dari Palestina sampai Indonesia

168 tewas dalam ledakan pesawat Iran. Mobil irit & pesawat Indonesia, mau ?

Posted in dunia muslim by nurray on 22/07/2009

Tim pencari masih menyisir area seluas 200 m2 di sebuah lapangan di desa Jannatabad, pinggiran kota Qazvin, barat laut Teheran, tempat pesawat jatuh pada Rabu ( 15/7/2009 ), meninggalkan lubang besar berasap. Seorang pekerja kemanusiaan yang berdiri di sisi sejumlah kantong mayat mengatakan, tidak satupun dari potongan tubuh korban yang bisa diidentifikasi. Jenazah korban sebagian besar dipenuhi luka bakar sebagai akibat dari pesawat meledak dan terbakar di udara. Hampir seluruh jenazah korban sudah tidak utuh.” Kami menemukan kepala yang luka parah, potongan jari, dan beberapa paspor penumpang,” ujar Mostafa Babashahverdi, seorang petani setempat.

Pesawat jatuh di lapangan

Pesawat jatuh di lapangan

Pada hari Kamis ( 16/7/2009 ), tim investigasi menemukan 2 dari 3 kotak hitam ( black box ) atau alat perekam data pesawat penumpang buatan Rusia milik Iran di lokasi kejadian. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 168 orang dilaporkan tewas. Penyelidik yang menyisir lokasi reruntuhan pesawat dan korban untuk mendapatkan black box berharap memperoleh petunjuk yang akan mengungkap penyebab kecelakaan.

Menurut kepala tim investigasi, Ahmad Majidi, satu dari 2 kotak hitam tsb ditemukan dalam keadaan rusak. Kotak hitam yang merekam suara dari aktivitas kokpit pesawat dan data penerbangan itu akan dikirim ke pabriknya, di Rusia, untuk dianalisa penyebab pasti jatuhnya pesawat.

Pesawat milik maskapai penerbangan Caspian jenis Tupolev itu jatuh di lahan pertanian, setelah 16 menit lepas landas dari Bandara Utama Imam Khomeini di Teheran, menuju ibukota Armenia, Yerevan. Pencarian kotak hitam yang ketiga masih terus dilanjutkan. Menurut Majidi, jenazah2 para korban, Kamis malam ( 16/7/2009 ) dibawa ke Teheran untuk diidentifikasi.

Sebagian besar penumpang merupakan warga Iran, banyak dari mereka berasal dari komunitas etnik terbesar Armenia di Iran, termasuk sebelas anggota tim nasional yudo Iran. Lima warga Armenia juga termasuk di antara penumpang yang tewas. Menlu Armenia dalam pernyataannya mengatakan, korban tewas termasuk 2 orang Georgia dan seorang staf dari kedutaan Kaukasus di Yerevan.

Menurut laporan kantor berita Rusia ITAR-Tass, Armenia mengumumkan, satu hari pada Kamis ( 16/7/2009 ) sebagai hari berkabung nasional untuk memperingati para korban jatuhnya pesawat. Dilaporkan dari Yerevan, bendera setengah tiang dikibarkan di gedung2 pemerintahan dan kedutaan Armenia di luar negeri. Radio dan televisi lokal membatalkan program hiburan sebagai tanda ikut berkabung.

Kecelakaan ini merupakan yang ketiga kalinya menimpa pesawat Tupolev Tu-154 di Iran, sejak tahun 2002. Armada udara sipil dan militer Iran umumnya pesawat tua dan kurang perawatan. Itu terjadi karena sanksi internasional membuat Iran tak bisa membeli pesawat baru seperti Boeing dari Amerika atau Airbus dari Eropa. Sejak Revolusi Islam tahun 1979, embargo dagang dari negara2 Barat memaksa Iran membeli pesawat buatan Rusia untuk menunjang armadanya. ( AP/BBC/PR, 17/7/2009 )

Komen Nurray : Saya turut belasungkawa atas meninggalkan korban pesawat Tupolev, baik warga Iran maupun Armenia. Semoga arwah korban diterima di sisi-Nya dan keluarga korban dikuatkan untuk menerima kepergian mereka yang terlalu cepat ini. Bagi presiden Ahmadinejad, peristiwa ini bisa menurunkan popularitasnya, seperti juga dialami presiden SBY saat pesawat militer kami jatuh.

Untuk info, pesawat Airbus bukan jaminan bisa mengudara dengan aman. Beberapa waktu lalu, pesawat Airbus jatuh juga di negeri kami, mesti kami tak diembargo untuk jenis pesawat komersil. Beberapa pesawat kami juga tua, meski cukup perawatan, toh jatuh juga. Sabotase ? Mungkin juga, karena agen zionis pernah menghabisi sekjen PBB, Dag Hammerskoljd, dengan modus kecelakaan pesawat, karena ia pro-Palestina. Ahmadinejad juga pro, dan ia juga pernah diincar pembunuh. Mungkin juga masih. Sungguh mendebarkan dan penuh resiko jalan seorang pejuang kebenaran, ya.

Di sebuah tayangan televisi pro-Barat pada Minggu ( 19/7/2009 ), dikabarkan pengangguran di Iran mencapai 20 % ( Indonesia 15 %, Amerika 10 % ). Lebih dari 10 juta warga Iran hidup di bawah garis kemiskinan. Satu dari 7 orang Iran hidup dengan uang di bawah satu dolar/ USD sehari. Warga Iran menghabiskan 40 % minyak Iran yang dijual 14 sen perliter ( subsidi pemerintah ), karena mobil Iran kuno, belum punya katalisator, jadi boros.

Salah seorang penduduk terlihat mengeluhkan minyak mentah yang merembes di jalanan dan lantai rumahnya. Sudah dilaporkan sejak tahun 1983 tapi belum ada tanggapan. “Perusahaan minyak boleh berganti nama menjadi Perusahaan Minyak Nasional Iran, tapi kami tetap tak bisa menikmati manfaatnya,” keluhnya.”Hanya para pejabat di pusat kota”. Lalu seorang warga Iran lain, menghiburnya, meski lambat tapi kondisinya lebih baik dari masa2 sebelumnya. Meski sedikit.

Masa tayangan itu dibuat, Saudi Arabia adalah produsen minyak terbesar. Kedua Iran, ketiga Irak, keempat Kuwait. Raja Abdullah ( 82 th ), penguasa Saudi Arabia yang beraliran Wahabi mencoba membendung gerakan Syiah yang dimotori Iran. Mengapa Timur Tengah mesti terpecah oleh berbagai aliran dalam Islam ? Tak bisakah bersatu, menyingkirkan musuh Allah ( zionis, imperialis Amerika, Uni Eropa dan Israel ) dulu, baru berembug siapa yang Islam-nya terbaik ? Bukankah pemeluk Islam terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, terutama saudara muslimnya yang teraniaya di Palestina, Irak, Pakistan, Afganistan, Thailand, Urumqi/ Cina ?

Meski berlimpah, minyak di Kirkuk, kilang terbesar di Irak, tak bisa menyejahterakan penduduk di sana, juga milisi Kurdi. Pengolahan minyak ada di Turki, yang kini sekuler bergabung dengan Uni Eropa. Kilang dirusak oleh politisi dan teknisi Irak sendiri agar tak dijarah tentara AS. Terlihat api berkobar di sumur2 minyak itu. Tahun 1991, etnik Kurdi dilindungi Angkatan Udara Amerika dan Inggris. Ada replika Liberty di sana. Di Basrah yang dihuni kaum Syiah, ada gerombolan yang menyelundupkan minyak dari Iran, untuk mengatasi kelangkaan minyak di sana. Sabotase terus menerus yang dilakukan milisi Irak terhadap upaya Amerika mencuri minyak Irak membuat si setan besar itu mengalihkan tentaranya ke Afganistan.

Apa artinya semua ini, kawan ? Iran perlu dibantu. Negeri para mullah itu tak bisa sendirian menjungkalkan si setan besar. Rasanya kita punya mobil murah irit bahan bakar karya putra2 Indonesia yang akan diluncurkan tahun ini. Iran bisa ikut memakainya, sehingga dana subsidi minyak bisa digunakan untuk membangun perumahan terjangkau bagi kaum muda yang tidak puas dengan keadaan ekonomi negerinya. Agar pengaruh Mousavi, dukungan Barat, bisa dikempiskan.

Kita juga punya pabrik pesawat terbang, PT.Dirgantara Indonesia. Kita juga punya fasilitas perawatan pesawat terbang. Banyak perusahaan penerbangan luar yang memakai jasa perawatan kita. Nyawa warga Iran, apalagi yang mengharumkan nama bangsa, seperti timnas yudo Iran itu, jangan disia-siakan. Iran perlu promosi dan dipersepsikan positif oleh dunia internasional, lewat wakil2nya di beragam cabang keahlian dan olahraga. Kita harus dukung, untuk masa depan dunia muslim yang berdaulat penuh, sejahtera dan diridhoi Allah Swt. Iran jadi ujung rudal atau hulu ledak, kita roket peluncurnya.

Kita punya Habibie, sang maestro pesawat lulusan Jerman, mantan presiden RI. Iran bisa membeli pesawat2 baru bermutu, meski tak sebesar Airbus atau Boeing, dari kita dengan beras ketan, misalnya. Kita dulu pernah melakukannya dengan Thailand, bukan ? Apalagi dengan negeri sesama muslim, kita tentu bisa lebih baik. Kita juga punya pabrik kapal laut dan pabrik senjata. Iran butuh apa ? Tell us. Hero needs help, too.

free html visitor counters
hit counter
Iklan
Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: