dari Palestina sampai Indonesia

Tae Guk Gi : korban label PKI di semenanjung Korea

Posted in Asia by nurray on 18/11/2009

 

Hubungan persaudaraan yang mengharubirukan, antara Lee Jin Tae dan adiknya, Jun Seok

Pyong Yang, Korea Utara, 1950. Rakyat Korea berkecamuk dalam perang saudara. Imbas Perang Dingin antara Blok Barat pimpinan Amerika dan Blok Timur pimpinan Uni Soviet ( kini Rusia ). Film “Tae Guk Gi” mengisahkan pengorbanan kakak beradik yang mengharubirukan. Tahu2 mata ini sembab melihat adegan sang adik, puluhan tahun kemudian, mengais tulang belulang kakaknya di liang lahat. Di tempat itu, sang kakak, terakhir kalinya melindungi Jun Seok, sebelum tubuhnya sendiri diberondong peluru hingga roboh bersimbah darah. Wajahnya legam terpapar mesiu. Lee Jin Tae menyeberang ke Korea Utara, setelah Young Shin, tunangan dituduh komunis dan diadili di jalanan. Lee terpukul melihat tubuh Young dibuang ke kuburan massal. Lee berubah menjadi mesin pembunuh Korut setelah atasan Korsel-nya memerintahkan untuk membakar Jun, adik kesayangannya.

Semula Lee ingin mengganti adiknya yang sakit-sakitan, yang terkena wajib militer, ke medan laga. Keberanian Lee dengan cepat menarik perhatian atasannya, hingga ia mendapat perhargaan dan kenaikan pangkat. Menjadi seorang mayor yang disegani anak buah. Jun mulai meragukan niat kakaknya mengikutinya ke medan perang. Bukan untuk melindunginya, tapi demi jabatan dan status di kemiliteran. Jun meninggalkan kakaknya, setelah bersitegang dengannya. Lee melarangnya pergi, Jun marah ‘jangan mengaturku !’.

Dalam kepulangannya ke rumah itulah, Jun melihat Federasi Anti Komunis tengah men-sweeping orang2 yang mereka cap komunis. Warga kelaparan yang pernah menerima sembako dari komunis pasti dicap komunis. Hidupnya dipaksa berakhir di kuburan massal. Saya jadi ingat di Indonesia pun pernah terjadi peristiwa serupa. Di mulai G 30 S PKI di Lubang Buaya. Disusul ‘mabuk’ di Bali, Aceh dan seluruh penjuru nusantara. Ratusan ribu nyawa terbuang sia2, baru di Bali saja. Belum tempat lainnya. Ini ulah Amerika ( CIA ). Mungkin modusnya ada pembagian sembako dulu seperti di Korea. Lalu keluar daftar hitam penerima sembako yang mesti dihabisi. Kejam ?

Amerika kejam, Israel sadis, tapi orang2 penuh senyum. ‘Menari’ atau nurani tergadai ?

Amerika memang kejam. Mereka masih kejam di Irak, Pakistan dan Afganistan. Mereka juga memelihara serigala kejam bernama Israel untuk menjaga kepentingannya di Timur Tengah. Saya lihat rakyat Amerika mendukung penuh pemimpinnya. Waktu itu presiden Jimmy Carter, berpidato,”Apakah kalian setuju kita melakukan apa saja untuk melindungi kepentingan Amerika di Timur Tengah ? Tanpa bertanya dan mengecek di lapangan, orang2 Amerika itu gegap gempita menyetujuinya. Saya penasaran, apa setelah makin banyak ‘Kota Tenda’ di Amerika masa krisis global ini, rakyat Amerika masih belum mau tahu juga ulah pemerintahnya di luar negeri ? Bahwa setiap pajak di roti yang mereka makan, bukan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, menyediakan fasilitas kesehatan untuk keluarga mereka, tapi untuk membunuhi perempuan dan anak2 di negeri2 nun jauh di sana. Demi minyak dan iklan senjata terbaru.

Juni 2009, pemimpin Amerika, Barrack Obama, bersama istri dan kedua putrinya akan bertandang ke Indonesia. Tiga hari, sekalian nostalgia ke lingkungan masa kecilnya dulu. Presiden SBY mengundangnya. Saya tak tahu harus bagaimana bersikap. Saya hanya bisa berharap, semoga rakyat Iran, Irak, Afganistan dan rakyat Palestina tidak memusuhi rakyat Indonesia, gara2 pemimpinnya bermanis-manis dengan Amerika. Daripada membicarakan itu, saya lebih suka membicarakan film2 Korea yang sangat dalam menggali perasaan penontonnya. Saya ingat “Winter Sonata” kisah cinta pasangan muda yang pasang surut selama 10 tahun. Saya ingat tokoh prianya main juga di “Scandal”, kisah unik antara playboy dan perawan masa dinasti kuno Korea. Lalu, “Pendekar Langit”, kisah cinta abadi antara pendekar bumi dengan dewi langit. Di urutan teratas mengaduk-aduk perasaan adalah “Tae Guk Gi”. Uniknya, bukan antara pria wanita. Tapi, kasih sayang antara brother and elder brother. Urusan mengaduk perasaan ini, Korea topnya. Mengapa mereka bisa begitu piawai mengaduk perasaan ? Di film2 Indonesia, saya belum pernah ketemu yang sedalam ini. Apakah karena ini dilatari peristiwa sesungguhnya ? Evennya tak lama setelah presiden Korut membuka perbatasannya untuk reuni nasional beberapa waktu yang lalu.

Perbedaan ideologis, perang saudara, mencabik hubungan keluarga.

Seharusnya aku tak meninggalkanmu, jerit Jun pilu. Saya bertanya-tanya apakah warga Timor Leste dan warga Timor Barat mengalami seperti yang dialami warga Korea Utara dan Korea Selatan hari ini ? Seperti Lee di pasukan Korut dan Jun di pasukan Korsel. Kakak beradik terpisah. Keluarga2 tercerai berai. Setelah kakek2 baru diperbolehkan mengunjungi makam saudaranya. Mahal sekali ongkos sebuah keputusan politis. Pemimpin negara juga manusia. Ia bisa salah. ( jadi jika kami mengkritisi, itu karena rasa sayang kami pada para pemimpin dan masyarakat, kami banyak belajar dari sejarah, kita tak perlu jatuh di lubang yang sama, atau pun lubang2 yang pernah dialami bangsa lain ).

Perang memang kejam. Tapi kekejaman itulah yang disukai ekstrimis Yahudi. Mereka gila perang. Saya dengar zionis Yahudi ingin mengulangi Pax Romana di seluruh ‘jajahan’ Amerika. Secara fisik atau ekonomi. Mereka sengaja memamerkan persenjataan canggih yang mereka miliki di wilayah2 yang mereka invasi. Irak, Afganistan, Pakistan menjadi ‘panggung’ mereka mempromosi teknologi dan peralatan produksi terbaru. Tempat beriklan pada konsumen dunia. Dengan penjelasan ini setidaknya mulai terjawab kenapa mereka ngotot tetap berada di sana meski menghabiskan dana besar, sementara Osama bin Laden tak kunjung tertangkap. Osama hanya dalih. Saya tahu ambisi mereka menghancurkan semua negara, memporak-porandakan tiap bangsa hingga chaos di mana-mana. Saat kebingungan itu, mereka muncul menjadi pemimpin dunia, memaksa umat manusia masuk agama Yahudi.

Saya tak yakin, zionis Yahudi dan kaki tangannya akan sadar, apalagi tersentuh kisah2 kemanusiaan seperti di “Tae Guk  Gi”. Kita pun sudah muak dengan kuburan2 massal yang mereka buat di Palestina, Irak, Korea dan Indonesia. Ambisi rakus dan jahat mereka harus dihentikan. Right now, right here..

Tagged with: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: