dari Palestina sampai Indonesia

Jangan tunggu pengadilan. Rekaman bukti rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK, buka sekarang

Posted in indonesia by nurray on 28/10/2009

SBY

Presiden SBY jika cermat & cepat membaca gelagat kriminalisasi pimpinan KPK sejak awal, serta berani bersikap tegas pada Kapolri & Kejagung yang dipilihnya, bola salju takkan bergulir sampai sebesar ini. Pelajaran mahal untuk pemimpin Indonesia berikutnya.

bambang

Kapolri Bambang Hendarso Danuri. Saya masih terheran-heran, kenapa SBY masih mempertahankannya di KIB II ?

jaksaagung
Jaksa Agung, jelas tidak cakap menggawangi Kejaksaan Agung. Wajahnya mirip Kapolri Bambang. Jauh dari kesan garang alias lembut, tidak mengancam, tapi gampang dikadalin anak buahnya yang jahat2. Kenapa SBY masih mempertahankan pemimpin gagal ini ? Sampai kasus Anggoro nyaris menggulung SBY sendiri.

Presiden SBY membantah dirinya terkait dalam dugaan rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK seperti yang disebut dalam transkrip rekaman pembicaraan antara Anggodo Widjojo ( adik buron KPK, Anggoro Widjojo ) dan Wisnu Subroto ( mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen ).”Presiden menegaskan, tidak pernah ada pembicaraan presiden dengan siapa pun tentang masalah itu. Berita itu adalah aksi pencatutan nama oleh orang menyatakan itu dan sama sekali tidak benar,”kata jubir presiden Dino Patti Djalal kepada wartawan di Istana Presiden, Jakarta, Selasa ( 27/10/2009 ). SBY meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh berita yang belakangan ini sering menyeret nama presiden dalam kasus dugaan rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK.

Nama presiden Yudhoyono muncul dalam transkrip pembicaraan antara Anggodo dan Wisnu yang disadap oleh KPK antara Juli hingga Agustus 2009, dan telah beredar di kalangan wartawan.

Cuplikan transkrip rekaman :

23/7/2009 ( jam 12.15 ). Orang yang diduga Wisnu Subroto kepada orang yang diduga Anggodo :

“Bagaimana perkembangannya ?”

“Ya, masih tetap nambahin BAP. Ini saya masih Mabes.”

“Pokoknya, berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya R ( nama salah satu pucuk pimpinan kejaksaan ) minggu ini, terus balik ke sini, terus –“

“RI-1 belum ?”

“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.”

24/7/2009 ( jam 12.25 ). Orang yang diduga Anggoro kepada orang yang diduga Anggodo :

“Yo, pokoke saiki berita acarane kene dikompliti.”

“Wes gandeng karo Ritonga kok dek’e.”

“Janji ambek Ritonga, final gelar iku sama kejaksaan lagi, terakhir Senen.”

“Sambil ngenteni surate RI-1 thok, nek ?”

“Lha kon takok’o Truno, tho’yo mengko bengi, ngko bengi dek’e.”

( sumber : Antara )

Ketua sementara KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean menegaskan, KPK memiliki rekaman yang terkait dengan kasus itu. Menurut dia, rekaman itu adalah hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu ( SKRT ). Tumpak mengatakan, KPK hanya akan memberikan rekaman itu kepada penegak hukum untuk memperjelas perkara. Tumpak tidak membenarkan maupun membantah ketika ditanya tentang transkrip rekaman yang beredar di sejumlah media massa.”Saya tidak bisa mengatakan itu benar atau tidak benar karena saya tidak akan menyampaikan isinya ke pers.”

Wakil Jaksa Agung, Abdul Hakim Ritonga, membantah adanya rekayasa dalam penetapan status tersangka Chandra M.Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Ia menegaskan, penanganan kasus 2 pimpinan KPK tsb sudah dilakukan sesuai prosedur dan peraturan perundangan yang berlaku. Ia juga membantah terlibat dalam upaya rekayasa penetapan status tersangka Chandra dan Bibit. Dalam konferensi pers di kantor Kejagung, Jl.Sultan Hasanuddin, Jakarta, Selasa ( 27/10/2009 ) Ritonga mengatakan,”Jadi, kalau ada informasi mengatakan saya merekayasa untuk P21 ( status berkas penyidikan dianggap lengkap ), itu sama sekali tidak tepat. Karena itu bukan kewenangan Pidum ( Pidana Umum ), yang membuat itu Pidsus ( Pidana Khusus ).”

Dalam transkrip rekaman yang diduga hasil penyadapan KPK terhadap Anggodo, disebutkan Anggodo telah melakukan percakapan dengan sejumlah pihak selama bulan Juli – Agustus 2009, antara lain Wisnu Subroto ( mantan Jamintel Kejagung ) yang diduga sebagai aktor utama penyusun skenario kasus penyalahgunaan wewenang dan pemerasan yang dilakukan Chandra dan Bibit. Dalam percakapan antara Anggodo dan Wisnu tsb, nama Ritonga juga disebut-sebut. Percakapan yang diduga dilakukan Anggodo dengan Wisnu terjadi pada 23/7/2009 pukul 12.25 WIB dan pada 30 Juli 2009 pukul 19.30 WIB. Dalam rekaman tsb disebutkan upaya Wisnu bersama Anggodo menyusun kesaksian dan kronologi perkara yang akan dipakai sebagai dasar penetapan Chandra dan Bibit menjadi tersangka.

Abdul Hakim Ritonga mengaku, dirinya diperintahkan Jaksa Agung, Hendarman Supandji untuk menerima ekspose perkara dari Mabes Polri terkait kasus dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang oleh 2 pimpinan KPK. Menurutnya, ekspose perkara tsb dilakukan langsung oleh Kabareskrim Susno Duadji. Dari Kejagung ada Jampidsus Marwan Efendi dan Jasman Panjaitan.

ICW mendesak pihak berwenang segera membuka isi rekaman pembicaraan yang diduga terkait dengan rekayasa kasus yang menjerat pimpinan KPK tsb.”Rekaman harus sekarang dibuka, karena ini bagian dari penegakan hukum, jangan menunggu pengadilan,”kata coordinator ICW, Danang Widoyoko. Kuasa hukum Chandra dan Bibit, Trimoelja Soerdjadi mengatakan, selain diserahkan ke penyidik kepolisian, bukti rekaman adanya rekayasa tsb akan dibuka di sidang uji materi UU 30/2002 tentang KPK di Mahkamah Konstitusi ( MK ). ( PR, 28/10/2009 ).

Plt KPK ditantang membongkar rekaman. Kapolri menyangkal rekayasa.

Pelaksana tugas ( Plt ) pimpinan KPK mendapat tantangan. Untuk menghapus tudingan tak sekedar menjadi boneka, mereka didesak mengusut dugaan rekayasa kasus Chandra M.Hamzah dan Bibit Samad Rianto.”Itu nomor satu yang harus diusut karena merupakan simpul serangan kepada KPK,”kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Anti korupsi UGM, Zaenal Arifin Muchtar. Bila rekaman benar2 ada, sangat disayangkan pimpinan KPK diam saja. Mereka bisa memperkuat bukti dan mempidanakan dengan memprosesnya, menggandeng instansi lain.”Itu jelas2 obstruction of justice. Mengganggu penegakan hukum, seharusnya itu dipidana. Itu harus dikejar,” katanya. Pengusutan kasus ini akan menjadi ajang pembuktian pimpinan sementara KPK.”Karena, para komisioner baru ini belum ada kerjanya. Jadi, kalau sudah ada di tangan Tumpak, semestinya segera ditindaklanjuti. Ini tantangan dan menjadi bukti mereka bukan boneka presiden.”

Tim pengacara KPK, Trimoelja D.Soerjadi menegaskan, pihaknya akan segera menyerahkan bukti indikasi rekayasa dalam kasus tsb. Bukti kuat yang dikantongi pengacara itu akan dilaporkan ke KPK. Namun, semuanya menunggu proses yang berjalan. Apakah bukti itu salah satunya soal rekaman ? Trimoelja tak menjawab tegas,”Saya tidak pernah mengatakan rekaman. Bukti itu berupa apa, membuktikan apa itu nanti pada saat diserahkan ( diungkap ).”

Yang dimaksud rekaman, menurut informasi yang beredar, adalah rekaman perbincangan untuk merancang skenario dalam kasus tsb. Dalam bukti itu terekam percakapan antara orang yang suaranya mirip Anggoro Widjojo dan adiknya, Anggodo. Beberapa kali percakapan telepon terjadi sekitar Juli 2009, tersambung dengan sebuah nomor di Cina. Ditengarai terekam suara yang diduga mirip suara oknum Kejaksaan Agung berinisial W dan A, serta staf berinisial I. Dalam rekaman itu diketahui adanya kedekatan hubungan antara oknum Kejagung dan buronan KPK itu.

Dalam dugaan rekayasa itu, diketahui Ary Muladi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan kasus suap, diskenariokan mengaku menyetor uang kepada pimpinan KPK. Belakangan, Ary menarik semua keterangannya terdahulu. Dia mengaku tidak pernah menyerahkan uang kepada pimpinan KPK, tetapi menyerahkan kepada pengusaha asal Surabaya bernama Yulianto. Sebelumnya, Polri tegas2 menyangkal tudingan rekayasa tsb. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri saat itu menyatakan, proses berjalan transparan.”Kalau katanya ada rekayasa, orang tersangkanya semua di luar. Yang direkayasa apa ? Enggak ada.” ( PR, 26/10/2009 )

( Kalau nggak bisa mengendalikan anak buahnya, Kapolri diam saja. Jangan jadi corong suara polisi jahat/ konspirator/ koruptor. Saya heran SBY masih mempertahankan Bambang Hendarso dan Hendarman Supandji di KIB II. Keduanya pemimpin gagal di instansinya masing2. Apa karena tekanan AS, atau karena Bambang dapat penghargaan Interpol dengan penangkapan teroris kemarin ? Orang tersangkanya di luar, karena kami belajar dari pengalaman Antasari yang dikenai 3 status dalam 1 hari lalu dibiarkan terkatung-katung selama 6 bulan. Ada intervensi luar biasa dari media dan masyarakat anti korupsi yang membuat kalian ( Polri ) tidak seleluasa sebelumnya ketika berhasrat menahan/ mengintimidasi Bibit dan Chandra. Bahkan sampai SBY merasa perlu bertandang ke Mabes Polri. Ketidakcakapan/ kelemahan Kapolri dan Jaksa Agung lama2 memuakkan. Sungguh ! )

Komen Nurray tentang uji Keppres dan Perppu :

Ada anekdot, orang mencari barang yang hilang di luar rumah, padahal barangnya jatuh di dalam rumah. Katanya di luar terang, sedang di dalam rumah gelap. Barang ketemu ? Tentu tidak. Lucu ? Itu tergantung selera masing2. Tapi jika disetting-kan pada persoalan Perppu dan Keppres 3 pimpinan sementara KPK, menurut saya menyedihkan. Apalagi perkataan Baqir Manan yang mempersoalkan lembaga2 ganda ( kalau tak bisa memperbaiki kinerja aparat/ membersihkan korupsi, anda lebih baik tutup mulut saja. Shut up ! ). Atau masalah Taufiqurrahman menjadi calon ketua BPK, karena ia anggota Tim Lima lalu dikuatirkan SBY mengumpulkan kekuasaan terlalu besar, mengintervensi lembaga yang mestinya independen. Semua asyik berkutat pada masalah hukum dan legitimasinya. Bermain di permukaan, yang aman2 saja. Boring.

Pak SBY pekerjaannya sudah bejibun. Bencana di mana-mana. Tuntutan dari dalam negeri seperti tak ada habis-habisnya, masih juga dituntut berperan lebih besar di komunitas internasional. Waktu beliau 24 jam seperti kita. Tidurnya cuma 2-3 jam saja ngurusan kita, masih juga dicurigai dan dipermasalahkan. Lihat dulu siapa yang dia taroh di BPK ? Taufiqurrahman, rekam jejaknya baik dan berintegritas tinggi. Diharapkan BPK ke depan kinerjanya lebih bagus.

Sri Mulyani dan keadilan untuk nasabah kecil Bank Century

Soal Bank Century, jangan dilihat semata faktor Sri Mulyani atau mengamankan pemerintah. Saya mendengar pemikiran ibu Sri saat masih menjadi pengamat ekonomi. Ia bicara soal hutang luar negeri yang harus dibayar sekian generasi. Ia juga pernah didebat 1,5 jam lebih oleh pengamat ekonomi lain soal pasar bebas ketika ia sudah menjabat Menteri Keuangan. Ia tahu betul gentingnya negeri ini. Saya yakin ibu Sri berpihak pada bangsanya sendiri. Jika ia dibilang high profile lalu banyak diserang oleh berbagai kalangan, saya melihatnya sebagai perwujudan motto Sri ; Indonesia harus kredibel, confident dan dipersepsikan baik. Bu Sri tampil kredibel, confident dan dipersepsikan baik. Bahkan banyak pengamat mengatakan, dalam tim ekonomi ; Sri Mulyani mewakili kompetensi, Hatta Rajasa mewakili loyalitas ( manajerial dan pengaruh politisnya diperlukan untuk melindungi kebijakan tim ekonomi KIB II di DPR ), sedangkan kebersamaan diwakili oleh menteri2 dari kalangan partai.

Kita mungkin tidak tahu bahwa ketika seseorang masuk kantor kementerian. Bukan ruang hampa atau kertas kosong. Di sana sudah ada sistem dan sederet persoalan yang ditinggalkan rezim sebelumnya. Plus ranjau2 yang diletakkan Amerika cs untuk melindungi kepentingan di Indonesia, sejak negeri imperialis itu pura2 membantu Indonesia agar menjadi anggota PBB, mendapat kedaulatannya yang resmi, lalu mengincar/ merasa berhak mendapat konsensi terbesar sumber2 alam kita. Bisa jadi Sri Mulyani, SBY beserta jajaran kabinetnya saat ini tengah “menari” ( akrobatik/ adu siasat dengan pihak asing ) demi memperjuangkan hak2 rakyat Indonesia di tengah ranjau2 yang sudah ditebarkan pihak Barat selama 64 tahun. Bahkan sebelum mereka lahir.

Soal Sri Mulyani bilang sudah konsultasi dengan Jusuf Kalla, lalu mantan wapres itu menggeleng, saya tak langsung men-judgment siapa yang bohong di sini. Saya masih percaya Sri Mulyani sudah berusaha melakukan yang terbaik. Di sisi lain saya juga melihat Jusuf Kalla terlambat memberi restu pada Surya Paloh sehingga Aburizal Bakrie ( yang menelantarkan korban lumpur Lapindo, diduga kuat menggunakan politik uang memenangkan pemilihan ), justru yang memenangkan posisi Ketua Umum Golkar. The best man did not win. Jusuf Kalla yang mengedepankan persatuan partai, mungkin punya pertimbangan sendiri.

Taufiqurrahman dan calon ketua BPK. Usut Susno & kemana saja uang talangan 6,7 trilyun ?

Kembali ke soal Taufiqurrahman, semoga ia menemukan yang sebenarnya terjadi dalam kasus Bank Century. Mungkin di situ peran Susno Duadji bisa ketahuan lebih jelas. Kalau jenderal buaya ini sudah diciduk, maka Antasari, Bibit dan Chandra bisa kembali ke posisinya, direhabilitasi nama baiknya. Perppu dan Keppres tak menjadi persoalan lagi. Kehebohan hukum ini bermula dari ogahnya Susno disadap Antasari yang menduganya menerima suap 10 milyar dalam pencairan kliennya di Bank Century, kan ?

( Batas penjaminan LPS hanya 2 milyar. Untuk jasa pencairan dana Budi Sampoerna, Susno dapat 10 milyar. Berapa dana Budi Sampoerna yang dicairkan dari Bank Century ? Begitu besar talangan dana nasabah2 besar itu sampai nasabah2 kecil tidak kebagian sesen pun. Sampai ada nasabah yang mertuanya meninggal karena tak punya dana berobat, yang sakit jantung makin berdebar, yang stres nyaris bunuh diri, yang uzur mengemis makan pada familinya, anak yatim piatu di panti asuhan kehilangan santunan, dsb, gara2 uang yang ditabung lenyap tak berbekas. Orang sulit mempercayai bank lagi. Pemerintah sendiri nyaris tak menanggapi, kalau tak ada ekspos dari media. SBY mesti menegur LPS dan Bank Century/ kini Bank Mutiara, agar segera mengganti uang para nasabah yang merana ini. Semoga SBY terketuk dengan duka nasabah Bank Century di “Kick Andy” edisi 25/10/2009 )

Lalu Susno bersama gerombolannya bikin skenario A ; menjebak Antasari dengan Rani. Gagal, lalu ganti skenario B ; Nasrudin yang mau “bernyanyi” itu dibunuh lalu ditudingkan otak pelakunya Antasari. Bibit & Chandra yang mengeluarkan surat cekal Joko Tjandra & Anggoro Widjojo, diperkarakan karena mengganggu Susno bertransaksi dengan para koruptor. Agar 2 pimpinan KPK bisa dianggapnya tidak yuridis, sehingga diganti, dan tak mengusiknya lagi.

Bahas pelanggaran Bareskrim dan Kejagung. Jangan habiskan waktu kubu sendiri/ pro KPK kuat

chandrabibit

Chandra dan Bibit mendapat dukungan dari masyarakat pemberantas korupsi.

Saya heran kenapa dari sekian pengamat, narasumber, pembicara, tidak ada yang mengutak-atik pelanggaran hukum yang dilakukan Susno Duadji, penyidik2 Bareskrim, jaksa2 busuk yang lagi ngeroyok Antasari ?? Jelaskan ke publik, penyalahgunaan wewenang itu seperti apa ? Apa benar/ dibenarkan Polri melakukan hal itu ? Kalau simpati dengan pemberantasan korupsi, jangan cuma teriak2 nyuruh orang ( KPK ) ngerjaan ini itu, harus ini harus itu, sesuai pasal ini pasal itu. Kalian di mana ketika Antasari dikerjain oknum2 Polri dan Kejagung ?? Ia sendirian di kursi terdakwa dengan penjagaan ratusan polisi ( intimidasi gaya Susno agar jaksa pede maki2 Antasari, hakim pede menolak eksepsi pembela terdakwa ) di PN Jaksel.

Kalian malah sibuk mempersoalkan Perppu dan Keppres hingga melebar ke mana-mana, membuat kubu kita letih dan kehabisan waktu ( karena sedikit2 harus memberikan jawaban yang memuaskan para kritikus, sehingga kalah cepat dengan kubu Susno cs. Kapan kita nyerang balik para konspirator ?? ). SBY belum berbuat kriminal, Susno cs sudah membunuh orang. SBY sudah kurang tidur, Susno cs santai2, malah sempet cerita adegan porno hingga di bawa ke ruang sidang. Nggak heran, masih kalah set begini. Kita jungkir balik di sini memperbaiki diri mengejar sempurna, di seberang sana, koruptor dan konspirator leluasa berbuat sesuka hati selama 24 jam tanpa gangguan. Mereka-reka jurus busuk berikutnya.

Belajar dari kalahnya Surya Paloh dari pemilihan ketua Golkar, kita tak bisa mengandalkan cara2 lurus di saat mindset sebagian besar masyarakat kita masih permisif dengan kebiasaan korupsi dan jalan pintas. Apa pun kebaikan, kebenaran yang kita sampaikan takkan nyambung karena tak ada referensi kebaikan, kebenaran di kepala mereka. Persis seperti anak yang tak pernah paham matematika, lalu disuruh berhitung. Nggak ngerti dia. Kita harus berbuat extra ordinary, seperti keluarnya Perppu dan Keppres.

Sri Martuti : histeris melihat mobil TKP, penyambung lidah Nasrudin menfitnah Antasari.

Istri alm Nasrudin Zulkarnaen, Sri Martuti histeris saat diperlihatkan barang bukti berupa mobil suaminya, BMW silver B 191 E, tempat Nasrudin ditembak. Sri hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa mantan Kapolrestro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wiliardi Wizar, di Pengadilan Negeri ( PN ) Jakarta Selatan, Selasa ( 27/10/2009 ). Di halaman PN Jaksel, Jl. Ampera Raya, ketika diperlihatkan mobil tsb dan dibuka pintu kiri belakangnya, Sri berteriak histeris lalu menangis.

Sri yang mengenakan jilbab dan baju kuning lalu dibawa ke ruang saksi sambil dipapah oleh beberapa polwan. Anak Sri tak kuasa menahan air mata. Sri diberi waktu 15 menit menenangkan diri sebelum dibawa kembali ke ruang sidang. Wiliardi tidak keberatan mobil itu diperlihatkan.”Karena ini tidak ada hubungan dengan saya, maka saya tidak keberatan.”

Dalam sidang itu, Sri menyatakan suaminya pernah menjanjikan akan memberikan uang Rp.500 juta dari proyek yang diperolehnya dengan nilai Rp.1,5 milyar.”Dia ( Nasrudin ) bicara, sebentar lagi akan mendapatkan proyek senilai Rp.1,5 milyar, nanti saya dikasih Rp.500 juta.” Dari keterangan suaminya, uang sebesar Rp.1,5 milyar adalah keuntungan proyek di kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Bahkan keuntungan proyek itu pernah dikonsultasikan pada Antasari Azhar.”Ini sudah saya konsultasikan dengan Antasari, itu merupakan hak Pak Nas ( Nasrudin ), itu halal,”kata Sri menirukan ucapan suaminya ketika itu.

Supir Nasrudin, Suparmin mengaku pernah melihat majikannya berebut uang dolar dengan anak angkatnya ( istri siri ) Nasrudin, Rani Juliani.”Saya mendengarkan ada tarik-tarikan sesuatu ( antara Nasrudin dan Rani ).” Nasrudin menyatakan, uang dolar tsb lebih baik disumbangkan ke panti asuhan saja. Suparmin mengaku kejadian antara Nasrudin dan Rani setelah dirinya mengantarkan majikannya ke Hotel Grand Mahakam. Suparmin mengaku Nasrudin pernah 5 kali berkunjung ke kantor KPK.”Paling tidak satu jam atau kurang dari satu jam mengunjungi kantor KPK.”

Sementara itu, istri kedua Nasrudin, Irawati Arinda batal menjadi saksi karena ia tidak datang dalam sidang tsb. ( PR, 28/10/2009 )

Jangan kalah dengan intimidasi Susno/ ratusan anggota Polri di PN Jaksel

antasari2

Antasari ketika masih aktif. Semoga stamina dan kegigihan beliau tetap tinggi di PN Jaksel

Soal kegentingan, tengok rekayasa di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 3 minggu ini. Seorang pendekar hukum yang bersih track recordnya, yang telah membawa Indonesia beringsut dari nomor puncak negara yang sarat koruptor, dimaki-maki jaksa yuniornya atas perbuatan yang tidak dilakukannya. Ratusan polisi secara berlebihan melindungi kepentingan atasannya ( Susno cs ) yang menerima suap dan membunuh Nasrudin. Dagelan hukum yang menyedihkan. Mungkin setiap dari kalian perlu membayangkan diri berada di posisi Antasari ( kursi terdakwa ) ketika mempermasalahkan yang kalian bilang kegentingan ( subyektif ) SBY. Hukum bisa diplintir sedahsyat ini sehingga memakan korban seperti Antasari, Bibit, Chandra, kalian anggap tidak genting ? Cobalah berempati, tempatkan diri di posisi korban, juga korban2 berikutnya, jika orang2 macam Susno ini dibiarkan lolos.

Inilah yang saya maksudkan dengan mencari di tempat yang terang ( di luar rumah, SBY yang bersikap terlalu baik ), mencari yang aman2 saja ( SBY takkan menfitnah, meneror, membunuh, seperti yang dilakukan Susno cs ) tapi tak menyelesaikan masalah. Karena barangnya ( otak pembunuhan Nasrudin, kasus2 korupsi, sebenarnya ada di dalam rumah yang gelap ( mengerikan, penuh resiko, ancaman ). Tapi disitulah nilai kita di hadapan Allah Swt. Tempat baik tidak dibeli dengan harga murah.

Atau kita sudah terlalu pengecut untuk membela yang benar ? Jika tidak, jangan serang/ lemahkan/ habiskan waktu kubu sendiri, tapi seranglah kubu koruptor, konspirator dan antek2-nya. Mungkin kita perlu bawa pentungan juga, jika keberadaan ratusan polisi masih membuat hakim mengiyakan jaksa2 busuk itu ( eksepsi tim pengacara Wiliardi sudah ditolak hakim ). Jika jaksa2 berotak dangkal itu masih memaki-maki Antasari. Jika mereka masih teriak2 menyuruh hakim menolak eksepsi Antasari. Sungguh saya tak mengira tragedi memalukan ini terjadi di negeri sendiri …

Tagged with: ,

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Cara Membuat Blog said, on 29/10/2009 at 00:29

    Wah, sebuah kabar yang cukup mengagetkan publik. Dugaan konspirasi untuk menggulingkan duo KPK memang cukup mencengangkan. namun dari awal kasus ini bermula, memang banyak yang menyangsikannya. sepertinya layak ditunggu kebenaran transkrip rekaman yang sekarang sedang beredar.

    Kepada pihak yang berkait, mudah-mudahan dapat segera menyelesaikannya tanpa tebang pilih. negeri ini butuh keadilan, keadilan untuk semua!
    Cara Membuat Blog

  2. Cerita Lucu said, on 29/10/2009 at 08:51

    waduh…
    makin keruh dan makin panas saja nih kasus KPK vs POLRI…

    apalagi sekarang KPK telah memegang bukti terbarunya,
    yaiutu sebuah rekaman yang bisa dijadikan barang bukti yang ampuh…
    KPK baru saja mengeluarkan transkrip rekaman tersebut…
    semoga saja keadilan dinegara kita ini bisa semakin tegak dan semakin bisa dipercaya
    Lirik Lagu Indonesia

  3. nurray said, on 11/11/2009 at 14:45

    Semoga tidak bergulir menjadi bola liar. Kuatir menambah distrust dan mistrust rakyat terhadap lembaga2 penegakan hukum Indonesia. Sudah dengar rekaman percakapan Anggodo di MK, kan ? Truno 3 ( Susno Duadji ) komitmennya tinggi pada Anggodo. Sudah ngira. Moga2 kisruh KPK vs Polri bisa diselesaikan dengan baik, secepatnya, sehingga kita bisa kembali tenang berkarya untuk keluarga dan tanah air. Thanks komennya.

  4. nurray said, on 11/11/2009 at 14:46

    Setuju !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: