dari Palestina sampai Indonesia

Indonesia pinjam 20 trilyun dari ADB, angka kemiskinan menurun ??

Posted in indonesia, internasional by nurray on 29/05/2009

Sidang Tahunan ke-42 Bank Pembangunan Asia ( Asian Development Bank ) yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, berakhir Selasa ( 5/5/2009 ). Sidang ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, karena berlangsung di tengah krisis keuangan global. Dihadiri 3500 delegasi dari 67 negara dengan harapan bisa memberikan solusi konkret bagi krisis ekonomi global.

Indonesia mendapat kucuran pinjaman 1,5 – 2 milyar USD ( Rp.20 trilyun ) yang akan dialokasikan untuk pinjaman siaga 1 milyar USD, untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) Mandiri 65 juta USD, dan untuk fasilitas pembiayaan proyek infrastruktur yang disetujui Maret lalu 140 juta USD.

Dengan adanya komitmen pinjaman baru itu, otomatis jumlah hutang Indonesia semakin bertambah. Pemerintah mengakui pinjaman tsb masih diperlukan untuk program pengentasan kemiskinan dan jaring pengaman sosial serta proyek infrastruktur. Semuanya dengan skema official development assistance ( ODA ), bukan pinjaman lunak.

Menurut aktivis LSM, program2 yang ditawarkan ADB akan menjerat dan menyengsarakan Indonesia. Saat ini, Indonesia sebagai salah satu pendiri ADB tahun 1966, merupakan nasabah terbesar. Kita telah menerima 297 pinjaman senilai 23,5 milyar USD dan 498 proyek bantuan teknis senilai 276,6 juta USD.

Periode 2000-2007, rata2 pinjaman Indonesia pada ADB sekitar 700 juta USD. Tahun 2008, 1.085 milyar USD, terus meningkat hingga akhir tahun ini 1,5 milyar USD. Persoalannya, hutang yang terus meningkat itu diragukan bisa membuka lapangan kerja baru atau menekan angka kemiskinan. Wajar, jika selama sidang, sejumlah LSM terus mengingatkan program pinjaman dengan polanya yang memberatkan.

Kita berharap setelah sidang ini, ada langkah2 terobosan guna mengatasi krisis yang sedang melanda dunia. Dengan demikian, persoalan hutang piutang tidak menjadi standar baku yang kerap mengesampingkan keinginan negara2 anggota yang kesulitan.

Presiden SBY mengingatkan bahwa krisis keuangan global saat ini menyadarkan masyarakat akan wajah dunia baru. Oleh karena itu, ADB perlu lebih fokus pada orientasi pembangunan ekonomi berkelanjutan dalam usaha memerangi kemiskinan dan pengangguran. Kondisi ekonomi ke depan akan terus bergerak maju dengan tantangan lebih berat. Dengan demikian dibutuhkan sesuatu untuk menghadapinya dan melakukan inovasi.

Presiden ADB, Haruhiko Kuroda, mengakui bahwa krisis keuangan telah merontokkan pertumbuhan ekonomi negara2 Asia Pasifik menjadi 3,4 % pada tahun ini, atau terendah sejak krisis ekonomi 1997. Dampak dari pelemahan ekonomi itu, akan meningkatkan angka kemiskinan dan jumlah pengangguran. ( PR, 6/5/2009 ).

Iklan
Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: