dari Palestina sampai Indonesia

Afganistan pasok 90 % opium dunia. AS atau Taliban yg menjadi bandarnya ?

Posted in afganistan by nurray on 23/09/2009

AS merasa kalah lawan mujahid Afganistan.

Pejuang Taliban tengah mengincar musuh bebuyutannya, pasukan Amerika cs yang mengobok-obok negaranya selama 8 tahun.

Pejuang Taliban tengah mengincar musuh bebuyutannya, pasukan Amerika cs yang mengobok-obok negaranya selama 8 tahun, demi minyak juga opium.

Pagi ini saya mendengar dari radio Trijaya FM ; telah bocor laporan ke presiden Barack Obama, bahwa pasukan AS merasa kalah di Afganistan, karena pemerintahan boneka yang mereka bentuk, menjadi pemerintahan korup. Berita itu dirilis di koran “Washington Post”. “It’s extremely hard”, keluh tentara AS, menghadapi liatnya pertahanan Taliban yang persenjataan jauh di bawah pasukan koalisi pimpinan AS yang menduduki Afganistan, sejak 8 tahun lalu.

Saya jadi teringat komik “Asterix”. Di situ ada suku Galia yang sangat pemberani menghadapi tentara Romawi yang terkenal adidaya saat itu. Kehadiran tentara Romawi menjadi incaran Asterix, Obelix dan penduduk Galia, terlebih setelah meminum ramuan Panoramix. Pemburuan tentara Romawi, bagi bangsa Galia lebih mengasyikkan dari perburuan celeng hutan, makanan kesukaan penduduk Galia. Melihat peta suku Galia, sepertinya di lokasi bangsa2 Arab masa Nabi. Pengikut Rasulullah dikatakan bangsa barbar oleh bangsa Yahudi, Romawi, yang saat itu peradabannya lebih maju. “Bangsa barbar” ini pun tidak takut menghadapi bala tentara Romawi dan mengalahkannya. Di milineum ke 2 ini, pejuang Taliban mengulanginya, melawan para keturunan Romawi dengan senjata lebih modern.

Bayangkan, para pejuang Afganistan ini sengaja mencari cara untuk bisa mati syahid di medan tempur. Berebut menghajar pasukan asing yang mengobok-obok negerinya. Senyum sumringah dengan rompi penuh bom, siap berlari sekencang mungkin menyambut kematian, sekaligus jamuan Allah di negeri akhirat. Ini sungguh pemandangan yang mengerikan buat tentara asing. Keyakinan macam apa yang membuat seseorang menjadi senjata paling berbahaya dan siap mati ? Saya juga ingat peristiwa Palagan Ambarawa, di mana tentara sekutu yang bersenjata lengkap begitu ketakutan ketika markasnya diserang oleh rakyat yang tak bersenjata, hingga terpaksa mundur ke Semarang. Mungkinkah ada tentara tak terlihat ( malaikat ) yang membantu para bondo nekad ini menggetarkan musuhnya yang jauh lebih kuat ? Ajaib.

Tapi pada kesempatan ini, saya tak menceritakan soal bondo nekad. Masih soal Afganistan, tetapi mengenai opium yang menjadi salah alasan politis AS menginvasi negerinya Taliban. Betulkah opium menjadi ladang pemasukan perjuangan Taliban ? Islam dengan perdagangan heroin ? Fitnah macam apa pula ini ? Setahu saya, pejuang Taliban tetap sederhana dilengkapi senjata murah meriah. Berbeda dengan pasukan 20 anggota NATO dan 26 negara simpatisannya yang berpakaian dan bersenjata mahal nan lengkap, mengacak-acak bumi Afganistan. Lebih masuk akal kalau keuntungan penjualan heroin itu masuk kantong negara2 imperalis itu untuk membiayai invasinya di Afganistan selama bertahun-tahun. Masak cuma 2 – 4 % saja lahan opium yang rusak, padahal sekujur Afganistan terutama kantong2 Taliban luluh lantak oleh pengeboman AS cs. Tentara Belanda di Medan dulu juga menggunakan heroin untuk merusak pribumi dan petani yang melawan. Namun demikian, kita simak dulu berita yang ada ( kita susul/ konfirmasi dengan info2 selanjutnya untuk men-counter berita tak sedap ini ). Selamat menyimak.

Afganistan pasok 90 % opium dunia. AS atau Taliban yg menjadi bandarnya ?

Penanaman opium di Afganistan menurun drastis hingga 22 % tahun ini menyusul harganya yang jatuh. Kejatuhan harga yang terendah dalam 10 tahun terakhir ini menyebabkan para petani opium terpaksa mengganti tanaman opium mereka dengan tanaman lainnya. Berdasarkan data tahunan PBB yang dipublikasikan Rabu ( 2/9/2009 ), dibandingkan dengan tahun lalu jumlah petani yang terlibat dalam penanaman dan perdagangan obat ilegal itu turun hingga 800.000 petani.

Barat yang telah berjuang memusnahkan tanaman opium dalam 8 tahun masa perjuangannya melawan Taliban di Afganistan, dipastikan menyambut baik penurunan angka tsb. Penurunan yang kedua dalam 2 tahun terakhir, tampaknya hasil ekonomi sederhana, bukan penegakan hukum. Hanya 4 % hasil panen yang dihancurkan, 2 % produk panen yang dirampas. Pihak Barat selau menyatakan bahwa perjuangan Taliban didanai hasil perdagangan opium. Budi daya opium juga memicu korupsi dan kejahatan di Afganistan, sehingga melemahkan negara tsb.

Tanaman opium tengah berbunga. AS atau Taliban yang menjadi bandar opium sebenarnya ?

Tanaman opium tengah berbunga. AS atau Taliban yang menjadi bandar opium sebenarnya ?

Afganistan sudah sejak lama menjadi produsen opium dan memasok 90 % opium dunia. Opium/ candu/ madat adalah getah buah Papaver sommiferum yang belum masak yang dikeringkan. Opium merupakan bahan dasar membuat heroin. Penurunan produksi opium Afganistan mulai terjadi tahun 2007.”Sejak saat itu kejatuhan harga terendah di pasar opium Afganistan mulai terjadi. Ini merupakan hasil dari penyambutan atas kabar baik berdirinya sebuah demokrasi yang diyakini akan membawa kemajuan di Afganistan,”kata Antonio Maria Costa, direktur eksekutif PBB bagian Narkoba dan Kriminal ( UNODC ).

Tahun ini sebanyak 123.000 hektar lahan digunakan untuk meningkatkan produksi opium, sedikit menurun dibandingkan lahan tahun 2008, yakni seluas 187.000 hektar. Menurut PBB, penurunan luasan lahan terjadi di wilayah provinsi Helmand, di mana AS dan Inggris memusatkan perang mereka melawan Taliban. Budi daya opium di Helmand menurun sepertiganya dari semula 103.590 hektar pada 2008 menjadi 69.833 pada 2009. Meski budi daya opium menurun, namun jumlah produksi opium hanya menurun 10 %. Para petani memproduksi 6.900 ton opium pada 2009, sedangkan pada 2008 sebanyak 7.700 ton.

Jumlah produksi tsb lebih banyak dibandingkan dengan konsumsi dunia yang hanya 5.000 ton. Mungkin ini yang menyebabkan penurunan dan kejatuhan harga opium. Apalagi kelebihan pasokan sudah terjadi sejak 1990-an.”Kelebihan itu telah menghasilkan stok, ekses pasokan, akibatnya keseimbangan pasar bergeser dan menyebabkan harga menurun, sehingga merugikan petani yang berbudi daya opium,”ungkap Costa.

Penurunan harga opium tahun ini telah mendorong penurunan nilai total opium Afganistan hingga 40 % menjadi hanya 438 milyar USD. Costa mengingatkan, penurunan budi daya opium patut diwaspadai, karena dikuatirkan hanya untuk melakukan koreksi pasar, memicu tren penurunan pasokan sehingga harga bisa dipulihkan. Selain itu, selama Afganistan masih memproduksi opium lebih banyak dibanding konsumsi dunia, akan selalu ada resiko yang besar atas persediaan obat sebagai tabungan dana masa mendatang.

Opium saat ini menyumbang 4 % PDB Afganistan, turun dibandingkan 7 % tahun lalu. Tahun 2002, setahun setelah Taliban digulingkan, sempat mencapai 27 %. ( PR, 3/9/2009 ).


hit counters
hit counter

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: