dari Palestina sampai Indonesia

600 tewas, ketika muslim Nigeria ingin memberlakukan hukum syariah

Posted in dunia muslim by nurray on 04/08/2009

Pasukan keamanan Nigeria mengepung lalu menyerbu sebuah masjid, dan menghabisi kelompok Islam yang disalahkan dalam aksi kekerasan yang terjadi di utara Nigeria. Dalam pertempuran bersenjata itu lebih dari 100 orang terbunuh.

Mayat2 anak muda tanpa alas kaki, terkapar di jalanan Maiduguri, Kamis ( 30/7/2009 ) pagi saat tentara memimpin perburuan anggota kelompok itu dari rumah ke rumah. Polisi mengatakan, sebagian besar korban meninggal adalah pejuang muslim. Menurut komandan militer Mayjen Saleh Maina, pemimpin kelompok itu, Mohammed Yusuf, melarikan diri bersama 300 pengikutnya, sedangkan, wakilnya terbunuh Rabu ( 29/7/2009 ) malam dalam serangan bom.

Bentrokan antara petugas keamanan dan milisi Islam dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah tempat seperti di kota Maiduguri, Borno, Bauchi, Kano, dan Yobe, telah menelan korban 600 orang lebih. Sebagian anggota milisi Boko Haram ( artinya pendidikan Barat adalah dosa ) melarikan diri dan menyerang balik kantor polisi. Kelompok ini berniat menggulingkan pemerintahan Nigeria dan memberlakukan hukum syariah.

Serangan militer di kota Maiduguri utara dilancarkan setelah pasukan keamanan mendapat tambahan sekitar 1000 prajurit. Aksi penyerbuan ke masjid itu disaksikan sejumlah wartawan. Masjid terlihat berlubang besar, sedikitnya 50 mayat dalam masjid, 50 mayat di luar masjid bergelimpangan. Kelompok Boko Haram hanya dilengkapi dengan senjata berburu buatan, panah dan parang. 5 mayat juga ditemukan di luar sebuah rumah besar dekat masjid. Maina mengatakan, seorang berjanggut yang diyakini sebagai Bukar Shekau, wakil ketua kelompok sekte Boko Haram, tewas.

“Misi ini telah selesai,” kata Maina, yang memimpin serangan.

Boko Haram ingin menerapkan hukum syariah di negara multi agama itu. Mereka melancarkan aksi serangan terhadap kantor polisi, gereja, tahanan dan gedung pemerintahan. Gelombang serangan dimulai Minggu ( 26/7/2009 ) lalu di kawasan Borno, yang kemudian dengan cepat menyebar ke 3 wilayah lainnya di utara Nigeria. Akibat aksi kekerasan itu, sedikitnya 1000 orang mengungsi menyusul sekitar 3000 orang lainnya yang telah lebih dulu pergi. Pusat kekerasan terjadi di Boko Haram, kawasan yang berdekatan dengan Maiduguri, tempat militer melancarkan pengeboman.

Kelompok Boko Haram dikenal dengan nama berbeda-beda, termasuk diantaranya Al-Sunna wal Jamma atau Pengikut Ajaran Muhammad. Sejumlah pejabat menyamakan kelompok ini dengan Taliban meski tidak diketahui apakah kelompok ini berafiliasi pada pejuang Taliban di Afganistan atau tidak. Boko Haram dilaporkan beranggotakan banyak elite, termasuk dosen perguruan tinggi. Mereka meninggalkan pekerjaan dan menjual rumahnya untuk bergabung dengan kelompok ini. Vanguard dan koran the Nigerian Guardian melaporkan bahwa polisi di Sokoto telah menahan bekas dosen Kadiru Atiku yang dipercaya menjadi pemimpin setempat Boko Haram.

Gubernur wilayah Borno, Ali Modo Sheriff kepada wartawan mengatakan bahwa ia menerima laporan kalau Yusuf terlihat di sebuah desa sektar 45 km timur laut Maiduguri. Ia meminta militer dikirimkan ke wilayah tsb. Dalam aksi kekerasan lainnya, surat kabar Nigeria Vanguard, Kamis ( 30/7/2009 ), melaporkan bahwa militan telah menyerang pasukan keamanan di wilayah Yobe yang menewaskan sekitar 43 orang.

Presiden Nigeria, Umaru Yar’Adua dikecam karena pergi ke Brasil, Selasa ( 28/7/2009 ), saat negaranya dilanda kerusuhan. Dalam bantahannya, Umaru menyatakan bahwa sebelum keberangkatannya ke luar negeri, situasi di Nigeria terkendali.

Nigeria adalah negara dengan penduduk sekitar 140 juta jiwa. Negara itu kerap terpecah antara kelompok Kristen yang mendominasi wilayah selatan Nigeria dan kelompok Muslim yang berada di wilayah utara. Hukum syariah telah diterapkan di 12 negara bagian di utara, setelah pemerintah Nigeria kembali ke pemerintahan sipil pada tahun 1999, menyusul tumbangnya rezim militer.

Sejauh ini, jumlah persisnya korban meninggal, luka, atau mereka yang ditahan dalam kerusuhan itu belum diketahui dengan pasti. Tim sukarelawan dari Apollus Jediel menyatakan, setidaknya 4000 orang telah kehilangan tempat tinggal. ( PR, 31/7/2009 )

Pemimpin milisi muslim, Boko Haram, ditembak mati setelah minta ampun ?

Pasukan keamanan Nigeria menembak mati pemimpin milisi Boko Haram, Mohammed Yusuf ( 39 ), Kamis ( 30/7/2009 ) waktu setempat. Yusuf dituduh mendalangi aksi kekerasan yang menelan nyawa ratusan orang. Moses Anegbode, pejabat senior kepolisian mengatakan pada televise Nigeria, BRTV, petugas keamanan menembak Yusuf, yang bergaya Taliban, setelah Yusuf berusaha kabur dari kepungan pihak keamanan.

Seorang wartawan kantor berita Perancis ( AFP ), melihat mayatnya yang telanjang dipenuhi lubang peluru, di salah satu markas polisi. Yusuf digeletakkan bersama dengan belasan mayat lainnya yang sebelumnya dibawa dari lokasi bentrokan.

BRTV menayangkan sejumlah wartawan lokal, tentara dan polisi bersorak merayakan kemenangan itu, di sekitar tubuh korban. Seorang petugas mengatakan, ia khawatir Yusuf akan lolos sebelum dibawa ke pengadilan.”Lebih baik dibebaskan dengan cara menghakiminya melalui lubang peluru di tubuhnya,” kata yang lain. Seorang polisi mengatakan bahwa Yusuf meminta maaf dan ampun sebelum ditembak mati. ( PR, 1/8/2009 ). Yang benar terjadi ?

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: