dari Palestina sampai Indonesia

J.W. Marriott, Jakarta kembali meledak.

Posted in indonesia by nurray on 22/07/2009

Saat ini, sebagai bangsa, kita sesungguhnya sedang menikmati tenggang waktu yang membuat kita berdebar-debar penuh harap. Nasib bangsa selama 5 tahun ke depan akan ditentukan dalam waktu dekat ini. Sayang, momen tersebut dirusak dengan keji.

Bom yang meledak di Jakarta, Jumat ( 17/7/2009 ) pagi mengejutkan kita semua. Dua ledakan terjadi di 2 tempat yang berdekatan dengan selang waktu hanya beberapa menit. Lokasi kejadian pun bukan tempat sembarangan, yakni Hotel J.W.Marriott dan Hotel Ritz-Carlton, tempat tim sepak bola Manchester United dijadwalkan menginap. Tempat meledaknya pun sama2 di restoran. Karena ledakan terjadi sekitar pukul 7.45 WIB, tamu yang sedang sarapan di sana pun lumayan banyak. Akibatnya, korban yang luka dan meninggal seketika, di antaranya presiden direktur PT.Holcim, Timothy Mackay yang berkebangsaan Selandia Baru.

Polisi menjaga lokasi ledakan bom Mega Kuningan

Polisi menjaga lokasi ledakan bom Mega Kuningan

Begitu mendengar salah satu ledakan bom terjadi di Hotel J.W.Marriott, masyarakat lebih kaget lagi. Soalnya, pada tahun 2003, bom pernah meledak di sana dan 12 orang menjadi korban. Karena J.W.Marriott di Jakarta merupakan bagian dari jaringan hotel di seluruh dunia yang pemiliknya berkebangsaan AS, peristiwa tsb dengan cepat mendapat perhatian internasional. Mengapa pihak keamanan bisa teledor ? Sekarang bahkan lebih parah, bom meledak di restoran, artinya pelakunya sudah berhasil masuk. Dengan cara seperti apa dia bisa lolos dari pemeriksaan detector ?

Sebelum ini, masyarakat sebenarnya sudah merasa aman karena dalam waktu yang cukup lama tidak terdengar lagi aksi teror dalam bentuk apa pun. Apalagi pemilu dan pilpres yang biasanya rawan terhadap kemungkinan munculnya kerusuhan, terbukti berlangsung aman. Semua pihak sangat menyadari, betapapun kecewanya atau tidak puas, tidak perlu ditanggapi dengan reaksi berlebihan.

Apapun alasannya, siapapun pelakunya, ledakan bom tsb sudah merenggut nyawa sejumlah orang, termasuk puluhan lainnya menderita luka. Seperti biasa, yang ikut menjadi korban dalam aksi2 biadab seperti itu adalah orang2 kecil yang tak bersalah. Kenyataan itu menebalkan kesadaran kita bahwa otak pelakunya harus dihukum berat.

Karena peristiwa maut ini terjadi belum lama setelah pilpres, wajar kalau kemudian di masyarakat muncul berbagai dugaan akan adanya keterkaitan antar keduanya. Di mana2, peristiwa teror selalu ada kaitannya dengan kepentingan politik.

Presiden SBY dalam pernyataan kepada pers mengutuk dengan keras pelaku dan otak tragedi berdarah ini. Ia bersumpah akan menindak pelakunya dengan tegas, serta mengajak masyarakat bersama-sama mencegah dan melawan aksi terorisme.

Namun, bukan itu yang ingin kita kemukakan dalam kesempatan ini. Akibat ledakan bom terdahulu, baik di Jakarta, Bali, maupun tempat lain, masih menyisakan trauma menyakitkan dalam batin kita. Bukan hanya trauma perseorangan, melainkan juga trauma kolektif. Cukup lama kita merasakan betapa sulitnya menghapus rasa curiga dan menuding pihak lain sebagai ancaman bagi keselamatan pihak kita. Untuk menghapus prasangka seperti itu, di samping memerlukan tekad yang kuat, juga harus diimbangi dengan sikap sama2 memelihara kesepakatan yang sangat berharga dalam berbangsa dan bernegara.

Peristiwa bom bali misalnya. Akibat tragedi tsb, selama bertahun-tahun kita disisihkan dari pergaulan internasional. Dunia memandang kita dengan sikap tidak percaya. Untuk mengembalikannya, kita harus melakukan berbagai upaya dalam kurun waktu yang cukup lama. Belum lagi ikhtiar kita untuk memupus trauma kolektif sesama komponen bangsa.

Kepada pemerintah dan aparat keamanan, masyarakat sangat berharap, tragedi Jumat berdarah di Jakarta akan bisa diusut dengan tuntas. Mungkin tidak perlu tergesa-gesa menunjuk siapa atau pihak mana, sebab justru akan terkesan spekulatif dan sensasional. Masyarakat sudah bisa menebak, dalang tragedi ini akan sulit ditangkap. Melihat peristiwanya, bisa disimpulkan, mereka bekerja rapi, tertib dan direncanakan dengan matang. Pemilihan tempat dan waktunya tak mungkin dilakukan pihak amatiran. Pelaku seperti itu hampir tak mungkin bisa dikejar dengan mudah.

Menghadapi pelaku sekelas itu, pemerintah wajib berhati-hati dan terus meningkatkan kewaspadaan. ( PR, 18/7/2009 )

Komen Nurray :

Kalau diurutkan peristiwanya, mungkin ada keterkaitan dengan datangnya beberapa imigran Afganistan ke Indonesia, beberapa waktu lalu. Dari mereka ada yang kabur. Lalu ada peristiwa penembakan di Timika, Papua menimpa staf bule penambangan emas Freeport. Sebagian kekuatan Polri dialihkan ke sana. Jakarta berkurang penjagaannya. Militan telah memecah kekuatan polisi. Lalu, terjadilah ledakan itu, 10 menit setelah Timnas sepakbola keluar hotel, pergi berlatih, dan sehari sebelum tim Manchester United datang menginap di hotel yang sama. Korban ledakan, ada staf Freeport juga. Mereka sedang mempersiapkan rapat.

Yang menyebalkan, mendengar kepala BIN, Syamsir Siregar, yang berceloteh kau, kau, kau, ketika ditanya soal bom Mega Kuningan. Saya, juga pemirsa lain, buang2 waktu mendengar dia mengecilkan wartawan. Kalo ogah ditanya atau tak punya apapun yang bisa disampaikan, cepat masuk ruangan atau mobil, jangan berkau-kau. Capek ngelihatnya. Bawahan bisa tak produktif, keburu capek ngeladeni dia, sebelum kerja beneran. Nggak heran, Jakarta kebobolan lebih parah dari sebelumnya. Si pelaku sampai bisa ngebom dari dalam gedung yang pernah dibom. Badan intelejen kita mesti direvitalisasi.

Lalu ada laporan SBY diarah militan. Ada titik hitam sasaran tembak di foto wajah SBY oleh orang2 bertopeng. ( kenapa saya merasa, orang2 bertopeng ini juga pelaku insiden penembakan di Freeport, Papua ). Apakah SBY sedang diintimidasi oleh militan atau Polri atau TNI yang mungkin memperebutkan kontrak jasa keamanan Freeport. ( sebagai perusahaan zionis, patut dicurigai mereka sedang mengadudomba pilar2 keamanan negeri ini untuk melemahkan kita ). Laporan SBY jadi sasaran tembak, lagi2 dari BIN ( Badan Intelejen Nasional ) yang dikepalai SS. Insting saya mengatakan BIN, Polri, Kejaksaan Agung, DPR juga beberapa kalangan istana saat ini kurang profesional kerjanya, dan disusupi kepentingan pribadi yang membahayakan bangsa ini. Ada upaya2 sistematis untuk mengecilkan KPK ( termasuk penahanan ketuanya, Antasari Azhar, hanya berdasarkan perintah penyadapan telpon Rani, si caddy golf ). Saya merasa dibalik semua kekisruhan dan konspirasi ini ada zionis dan orang2 kemaruk yang merasa diuntungkan dengan kelicikannya. Militan muslim cuma jadi tumbal dan kambing hitam. Kita lihat nanti kebenarannya. Allah Maha Tahu.

Australia telah memprediksi J.W. Marriott dan Ritz-Carlton akan meledak

Lembaga Kebijakan Strategis Australia ( The Australian Strategic Policy Institute/ ASPI ) telah memprediksi bahwa kelompok teroris Jemaah Islamiyah ( JI ) di Asia Tenggara akan melancarkan serangan baru. Prediksi disampaikan Kamis ( 16/7/2009 ) sehari sebelum terjadinya ledakan bom di Hotel J.W. Marriott dan Hotel Ritz-Carlton, Jakarta ( 17/7/2009 ).

Dalam laporannya yang dirilis Kamis, ASPI menyebutkan bahwa tekanan dalam kepemimpinan JI dan dibebaskannya mantan anggotanya dari penjara telah meningkatkan kemungkinan terpecahnya JI dan mengumpulnya kekuatan untuk melakukan kekerasan baru. Meski diutarakan ASPI, kemungkinannya masih kecil.

JI dianggap bertanggungjawab atas serangkaian serangan bom di Indonesia, termasuk ledakan bom di 2 klub malam di Bali pada Oktober 2002, yang menewaskan 202 orang, sebagian besar wisatawan asing.

Australia melaporkan, tahun2 belakangan ini kelompok JI kurang mendapat dukungan untuk melancarkan aksi kekerasan menyusul penangkapan sebagian anggotanya dan pertikaian internal kelompok.

Salah seorang penulis laporan dari Direktur Proyek Keamanan Nasional, Carl Ungeree menyatakan bahwa pihaknya yakin generasi baru anggota JI berada di balik serangan bom bunuh diri di hotel JW.Marriott dan Rit-Carlton. Namun, sejauh ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan itu.

Menlu Hillary Clinton mengutuk serangan di Kuningan, Jakarta tsb. AS menegaskan siap memberi bantuan jika pemerintah Indonesia memintanya.”Simpati kami pada para korban serangan, keluarganya, masyarakat dan pemerintah Indonesia,” kata Hillary saat ditemui di Prague. Ia akan mengunjungi Thailand dan India dalam waktu dekat ini.

Hillary menggambarkan serangan tsb sebagai bentuk kejahatan dari kekerasan kelompok ekstremis, dan menyatakan serangan yang juga menewaskan sejumlah warga asing itu merupakan peringatan bagi seluruh negara bahwa ancaman terorisme nyata adanya. Pihaknya memprioritaskan diri untuk menkonfrontasi ancaman2 seperti ini, termasuk yang terjadi di negara2 lain, sehingga bisa berbagi komitmen untuk masa depan yang lebih damai.

Kedua hotel mewah yang biasa dihuni warga asing itu berlokasi di kawasan bisnis. Juru bicara menlu AS di Washington, Noel Clay, mengatakan sejumlah warga terluka dalam ledakan itu. Hillary mengatakan, departemen luar negeri AS sudah bekerja dengan instansi yang berwenang di Indonesia untuk membantu warga AS yang terluka di Indonesia. ( AP/PR, 18/7/2009 )

Jakarta meledak lagi

Bom berdaya ledak tinggi kembali mengguncang hotel J.W. Marriot di Mega Kuningan pukul 7.40 pagi, Jum’at ( 17/7/2009 ). 2 menit kemudian bom juga meledak di Ritz Carlton.

Masih lekat di ingatan kita, bom meledak di gereja tahun 2000, bom Bali 1 tahun 2002 ( 202 tewas ), bom 5 Agustus 2003 jam 12.30 di J.W.Marriot Jakarta ( 9 tewas, 147 luka2 ), bom di kedutaan besar Australia di Jakarta tahun 2004 ( 11 tewas ), bom Bali 2 tahun 2005.

Do we learn something here ?

168 tewas, dalam ledakan di Oklahoma City

19 April 1995 di Oklahoma City, Amerika Serikat, bom meledak di Murrah Building berlantai 9, melayangkan 168 nyawa, termasuk 19 anak2. 100 orang tertimbun mati. Bom yang menyisakan lubang selebar 30 kaki dan dalam 16 kaki, pukul 9.45 itu dilakukan Tim McVeigh ( 27 th ), veteran perang Teluk, sebagai balasan kebakaran besar di Texas ( tragedi Waco yang menewaskan 75 orang ), membuatnya makin benci pemerintah AS.

Meski ia dikaitkan dengan gerakan militan sayap merah/ kanan Malaysia tahun 1990, McVeigh berkeras ia yang melakukan peledakkan itu sendiri. Ia memaksa bertanggungjawab atas operasi pengeboman sendirian, yang kemudian menghantarkannya pada hukuman suntik mati. Saya lihat penampilannya tenang, dengan postur tegap khas anak muda/ militer. Saya tak melihat seringai kemenangan seperti yang digemborkan trio bom Bali. Apa yang ada di kepala para pengebom itu ? Baik yang tenang maupun yang seringai.

Ribuan tewas di WTC, New York, 9/11/2001

Lalu, peledakan WTC, New York, yang menewaskan sekitar 4000 nyawa. Tragedi konspirasi yang seolah melegitimasi pemerintah AS & bala tentaranya mengobrak-abrik negara2 yang emoh menyerahkan kekayaan alamnya, mencoba2 mengganti transaksi dolar ke mata uang lain atau menghambat laju kerakusan lobi Yahudi yang ada dibelakangnya. So clear.

AS & sekutu Eropa langsung mengumumkan ‘travel warning’ begitu bom meletus di Indonesia. Menyebutnya sarang teroris. Apakah Indonesia mengumumkan travel warning ke Amerika tahun 1995 atau 2001 ? Tidak. Kita tahu betul korban pengeboman di AS lebih banyak daripada di Indonesia. Kita tahu AS menebar teror di Irak, Afganistan dan Pakistan, juga mendukung secara membabi buta kekejaman Israel di Palestina. Amerika-lah yang pantas menyandang sarang teroris ( Gedung Putih, Pentagon ), karena perilaku mereka menunjukkan siapa teroris sesungguhnya. Mungkinkah McVeigh yang berkiprah di militer tahu juga ? Sehingga ingin menghentikan kebiadaban pemerintahnya di negaranya sendiri ?

Andai McVeigh mengincar Bush Jr. atau kaum zionis, tanpa menewaskan korban sipil yang tak terlibat, saya pasti acungkan jempol padanya. Jika Amrozi, Imam Samudera, Azhari, Noordin M.Top, dll bisa meledakkan Benjamin Netanyahu, Ehud Barak, Avigdor Lieberman, Tzipi Livni, presiden Israel, ekstremis2 Yahudi, kaum rasialis, yang telah memuncratkan darah rakyat Palestina dan kaum muslim di pelbagai negara, ( tanpa menyeret nyawa orang kecil yang tak bersalah di mana pun ), saya doakan para militan muslim itu masuk surga.

Tewasnya Yasser Arafat

Saya mencoba menarik diri keluar lalu masuk ke perspektif mereka : Yasser Arafat, presiden otoritas Palestina, meregang nyawa dengan kepala membengkak, darah mengucur dari mata, hidung, telinga dan seluruh pori2 tubuhnya. Entah racun atau virus apa yang disuntikkan ke tubuhnya. Anda bayangkan derita itu ditanggung tubuh ringkih yang tersisa hanya separoh beratnya, usai dikhianati ‘mitra’-nya ( dalam perjanjian ‘perdamaian’ Palestina – Israel ), setelah kantornya di Ramallah – di mana ia ditahan selama 2 tahun sampai 24 Juni 2004 – digusur dan para penjaga setianya dibantai oleh tentara Israel.

Setelah dirawat di rumah sakit Tunisia dan Mesir, pemimpin yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk kemerdekaan Palestina, mati dengan cara begitu menyakitkan. 11 November 2004 jam 3.30 di rumah sakit militer Percy, Paris.

Soha, istri Yasser berkata pada rakyat Palestina,”Siapkan diri kalian untuk mengubur pemimpin kalian hidup2 !”. Menyindir konspirasi jahat yang menghabisi suaminya.

Setelah menyiapkan upacara penghormatan terakhir bagi mendiang Yasser Arafat, seorang pejabat Perancis berkata.”Palestina berhutang pada Perancis karena ini”. ( Saya tak mengerti apa maksudnya, mereka masuk grup imperialis Barat, bukan ? Dunia, termasuk Perancis, yg berhutang memberi keadilan bagi rakyat Palestina, menurut saya ).

Saya teringat wajah tirus, pias Arafat mencoba tersenyum, menenangkan para pendukungnya. Terakhir kalinya, sebelum maut menjemputnya. Perasaan saya campur aduk. Why we can’t do anything to help him at that time ? To help Palestine now ?

Sesampainya di Mouqata, Palestina, peti mati Yasser dipanggul bersama-sama ribuan rakyat Palestina ke tempat kediaman terakhirnya. Hamas ingin menguburnya di Yerusalem, tapi jam 2 dini hari, orang dekat Yasser diam2 mengeluarkan jasad Yasser dari peti dan menguburnya dengan tanah dari Masjid Aqsha, di kediaman Yasser. Tempat itu dipersiapkan untuk museum di masa depan, untuk menginspirasi bangsa Palestina terhadap perjuangan tak kenal lelah pemimpinnya.

Pihak RS.Percy memberi pilihan pada pejabat Palestina, penyebab kematian Yasser karena ; A. kanker. B. AIDS dan C. racun, tapi tak ditemukan bukti racunnya. Si pejabat yang mengatakan Perancis boleh memanipulasi atau berkata apapun tentang Palestina, tapi tidak dengan penyebab kematian Yasser, akhirnya memilih jawaban C untuk diterakan pada laporan visum kematian presidennya. Yasser diracun, soal lainnya, masyarakat bisa menganalisanya sendiri.

Tewasnya Yitzak Rabin, Ariel Sharon, Anwar Sadat

Sebelumnya, Yitzak Rabin mati dibunuh oleh ekstremis Yahudi, setelah menandatangani perjanjian Oslo dengan Yasser Arafat, tahun 1993, disaksikan presiden Bill Clinton sebagai penengah,. Sesudahnya, Ariel Sharon, si penjagal Lebanon, mati tahun 2006 akibat stroke hebat. Di Israel, orang sendiri bisa dibunuh ; pejabat tinggi, perdana menteri bahkan presiden yang sikapnya mulai melunak, dipastikan mampus. Sepertinya, di sana, penguasa sesungguhnya adalah para ekstremis Yahudi, dan di puncak piramida kesadisan itu bertahtalah Dajjal.

Sedangkan Anwar Sadat di tembak mati dalam parade militer menjelang penyerahan kembali Semenanjung Sinai ke pangkuan Mesir, setelah dicaplok Israel dalam perang 6 hari tahun 1967. Lima konspirator pembunuh Anwar Sadat adalah Kolonel Zumor, Insinyur Faraq, Letnan Islambouli, seorang penjual buku dan ulama. Sadat dibunuh karena demi Sinai, ia tega memenjarakan ribuan ulama dan pejuang muslim serta mengakui eksistensi negara Israel. Keputusan fatal.

Meyaksikan derita Palestina sampai hari ini, dan kepengecutan yang berlanjut pada wapres-nya Hosni Mubarak, yang masih berkuasa, menggantikannya, sejak penembakan Sadat tahun 1981, saya bisa mengerti apa yang dikuatirkan dan dilakukan Faraq dkk. Mungkin saya juga akan menembaknya. Sekaligus Mubarak !

Calon dan korban bom, dengarlah

Kenangan getir akan akhir hidup Yasser Arafat, beralih ke korban bom Mega Kuningan di salah satu dipan rumah sakit Metropolitan Medical Centre ( MMC ), Jakarta. Seorang staf pribumi yang lunglai, diperban, mengutuk perbuatan teroris,”Coba kalau anda atau saudara anda yang kesakitan sekarang – korban lain ada yang kehilangan tangan, kaki – anda pasti takkan tertawa atau tega melakukannya.” ( si staf adalah tulang punggung keluarga, banyak saudara yang ditanggungnya ).

Mungkin si pengebom akan menyahut,”Kami sudah mengingatkan jauh2 hari, berulang kali ; boikot produk zionis, jangan bekerja pada investor asing, cegah kepentingan imperialis Barat di mana pun dan jauhi tempat2 orang asing. But you’re not listened !”

“Kau tak berusaha cari tahu genosida sistematis, ketidakadilan ekonomi, kebiadaban yang berkali2 lipat yang menimpa orang2 di luar ‘dunia’mu”, yang dilakukan bosnya bos-mu di belahan dunia lain. Kamu masa bodo ! Tak berbuat apapun untuk mencegahnya sehingga kejahatan itu akhirnya menghampirimu juga, dan kau hanya bisa merintih dan mengutuk kami. Setelah diberi sinyal berkali-kali kau masih tak ngeh juga, maka kami ( mungkin juga Tuhan ) takkan segan2 menabrakkan kepalamu ke tembok tebal sampai kau benar2 paham. Understood ?!”

“Nyatanya, kau tetap membantu Amerika, Eropa, Israel, mengisi pundi2 uang dan amunisinya untuk terus mencaplok tanah Palestina, membantai penduduk al-Quds, mendiskreditkan Islam dan kaum muslim di seluruh penjuru dunia. Kami ( yang setengah mati berjihad ) bisa habis kalau kau, saudara kami, terus membantu musuh, tahu !”

“Kau ingin tahu sifat asli majikanmu di JW.Marriot, Ritz Carlton, Kedutaan Australia, café2 di Bali, Freeport, Exxon, Chevron, Shell dll ? Coba cegah mereka memerah tenaga pribumi, cegah mereka menyedot kekayaan alam Indonesia. Kau bisa2 ditempeleng, diseret kuda ke 4 arah, digantung di bagian kuncir rambutmu, disalib hingga kering lalu potongan kepalamu dipajang di lapangan kota, seperti yang dialami kuli2 yang mencoba kabur dari perkebunan Hindia Belanda masa taipan Deli, Tjong A. Fie. Penyandang gelar doktor honoris causa dari Hongkong University itu berusaha keras menyelamatkan buruh Cina dari kebiadaban Barat hingga Tjong wafat karena pendarahan otak, 18 Februari 1921.”

“Atau kau dijebloskan di penjara sekelas Abu Ghraib atau Guantanamo, tempat pejuang2 Palestina, Irak, Afganistan, Pakistan, ditelanjangi, disetrum, dipermalukan, direndahkan, dimutilasi sampai kau terpaksa mengkhianati saudaramu sendiri. Atau digantung seperti Saddam Husein, ditembak seperti Anwar Sadat, disuntik racun/ virus mematikan seperti Yasser Arafat, dirudal seperti Syeik Ahmad Yassin yang sudah buta, budeg, lumpuh di kursi rodanya karena siksaan di penjara Israel ?”

“Amerika masih terlihat manis sekarang karena ia masih melihatmu menguntungkan dia. Ia masih bisa menyedot tenaga dan kekayaan negerimu. Yasser Arafat, Saddam Hussein, Anwar Sadat, juga mengalami saat bulan madu seperti ini. Tapi begitu mereka tak berguna lagi atau mulai menyulitkan, mereka dibuang dan dibunuh. Trust us !”

Potongan kepala ( diduga ) pelaku bom Bali 2.

Potongan kepala ( diduga ) pelaku bom Bali 2.

“Kami merelakan tubuh kami tercerai berai menjadi serpihan menjijikan untuk mencegah cengkeraman zionis makin kuat di Indonesia. Negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia yang sangat kami harapkan membantu pembebasan Palestina dan negeri2 muslim teraniaya. Kepala rekan2 kami menggelinding di TKP setelah bom bunuh diri, demi mengguncang-guncang kesadaran dan tanggung jawabmu menghentikan kejahatan imperialis. Sadarkah kau ? Atau .. kau tetap menafikan kami, kembali bekerja pada majikan Barat, seolah tak terjadi apa2. Berapa banyak darah kami, mereka dan kalian yang mesti kami tumpahkan agar kau berpihak pada kami, dan ikut menghentikan zionis ?! Palestina sudah di bibir jurang, damn it !!”

Misi sempalan Jamaah Islamiyah yang menyimpang

Saya terhentak, keluar dari kelamnya harapan. Merenung. Benarkah pelaku bom bunuh diri berharap masuk surga secara instan dengan perbuatannya melenyapkan nyawa orang ? Ataukah mereka sudah sangat frustasi, tak melihat jalan lain. Tapi adakah jalan lain itu, jika masyarakat dunia saat ini sudah sedemikian apatis, materialistis, pengecut, tak mau tahu atau berpura-pura tak tahu ?

Saya menghela nafas. Teringat pengakuan alumnus Jamaah Islamiyah ( JI ) di pelosok Indonesia. Ia mengatakan JI kini telah menyimpang dari misinya terdahulu saat ia menjadi anggota. Sebagian anggota JI menyempal membentuk militan garis keras yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Osama bin Laden dulu bekerja sama dengan agen rahasia Amerika, CIA, untuk mengusir Uni Soviet dari bumi Afganistan.

Setelah musuh Perang Dingin itu hancur, lalu Amerika membuat musuh baru untuk menegaskan kehadirannya. Osama didapuk paksa untuk tujuan itu. Dunia perlu musuh bersama agar bisa disetir Washington. WTC dibom, pelakunya ditudingkan ke Osama. Ketika AS tergiur minyak di Kaspia dan opium di perbatasan Afganistan dan Pakistan, maka dikatakan pada dunia, Osama bersembunyi di sana. Licik ? Sudah tradisi ..

Tjong A. Fie, opium, penyaliban kuli2 dan jalan lain

Masa Tjong A.Fie, Barat/ Belanda yang rasialis itu juga menggunakan opium untuk menjerat kuli2 Cina agar terus memperpanjang kontrak murahnya sampai mati di perkebunan atau lahan garapan. Tak jauh berbeda. Hanya desain kostum, senjata dan kendaraan tempur yang kini berubah mengikuti kemajuan teknologi. Selera rendah, tak berperikemanusiaannya, tetap sama.

Ada yang mengatakan, para pengebom itu hanya dimanfaatkan semangat jihadnya oleh agen2 Amerika yang menyusup. Pemahaman Islamnya yang belum dalam bisa mendistorsikan pengertiannya akan jihad sesungguhnya. Syuhada bisa ditempelkan pada pejuang Palestina, Irak, Afganistan yang tengah berperang dengan Amerika jika mereka gugur dalam pertempuran. Mereka tak punya cara lain untuk menghentikan penjajah di negerinya, selain satu2-nya yang tersisa, tubuhnya sendiri, sebagai senjata pamungkas. Tapi di Indonesia, apakah kita sedang berperang ? Apakah ini satu-satunya, jalan terakhir menghentikan imperialisme modern ?

Kita masih bisa memboikot produk zionis. Masih bisa menghindari bekerja pada agen2 zionis. Masih bisa menjauhi tempat2 yang digunakan Barat untuk mengisi pundi2 uang dan amunisinya, semacam JW.Marriot, Ritz Carlton, Grand Hyat, Four Season dsb. Jika usaha mereka sampai gulung tikar, mereka akan menyingkir dan melemah.

Kita nasionalisasi perusahaan2 yang menambang dan mengelola kekayaan alam Indonesia tanpa hak ( menyalahi pasal 33 UUD’45 ). Dengan uang memadai kita bisa menguatkan diri, keluarga, bangsa dan negara kita sehingga disegani di komunitas internasional. Kita modernisasi peralatan tempur TNI, kita cerdaskan bangsa kita dengan sekolah2 bermutu dan terjangkau, kita awasi kinerja pemerintah dan parlemen, kita bina kesalehan sosial dengan siraman2 rohani dan beragam kegiatan bersama komponen bangsa. Dengan kekuatan prima dan kedaulatan penuh, kita bisa melindungi negara2 muslim yang lemah. That we are suppose to be.

Militan muslim, dengarlah

Jika kita semua satu tekad, jalan lain itu masih ada. Kurang aksi ? Baiklah, jika saatnya tiba, nanti kita sama2 memenuhi ayat Al-Isra’, menggempur Yahudi garis keras di Israel/ tanah2 Palestina yang mereka duduki secara paksa. Saat itu kepala siapa yang menggelinding, saya takkan rewel mengomentari. Tapi, hari ini, di Indonesia, kepala menggelinding sulit menimbulkan simpati. Lebih banyak amarah dan rasa benci. Itu tak menguntungkan gerakan Islam di masa ini juga masa depan ( jika kalian murni ingin berjuang demi Islam ).

Di sisi lain, ayo warga Indonesia, singsingkan lengan, bekerja keras dan berpikir smart untuk menciptakan produk made in Indonesia yang menarik dan digemari, melebihi produk zionis. Mari, kita gunakan produk Indonesia. Mari kita bangun negeri besar ini dengan kekuatan sendiri. Asah diri menjadi negosiator ulung dan gigih di meja2 perundingan bisnis maupun politik hingga pantas berbicara di pentas dunia. Kita mampu, kok. Kaum militan muslim, bantu kami menciptakan kestabilan keamanan. Ada saatnya nanti, kami bersama-sama kalian, side by side, membebaskan Palestina. Be patient, little a bit ‘till the time is come. Ok ? Please ..

Pejuang muslim, are you with me ? Militan muslim, do you hear us ?

Indonesia lebih menarik dari sekedar ledakan bom.

Saya ingat, Jero Wacik ( Menbudpar ) saat bom Mega Kuningan ( 17/7/2009 ) mengatakan ; setelah rasa cinta kepada tanah air, tentunya setelah itu dibarengi bela nusa dan bangsa. Membela nama baik bangsa, termasuk juga menahan diri untuk tidak mengumbar aib atau menjelek-jelekkan negara sendiri. Saya setuju.

Salut untuk pak Jero Wacik, yang tetap cool, optimis sekaligus realistis, menangani dunia pariwisata kita setelah bom mendera Jakarta, lagi. Pariwisata kita tahun ini sedang bagus-bagusnya, promo wisata di mana2, mengadakan banyak even internasional di Indonesia untuk menarik wisatawan sampai 5 juta orang. Dengan keberadaan Jakarta Media Center, semoga dampak bom bisa diminimalisir. Diupayakan agar daya tarik ke Indonesia lebih besar daripada ketakutan wisatawan akan ledakan bom. Bukan begitu, pak ?

Skenario drama tragis “Menggerebek “Noordin M.Top”

Casting :

1. Dani Dwi Permana : pengantin bom J.W.Marriott, ( 17/7/2009 jam 7.40 ) usia 18 tahun, lulusan SMU Yayasan Abdi Karya ( Yadika ), Jl.Raya Kemang-Parung, kab.Bogor, penjaga masjid As-Surur di kompleks rumah keluarganya, anak kedua dari 5 bersaudara, direkrut saat di Bogor.

2. Nana Ikhwan Permana : pengantin bom Ritz Carlton, tewas ( 17/7/2009 jam 7.47 ), asal Pandeglang, Banten

3. Zulkifli Aroni : ( 49 tahun ), mantan satpam di Perum Telaga Kahuripan, rumahnya tipe 21 di blok DD 14 no.5 RT 07/ RW 10, desa Tegal, kec.Kemang, kab.Bogor, kini mendekam di LP.Paledang karena kasus pencurian di kantor pemasaran perumahan tsb.

4. Saefudin Juhri ( SJ ) alias Nuril Hakim : perekrut Dani, pengajar ngaji di masjid As-Surur, kompleks Perum Telaga Kahuripan, Parung-Bogor.

5. Amir Ibrohim ( Ib ) alias Boim, pegawai Ritz flower, yang membantu pemesanan kamar 1808 di JW.Marriot, sudah mengintai sejak 2 tahun lalu.

6. Nurhasbi : penghubung Noordin dengan J.W.Marriott

7. Air Setiyawan : supir, mantan napi bom, tewas ( 9/8/2009 dini hari ) di Perumahan Puri Nusaphala, Jati Asih, kota Bekasi

8. Eko Joko Sarjono alias Eko Peang : yang membawa mobil Daihatsu Xenia bernomor AD 9324 DO yang digunakan untuk mengangkut bom dari Solo ( polisi terus membuntuti sampai Bekasi, lalu 10 hari menyamar menjadi kuli bangunan di depan rumah yang disewa/ “markas teroris” ), mantan napi bom Kuningan & Kedutaan Australia, orang yang diketahui warga Perum Telaga Kahuripan datang menemui Dani, tewas ( 9/8/2009 dini hari ) di Perumahan Puri Nusaphala, Jati Asih, kota Bekasi

9. Yayan : calon pengantin bom di Cikeas/ istana presiden, tertangkap di Jakarta

10. Amir Abdullah : calon pengantin bom di Cikeas/ istana presiden, tertangkap di Jakarta ( narasumber untuk mengembangkan “skenario”, pengakuannya masuk Berita Acara Pemeriksaan/ BAP polisi )

11. Hendrawan : ( 35 tahun ) keponakan Tatak, calon pengantin bom di Cikeas/ istana presiden, ditangkap polisi di Temanggung bersama Aris

12. Aris Susanto : ( 38 tahun ), kakak Hendrawan, keponakan Tatak, yang menurut mantan kepala BIN, Hendropriyono, berperan sebagai pendengar/ peninjau bagi Noordin M.Top, bukan pengawal di ring terdekatnya, ditangkap di bengkel Pasar Kedu, Temanggung, 1 km dari rumah Mohjahri, bersama Hendrawan, Wawan Setiawan ( Pandeglang, Banten ) dan Fendi ( pemilik bengkel ). Aris masuk jaringan teroris saat merantau ke Kalimantan, 4 tahun lalu.

13. Tatak Lusiantoro : ( 37 tahun ) anak Mohjahri, kader yang menyembunyikan Noordin M.Top.

14. Siti Rafiqah : ( 42 tahun ) istri Tatak

15. Endang Istiningsih : istri Mohjahri, ibu Tatak

16. Mohjahri : ( 69 tahun ) pensiunan guru SMP swasta di Kedu, pemilik sawah & rumah ( safe house ) yang digerebek Densus 88 di Temanggung, diamankan polisi. Semula Hendropriyono mengkoreksi istilah menggerebek ( tempat judi, diskotek dsb ) dengan menyergap, tapi setelah melihat kehancuran yang ditimbulkan polisi dengan cuma satu orang yang dihadapi selama lebih dari 17 jam 7 menit ( saya sampai kurang tidur menunggu kelanjutannya ), ia lalu setuju dengan istilah penyiar MetroTV, digerebek.

17. Ahmad Feri : penyewa rumah di blok D.12 RT.4 RW.12 Perum Nusaphala, Bekasi, 5 km/ 12 menit dalam keadaan padat dari kediaman SBY di Cikeas, Bogor, menurut warga ciri2nya ( berwajah bulat, bertubuh gempal, setinggi 165 cm ) seperti Noordin M.Top, polisi menduganya Noordin M.Top ( 41 tahun ). Saat rumah bercat kuning tsb digerebek, ditemukan sekitar 600 kg bahan peledak, 4 bom pipa, beberapa butir peluru laras panjang, black powder, kertas aluminium foil, beberapa mur dan baut. Noordin semula guru di Johor baru, Malaysia. Pernah latihan di Mindanau, teknik perang di Ambon. Gurunya, Omar Al-Farauk, gembong Al-Qaeda di Asia Timur, yang bikin kerusuhan di Poso, Ambon. Tahun 2005, Upik di Poso.

18. Abdullah Sungkar : mendiang atasan Noordin M.Top

19. Abu Bakar Baa’syir : pendiri Jamaah Islamiyah, tempat dulu Noordin M.Top bernaung. Tapi Noordin yang bergaris keras ( padahal berkarakter lembut & sopan menurut pengakuan keluarganya. Apa kita membicarakan orang yang sama ? ) lalu menyempal membentuk sel perjuangan sendiri.

20. Rahmarusdi : istri Noordin M.Top, warga negara Malaysia. Ia bersama, abang langsung dan anak Noordin yang akan dites DNA-nya untuk mengidentifikasi si kepala terbelah. Dari Noordin, si bungsu dari sekian bersaudara, Rahma mendapatkan 3 anak, yaitu Muawis, Habsah dan Habibah. Terakhir Noordin bersama keluarga tahun 2001.

21. Mufiatun : istri ke-2 Noordin M.Top

22. Arina : istri ke-3 Noordin M.Top

23. Imam Samudera : mendiang terpidana mati bom Bali

24. Muklas : mendiang terpidana mati bom Bali

25. Amrozi : mendiang terpidana mati bom Bali

26. Zulkarnaen : teroris buronan polisi

27. Umar Patek : teroris buronan polisi ( bom Kuningan I )

28. Zulkarnaen : teroris buronan polisi

29. Dulmatin : teroris buronan polisi

30 . Maruto : teroris buronan polisi

31 Upik Zalawanga : teroris buronan polisi

32. 200 polisi, sniper 20 Densus 88 = Tim penyergap rumah Mohjahri

29. Master mind/ dalang = ????

Noordin M.Top

Noordin M.Top

Dari puluhan casting dengan “master mind” yang misterius ( saya duga, Al Qaeda atau kaki tangan zionis/ oknum2 Polri ) dalam drama tragedi bom Bali I ( 12/2/2002 ) sampai bom J.W.Marriott – Ritz Carlton ( 17/7/2009 ), yang paling menyedihkan saya adalah Dani Dwi Permana. Sungguh tragis hidupnya. Anak ke-2 dari 5 bersaudara ini, sendirian di rumah sepeninggal kakaknya ke Jakarta, ibu dan ke-3 saudaranya ke Kalimantan, dan ayahnya ke LP.Paledang. Karena miskin ( ketiadaan biaya untuk melunasinya ), ijazah SMU Dani sampai sekarang belum diambil.

Dani sudah bersusah payah menjadi anak baik. Ia suka bergaul, selalu menyapa warga ( santun ), senang mengurusi masjid serta aktif di Karang Taruna. Di sekolahnya, Dani siswa yang rajin dan pintar, nilainya di kelas 3 SMU rata2 80. Ia juga aktif di organisasi siswa ( OSIS ), pernah menjadi ketua bagian rohani dan aktif di sana. Dani sering mengajak siswa lain untuk shalat, perilakunya sangat baik.

Bayangkan, umur 17 tahun, di saat keluarganya berantakan, orang tua bercerai, ayah di penjara, Dani masih rajin membersihkan masjid As-Surur. Tidak sembarang remaja bisa dan mau melakukan itu. Meski keluarganya utuh, kebanyakan remaja cuma bisa berhura-hura menghabiskan duit orang tua. Tapi, kau tidak. Kau meredam kemarahanmu, dan memilih mengabdi pada masjid dan Islam. Niatmu baik. Apakah kau merasa dirimu ( kerja kerasmu untuk kehidupan ) belum cukup ? Andai kau bertemu dengan muslim yang menuntunmu ke akhir yang lebih baik.

Potongan kepala Dani ( 18 tahun ), pengantin bom bunuh diri J.W.Marriott.

Potongan kepala Nana, pelaku bom bunuh diri Ritz-Carlton ( kiri ). Potongan kepala Dani ( 18 tahun ), pengantin bom bunuh diri J.W.Marriott ( kanan ).

Oh, Dani. Semuda itu, serpihan tubuhmu berceceran di lantai J.W.Marriott, potongan kepalamu dipajang di mana-mana di negeri ini, di tempat2 umum, di pusat kota maupun di pinggiran desa, juga di internet yang bisa diakses oleh mata dunia. Apa yang kau dambakan sesungguhnya ? Membantu agama Allah dan negeri muslim yang teraniaya ? Sungguh mulia. Tapi, ..

Mengapa dunia dan korban J.W.Marriott mengutukmu ? Di situ ada supir Timothy McKay yang ingin memeluk majikannya terakhir kalinya, karena kebaikannya. Ada 52 staf dan tamu kedua hotel itu terkapar kesakitan di rumah sakit, seraya mempertanyakan tujuanmu. Tapi, pelaku bom diri, yaitu dirimu, juga ingin membebaskan rakyat Afganistan dari pendudukan pasukan koalisi pimpinan Amerika. Ada orang baik di kedua ujung. Saya lihat juga, anggota Densus 88 itu masih muda. Tunas bangsa yang membanggakan. Kenapa kita berbenturan satu sama lain. Siapa yang salah ?

Di tengah-tengah ada Amerika, zionis Israel, sekutu dan kaki tangannya. Di puncak kebiadaban itu ada makhluk iblis/ Dajjal, yang terbahak, mentertawai manusia yang ikut terseret masuk neraka dengannya di akhir jaman. Dengan segenap tipuan, rekayasa dan kemasan yang mengundang air liur dan birahi. Sekaligus nafsu pemuasan dalam segala bentuknya. Yang melenakan dan meninabobokan sebagian besar orang di bumi ini. Sehingga saya, dirimu dan segelintir orang lainnya mesti ekstra berjuang “membangunkan” mereka dari tanggung jawab menyelamatkan Islam, muslim dan umat manusia di saat kegelapan hati merajalela. Save the world.

Sampai saatnya tiba ( NKRI kuat, sejahtera, berdaulat penuh dengan peralatan tempur high end ), bisakah kita menghentikan pusaran kekerasan ini ? Bisakah kita mencegah Dani-Dani lainnya dari akhir memilukan ? Dani punya potensi kebaikan dan kemauan. Ia berani. Adakah hati2 yang terketuk untuk meraih remaja yang tersudut dari gegap gempita kehidupan seperti Dani, membantunya menjadi pejuang muslim yang lebih smart dan taktis ? Mengarahkannya pada jalan yang benar2 diinginkan Allah pada putra2 terbaik negeri ini.

Dani, kau masih sangat muda ..

( Nurray, setelah nonton Breaking News – Metro TV, 8-9/8/2009 )

Info tambahan seputar terorisme di Indonesia

  • · Foto SBY jadi sasaran tembak berasal dari video yang diputar saat rapat Abdullah Sunata dan Noordin M.Top di Pekalongan. Foto/ video itu dijual untuk biaya mengebom Kedutaan Australia. Abdullah lebih jago dari Noordin M.Top.
  • · Ribuan orang Indonesia telah dikirim ke Afganistan. Di sana, mereka dilatih bertempur dan merakit bom. Tiap hari mainannya bom.
  • · Ada 70.000 pengungsi Afganistan di Malaysia menunggu masuk ke Indonesia sebelum ke Australia. IOM ( lembaga internasional yang bertugas memulangkan pengungsi ke negara asal ), diam2 memfasilitasi pengungsi untuk menjual senjata gelap, amunisi dsb untuk menciptakan ketidakstabilan di kawasan Asia Tenggara, sehingga bisa mereka kuasai. UNHCR ( badan PBB yang mengurus para pengungsi ) diduga melakukan hal serupa. Orang miskin, tak punya akses ekonomi, jika dikasih duit oleh mereka untuk mengerjakan sesuatu, ya jalan. Noordin M.Top dll punya pasokan dana untuk melaksanakan aksi teror di Indonesia, mungkin sebagian dari sini. Ujung2nya pemilik dana ini Amerika/ zionis, yang dalam doktrin kelompoknya, berambisi menciptakan kekacauan di seluruh dunia sampai mereka bisa muncul sebagai penguasa tunggal lalu memaksa kita masuk agama mereka.
  • · Jamaah Islamiyah ( JI ) didirikan Abubakar Baa’syir untuk membentuk kekhalifahan berdasarkan syariat Islam. Semula di Malaysia, tapi markasnya ditutup pemerintah Malaysia sehingga ia kembali ke Indonesia ( pesantren Ngruki ). Noordin M.Top dulu anggota JI, tapi setelah bubar, ia diduga menginduk ke Al-Qaeda mengikuti fatwa Osama bin Laden yang beraliran Wahabi keras. Muhammad Wahabi ingin membersihkan aqidah meski dengan jalan kekerasan. Kelompok Ikwanul Muslimin, Hasan al-Bana, yang membunuh presiden Mesir, Anwar Sadat, adalah salah satu penganutnya. Baa’syir berpendapat, orang kafir yang tak memerangi Islam, haram untuk dibunuh, sebaliknya muslim yang merusak Islam, walau dalam pikirannya, wajib dihentikan.
  • · Ustad Abu Ghifari, mantan staf Jamaah Islamiyah, mengatakan, dahulu di JI ada tekad, bila sudah terkumpul kekuatan 12.000 orang siap bom bunuh diri, akan membentuk Khilafah. Tahun 2001 jumlah segitu belum tercapai, tiba2 sudah ada bom Bali, Kuningan dsb
  • · 3 jam penggerebekan Dr.Azahari di Batu, Malang. 17 jam penggerebekan Ibrohim di Temanggung. Karena mengira Noordin M.Top yang ada di dalam rumah Mohjahri. 200 polisi dan 20 sniper yang dikerahkan kuatir dengan reputasi Noordin, sehingga ekstra hati2. Komandan penyergapan tak ingin anak buahnya terluka.
  • · Soal tidak kredibelnya Polri ( bilang Noordin tapi ternyata bukan, menerima info dari Aris dan Hendra tanpa recheck/ bukti kuat ) bisa membuat rakyat tidak percaya lagi dengan alat keamanannya, lalu bertindak sendiri. Itu berbahaya. Kalau salah, ngaku salah. Lalu, gantilah.
  • · Teroris jika beraksi di Irian, 2 bulan saja sudah ketangkap. Kenapa ? Karena tidak punya habitat yang mendukungnya. Di Temanggung, Jawa Tengah, Bogor, Bekasi, Jawa Barat, karena dihuni penduduk yang bisa menerima nilai2 perjuangan mereka, maka para teroris sulit ditangkap. Adanya masyarakat binaan ini, si teroris tak perlu banyak pengawal di dekatnya, cukup menempatkan pendengar/ peninjau di ring luar ( seperti Aris/ Hendra ). Demikian pula di Malaysia, karena pemerintah mereka bisa menahan siapapun yang menentang pemerintah tanpa sidang ( UU ISA peninggalan Inggris, yg juga disalahgunakan untuk menghentikan orang2 yg kritis terhadap pemerintah berkuasa, seperti Anwar Ibrahim yg terpaksa dirawat lama di rumah sakit Jerman setelah tubuhnya remuk disiksa sipir penjara gara2 mengkritik pemerintahan Mahathir Mohammad. Disalahgunakan juga hari ini, untuk menahan ratusan orang yang minta UU ISA diperbaiki ), menutup tempat2 yang dicurigai, mengamankan ceramah2 yang menjurus kekerasan, menggaruk kumpulan2 orang yang mulai menggalang kekuatan, sehingga bom2 itu tak sampai meledak di negeri jiran. PM Najib Razak sampai sesumbar, Indonesia-lah yang sarang teroris ! Indonesia punya UU Subversif tahun 1963, tapi kemudian dicabut karena saat Orde Baru disalahgunakan untuk membungkam orang2 yang kritis pada pemerintah. Tak ada bom waktu itu. Jadi, pilih dibom atau dibungkam ? Jalan tengahnya, direvisi, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekarang dan nanti.
  • · Umar al-Farouk, warga negara Kuwait yang dahulu menjerat Abubakar Baa’syir ke penjara dengan keterangannya pada pihak AS.
  • · Hambali ditahan di AS.
  • · Pasukan raider, khusus untuk menyergap.
  • · Kadiv.Humas Mabes Polri, Irjen Polisi, Nana Sukarna.
free html visitor counters
hit counter
Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: