dari Palestina sampai Indonesia

1200 tewas di Afganistan selama 8 tahun pendudukan AS, Inggris, Kanada, Australia, Belanda, Swiss, Serbia, Korea Selatan, Polandia, Jerman

Posted in afganistan by nurray on 29/07/2009

Anak2 Afganistan melongo melihat 55.100 tentara koalisi 26 negara NATO, pimpinan AS, plus 10 negara pro-Barat, menginvasi dan mengacak-acak negerinya selama 8 tahun.

Anak2 Afganistan melongo melihat 55.100 tentara koalisi 26 negara NATO, pimpinan AS, plus 10 negara pro-Barat, menginvasi dan mengacak-acak negerinya selama 8 tahun.

Satu bulan setelah serangan pertama dimulai 7 Oktober 2001, pemerintah dan publik Amerika Serikat ( AS ) optimis bahwa perang akan cepat usai. Walau gagal mengeksekusi Osama bin Laden atau menangkap Mullah Mohammad Omar, paling tidak AS hanya perlu waktu 2 bulan untuk menguasai Kabul.

Bulan berikutnya, Kandahar dan kota2 utama di Afganistan dengan segera jatuh ke tangan AS. Tak ada perlawanan berarti, sehingga mereka berpendapat Taliban sudah benar2 dihancurkan. Beberapa petinggi Taliban memang tertangkap, sebagian terbunuh dalam pengeboman. Operasi militer pun kemudian diubah menjadi perburuan terhadap Osama bin Laden, sisa2 Al-Qaeda dan Taliban.

Tahun2 berikutnya publik dijejali berita2 keberhasilan operasi militer dan penangkapan sisa2 Taliban, pembangunan infrastruktur dan Afganistan yang mulai aman. Benarkah demikian ?

Sumber2 alternatif ternyata memberitakan yang sebaliknya. Taliban belum lagi tamat. Sebaliknya, publik mulai kritis, mengapa dalam setiap pertemuan tahunan NATO selalu dibahas soal penambahan dana dan pasukan ke Afganistan. Bukankah seharusnya bila Afganistan semakin aman, pasukan dan dana jadi berkurang ? Apakah yang sesungguhnya terjadi ?

Pembaca yang rajin mencari dari sumber alternatif akan menemukan berita menarik. Sehari sebelum Kabul jatuh, pemimpin tertinggi Taliban memerintahkan pasukannya untuk mundur ke pedalaman untuk mulai mempersiapkan diri dalam perang yang sangat panjang. Beberapa ratus pasukan diminta bertahan yang kemudian kalah, ditawan dan dibawa ke penjara di Mazar-i-Sharif. Dalam perjalanan ke penjara, puluhan orang mati lemas dalam truk container karena kekurangan oksigen. Peristiwa ini selanjutnya memicu terjadinya kerusuhan dalam penjara tsb.

Bayi Afganistan tewas terkena uranium, salah satu senjata yang digunakan pasukan koalisi AS. Anda mengerti kenapa militan muslim ngamuk & menyerang tempat2 bersimbol Amerika ?

Bayi Afganistan tewas terkena uranium, salah satu senjata yang digunakan pasukan koalisi AS. Anda mengerti kenapa militan muslim ngamuk & menyerang tempat2 bersimbol Amerika ?

Setahun setelah mundur dari Kabul, Taliban sudah mengorganisasi diri kembali. Tahun 2003 adalah tahun kembalinya perlawanan, di mana sebuah faksi besar yang dulu bertikai dengan Taliban, Hezbi Islami pimpinan Gulbudin Hekmatyar mengikrarkan diri bersama Taliban memerangi tentara pendudukan. Kelompok ini banyak beroperasi di provinsi Herat dan Farah. Bantuan lain datang dari kelompok Jalaludin Haqqani yang mayoritas berada di provinsi Kunar, Nagahar, Nuristan dan sekitar Waziristan di wilayah Pakistan.

Baik Gulbudin Hekmatyar maupun Jalaluddin Haqqani adlah “jenderal besar” yang sangat disegani pada masa pendudukan Uni Soviet. Keduanya adalah legenda hidup bagi para mujahidin. Mereka juga punya banyak pengikut. Pada masa Taliban berkuasa, Haqqani yang sebelumnya menentang Taliban akhirnya kompromi dan diberi kedudukan sebagai menteri pertahanan. Sementara Gulbudin Hekmatyar bersama beberapa petinggi Hezbi Islami memilih hijrah ke Iran.

Menurut catatan resmi, hingga awal Januari 2009 ada sekitar 55.100 pasukan koalisi di Afganistan. Mereka berasal dari 26 negara anggota NATO dan 10 negara bukan NATO. Angka itu naik hampir 2 kali lipat dari 3 tahun sebelumnya. Bahkan Juli ini keluar lampu hijau kalau AS akan menambah 22 personel lagi yang dialihtugaskan dari Irak. Hingga akhir tahun ini, jumlah pasukan AS di Afganistan lebih dari 50.000 personel.

Kontingen Kanada dan Inggris ditempatkan di daerah selatan yang membara. Inggris dengan 8.300 tentara di provinsi Helmand dan Kanada dengan 2500 lebih pasukan di Kandahar. Sementara AS menempatkan pasukannya di 13 provinsi lainnya seperti Zabul, Paktia, Paktika, Khos dan Kunar. Ketiga negara ini merupakan penyumbang korban terbesar, sekitar 75% dari total 1.200 korban tewas yang diklaim pihak koalisi. Sementara korban luka di atas 10.000 orang.

Jerman dengan 3.220 pasukan semula menolak ditempatkan di luar Kabul. Jerman akhirnya mengalah dan memilih daerah utara yang relatif aman, yaitu Kunduz dan Badaksan. Belanda menempatkan 1.770 pasukan di provinsi Urugzan dan Italia dengan 2.350 orang bermarkas di Heart. Dua negara lainnya yang mengirim lebih dari 1000 pasukan adalah Australia ( 1.080 ) dan Polandia ( 1.130 ).

Swiss, Serbia dan Korea Selatan ( Korsel ) sudah menarik pasukan setelah 21 orang misionarisnya diculik pada Juli 2007. Juni 2008, Korsel kembali lagi dengan sedikit pasukan untuk mengoperasikan rumah sakit kecil di dekat Bagram.

Dua negara telah menyatakan akan menarik pasukannya setelah mandat usai, yaitu Belanda dan Kanada. Mundurnya 2 negara ini tidak akan berpengaruh banyak pada strategi perang, karena pasti akan diganti pasukan lain. Meski demikian, akan memberi dampak negatif pada perpolitikan dalam negeri negara lain yang warganya akan mendesak pemerintah agar tentara mereka segera angkat kaki dari Afganistan. Tahun 2007 Kanada sempat mengancam akan menarik pasukannya bila NATO tidak menambah tentaranya.

Kini memasuki tahun ke 8 pendudukan di Afganistan, publik dunia semakin sadar bahwa perang semakin jauh dari usai. Tidak ada satu pun komandan militer atau juru bicara militer dari pasukan koalisi yang berani mengatakan kapan operasi militer akan berakhir, tidak juga para petinggi NATO.

Para analis militer memperkirakan, perang masih akan berlangsung beberapa dekade lagi. Baik pihak militer maupun analis sepakat bahwa Taliban makin solid, lebih terorganisir dan lebih berbahaya dari sebelumnya.

Korban sipil Afganistan, sejak kedatangan Amerika cs di bumi mujahidin.kebiadabantentaranatodiafganistan

Korban sipil Afganistan, sejak kedatangan Amerika cs di bumi mujahidin.

Para petinggi NATO, perdana menteri Inggris, Gordon Brown, dan terutama presiden AS, Barack Obama sepakat bahwa perang harus dilanjutkan sampai tuntas. Juli 2009 ditandai dengan digelarnya operasi militer paling besar selama ini. Targetnya adalah membersihkan provinsi Helmand dari cengkeraman Taliban. Berbeda dengan sebelumnya, operasi militer kali ini diberi sandi lokal “Khanjar” yang artinya Pedang.

Tahun ini serangan Taliban meningkat 45% dari sebelumnya. Padahal pasukan multinasional ( International Security Assistance Force/ ISAF ) sudah meggelar lebih dari 80 kali operasi militer. Hingga pertengahan tahun ini saja ISAF sudah menggelar 4 kali operasi militer, yaitu operasi Dinner Out, Battle for Kunduz, Panther Claws dan Khanjar.

Akankah operasi Khanjar kali ini meraup sukses dalam arti yang sebenarnya ? Yang jelas, baru2 ini kita dikejutkan dengan video seorang tentara AS yang diculik Taliban. AS mengklaim keberhasilan berbagai serangan mereka. Sebaliknya, sumber2 tak resmi memperkirakan, pasukan AS berhasil dipukul mundur di beberapa wilayah pegunungan yang terisolasi.

Kalau begitu, tak salah apa yang diucapkan tentara yang ada dalam tayangan video tadi ketika ditanya soal perang.”It’s extremely hard,” katanya. ( I.B.Mulyanto/PR, 26/7/2009 )

Company Logo design
hit counter
Iklan
Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: