dari Palestina sampai Indonesia

Pakistan dan Afganistan membara

Posted in pakistan, palestina by nurray on 05/06/2009

Masyarakat dunia memberi aplaus panjang atas keputusan Barack Obama yang segera menarik mundur pasukannya dari Irak, begitu terpilih sebagai presiden Amerika Serikat menggantikan George W.Bush. Demikian juga kebijakannya lebih mengedepankan dialog dengan sejumlah negara yang selama ini bersitegang seperti Iran, Suriah, Venezuela, serta sejumlah kelompok garis keras seperti Hamas di Palestina. Akan tetapi, sambutan meriah terhadap AS akan terhenti manakala mata dunia menatap kekalutan yang terjadi di Afganistan dan Pakistan.

Bagaimana tidak, penduduk dua negara tsb hari2 belakangan ini terus diwarnai teror fisik dan mental. Tak ada pengumuman resmi terjadinya perang di sana. Nyatanya silih berganti bom meledak di berbagai tempat secara tak terduga. Kekerasan bersenjata dan beroperasinya mesin perang terus menelan korban, puluhan, ratusan, bahkan tak mustahil ribuan orang. Korban tak hanya tentara, melainkan juga penduduk sipil, termasuk anak2 dan wanita.

Kalau tidak oleh Taliban dan Al Qaeda, kekerasan dilakukan oleh pasukan AS. Taliban dan Al Qaeda terus menyerang pasukan AS dan para sekutunya. Mereka kerap menyergap konvoi tentara AS yang melakukan mobilitas antara Pakistan-Afganistan, mencegat dan membakar mobil angkutan perbekalan. Selain itu, memporak-porandakan setiap kegiatan masyarakat yang mendukung bercokolnya pasukan asing di dua negara itu. Masyarakat yang tengah berkumpul untuk mendaftar sebagai polisi atau pasukan Amerika, sering menjadi sasaran pasukan bunuh diri Taliban dan Al Qaeda.

Pasukan AS yang mendapatkan tambahan tentara pindahan dari Irak pun, semakin meningkatkan serangan. Jika semula tentara AS dan NATO lebih banyak bergerak di Afganistan, terutama sejak AS menyerbu pemerintahan Taliban, saat ini tentara AS tak ragu2 memasuki wilayah Pakistan, meskipun melanggar perbatasan wilayah hukum internasional.

Mencermati langkah AS di Pakistan dan Afganistan, maka aplaus terhadap Obama sebagai pribadi yang cinta damai, padam dengan sendirinya. Sebab, kiprah negara superpower itu masih mencerminkan sebagai kekuatan yang haus darah. Diplomasi dan perdamaian dilakukan terhadap negara yang memang sulit dikalahkan secara militer. Terhadap Iran misalnya, kekompakan masyarakat negeri Mullah itu sulit ditembus AS, sehingga kalaupun AS menyerbu negeri itu, tak mustahil hanya membawa malu. Jangankan menghadapi Iran, menuntaskan penyerbuannya di Irak pun, AS semakin kalang kabut.

Amerika menilai, Al Qaeda dan Taliban di Afganistan dan Pakistan dapat ditaklukkan secara mudah dengan bantuan masing2 pemerintahan. Obama lupa bahwa Taliban dan Al Qaeda merupakan pahlawan bagi rakyat Afganistan, yang telah membebaskan mereka dari penjajahan Uni Soviet. Maka, masyarakat sipil dan Al Qaeda maupun Taliban sulit dibedakan. Mereka adalah petempur, meski menggunakan alat sederhana. Jika AS dan sekutunya mengaku sebagai pembela perdamaian sejati, mestinya saatnya kini mereka membiarkan rakyat Afganistan dan Pakistan memilih jalan hidupnya sendiri. Penjajahan tidak lagi relevan di jaman modern sekarang ini. ( PR, 19/5/2009 )

Iklan
Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: