dari Palestina sampai Indonesia

11 tewas di masjid Thailand selatan. Ulah militer atau CIA ?

Posted in internasional by nurray on 16/06/2009

Sedikitnya 11 orang tewas, setelah 5 pria bertopeng menyerbu masjid di provinsi Narathiwat, Thailand selatan, Senin ( 8/6/2009 ) . Warga di lokasi kejadian menuduh, militer berada di balik serangan itu. Namun tudingan itu disanggah oleh militer Thailand, Selasa ( 9/6/2009 ). Sebaliknya, militer menuding kelompok separatis berada di balik serangan di kawasan yang mayoritas penduduknya muslim tsb.

Pemerintah Thailand telah memerintahkan jenderal Anupong Paojinda, terbang ke kawasan yang kerap dilanda kekerasan itu, sehari setelah penyerbuan masjid saat jemaah shalat Isya’ itu. Ini serangan terburuk dalam 5 tahun aksi separatisme, yang menewaskan lebih 3.700 orang. Anupong mengatakan, kelompok milisi berupaya menuding pemerintah atas tindakan barbar tsb.”Kelompok milisi ingin mengangkat isu ini ke tingkat internasional, agar dunia mengkhawatirkan pemerintah yang bertindak tegas pada warga pedesaan,” kata Anupong pada wartawan, di Bangkok sebelum pergi ke Narathiwat.”Setelah milisi melancarkan serangan, mereka membuat klaim palsu yang menuding pemerintah. Mereka ingin warga desa ketakutan.”

Sebelumnya, Anupong melakukan pertemuan dengan komandan militer, polisi dan pasukan keamanan dari 3 provinsi di Thailand selatan. Namun, ia tidak berkunjung ke lokasi kejadian.

Sedikitnya, 1000 warga yang berduka berkumpul di dekat masjid di Distrik Cho-ai-rong, Selasa ( 9/6/2009 ) untuk melihat lokasi kejadian. Menurut saksi mata, mereka datang untuk mendoakan para korban.

Warga setempat mengumpulkan 8 mayat, termasuk imam setempat. Warga juga mendirikan tenda di sekitar masjid serta mempersiapkan pemakaman.

“Saya tidak tahu siapa yang melakukan serangan itu. Saya masih harus menunggu pihak pemerintah melakukan penyelidikan,” kata Abdul Rausa Aree, Ketua Dewan Muslim Provinsi Narathiwat kepada para wartawan.

Sebelumnya, organisasi hak asasi manusia telah menuduh pemerintah Thailand melakukan pelanggaran besar-besaran di Thailand selatan, termasuk menggunakan pasukan untuk mengepung masjid pada tahun 2004. Dalam insiden pengepungan masjid itu, sekitar 32 tersangka milisi dilaporkan tewas.

Sunai Phasuk, pakar tindak kekerasan kelompok HAM yang berpusat di New York mengatakan, pemerintah telah gagal mengekang militer yang bertindak sebagai penguasa di wilayah selatan Thailand.”Tak dapat dihindarkan bahwa telah menyebar kecurigaan diantara warga muslim bahwa serangan terhadap masjid Senin malam itu adalah balasan dari pasukan keamanan,”katanya. Kawasan Thailand selatan dikenal sebagai kawasan aksi separatis kelompok milisi ( AFP/AP/PR, 10/6/2009 ).

***

Komen Nurray : dalam ingatan saya, pernah ada peristiwa banyak muslim/ militan mati lemas dalam kendaraan pengangkut usai bentrokan di wilayah yang sama, masa pemerintahan Thaksin. Lalu, beberapa waktu kemudian, Jenderal Sonthi yang muslim memimpin kudeta mengguling Thaksin. Ada 2 masa pemerintahan pro-Thaksin seumur jagung sesudah itu, lalu terakhir PM Abhisit ( yg masih menjabat sekarang ) yang anti Thaksin dan didukung militer. Saya kaitkan Sonthi dengan Thailand selatan, sama2 muslim, tentu ia lebih memihak yang muslim. Kesimpulannya ? Bukan Sonthi atau militer pendukung Abhisit yang menyerang masjid di Thailand selatan.

Di Iran, di pinggiran, masjid dibom sekelompok misterius untuk menggoyang pemerintahan Ahmadinejad yang dibenci Barat. Pola yang mirip. Barat benci pemimpin negara yang militer atau berafiliasi dengan militer. Bukan sekedar tidak demokratis, tapi lebih karena pengetahuan teritori dan pertahanan yang dimiliki seorang militer. AS yang punya jutaan tentara, tak ingin dapat saingan  yang mengancam hegemoninya. Ahmadinejad didukung penuh oleh Garda Revolusi yang menguasai milisi di seluruh penjuru Iran. Abhisit didukung militer Thailand.

Adakah serangan brutal di masjid Thailand selatan hasil gerakan bawah tanah CIA ? ( saya pernah baca operasinya mengacaukan rakyat di berbagai negara untuk kepentingan AS ). Mengadu domba antara rakyat dan pemerintah, hingga negara lemah, lalu AS bisa mengeruk keuntungan di sana. Ada rencana mendirikan pangkalan militer baru di sekitar Thailand, maybe ? Iri ( terancam ) kawasan regional Asia ini cenderung lebih eksis dari kawasan Amerika-Eropa yang tengah luluh lantak dalam krisis global karena ulah mereka sendiri ? ( ekonomi hitman ). Tahun2 terakhir Thailand diguncang berat oleh berbagai krisis politik. Akankah ia bertahan kali ini ? Waktu yang akan memberi jawabnya.

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: