk zionis, film dan musik AS yang meracuni pikiran kita. Masalahnya, apakah kita rela mengurangi kenyamanan diri sampai anak negeri membuat penggantinya ? Nurani anda yang bisa menjawab. Coca cola bisa kita ganti dengan cendol cap Mbanjar, misalnya. Lebih sehat, dan lebih berpahala, jika diniatkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina ( usaha zionis dibikin bangkrut, sehingga Israel tidak punya peluru lagi untuk menghujani bayi, anak, wanita dan pejuang Palestina )

Kembali ke masalah Somalia, saya cukup kaget, karena negeri yang pernah didera busung lapar mengerikan itu ternyata saudara kita. Mayoritas muslim. Saya mulai bisa meraba apa yang sesungguhnya terjadi. Pola sama yang diberlakukan imperalis Barat dari dulu hingga sekarang. Pecah belah lalu kuasai. Negeri2 di Afrika yang sudah dikuras sumber daya alamnya oleh penjajah Barat, kini warganya dipanas-panasi untuk bertikai mengais remah yang tersisa, dipersenjatai ( dari hutang/ konsensi ), dikilik2 untuk perang saudara, sampai rakyatnya habis sendiri. Bagian ponsel anda ditambang dari salah satu negara Afrika, dan menjadi penyebab perebutan sengit antar suku. Makin sering anda mengganti ponsel terbaru, makin brutal perang dan pemerkosaan di sana.

Jika AS punya kepentingan di Somalia, bisa jadi pemerintahan di sana tak berdaulat. Yang dituding teroris bisa jadi pejuang, bahkan pahlawan. Maling biasa teriak maling. Teroris bisa teriak orang lain teroris. Bahkan, bajak laut Somalia. Andai kita tahu keadaan sesungguhnya di Somalia, ada di tempat kejadian dan melihat dari perspektif mereka. Setahu saya, mereka hanya menyerang kapal2 Barat dan non muslim, atau negeri yang akrab dengan Barat, yang mereka anggap pengkhianat. Setidaknya mereka punya prinsip. Hati kecil ini ( yang dikecewakan dengan institusi dan sesepuh yang kelihatan berwibawa di permukaan tapi kisut dan pengecut di dalamnya ) mengagumi keberanian mereka melawan raksasa yang ditakuti banyak negara. Ingin lebih banyak orang seperti mereka, bernyali melemahkan raksasa ini hingga berhenti menindas. Tentu, dengan alasan dan format yang lebih baik.

Somalia, ini tulisan tentang negeri kalian. ( Nurray, 25/5/2009 )

Muslimah Somalia

Muslimah Somalia

Muslim Somalia : syariat Islam, intervensi AS dan perompak canggih.

Kaum muslim Somalia meliputi 99 % jumlah penduduk yang berkisar 8-10 juta jiwa. Empat tarekat sufi Qadriyah, Shalihiyah dan Rafa’iyah berpengaruh sangat besar terhadap praktek keislaman orang2 Somalia. Adat istiadat Somalia terbagi dalam 2 golongan utama, yakni kaum agamawan ( wadaad ) dan kaum prajurit ( waranleh/ pembawa tombak ). Idealnya, seorang wadaad menjadi penengah konflik antar kaum sehingga tetap menjauhi politik. Kebanyakan orang Somalia menjadi anggota dari 5 keluarga kaum, sub kaum dan kelompok2 keturunan.

Keadaan geografis Somalia, yang terletak di sisi timur benua Afrika, berpengaruh terhadap sejarahnya. Selama berabad-abad, Laut Merah dan Samudera Hindia memudahkan perdagangan jarak jauh. Dunio kuno mengenal Somalia sebagai Negeri Rakit, daerah sumber kemenyan dan dupa.

Epos Islam yang dimulai abad ke-10, mempercepat kecenderungan perdagangan dan permukiman. Negara2 kota ; Zeila, Bulhar, Berbera, Mogadishu, Merca dan Barawa didirikan. Aturan Islam diadaptasi dalam masyarakat pedesaan yang terdesentralisasi. Hukum dan aturan perdagangan Islam, sistem timbangan dan ukuran, teknologi navigasi, serta peraturan keamanan mempermudah jalannya perdagangan di sana.

Mahkamah Islam mengurangi konflik.

Somalia yang dahulu bernama Republik Demokratik Somali, tidak memiliki otoritas pemerintah pusat yang diakui. Otoritas de facto di tangan pemerintah yang tidak diakui, yaitu Somaliland ( bekas wilayah Britania Raya yang terletak di barat laut Somalia ), Puntland ( wilayah timur laut Somalia ) dan beberapa panglima perang ( warlord ) yang saling bermusuhan, dimana ketiganya memimpin pemerintahan oposisi. Karenanya, Somalia terus berada dalam konflik yang tak kunjung usai.

Pemerintahan yang diakui dunia internasional adalah Pemerintahan Transisi Nasional, awalnya dikepalai Abdul Kassim Shalad Hassan, lalu 10 Oktober 2004, Abdullah Yusuf Ahmad, menggantikan posisinya. Yusuf terpilih menjadi presiden oleh parlemen transisional Somalia. Ia memenangkan 189 dari 275 suara dari parlemen. Sayangnya, meski legalitas pemerintahan Yusuf diakui masyarakat internasional, ia tidak mengantongi otoritas aktualnya. Banyak kebijakan dan keputusan strategis negara didikte dan dipengaruhi pihak2 tertentu.

Pada Perang Dunia II, Mogadishu, ibukota Somalia, dikuasai pasukan Inggris yang bermarkas di Kenya. Selama perang saudara berkepanjangan yang melanda Somalia sejak 1970-an, pasukan pemberontak berhasil menguasai Mogadishu pada tahun 1990. Pertempuran sengit antar faksi2 pemberontak berbasis klan menghancurkan sebagian besar wilayah Mogadishu tahun 1991-1992. PBB, tepatnya Amerika menurunkan pasukan pengamanan di Somalia sejak 1992-1995. Konflik di Somalia diduga skenario zionis yang menginginkan perpecahan di Afrika untuk memuluskan ambisinya, Israel Raya.

Tahun 1991, kerusuhan dan konflik internal berkembang hebat di Somalia. Beberapa klan militan membentuk wilayahnya masing2. Tokoh ulama Somalia, Syaikh Muhammad Muallim Hasan, berupaya mendirikan Mahkamah Islam di wilayah Tortigli, selatan Mogadishu. Jenderal Muhammad Farah Aidid yang menguasai selatan kota, menggagalkan upaya tsb, karena kuatir melemahkan kekuasaannya. Akhirnya, Aidid berhasil ditangkap satuan milisi dalam perang 3 Oktober 1993 di Distrik Black Sea, Mogadishu, yang menelan ratusan korban jiwa dan ribuan lainnya luka. Peristiwa ini menjadi inspirasi film “Black Hawk Down”, tahun 2001, setelah sebelumnya dipaparkan dalam novel “Black Hawk Down : A Story of Modern War.” Lalu, awal tahun 1994, berdirilah Mahkamah Islam di utara Mogadishu, diketuai Syaikh Ali Mahmud, yang mendapat dukungan penuh beberapa kabilah di wilayah utara.

Sekitar 3 tahun, Mahkamah Islam beroperasi menangani beragam masalah yang terjadi di masyarakat muslim. Eksekusi rajam dan qishash sesuai syariat Islam dilaksanakan. Tahun 2001, keinginan mendirikan mahkamah syariat Islam di Mogadishu semakin kuat. Berbagai milisi dari berbagai kabilah berhasil mendirikan mahkamah masing2, bahkan sampai wilayah Marka yang berjarak 120 km dari Mogadishu. Tahun 2005, dibentuklah Majelis Tinggi Uni Mahkamah Islam di Mogadishu yang merupakan aliansi 11 Mahkamah Islam, yang dipimpin Syaikh Syarif Sheikh Ahmed.

Kemunculan dan kekuatan Uni Mahkamah Islam ini sangat fenomenal, di saat kondisi Somalia masih carut marut, bahkan beberapa kali dibekukan oleh rezim pemerintahan Somalia. Kelahiran kembali Uni Mahkamah Islam ini disebabkan kondisi politik dan militer negara yang lemah, tiadanya sentralisasi kekuatan pemerintah dan supremasi hukum di Somalia, sehingga syariat Islam menjadi alternatif hukum yang cukup menjanjikan.

Beberapa hal positif berhasil diberlakukan mahkamah Islam, membawa angin perubahan. Di Somalia, perkawinan beda kasta ditentang sebelumnya. Seperti pengalaman Sahal, yang datang dari keluarga pedagang terkemuka, yang berniat menikahi Zamzam, yang berasal dari kasta Yahar yang rendah. Aliansi Mahkamah Islam menjelaskan bahwa warga Somalia harus menikahi muslim yang baik, tanpa memandang kasta, untuk menggerus purbasangka yang telah berlangsung berabad-abad.

Islam menganjurkan anda memilih pasangan berdasarkan apakah mereka mengikuti agama mereka dan apakah mereka memiliki tabiat yang baik, bukan lantaran tingkat sosialnya,” kata Syaikh Sharif Sheikh Ahmed dari Aliansi Mahkamah Islam. Berkat fatwa tsb Sahal dan Zamzam bisa menikah dan pernikahan antar kasta makin sering terjadi.

Intervensi Amerika demi Israel Raya

Secara umum, nasib Somalia tak jauh berbeda dengan negara2 Afrika yang mayoritas muslim. Terus dirongrong secara politik, dan pemerintahannya senantiasa dalam pengaruh dan konspirasi Barat. Amerika memainkan peran penting dalam konflik di Somalia. Bisa dimengerti, karena Somalia adalah negeri muslim nomor 3 terbesar di dunia secara prosentase, di bawah Arab Saudi dan Afganistan. Jika Arab Saudi sudah menjadi sekutu Amerika, Afganistan sudah dihancurkan, wajar jika Amerika memandang Somalia, negara yang berpotensi merongrong hegemoni mereka di dunia.

Setelah gagal menundukkan Mogadishu, tahun 1991, karena harus berhadapan dengan milisi pimpinan Aidit yang didukung masyarakat luas, sekarang dengan helikopter AC 130, Amerika Serikat menggempur wilayah selatan Somalia, membunuh orang2 yang mereka labeli teroris dan para pendukungnya. Berbekal pengalaman tempur melawan milisi Islam di Irak, Afganistan dan didukung peralatan perang canggih, pasukan AS lebih percaya diri.

Juru bicara Pentagon, Bryan Whitman, mengatakan pasukan AS sedang mengejar Fazul Abdullah Mohammed, Saleh Ali Saleh Nabhan dan Abu Thoha al Sudani yang dituduh terlibat dalam pengeboman gedung kedubes AS di Kenya dan Tanzania tahun 1998. AS menuduh mereka anggota Al Qaeda. Tuduhan serupa dialamatkan kepada milisi2 Islam di Somalia, meskipun tuduhan tsb dibantah para pemimpin milisi.

Amerika Serikat telah mengirimkan kapal induk USS Dwight Eisenhower ke Somalia untuk mendukung misinya. Tiga kapal lainnya sudah berada di perairan tanduk Afrika itu sejak beberapa minggu lalu. Mereka melakukan blokade laut agar para pemimpin milisi tidak dapat melarikan diri melalui jalur laut. Milisi Islam yang ingin menerapkan syariat Islam di Somalia terpaksa berhadapan dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Kontak senjata sering terjadi antara milisi bersenjata dengan pasukan asing di Mogadishu. Pasukan Ethiopia dan Italia termasuk yang pernah mengalami serangan. Pasukan Italia diserang dengan granat yang ditembakkan dengan roket.

Disamping terus menggempur para milisi, PM Somalia, Ali Mohammaed Gedi menawarkan amnesti pada para milisi yang mau meletakkan senjata. Namun dalam kondisi demikian memprihatinkan, semangat untuk terus menerapkan syariat Islam tak surut di dada warga Somalia. Kebangkitan kembali Islam yang terwujud dalam meningkatnya bentuk2 kesalehan terus berlanjut di kalangan orang Somalia yang menetap di dalam negeri maupun di luar negeri. Islam kiranya harapan mereka, selama mereka terus mencari cara bagaimana memerankan Islam secara baik bagi kemajuan politik Somalia. ( Hdyh, Feb’2009 )

Perompak Somalia

Perompak Somalia

Rp 1,6 trilyun hasil merompak para bajak laut Somalia.

Sekarang dunia menyorot Somalia sebagai negeri para perompak karena banyaknya kasus perompakan kapal laut asing di perairan Somalia. Wilayah Teluk Aden merupakan salah satu jalur transportasi terpadat di dunia. Menurut catatan Lembaga Perdagangan Maritim Dunia yang berpusat di Singapura, sedikitnya 20.000 kapal dalam berbagai bobot melewati teluk itu tiap tahun. Sejak 2003, aksi perampasan dan perompakan terhadap kapal yang lewat makin marak.

Sejak 1991, Somalia yang terletak di semenanjung Afrika ini tidak memiliki pemerintahan yang efektif dan berwibawa. Akibatnya, muncullah kelompok2 kriminal bersenjata dan perompak di perairan bebas. Merasa tak ada yang mengusik, aksi kriminal itu menjadi lebih liar, buas, kasar dan brutal. Para perompak berani terang-terangan melawan penegak hukum. Dengan kemampuan dan peralatan militer lebih canggih, para bajak laut itu jelas mengungguli pemerintah. Lingkup operasionalnya pun tak terbatas. Sementara, patroli laut dari pemerintah Somalia untuk pencegahan nyaris tak ada. Bila diserang pemerintah, para perompak tak segan2 mengunakan penduduk sipil sebagai tameng hidup.

Menurut, Letnan Alexander Fernandes, tentara NATO, serangan bajak laut sering dilakukan malam hari dengan bantuan cahaya bulan. Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Turki, Rusia dan Cina sudah mengirim berbagai jenis kapal ringan bersama pasukan komando marinirnya untuk memberantas bajak laut di Teluk Aden. Menurut Biro Pelayaran antar negara di London, tahun lalu perusahaan2 pelayaran dunia telah mengeluarkan uang tebusan sebanyak 100 juta USD pada perompak. Konon, perompak Somalia mampu menghasilkan uang tebusan hingga 150 juta USD, terbesar di dunia kriminal. Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs Rp.11.000 perompak Somalia meraup uang Rp 1,6 trilyun ( PR, 19/5/2009 ).

Tagged with:

Indonesia pinjam 20 trilyun dari ADB, angka kemiskinan menurun ??

Posted in indonesia, internasional by nurray on 29/05/2009

Sidang Tahunan ke-42 Bank Pembangunan Asia ( Asian Development Bank ) yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, berakhir Selasa ( 5/5/2009 ). Sidang ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, karena berlangsung di tengah krisis keuangan global. Dihadiri 3500 delegasi dari 67 negara dengan harapan bisa memberikan solusi konkret bagi krisis ekonomi global.

Indonesia mendapat kucuran pinjaman 1,5 – 2 milyar USD ( Rp.20 trilyun ) yang akan dialokasikan untuk pinjaman siaga 1 milyar USD, untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) Mandiri 65 juta USD, dan untuk fasilitas pembiayaan proyek infrastruktur yang disetujui Maret lalu 140 juta USD.

Dengan adanya komitmen pinjaman baru itu, otomatis jumlah hutang Indonesia semakin bertambah. Pemerintah mengakui pinjaman tsb masih diperlukan untuk program pengentasan kemiskinan dan jaring pengaman sosial serta proyek infrastruktur. Semuanya dengan skema official development assistance ( ODA ), bukan pinjaman lunak.

Menurut aktivis LSM, program2 yang ditawarkan ADB akan menjerat dan menyengsarakan Indonesia. Saat ini, Indonesia sebagai salah satu pendiri ADB tahun 1966, merupakan nasabah terbesar. Kita telah menerima 297 pinjaman senilai 23,5 milyar USD dan 498 proyek bantuan teknis senilai 276,6 juta USD.

Periode 2000-2007, rata2 pinjaman Indonesia pada ADB sekitar 700 juta USD. Tahun 2008, 1.085 milyar USD, terus meningkat hingga akhir tahun ini 1,5 milyar USD. Persoalannya, hutang yang terus meningkat itu diragukan bisa membuka lapangan kerja baru atau menekan angka kemiskinan. Wajar, jika selama sidang, sejumlah LSM terus mengingatkan program pinjaman dengan polanya yang memberatkan.

Kita berharap setelah sidang ini, ada langkah2 terobosan guna mengatasi krisis yang sedang melanda dunia. Dengan demikian, persoalan hutang piutang tidak menjadi standar baku yang kerap mengesampingkan keinginan negara2 anggota yang kesulitan.

Presiden SBY mengingatkan bahwa krisis keuangan global saat ini menyadarkan masyarakat akan wajah dunia baru. Oleh karena itu, ADB perlu lebih fokus pada orientasi pembangunan ekonomi berkelanjutan dalam usaha memerangi kemiskinan dan pengangguran. Kondisi ekonomi ke depan akan terus bergerak maju dengan tantangan lebih berat. Dengan demikian dibutuhkan sesuatu untuk menghadapinya dan melakukan inovasi.

Presiden ADB, Haruhiko Kuroda, mengakui bahwa krisis keuangan telah merontokkan pertumbuhan ekonomi negara2 Asia Pasifik menjadi 3,4 % pada tahun ini, atau terendah sejak krisis ekonomi 1997. Dampak dari pelemahan ekonomi itu, akan meningkatkan angka kemiskinan dan jumlah pengangguran. ( PR, 6/5/2009 ).

Tagged with: