dari Palestina sampai Indonesia

Kepastian hukum & keamanan investasi jika KPK survive

Posted in indonesia by nurray on 26/08/2009

Upaya pelemahan KPK dinilai sudah memasuki babak akhir. Jika tak cepat dicegah, lembaga tsb akan tenggelam dan upaya pemberontakan korupsi di Indonesia akan mandek.”Upaya menghancurkan KPK telah berhasil sebab seluruh jajaran petinggi lembaga itu kini semakin sengit berseteru justru karena perkara suap dalam penanganan korupsi,” kata praktisi hukum, drs.M.Nashihan, SH, MH.

Antasari Azhar dalam beragam pose. Ia dijerat kasus oleh kelompok konspirasi besar. Semoga kebenaran masih bertahta di negeri ini.

Antasari Azhar dalam beragam pose. Ia dijerat kasus oleh kelompok konspirasi besar yang tak ingin korupsi diberantas tuntas. Semoga kebenaran masih bertahta di negeri ini. Semoga Antasari bisa secepatnya kembali ke keluarganya & namanya dibersihkan dari segala tuduhan.

Ia mengaku trenyuh sebab tak seharusnya KPK berada dalam kondisi seperti ini.”Saya sangat berharap semua pihak berpikir jernih soal ini dan mampu menilai secara obyektif kalau tak ingin penanganan hukum di Indonesia khususnya perkara korupsi benar2 hancur.” Kasus korupsi adalah salah satu pembuktian keseriusan pemerintah memberangus kejahatan keuangan di Indonesia. Secara psikis, rangkaian pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK telah meninggalkan efek jera bagi pejabat lain.


“Yang lebih penting, dengan mengikis tindak pidana korupsi, akan memberikan multiplier effect, khususnya kepastian hukum untuk siapapun. Sementara itu, kepastian hukum ini sangat diperlukan oleh kalangan investor yang ingin menanamkan uang di Indonesia,”kata Nashihan. Penegakan hukum melalui pemberantasan korupsi mempunyai makna penting kalau bangsa Indonesia ingin maju, karena ada efek langsung pada perekonomian.


Komisi III DPR ingin seleksi ulang ketua KPK meski makan biaya besar ??


Kendati opini terhadap pelemahan KPK terus terbentuk, namun Komisi III DPR menyatakan siap melakukan fit and proper test untuk memilih ketua KPK yang baru menggantikan Antasari Azhar. Pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan ini menunggu daftar calon yang diajukan pemerintah kepada DPR. ”Proses itu kita lakukan setelah ada usulan dari pemerintah. Istilahnya kita tunggu bola,” kata Suripto, wakil ketua komisi III. Menurutnya, belum ada sinyalemen dari pemerintah untuk segera mengajukan nama dari calon yang diseleksi ke DPR. Pemilihan baru dilakukan setelah berkas Antasari terkait kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dilimpahkan ke pengadilan.


Mengenai bentuk pencalonan, Suripto mengusulkan agar dilakukan seleksi ulang, untuk membuka peluang peminat baru. Meski demikian, keputusan melakukan fit and proper test calon ketua baru akan ditentukan terlebih dahulu oleh rapat internal di DPR.”Kalau memilih dari calon dari hasil fit and proper test yang lalu itu logikanya enggak nyambung. Itu kan untuk memilih calon pada waktu itu, sekarang kan pemilih yang baru, berarti harus pemilihan ulang. Memang biaya besar, tetapi menurut saya itu lebih membuka peluang bagi yang berminat untuk mencari calon yang qualified.”


Komen Nurray :


Duit mbahmu. Menggelikan mendengar ucapan2 anggota Komisi III DPR dan Kejaksaan Agung. Mereka seperti ada di dunianya sendiri, terlepas dari sindiran media dan keinginan mayoritas orang di negeri ini untuk mempertahankan KPK dan pimpinan2nya yang ada sekarang. Rupanya, banyak kucing dalam karung ketika pileg 2004 diselenggarakan. Atau mungkin juga permainan uang dan lobi2 tidak sehat ketika nomor2 jadi itu kemudian menduduki posisinya di parlemen.


Bebal dan tebal muka, mereka mewakili diri dan kelompoknya sendiri. Rakyat dan pemerintah tak ingin ketua KPK diganti, sebaliknya oknum2 DPR, Kejaksaan dan Polri seperti kafilah berlalu, tak peduli, tanpa malu mewacanakan seleksi ulang KPK. Yang kotor itu kalian, bukan KPK. Kalian apel2 busuk itu ! Kalian-lah yang harus diseleksi ulang, bukan KPK.


Saya pikir kita harus menunggu anggota DPR yang baru ( pileg 2009 ) untuk melanjutkan agenda pemberantasan korupsi, terutama soal pimpinan KPK dan penetapan UU Pengadilan Tipikor. Semoga Mahkamah Konstitusi mau memberi tambahan waktu penetapan UU tsb. Untuk kemaslahatan rakyat banyak dan masa depan bangsa ini.


27 jaksa dikerahkan Kejagung menangani Antasari secara jujur & adil ??


Sebanyak 27 jaksa disiapkan untuk menangani kasus pembunuhan yang diduga melibatkan ketua KPK non aktif, Antasari Azhar. Mereka jaksa pilihan Jaksa Agung.”Kejaksaan Agung menjamin ke-27 jaksa tsb tidak memiliki hubungan atau kaitan langsung dengan Antasari. Kejagung menginginkan kasus ini ditangani secara jujur dan adil,” kata direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar, M.Iriawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin ( 24/8/2009 ).


Hal itu terkait dengan sudah lengkapnya ( P-21 ) berkas pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen. Menurut rencana, berkas yang melibatkan 4 tersangka yakni ; Antasari Azhar, Wiliardi Wizar, Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lou, akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, Selasa ( 25/8/2009 ).


Di tempat terpisah, Kapuspenkum Kejagung, Jasman Panjaitan mengatakan, dengan ditetapkan P-21 oleh Kejaksaan, masa penahanan keempat tersangka tidak melampaui batas sebagaimana diatur KUHAP, yaitu selama 120 hari. Proses selanjutnya, para tersangka dan barang bukti akan diserahkan dari penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, sesuai tempat kejadian perkara,” ujarnya.


Selanjutnya, kewenangan penahanan terhadap para tersangka berada di kejaksaan hingga dilimpahkan ke pengadilan dengan batas waktu yang sama dengan penyidik, yaitu selama 120 hari.”Penahanan awal 20 hari. Kami harapkan tidak ada perpanjangan ( penahanan ) di kejaksaan, meskipun bisa diperpanjang penahanan. Setelah dilimpahkan ke pengadilan, kewenangan penahanan berada di pengadilan.” ( PR, 25/8/2009 )


Komen Nurray :


120 hari di penyidik, 120 hari di kejaksaan, 120 hari di pengadilan, waahh… Antasari benar2 dikerjain Susno, Jasman dan Azlaini. Kejagung menyiapkan 27 jaksa yang tidak memiliki hubungan atau kaitan langsung dengan Antasari. Mungkinkah mereka kredibel dan berintegritas tinggi untuk melihat fakta sebenarnya ? ( kalau iya, tentu mereka yang terpilih sebagai pimpinan KPK kemarin itu, bukan Antasari ) Ataukah mereka hanya teman2 Jasman dan Urip, barisan sakit hati yang berupaya take revenge dengan menghalalkan segala cara termasuk mengingkari sumpah jabatan. Atau cuma para jaksa yang berusaha menyelamatkan nama dan dapurnya masing2 ? We’ll see.


Dari pihak Antasari, 27 pengacara tangguh semoga tak sulit didapat. Semoga masih banyak pendekar hukum yang sejati, yang sudi berjuang tanpa pamrih. Kita lihat pertarungan antara kebenaran dan kebatilan di ruang sidang pengadilan di negeri ini tak lama lagi. Semoga para konspirator segera kena batunya dan menerima akibat sepadan dari seluruh perbuatannya yang keji. Amin.


Ketua DPR kebelet mengganti ketua KPK. Takut keburu diciduk Antasari juga ?


Agung Laksono, ketua DPR, minta presiden SBY segera mengajukan nama pengganti Antasari Azhar menyusul rencana pelimpahan perkara ketua KPK non aktif itu ke Kejaksaan. Penyidik Polda Metro Jaya menyerahkan barang bukti dan tersangka pembunuhan Nasrudin ( yang penuh kejanggalan itu ) ke Kejari Jakarta Selatan.“Kalau sudah masuk proses menjadi terdakwa, diharapkan segera ada pergantian sehingga wajah lembaga pemberantasan korupsi clear and clean.”


Agung berharap, seleksi calon pengganti Antasari bisa dilakukan oleh DPR periode sekarang. Ia menjelaskan, pasal 30 ayat 9 UU 30 tahun 2002 tentang KPK, menyebutkan presiden mengajukan calon komisioner KPK dengan rasio 2 banding 1. Khusus untuk pengganti Antasari, berarti presiden harus mengajukan 2 calon ke DPR untuk kemudian diseleksi. Lebih baik sebelum periode ini berakhir, apalagi kalau sudah P-21, katanya.


Selain Antasari, 3 tersangka lain, yakni Kombes Wiliardi Wizard ( mantan Kapolres Jaksel ), Sigit Haryo Wibisono ( bos media cetak nasional ) dan Jerry Hermawan Lo ( perantara pembunuhan ) diserahkan ke Kejari Jaksel. Mensegneg, Hatta Rajasa mengatakan, keppres pemberhentian Antasari Azhar masih menunggu surat resmi dari pihak kepolisian dan KPK, tentang status hukum Antasari. Hatta menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan resmi tentang status hukum Antasari. UU no. 30/ 2002 tentang KPK, menyatakan bahwa presiden memberhentikan anggota KPK setelah statusnya menjadi terdakwa.


Kejari Jaksel, Setia Untung Arimuladi, menyatakan berkas Antasari dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, setidaknya awal September 2009. Dengan adanya penyerahan tahap kedua itu, tersangka dan barang bukti sudah diserahkan pada jaksa penuntut umum ( JPU ). Kewajiban JPU untuk mengajukan dan melimpahkan ke PN Jaksel. Kuasa hukum Antasari, M.Assegaf menyatakan,”Barang bukti itu, seperti barang yang disita dari kamar kerja Antasari Azhar.”


Antasari meminta jaksa meneliti lagi berkas perkara pembunuhan yang menyeret dirinya.”Saya mohon pada jaksa penuntut untuk melihat lagi berkas2 saya. Meneliti kembali apa perkara saya layak untuk dilimpahkan ke pengadilan,” katanya, ketika dibawa meninggalkan Kejari Jaksel. Ia pasrah dicopot sebagai ketua KPK, jika statusnya berubah menjadi terdakwa. Kata Assegaf, Antasari menerima karena itu memang peraturan ( seseorang menjadi terdakwa harus dicopot dari jabatan ketua KPK ).


Assegaf menegaskan, Antasari tak punya hak untuk membantah peraturan tsb. Namun, Assegaf enggan berkomentar tentang kemungkinan Antasari menjadi target untuk diberhentikan dari jabatan ketua KPK tsb. Ia hanya menyatakan, adanya skenario besar dalam kasus pembunuhan direktur PT.PRB itu akan diungkapkan dalam persidangan.”Skenario besar nanti akan diungkapkan,” katanya. ( PR, 26/8/2009 )

Para casting yang didapuk oknum Polri sebagai pembunuh Nasruddin, untuk mengalihkan kasus suap & korupsi di lingkungan kepolisian, kejaksaan & DPR.

Para casting yang didapuk oknum Polri sebagai pembunuh Nasruddin, untuk mengalihkan kasus suap & korupsi di lingkungan kepolisian, kejaksaan & DPR.


free html visitor counters
hit counter

Tagged with: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: