dari Palestina sampai Indonesia

Alutsista mengenaskan, kapal selam di Ambalat & kesejahteraan prajurit perbatasan.

Posted in indonesia by nurray on 02/12/2009

Menurut Pangdam Tanjungpura, perbatasan RI - Malaysia di wilayah itu saat ini masih cukup dijaga 2 batalyon yang ditugaskan khusus menjaga titik2 perbatasan termasuk wilayah pesisir. Kesejahteraan prajurit dan persenjataannya mesti diperhatikan baik2

Menteri Pertahanan ( Menhan ) Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI, Jenderal Djoko Santoso menghadiri rapat kerja dengan Komisi I di Gedung DPR/ MPR, Jakarta, Senin ( 30/11/2009 ). Dalam raker itu dibahas kesejahteraan prajurit, khususnya pemberian tunjangan bagi prajurit TNI di wilayah perbatasan yang akan ditetapkan dalam bentuk peraturan presiden ( perpres ). Menhan meminta spesialisasi penggunaan Keppres no.80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa untuk pembelian alat utama sistem persenjataan ( alutsista ). Anggota Komisi I DPR meminta Menhan memprioritaskan penggunaan alutsista dari dalam negeri. Purnomo mengatakan selama ini pembuatan dan penggunaan alutsista terkendala Keppres tsb. Alutsista bisa maju jika didorong pagu anggaran alutsista. Terkait multiyears budgeting alutsista, pihaknya tak berani menyusun anggaran dalam beberapa tahun karena anggaran pertahanan telah dianggarkan dalam setahun, sudah dipagari pagu APBN satu tahun.

Anggota Komisi I DPR, Muhammad Najib ( F-PAN ) mendukung usulan prioritas penggunaan produk dalam negeri. Wakil ketua Komisi I, TB Hasanudin ( F-PDI Perjuangan ) meminta Menhan membuat kapal patroli dalam negeri untuk melindungi wilayah Indonesia yang sebagian besar terdiri atas kepulauan. Luasnya wilayah perairan Indonesia menjadi momok tersendiri bagi Indonesia dengan ancaman eksternal terhadap pertahanan nasional. Setiap tahunnya, Indonesia rugi Rp.50 trilyun akibat illegal logging, illegal fishing, penyelundupan, dsb. Dengan modal Rp.6 trilyun untuk membuat kapal patroli berkecepatan 35 knot, wilayah perairan Indonesia dapat terlindungi. Tantowi Yahya ( F-PG ) menilai Departemen Pertahanan belum memiliki penekanan pada sistem pertahanan, terlihat dari alokasi pagu anggaran tahun 2010 maupun 2009.

Wilayah perbatasan Indonesia yang sangat luas harus mendapat perhatian ekstra ketat. Wilayah udara, laut dan darat Indonesia yang kaya akan sumber alam, kerap kali dimanfaatkan oknum2 dari negara tetangga untuk melakukan pencurian. Untuk mencegah terjadinya pelanggaran, baik batas wilayah maupun pencurian kekayaan alam, Sidarto Danusubroto ( F – PDIP ) mendesak pemerintah agar segera menempatkan peralatan, baik berupa radar, persenjataan, kapal serta pesawat di wilayah perbatasan.”Radar kita diperbatasan bolong2. Alutsista kita sangat mengenaskan, terutama di wilayah perbatasan. Indonesia harus punya kapal selam. Di Ambalat kita harus punya kapal selam.” ( PR, 1/12/2009 )

Kapal dan tank milik Angkatan Darat TNI. Banyak perangkat sudah tua yang mesti diremajakan dan diganti yang baru. Wilayah kedaulatan Indonesia terlalu mahal untuk dijaga alutsista ala kadarnya.

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: