dari Palestina sampai Indonesia

20.000 warga Malaysia berdemo, tuntut cabut ISA yang menahan orang tanpa sidang

Posted in dunia muslim by nurray on 04/08/2009

Pemerintah Malaysia, Minggu ( 2/8/2009 ) mendapat kecaman dari kubu oposisi, menyusul penangkapan ratusan orang dan penggunaan gas air mata serta meriam air, saat membubarkan massa yang memprotes UU Keamanan Dalam Negeri ( Internal Security Act/ ISA ). ISA mewenangkan penahanan tanpa proses persidangan.

Lebih 589 orang ditahan dalam unjuk rasa, yang diikuti sekitar 20.000 orang di Kuala Lumpur, hingga Minggu ( 2/8/2009 ) belum dibebaskan.”Saya baru pertama kali mengalami, polisi tanpa pandang bulu menggunakan gas air mata dalam membubarkan massa hingga berdampak iritasi mata,”kata Lim Kit Siang, mantan anggota legislatif dari kubu oposisi, yang ikut bergabung dengan massa.

Lim mengecam PM Najib Razak atas tindakan keras polisi, sekitar 5.000 personel, termasuk anggota skuadron anti huru-hara. Massa sempat bermain kucing-kucingan dengan pasukan keamanan saat menggelar aksi.”Ini indikasi Najib Razak yang paling kejam diantara semua perdana menteri sejak Malaysia merdeka 1957,”katanya.

Najib  yang tahu rencana aksi unjuk rasa besar-besaran ini, cuma mengatakan, polisi telah menjalankan tugasnya dengan baik untuk memelihara keamanan.”Demonstrasi jalanan seharusnya tidak dilanjutkan dan pemerintah akan mengambil tindakan,”katanya, seperti dikutip kantor berita Malaysia, Bernama.

Mendagri, Hishamuddin Hussein, yang bertanggung jawab terhadap kekuatan kepolisian melaporkan bahwa ISA harus diamandemen secepatnya dan dibahas saat sidang parlemen mendatang. Kelompok oposisi dan HAM menyerukan, agar undang2 era kolonial yang telah digunakan untuk menahan orang yang melawan pemerintah dan tersangka teroris ini, harus dicabut.

Latifah Koya, pengacara pengunjuk rasa mengatakan, polisi terus menahan anggota legislatif oposisi senior, R.Sivarasa dengan istri dan putranya berdasarkan ISA. Dua anak lainnya juga ditahan. Rakyat yang memakai kaus berlogo anti-ISA juga ditangkap.

Pengamat politik, Khoo Pay Peng mengatakan, hasil pemilu 2008 menunjukkan melemahnya koalisi Barisan Nasional. Rakyat Malaysia kini menginginkan kebebasan. ( AFP/PR, 3/8/2009 )

Iklan
Tagged with:

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Singal said, on 05/08/2009 at 00:33

    Menakutkan…menahan orang tanpa alasan yang sah.

  2. nurray said, on 07/08/2009 at 07:19

    @ pak Singal :
    Malaysia, Singapura boleh maju ekonominya, tapi kehidupan politiknya tak sebebas warga Indonesia. Demokrasi kita lebih maju dari mereka. Contoh saja, kasus tewasnya David Hartanto.Yang ditudingkan pihak kampus ( NTU ) ; David bunuh diri setelah membacok dosen pembimbingnya, Prof.Chan Kap Luk. Padahal, hasil otopsi dari Tim Verifikasi kita, jelas2 David dibunuh oleh orang2 yg menginginkan hasil penelitiannya ( 3 D display ). Chan ternyata adalah staf ahli Departemen Pertahanan Singapura, yg sudah mengoleksi beberapa paten sebelumnya. Semua saksi yang semula mendukung pihak keluarga David, termasuk pengacara top Singapura yg sudah dibayar mahal, mendadak kompak tutup mulut. Kasus David akhirnya ditutup hingga kelak jika ditemukan bukti & saksi baru. Kita perlu boikot wisata Singapura untuk menekan pemerintah & penduduk Singapura agar menjunjung kebenaran & keadilan.
    Anwar Ibrahim, pemimpin oposisi Malaysia, dulu salah satu korban UU ISA ini. Karena menentang Mahathir Mohammad, ia disiksa di penjara sampai harus dirawat lama di rumah sakit Jerman. Anwar bersama kawan2 oposisi, kemarin berdemo meminta pencabutan ISA. Tapi, malang, kini ia ditahan lagi dan belum dibebaskan sampai hari ini. Ngeri, ya …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: