dari Palestina sampai Indonesia

Prahara pasca pilpres Iran 2009, Palestina atau Amerika yang terkapar ?

Posted in dunia muslim by nurray on 16/06/2009

REKAYASA ISRAEL, AS, UNI EROPA MENDISKREDITKAN AHMADINEJAD

Kampanye yang sempat menegang pada hari2 akhir menjelang pilpres. Demonstrasi massa di jalan, perang slogan kampanye dan debat politik di televisi menunjukkan kalau gaya kampanye di Iran sudah lebih dekat ke gaya pemilu di negara2 Barat dibanding gaya sebagian negara2 Timur Tengah. Media resmi pemerintah mengatakan sejak Jumat ( 12/6/2009 ) pagi lebih dari 45.000 TPS telah dibuka. Diperkirakan, 46 juta dari 70 juta rakyat Iran akan mendatangi TPS2 yang sudah disediakan. TPS dibuka sekitar pukul 8.00 pagi waktu setempat dan akan tutup sekitar pukul 18.00 petang.

Dalam sistem pemilu Iran, jika seorang kandidat gagal meraih mayoritas 50 % suara, akan dilangsungkan putaran kedua untuk 2 peraih suara terbanyak. Berbeda dengan pemilu2 sebelumnya, pilpres kali ini diikuti oleh lonjakan perhatian. Stasiun televisi menyiarkan debat antar kandidat. Sementara kampanye di lapangan dihadiri oleh ribuan pendukung. Peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam penampilan terakhirnya di televisi, Ahmadinejad menuding pesaingnya berkonspirasi dengan Israel untuk merekayasa dokumen dan gambar guna mendiskreditkannya. Pesaingnya memboikot kesempatan tampil di televisi setelah merasa kalau mereka tidak diberi waktu yang sama pada jam siaran.

Hasil pilpres Iran kali ini menjadi perhatian khusus AS, Israel dan negara2 Eropa. Mereka ingin tahu apakah hasil pilpres ini akan menggeser sikap Iran terhadap kalangan internasional atau tidak. Presiden AS, Barack Obama tengah mencoba menerapkan kebijakan baru untuk merangkul Islam dan Teheran. Kebijakan itu baru dijalankan jika Iran memilih presiden yang lebih lunak dari Ahmadinejad. Bukan hanya kaum terpelajar di kota2 yang sangat antusias akan kehidupan yang terbuka dan moderat, kalangan perempuan Iran juga. Tampaknya sebagian akan memberikan suara pada kandidat moderat yang menjanjikan lebih banyak kemerdekaan sosial bagi kalangan perempuan.

Sebagian kalangan menyangsikan terjadinya perubahan di Iran, kendati tokoh reformis memenangi pilpres. Pasalnya, saat ini Iran menggunakan sistem Velayat-e Faqih, atau pemerintahan Dewan Juri Agung yang saat ini dijabat Ayatollah Ali Khamenei. Sistem ini diberlakukan dengan persetujuan mayoritas warga pada 1979 setelah Revolusi Islam Iran menumbangkan pemerintahan otokrat Shah yang didukung Barat.

Namun, konstitusi juga menyatakan, rakyat adalah sumber kekuasaan dan Iran menyelenggarakan pilpres dan anggota parlemen tiap 4 tahun. Semua kandidat diusulkan oleh Dewan Pengawas yang konservatif, yang juga memiliki kuasa untuk memveto peraturan perundangan jika dianggap tidak sesuai dengan prinsip2 revolusi.

Para pengamat menilai, dengan sistem Velayat-e Faqih, meski tokoh reformis memenangi pilpres, namun tak dapat dipastikan seberapa besar perubahan sikap Iran, khususnya keterbukaan terhadap negara2 Barat, termasuk AS. ( AP/BBC/PR, 13/6/2009 )

AHMADINEJAD TERPILIH KEMBALI, TEHERAN TERKENDALI.

Teheran dinyatakan dalam kondisi terkendali, Minggu ( 14/6/2009 ), setelah kemarin pendukung massa Mir Hosein Mousavi bentrok dengan polisi dan menggelar aksi protes besar-besaran yang terburuk dalam 10 tahun terakhir di ibukota Iran, Teheran.

Ribuan pengunjuk rasa Sabtu ( 13/6/2009 ) menentang hasil pemilihan presiden ( pilpres ) yang dimenangi Mahmoud Ahmadinejad. Massa yang marah bentrok dengan polisi. Para anggota polisi rahasia diserang, sementara polisi anti huru-hara menyerang para pendukung Mousavi dengan tongkat dan gas air mata. Mereka mendukung hasil pilpres palsu.

demonstran Teheran

demonstran Teheran

Meski suasana di Teheran sudah dapat dikendalikan, pemerintah tetap melakukan pengawasan dan penjagaan super ketat, termasuk mengendalikan arus informasi dan menahan Mousavi dengan tuduhan telah memicu kekerasan brutal menyusul pengumuman hasil pemilihan yang dipublikasikan Kementerian Dalam Negeri Iran.

Sejak terjadi kerusuhan, saluran telpon, pesan teks dan situs web menjadi sulit diakses. Jaringan internet semakin diperketat, suara2 liberal diblokade. Penahanan dan penutupan akses informasi itu tampaknya sengaja dilakukan pemerintah untuk menghindari kerusuhan brutal yang terjadi hingga Sabtu tengah malam. Massa oposisi merusak mobil dan bus, membakar ban serta melempari polisi dengan batu di Teheran.

Wakil jaksa Teheran, Mahmoud Slarkia mengatakan, sedikitnya 10 orang ditahan dengan tuduhan telah mengganggu opini publik dengan memberi laporan salah dalam situs web setelah pemilu digelar pada Jumat ( 12/6/2009 ). Ia enggan menyebut nama para tersangka yang ditahan. Deputi Kepala Kepolisian Iran, Ahmad Reza Radan membenarkan sejumlah pengunjuk rasa ditahan dan polisi menggunakan gas air mata untuk menghentikan demonstrasi. Ahmad mengatakan, situasi di Teheran saat ini sudah terkendali, dan menuding media asing telah melebih-lebihkan unjuk rasa dan penahanan terhadap para pengunjuk rasa di Teheran.”Polisi takkan membiarkan pengunjuk rasa mengganggu kedamaian dan ketenangan rakyat Iran di bawah pengaruh media asing,” ujar Radan.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memberi restu pada Ahmadinejad, presiden terpilih Iran periode 2009-2013

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memberi restu pada Ahmadinejad, presiden terpilih Iran periode 2009-2013

Dewan Juri Agung, sekaligus pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei “menutup pintu” kemungkinan perundingan. Padahal ia sebenarnya memiliki kekuatan untuk mengintervensi perpecahan pemilu. Dalam himbauan di televisi, Khamenei menegaskan agar rakyat Iran bersatu di belakang Ahmadinejad dan menerima hasil pilpres ini sebagai “kehendak Tuhan”. Khamenei juga menyatakan, rakyat Iran jangan sampai terpengaruh oleh intervensi musuh yang berniat menghancurkan sendi2 nilai di republik Islam itu.

Di tempat terpisah, Amerika Serikat menolak mengakui kemenangan Ahmadinejad. AS menyatakan, hasil pilpres tsb tidak dapat dipercaya dan tidak ada lembaga independent di Iran yang memantau jalannya pemilu Iran. Menlu AS, Hillary Rodham Clinton menyatakan, ia berharap hasil pemilu seharusnya mencerminkan hasil yang sesungguhnya dari pemilih Iran. Uni Eropa juga mengatakan seharusnya ada fokus tentang pelanggaran dalam pemilu Iran ( AP/Al Jazeera, PR, 15/6/2009 )

Komen Nurray : Selamat pada warga Iran atas terpilihnya Mahmoud Ahmadinejad, kembali menduduki kursi presiden Iran untuk 4 tahun berikutnya. Saya pribadi ( anak muda juga ), jika jadi warga Iran, takkan ragu mencontreng beliau untuk menjadi presiden Iran, lagi. Di majalah “Time”, diberitakan soal mahalnya harga perumahan yang membuat kaum muda Iran sulit menikah. Kalau pun benar, pengorbanan kalian semoga berarti bagi saudara kita di Palestina.

Dalam 4 tahun ini, banyak hal penting akan terjadi di Timur Tengah. Pemilu Lebanon sudah dimenangkan oleh “Kubu 14 Maret” yang pro-Barat. Siapa lagi yang akan membela Palestina, kalau Iran pun dimenangkan oleh kubu moderat yang cenderung ke Barat ? Diprediksi tahun 2010, AS akan jatuh. Tahun 2012, akan terjadi badai matahari yang membuat hiruk pikuk manusia di bumi ( kiamat kecil, banyak kematian, seleksi alam ).

Sampai hari ini, Israel terus merampasi tanah di Tepi Barat, Palestina. Memproduksi begitu banyak anak demi alasan memperluas permukiman. Sisa teritori Palestina yang tinggal 22 % itu akan terus mengecil jika tak seorang pun berani membela. Dengan lantang menyuarakan kegentingan ini pada khalayak dunia, membongkar tipu daya zionis dan antek2nya, sekaligus berhadapan frontal dengannya. Di saat yang lain sembunyi2, membisu, masa bodo atau bahkan mengkhianati saudaranya.

Ahmadinejad masih dibutuhkan di front depan. Memimpin nyali warga dunia.

Soal ada yang tak boleh memilih atau kertas suara terbatas, kami di Indonesia juga mengalaminya di pemilihan legislatif ( pileg ) lalu ( 10/4/2009 ). Tentu ada keributan dan saling tuding yang mendebarkan. Sebagian karena distribusi kertas suara yang terlambat karena anggaran pemilu tak sebanyak pemilu tahun 2004 ( bisa jadi di Iran juga, karena ekonomi kalian diisolasi oleh negara2 imperialis Barat ). Sebagian karena rasa curiga, belum siap menerima kekalahan.

Yang tak boleh memilih, karena namanya tidak terdaftar di DPT ( Daftar Pemilih Tetap ). Ini soal update data dan kesigapan 2 belah pihak ( KPU/ Komisi Pemilihan Umum dan calon pemilih ). Dalam pilpres ( pemilihan presiden ) tanggal 8/7/2009, Insya Allah sudah diperbaiki. Dari 38 partai yang bertarung di pileg, hanya 9 yang lolos ke Senayan. Ada caleg ( calon anggota legislatif ) yang bangkrut, stres, kecewa, memang. Tapi kami tetap berupaya menjaga persatuan bangsa. Ini lebih penting.

Menjelang pilpres, tiba2 banyak kecelakaan pesawat militer, penyiksaan TKI, isu hutang luar negeri, penahanan pejabat negara, serangan di perbatasan laut, dll yang menurunkan popularitas presiden SBY sampai 5 % dalam 10 hari. Ini dimunculkan oleh pihak2 yang bertarung dalam pilpres, sepertihalnya incumbent Ahmadinejad oleh para pesaingnya di Iran. Jauh lebih penting, kita tetap bersatu sebagai bangsa.

Yang terjadi di Iran di pilpres kemarin ( Jum’at, 12/6/2009 ), terjadi di pileg kami. Bedanya, AS dan sekutu memblow-up hasil pilpres Iran seolah ada kecurangan, demi agenda AS di Timur Tengah. Sebagian warga Iran akan dibentrokkan dengan pemerintahnya, karena Iran menjadi penghalang utama AS saat ini. That’s all. Kebiasaan lama. AS sudah melakukannya di Thailand, Somalia, Afganistan, Pakistan, Irak dan tentu Palestina. Jadi, kita, kaum muda, mesti kritis dan berwawasan luas. Cerdik menanggapi situasi dan tahu yang sesungguhnya terjadi.

Shalahuddin al-Ayyubi, ketika akan membebaskan Palestina dari cengkeraman tentara Salib, ia menaklukkan dulu negara2 di sekitarnya agar bisa bersatu di bawah benderanya, bertempur melawan pasukan musuh. Saya bisa mengerti jika ketegasan terpaksa dilakukan pemerintah Iran dan Garda Revolusi Iran dalam masa 4 tahun yang krusial ini. Maklum, propaganda negatif Barat gila-gilanya dana dan upayanya. Repot ( bahaya ) kalau kaum mudanya tidak/ malas berpikir, hanya ikut arus ( mainstream ).

Saya berdoa, semoga Palestina segera memperoleh kemerdekaan dan kesejahteraan, dunia muslim berdaulat penuh dan Iran tetap kokoh mandiri sebagai bangsa pemberani dan bermartabat. Termasuk di dalamnya, perumahan yang terjangkau oleh kaum muda. Semoga ke depan, pemimpin kalian bisa mengusahakannya. Setelah situasi dan dananya memungkinkan. Warga muda Iran, anda bisa bersabar ( sedikit lagi ) untuk Palestina ? Please…

RIBUAN MASSA PRO-AHMADINEJAD MINTA OPOSISI DITINDAK TEGAS

Massa anti pemerintah, Rabu ( 17/6/2009 ) mengaku akan tetap menggelar demonstrasi pada hari ke-5 setelah pemilu digelar untuk meningkatkan tekanan terhadap para pemimpin Iran. Rencana untuk terus menggelar lebih banyak aksi protes muncul sehari setelah Dewan Pengampu ( Guardian Council ) Iran, lembaga legislatif tertinggi Iran, menyatakan bersiap menghitung ulang sebagian hasil pilpres ( 12/6/2009 ).

Puluhan ribu demonstran pro pemerintah dan anti pemerintah menggelar aksi protes di Teheran, ibukota Iran, Selasa ( 16/6/2009 ). Protes itu merupakan yang terbesar sejak Revolusi Iran tahun 1979. Ribuan orang berkumpul di sejumlah lembaga pemerintahan di pusat kota Teheran, Vali Asr Square. Massa anti pemerintah dengan jumlah yang sama juga menggelar aksi serupa di utara Teheran. Tayangan di stasiun pemerintah menunjukkan kepadatan ribuan orang pro pemerintah yang berkumpul sambil mengibarkan bendera.

Sejumlah media dilarang menayangkan aksi unjuk rasa yang dilakukan massa anti pemerintah/ oposisi. Aksi massa pro-Ahmadinejad yang berlokasi di selatan, berlangsung lebih terorganisasi dibanding aksi pesaingnya yang lebih kecil ( anti pemerintah ) yang berdemo beberapa kilometer darinya. Massa pro pemerintah meminta pemerintah menindak tegas oposisi. Massa oposisi memprotes hilangnya suara mereka dalam pilpres dan menolak hasil pilpres.

Dalam protes sebelumnya, 7 pendemo oposisi tewas setelah sejumlah “preman” mencoba menyerang posko militer. Mousavi menghimbau para pendukungnya untuk menghindari demo di wilayah yang sama, karena kuatir terjadi bentrokan lanjutan. Dalam situs web-nya, Mousavi meminta pendukungnya berlatih pertahanan diri.

Sadegh Zibalakam, pengamat politik Iran, mengatakan, pemerintah sengaja mengatur demo tandingan untuk merespon pergerakan massa oposisi.”Pemerintah tak ingin terlihat lembek. Mereka menggelar demo serupa. Tak heran jika aksi massa pro-pemerintah digelar di tempat pendukung Mousavi akan berdemo. Dengan mengatur aksi ini, pemerintah membuat 2 poin. Satu sisi, ingin menyampaikan pesan bahwa Iran sedang menghadapi krisis. Sisi lain, pemerintah diminta pendukungnya untuk bertindak tegas. Dalam hal ini, secara tak langsung membenarkan tewasnya 7 orang pengunjuk rasa pada Senin ( 15/6/2009 ) lalu.”

Hingga saat ini, akses komunikasi di Iran masih sulit. Pemerintah Iran saat ini membatasi kerja media asing di Iran. Warga Iran berusaha mengabarkan kondisi di negaranya melalui internet yang aksesnya dikontrol dan sulit. Mereka mengirimkan gambar dan informasi saat demo berlangsung. ( Al Jazeera/ BBC/ AP/PR, 18/6/2009 )

Komen Nurray : Saya melihat pola yang sama. Di Thailand selatan, ada kelompok bertopeng membantai jemaah di masjid hingga menimbulkan kericuhan dan rasa curiga antara warga dengan pemerintahnya. Di masjid pinggiran Iran, beberapa waktu lalu juga terjadi pengeboman oleh kelompok tak dikenal. Lalu Senin lalu, saat massa oposisi sibuk berdemo, ada sekelompok “preman” yang menyerang pos militer Iran sehingga menewaskan 7 orang dan memperpanas kericuhan dan rasa curiga massa oposisi dengan pemerintahnya. Siapakah kelompok2 misterius ini ? Agen asing ( semisal CIA, Mossad ) yang menyusup untuk memancing di air keruh ? Kita tahu, ada orang jahat ( pengkhianat ) di kerumunan yang baik.

Di Afganistan, ada orang2 egois ( kriminal ) yang menjual saudara setanah air untuk sekian dolar pada AS yang sedang mencari simpatisan Taliban. Selalu saja ada orang2 busuk seperti ini, yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ( meski negerinya di ambang penjajahan, lagi ). Bahkan, yang disodorkan itu tetangga atau kerabatnya sendiri yang tidak tahu menahu/ terkait soal Taliban.

Selalu saja ada orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri. ( saat perang dunia ke-3 nanti, ketika kita harus bergerak cepat, orang2 busuk ini mestinya sudah habis, sebelum ia menjadi musuh dalam selimut, membahayakan negara dan nasib dunia muslim. Saya pernah berada dalam situasi, ketika saya masih menoleransi sepak terjang si busuk. Akhirnya saya kehilangan waktu, energi, uang dan kesempatan untuk menolong orang yang lebih berhak/ diprioritaskan. Saya kehilangan saudara terkasih, karena saya tidak tegas sejak awal dengan si “apel busuk”/ pencuri waktu dengan kebiasaan buruknya. Dan waktu itu tidak kembali. Hanya penyesalan sedih yang tak bertepi.

Kembali ke Iran, mungkin bisa dicek aliran dana yang masuk ke rekening Mousavi dan Rezaie, juga para pemimpin demo oposisi. Terindikasi dengan dana asing, kah ? ( AS cs ). Dari mana mereka memperoleh dana untuk menggerakkan massa sedemikian banyak, di saat Iran diembargo ? Bukankah ingatan kolektif ( mayoritas ) rakyat Iran masih alergi Amerika ? Jika AS mendiskreditkan Ahmadinejad, bukankah bisa dibalik juga ? Beberkan kejelekan AS dan antek2nya/ lawan politik Ahmadinejad ? Jika peristiwa unjuk rasa antar 2 kubu ini dimasukkan dalam bingkai yang lebih besar ( perang ratusan tahun antar tentara Salib dengan Sabil, antara Israel dengan Palestina, antara dunia materi dengan dunia akhirat ), seperti dalam perang pada umumnya, beberapa hal yang tak boleh dilakukan saat damai bisa dilakukan saat perang. Misalnya, mematikan lawan dengan “bisa paling beracun”. Pembunuhan karakter.

Sekarang ini, soal waktu. Sudahi saja permainannya. Secepatnya. Bersatulah kalian, rakyat Iran ! Biar pemerintah dan milisi2 Iran bisa segera konsentrasi membela rakyat Palestina yang sudah ringkih di mulut serigala. ( PM Netanyahu, Senin 15/6/2009, memaksa rakyat Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi sekaligus melucuti semua senjata/ tanpa pakta militer. Bahkan Tepi Barat, wilayah Fatah/ musuh Hamas, terus dicaplok hari demi hari ). Biarkan Ahmadinejad bicara lantang di forum dunia, menyelamatkan wajah dunia muslim. Bantu Iran, memecut nyali kaum muslim di negara2 lain untuk menekan AS dan sekutunya. Rakyat Iran, terimalah hasil pilpres ini dengan lapang dada.

Mousavi, dimana patriotisme-mu ? Dunia muslim butuh Ahmadinejad, sekarang !

PERANGKAT PEMERINTAHAN IRAN

Sistem politik Iran merupakan sistem campuran dari kepemimpinan yang ditunjuk langsung dan yang dipilih oleh lembaga. Dalam beberapa tahun terakhir, lembaga konservatif Iran yang telah ditunjuk, menghadapi tantangan dari kalangan reformis untuk menggelar pemilihan langsung. Akan tetapi, pemimpin tertinggi tetap memiliki otoritas negara. Berikut adalah lembaga penting dalam sistem politik Iran.

Pemimpin tertinggi

Pemimpin tertinggi adalah posisi tertinggi dalam otoritas politik dan keagamaan negara. Pemimpin tertinggi menunjuk sejumlah kepala, seperti komandan pasukan militer, kepala kejaksaan, kepala kehakiman, termasuk 6 ahli hukum Islam yang tergabung dalam 12 anggota Dewan Pengampu ( Guardian Council ).

Ayatollah Khamenei menduduki posisi sebagai pemimpin tertinggi sejak 1989, melalui pemilihan yang dilakukan Majelis Ahli. Majelis Ahli beranggotakan 86 fraksi yang bertanggungjawab mengawasi tugas2 yang dijalankan pemimpin tertinggi keagamaan. Pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini, adalah tokoh Revolusi Islam tahun 1979 yang menggulingkan Shah Iran.

Presiden

Presiden terpilih adalah bawahan pemimpin tertinggi, yang mengatur kebijakan ekonomi dan manajemen hubungan nasional. Presiden menandatangani kesepakatan dengan pemerintah asing, menyetujui pengangkatan duta2 besar dan bertanggungjawab menjalankan fungsinya sebagai lembaga eksekutif. Presiden memilih Dewan Menteri atau cabinet meski penunjukkannya mendapat persetujuan parlemen.

Presiden menjadi ketua Dewan Keamanan Tertinggi Nasional yang berkoordinasi membuat kebijakan pertahanan dan keamanan. Meski presiden memiliki kekuasaan mengkoordinir kebijakan pertahanan dan militer, namun keputusan akhir memobilisasi pasukan militer, pertahanan nuklir ataupun kebijakan luar negeri tetap berada di tangan pemimpin tertinggi.

Masa jabatan presiden Iran adalah 4 tahun, tak boleh lebih dari 2 kali menjabat.

Dewan Pengampu

Dewan Pengampu merupakan lembaga legislatif tertinggi, yang keanggotaannya ditunjuk. Dewan ini terdiri 12 ulama dan ahli hukum Islam. Setengahnya ditunjuk langsung oleh pemimpin tertinggi, sisanya disetujui melalui parlemen Iran.

Dewan Pengampu memiliki otoritas konstitusional untuk mem-veto keputusan parlemen dan menyeleksi capres yang layak ikut pemilihan. Sekitar 400 orang yang mendaftar untuk dipilih tak diloloskan Dewan Pengampu, termasuk seorang capres wanita yang berpotensi. Saat ini dewan berada di bawah kontrol kalangan konservatif religius.

Parlemen

Parlemen dikenal dengan sebutan Majelis, merupakan lembaga legislatif nasional yang beranggotakan 290 perwakilan melalui pemilihan.

Pasukan militer

Militer Iran berada di bawah bendera Garda Revolusi ( Revolutionary Guard ), meski militer Iran bekerja sesuai standar militer umum. Garda Revolusi bertugas melindungi para pemimpin politik baru dan lembaga2 serta menjaga semangat revolusi. Pemimpin tertinggi menunjuk komandan Garda Revolusi dan komandan reguler militer.

Dewan penasehat

Setiap perbedaan antara parlemen dan Dewan Pengampu akan dipertimbangkan dan diputuskan oleh Dewan Penasehat. Dewan Penasehat merupakan lembaga penasehat bagi pemimpin tertinggi. Dewan Penasehat membuat keanggotaan perkumpulan rakyat Iran, seperti organisasi para pemimpin agama dan politik. Anggota Dewan ditunjuk oleh pemimpin tertinggi. Empat tahun ini, Dewan memiliki kekuasaan khusus sebagai kepanjangan pemerintah sesuai instruksi pemimpin tertinggi. ( Al Jazeera, PR, 19/6/2009 )

PENDUKUNG ANDA ATAU DUNIA MUSLIM YANG TERLUKA, MOUSAVI ?

Sedikitnya 13 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka akibat bentrokan yang dipicu pertikaian hasil pilpres di Teheran, Sabtu ( 20/6/2009 ). Setelah bentrokan antar ribuan pemrotes dengan polisi, pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi, kandidat yang kalah dalam pilpres, secara tak diduga telah mengecam pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Krisis ini adalah yang terburuk yang melanda Iran sejak Revolusi Islam 30 tahun silam.

Menurut laporan, televisi menuduh para perusuh dan kelompok ‘teroris’ ( agen asing yang menyusup ? ) sebagai penyebab insiden ( 2 stasiun pengisi bahan bakar, 1 masjid dibakar dan 1 pos militer diserang ). Menlu Iran, Manouchehr Mottaki mengecam pihak2 di luar pemerintah yang telah ikut campur dalam krisis yang terjadi di Iran.

Berbicara sebagai wakil misi diplomatik luar negeri, Minggu ( 21/6/2009 ), Mottaki mengatakan akan mempertahankan sistem pemilihan di negerinya.”Mungkin terdapat komplain. Namun, inilah yang terbaik yang kami lakukan dalam 30 puluh tahun terakhir.”

Mousavi yang memimpin gelombang massa untuk menentang hasil suara, menuduh telah terjadi kecurangan. Mousavi memperingatkan bahwa ke depan jika tindakan tegas tetap dilanjutkan terhadap para demonstran. Ali Khamenei sebelumnya mengultimatum massa untuk menghentikan massanya. Ultimatum itu diabaikan. Polisi kemudian menembakkan gas air mata dan water canon kepada pemrotes. Segera saja massa membalasnya dan berbuntut pada bentrokan.

Pendukung kemenangan presiden Ahmadinejad dalam pilpres 2009 di Teheran, Iran.

Pendukung kemenangan presiden Ahmadinejad dalam pilpres 2009 di Teheran, Iran.

Para pemimpin dunia, khususnya negara2 Barat dan Amerika Serikat ( AS ) telah menyatakan keprihatinannya terhadap memuncaknya kerusuhan di Iran.”Kami menyerukan pada pemerintah Iran untuk menghentikan seluruh kekerasan dan aksi melawan kehendak rakyat sendiri. Pemerintah Iran harus mengerti bahwa seluruh dunia kini memantau situasi yang terjadi di Teheran,” ujar presiden AS, Barack Obama.

Mousavi, mantan perdana menteri Iran, yang dikalahkan oleh Ahmadinejad, secara tak terduga telah mengabaikan Khamenei, pria shaleh yang selama 20 tahun menjadi pemimpin tertinggi Iran. Dalam penampilan pertamanya di hadapan publik, Khamenei, Jumat ( 19/6/2009 ), menolak tudingan adanya kecurangan dalam pilpres dan memperingatkan pemimpin oposisi untuk bertanggungjawab terhadap “pertumpahan darah, kekerasan dan kerusuhan” jika tidak mengakhiri aksi protesnya.

Namun, Mousavi ( 67 ) tokoh reformis yang moderat ini tetap meminta agar digelar kembali pemilihan ulang, setelah melihat hasil perhitungan suara pilpres yang menyatakan kemenangan presiden Ahmadinejad.”Jika volume kecurangan ini sangat besar dan terjadi perubahan suara …, hati rakyat akan terluka. Jika terdapat bukti kecurangan yang sangat besar, tentu akan menghancurkan aspek sistem publik, dan hal ini bertentangan dengan Islam,”kata Mousavi. ( AFP/Al-Jazeera/PR, 22/6/2009 )

Komen Nurray : Saya ingin bicara pada Mousavi : Anda seperti bicara untuk kepentingan rakyat Iran. Mohon dilihat dalam konteks yang lebih luas. Look at the big picture. Kawasan Timur Tengah saat ini dalam kondisi sangat, sangat darurat. Ketika AS  & Barat menutup mata terhadap kebiadaban Israel terhadap warga Gaza, Januari 2009 lalu, tak ada negara muslim sekitarnya yang membantu menghentikan pembantaian itu. Kecuali negeri anda, Iran, yang jelas ucapan dan tindakannya membantu warga Gaza, Palestina, sehingga mereka mampu bertahan dalam gempuran masif, nyaris tak tertahankan. Tengok ke timur, kelompok Macan Tamil dengan gempuran militer Sri Langka yang lebih kecil dari serangan Israel, tak sanggup bertahan. Luluh lantak.

Ali Khamenei, Ahmadinejad, Garda Revolusi Iran dan Hamas sudah jelas keberpihakannya pada saudara kita di Palestina. Obama ? Ia hanya nyengir mendengar syarat berat yang diajukan PM Israel, Benjamin Netanyahu agar Palestina diakui sebagai negara. Negeri yang sudah dibantai puluhan tahun oleh Israel. Sedangkan 13 pemrotes tewas di Teheran karena ulahnya sendiri, Obama sudah bicara lantang ke mana2 dan negara sekutunya membekukan aset Garda Revolusi. Anda mengharapkan keadilan pada orang2 macam ini ?

Cukup pemerintah kami saja yang moderat. Biarlah Iran tetap dengan ciri khasnya yang kami kagumi. Anda tahu arti moderat bagi kami ? Kami harus bergerak di bawah tanah untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Membahayakan keselamatan kami, tanpa back up dari negara. Di Teheran, hari2 ini mungkin tewas belasan orang. Tapi jika bangsa kalian sampai jatuh ke jerat negara2 Barat. Yang mati bisa puluhan juta orang atau bahkan Islam sendiri yang selama ini anda atas namakan. Kawasan Timur Tengah akan jadi Israel Raya, seperti mereka canangkan di tayangan “Birth of Israel”.

Jadi, terimalah hasil pilpres ini dengan jiwa besar. Jika anda memang betul2 memikirkan kami, rakyat Iran dan dunia muslim. Saya bisa mengerti jika protes anda itu dilakukan di saat negara2 Timur Tengah betul2 berdaulat dan mandiri. Kita boleh menyelidiki kecurangan itu jika memang terindikasi ada ( Tapi, apakah menerima dana dan menggunakan fasilitas negara asing/ musuh Iran/ Islam sehingga suara kaum muda terbelah, bukan bentuk kecurangan juga ? ). Kita tahu, Timur Tengah tidak dalam keadaan demikian.

Sejak lama, Timur Tengah butuh pemimpin kuat untuk mengenyahkan kuku imperialis modern. Mungkin, ia datang dari negara anda ( kalau anda tidak bersikukuh/ mau melihat dengan “kaca mata” yang lebih besar ). Who, knows ?

Situs Mousavi diserang para hacker & ancaman hukuman mati

Iran dikabarkan kantor berita Fars ( 28/6/2009 ), telah menangkap 8 staf lokal kedutaan besar Inggris di Teheran, dengan tuduhan telah memainkan peran dalam kerusuhan pasca pilpres Iran 2009. Menlu Iran, Manouchehr Mottaki pekan lalu mengatakan, mungkin Iran akan meninjau kembali hubungannya dengan Inggris setelah kedua negara saling mengusir diplomatnya. Iran telah mengusir koresponden BBC di Teheran, menangkap jurnalis keturunan Inggris-Mesir serta warga negara Inggris lainnya. Paspor mereka ditahan sehubungan dugan keterlibatan mereka pada unjuk rasa yang berakhir rusuh. Milisi Balsij dan polisi Iran ditebar di setiap sudut jalan dan bangunan penting di Teheran, untuk mencegah para pendemo berkumpul lagi. Situasi kembali tertib, terkendali.

Ahmed Khatami, ulama senior, dalam khotbah Jum’atnya yang disiarkan televisi, mengecam Inggris karena perannya dalam kerusuhan ini dan sangat layak menambah slogan ; jatuhnya Inggris sama dengan slogan jatuhnya Amerika Serikat. Pihak berwenang Iran sebelumnya menangkap ratusan jurnalis, pengunjuk rasa, aktivis dan mahasiswa untuk mencegah kerusuhan berlanjut. Pengadilan khusus dibentuk untuk memproses pemrotes. Khatami meminta agar hukuman diberikan, termasuk hukuman mati, terhadap mereka yang terbukti bersalah mendalangi kerusuhan yang menelan 19 korban jiwa tsb.

Meski diancam begitu, Mir Hossein Mousavi, tak meredakan perlawanannya. Dalam pernyataan terbarunya, Mousavi mendesak agar pemilu digelar ulang. Mousavi menolak dilakukan penghitungan ulang seperti usul pemerintah. Pernyataan Mousavi itu dilontarkan Minggu ( 28/6/2009 ) di situs Ghalamanews, yang ditujukan pada para pendukungnya. Situs web terkait Mousavi kerap diblokir oleh pemerintah dan ditutup oleh para hacker ( AFP/AP/PR, 29/6/2009 )

Komen Nurray : Mousavi gigih. Sayang kegigihannya bukan untuk negerinya, melainkan pihak asing, musuh Islam. Tak ada yang berarti dari pilihan moderat atau reformis, jika ia sampai mengkhianati Islam dan bangsanya sendiri. Iran tak boleh mandul, mesti tetap joss membela harga diri bangsa dan menyelamatkan wajah Islam.

free html visitor counters
hit counter
Iklan
Tagged with:

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kaitokid724 said, on 17/06/2009 at 06:49

    salam Kenal,

    Ayo populerkan artikel anda di http://www.infogue.com

  2. nurray said, on 22/06/2009 at 07:39

    Kenal, juga
    Oke, nanti saya main ke situs anda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: