dari Palestina sampai Indonesia

39 politisi & wartawan dibantai jelang pilgub. Filipina kondisi darurat.

Posted in ASEAN, internasional by nurray on 25/11/2009

Gloria Macapagal Arroyo, presiden Filipina. Pernah dijuluki wanita terkuat di Asia. Amerika ada di belakangnya.

Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo menyatakan Filipina dalam keadaan darurat, Selasa ( 24/11/2009 ), menyusul pembantaian terhadap politisi dan wartawan yang menewaskan sedikitnya 39 orang. Korban tsb terkait persaingan politik menjelang digelarnya pemilihan gubernur Manguindanao tahun depan. Menurut juru bicara Arroyo, Cerge Remonde, keadaan darurat termasuk penjagaan ekstra ketat di sejumlah pos dan pencarian secara acak oleh pihak berwenang. Keadaan darurat ini akan terus diberlakukan, hingga presiden merasa yakin dengan pulihnya hukum dan ketertiban di kawasan tsb.

Serangan Senin ( 23/11/2009 ) itu terjadi saat kendaraan yang dipenuhi pendukung, istri, beberapa wartawan, keluarga dari kandidat gubernur melakukan konvoi bersama. Dalam perjalanan menuju kantor pemilihan local untuk mendukung pendaftaran Mangudadatu sebagai calon gubernur, mereka disergap dan diculik sejumlah pria bersenjata. Ismael Mangudadatu yang tidak ikut konvoi, menuding lawan politiknya berada di balik pembantaian tsb. Mangudadatu mengatakan, 4 saksi mata memberitahunya, konvoi dihentikan kelompok bersenjata yang setia terhadap Andal Ampatuan Jr, yang memiliki klan kekuasaan dan lawan politik keluarganya.

Mangadadatu menolak memberikan nama atau identitas detail saksi mata.”( Serangan ) ini sudah direncanakan, bahkan mereka telah menggali lubang untuk jenazah,”ujarnya. Pemerintah menekankan bahwa serangan itu hanya mampu dilakukan seorang penjahat.”Tidak ada satu pun yang tak akan kami sentuh ( dalam kasus ini ),” kata Remonde pada para wartawan. Ampatuan yang dituding sebagai dalang pembantaian, diketahui sebagai sekutu dekat pemerintah dan pendukung Arroyo pada pemilu 2004. Ia membantu kemenangan Arroyo. Tak heran, warga Filipina mengawasi dan ingin tahu tindakan apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap pembunuhan massal tsb.

Menteri Dalam Negeri Filipina, Ronaldo Puno mengatakan, pihak berwenang masih berusaha menentukan akurasi jumlah orang yang diculik oleh sekitar 100 orang lalu dibawa ke pegunungan terpencil.”Kami sangat berharap, ada orang yang bisa melarikan diri dan bias menemukan mereka dalam keadaan hidup,” ujar Puno. Juru bicara Angkatan Darat, Letkol Romeo Brawner mengatakan, sebelumnya pria2 bersenjata itu telah menculik 40 orang, termasuk politisi saingannya dan 20 wartawan lokal. Hingga kini tentara dan polisi masih mencari korban yang hilang. Tentara sedang mencari lebih banyak mayat di lokasi sejumlah jenazah lain ditemukan. Mereka belum tahu pasti jumlah korban yang diculik. Kemungkinan lebih banyak lagi.

Tak lama setelah informasi penculikan 40 orang itu, polisi menemukan 21 jenazah. Jumlah itu terus bertambah hingga 39 orang, termasuk ; mayat istri Mangudadatu, Genalynm dan kedua saudara perempuannya. Jubir kepolisian, Leonardo Espina mengatakan, jenazah mereka ditemukan terkapar di tanah dan mobil mereka rusak, karena ditembaki, 5 km dari lokasi penculikan. Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jesus Verzosa, yang terbang ke wilayah selatan untuk mengawasi jalannya penyidikan mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan jumlah korban tewas bertambah, karena beberapa yang diculik masih hilang.”Kami harus memeriksa setidaknya satu kuburan massal lainnya. Kami menduga akan lebih banyak jenazah ditemukan di wilayah lainnya,” kata Verzosa.

Persatuan Jurnalis Nasional Filipina mengatakan, sedikitnya 10 wartawan lokal ikut bagian dalam konvoi itu. Mereka baru mengidentifikasi sedikitnya satu wartawan yang meninggal, yakni koresponden dan juru kamera UNTV. Menurut kepala stasiun televise UNTV, Joy Sonza, seorang sopir dan asisten  juru bicara masih dinyatakan hilang. Menurut kelompok Wartawan Tanpa Batas yang bermarkas di Paris, penculikan dan pembunuhan itu merupakan pembantaian tunggal terbesar yang pernah menimpa wartawan. ( AP/AFP/Al Jazeera/PR, 25/11/2009 )

Tagged with: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: