dari Palestina sampai Indonesia

Bibit – Chandra segera aktif. Thank god. Rayakan dengan anak yatim.

Posted in indonesia by nurray on 02/12/2009

Bibit Samad Rianto ( kiri ) mantan Kapolda Jawa Timur. Chandra M. Hamzah, mantan pengacara. Keduanya wakil ketua KPK yang dinonaktifkan karena tuduhan tak cukup bukti oleh penyidik Polri

Presiden SBY akan segera menerbitkan keputusan presiden ( keppres ) tentang pengaktifan kembali Bibit Samad Rianto dan Chandra M.Hamzah sebagai wakil ketua KPK. Keppres dikeluarkan seiring pengumuman Kejaksaan Agung tentang Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan ( SKPP ), Selasa ( 1/12/2009 ). Untuk mempercepat proses, saat ini draf disiapkan, ungkap Denny Indrayana, staf khusus kepresidenan bidang hukum. Dalam draf keppres disiapkan pula pemberhentian dengan hormat Plt. Waluyo dan Mas Achmad Santosa, yang sementara menggantikan posisi Bibit dan Chandra saat keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Keppres akan diterbitkan segera setelah SKPP diterima resmi oleh presiden.

Perkara Bibit – Chandra dinilai Kejagung tidak layak dilimpahkan ke pengadilan. Alasan yuridis ; perbuatan kedua tersangka, yaitu Bibit dan Chandra, dipandang tak menyadari dampak yang ditimbulkan atas perbuatannya. Mereka menganggap hal itu wajar dalam rangka menjalankan tugas dan kewenangannya. Hal tsb sudah dilakukan para pendahulunya, maka dapat diterapkan pasal 50 KUHP. Alasan sosiologis meliputi 3 hal ; pertama, adanya suasana kebatinan yang membuat perkara tsb tak layak diajukan ke pengadilan, lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Kedua, untuk menjaga keterpaduan atau harmonisasi lembaga penegak hukum, baik kejaksaan, polisi maupun KPK, dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi, sebagai alasan doktrinal yang dijamin dalam hukuman pidana. Alasan ketiga, masyarakat memandang perbuatan yang dilakukan kedua tersangka tidak layak dipertanggungjawabkan kepada keduanya. Perbuatan tsb untuk melaksanakan tugas dan wewenangnya dalam pemberantasan korupsi yang memerlukan terobosan2 hukum.

Menanggapi kepastian kasus hukumnya akan segera tuntas, Chandra meyatakan kelegaannya. ”Alhamdulillah. Saya ucapkan terima kasih kepada rekan2 pers dan semua pihak yang sudah mendukung.” Ia memberi apresiasi kepada semua pihak yang menganalisa kasus ini sehingga dinilai tidak layak untuk dilanjutkan ke pengadilan.”Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kriminalisasi,” tuturnya. ( PR, 1/12/2009 ).

Komen Nurray :

“Kalau kalian tetap berdemo, kami akan bubarkan kalian ! Siapa yang akan menangkap maling, mengejar penjahat, KPK ? KPK pencuri ! Bubarkan KPK !!” teriak lelaki gendut pemimpin demo tandingan ( massa bayaran ) kasar terhadap peserta aksi damai Indonesia Sehat II/ Kompak ( Facebookers, anggota DPR, DPD, LSM, seniman, akademisi dan para pendukung KPK ) di Bundaran HI, Minggu ( 29/11/2009 ). Anda emosi ? Wait a minute. Peserta aksi damai stay cool dengan menyanyi lagu2 perjuangan sampai massa bayaran itu pergi sendiri. Cape deeh …

Lelaki gendut pendukung Kapolri itu salah alamat jika ingin membubarkan KPK. Ia beserta gerombolan ( berambut cepak ) akan berhadapan dengan presiden jika nekad melakukan kebodohan itu. SBY sudah berjanji akan berada di depan jika ada yang membubarkan KPK. Sehari setelah Rekomendasi Tim 8 ( SBY meminta waktu 2 minggu untuk menyikapi rekomendasi tsb ), Egi Sudjana cs membuat demo tandingan mendukung Kapolri sekaligus meminta presiden menolak Rekomendasi Tim 8. Egy, pengacara hitam yang pernah menfitnah SBY itu, membayar 25-50 ribu setiap pendemo dan 250 ribu setiap orator/ provokatornya. Para koruptor menghimpun dana bagi Egy guna mengerahkan massa bayaran untuk melindungi kepentingan para penghuni dark side. Bisa jadi di belakangnya ada Amerika/ zionis Yahudi. Why’s that ?

Hillary Clinton minta SBY membuka kembali Namru ?

Di posting minggu lalu, saya menulis ; ada orang bilang SBY gemetaran sama Anggodo. Saya pikir bukan Anggodo yang dia takuti, tapi Amerika. Jauh sebelumnya, ketika SBY masih menjadi Menkopolhukam era Megawati, SBY menandatangani surat agar laboratorium Namru tidak ditutup ( “Secret Operation”-MetroTV, 1/12/2009 ). Kita mengerti jika kemudian, SBY mendadak mengganti Nila, dokter mata yang sudah dites kesehatan, dengan Endang Rahayu, kepala lab Namru lulusan Havard University, akrobatik, tanpa cek kesehatan, menjadi Menteri Kesehatan RI di KIB II. Siti Fadilah Supari yang membongkar kedok Namru sampai ke WHO ( minta agar lab pembuat vaksin flu burung sekaligus senjata biologis Amerika itu ditutup ), tidak diperpanjang masa jabatannya sebagai Menkes. Bahkan Siti tidak diundang untuk menemani Hillary Clinton ketika meresmikan fasilitas kesehatan di Indonesia. Padahal sebelumnya, ia sudah sering ditelpon dan didatangi beberapa pihak soal kedatangan Menlu AS ini.

Ribka Tjiptaning, anggota Komisi IX DPR, mengatakan Menkes Endang melecehkan DPR karena memilih menghadiri pembukaan pameran daripada rapat kerja dengan Komisi IX. Siapa yang mengijinkan ? Marzuki Alie, ketua DPR dari partai Demokrat. Alasannya, Komisi IX menanyakan hal2 yang kontraproduktif bagi kemajuan bangsa ( lab Namru, Menkes Endang sebagai agen asing ). Marzuki Alie juga yang semalam mengeritik Kwik Kian Gie dan Amien Rais berandai-andai soal Bank Century, mestinya bicara fakta. Sementara Marzuki sendiri membela mati-matian kalau keputusan bail out Bank Century oleh KSSK karena faktor psikologis dan berdampak sistemik ( artinya berandai-andai juga/ bukan fakta ). Marzuki boleh berandai-andai, orang lain tidak boleh. Marzuki kemarin juga membelokkan permintaan inisiator hak Angket Bank Century untuk membuka alasan diadakannya hak Angket ke peserta Sidang Paripurna DPR. Marzuki beralasan hal tsb dibuka di Bamus, bukan di Sidang Paripurna ( supaya sesedikit mungkin orang yang mendengar kejanggalan2 di Bank Century, apalagi sampai terendus pers atau saya ).

Penggembosan angket, begin ..

Penggembosan upaya menguak grand skenario sebenarnya sudah dimulai ketika ketua Komisi III, Benny Kaharman menolak permintaan Gayuz Lumbuun untuk mengejar pernyataan Jaksa Agung, Hendarman Supandji soal kasus Bibit-Chandra. Gayuz walkout setelah ditolak. Sebelumnya, Benny mengeritik Tim 8 yang menyampaikan kesimpulan sementara Tim verifikasi kasus Bibit-Chandra itu kepada publik sebelum kepada presiden untuk cooling down. Benny terakhir di mosi tidak percaya oleh anggota Komisi III ketika makin pro pemerintah dan menutup rapat sebelum waktunya. Partai Demokrat menolak menandatangani pengajuan hak angket Bank Century pada awalnya. Alasannya menunggu audit BPK. Sehari setelah mempelajari laporan BPK, Partai Demokrasi langsung menandatangani pengajuan hak angket. 100 %

Ada sejumlah pihak yang mengkuatirkan ikutnya Partai Demokrat di hak angket untuk menggembosi atau setidaknya membelokkan segala sesuatu yang mengarahkan ke lingkaran istana. Ibarat penjaga gawang yang tiba2 masuk ( disuruh pelatih/ AS ), siap menepis bola pinalti impeachment presiden. Semula saya juga menepis jauh2 dugaan tsb. SBY orang baik. Namun, semalam setelah tahu fakta bahwa SBY yang menandatangani pengoperasian lebih lanjut lab Namru, saya terpikir ; SBY can be a good boy also, for America. Saya memperhatikan respon SBY saat Antasari dituduh mendalangi pembunuhan Nasrudin sampai masuk tahanan Polda Metro hingga sekarang, saat Bibit dan Chandra dirongrong oknum Polri dengan aneka tuduhan yang berubah-ubah hingga menjadi tersangka dan sempat 5 hari mendekam di tahanan Bareskrim dan Brimob, Depok. Saat menyikapi tuntutan masyarakat untuk mengganti Kapolri, Jaksa Agung, dan menangkap Anggodo. Saat berputar-putar menyikapi Rekomendasi Tim 8 di hadapan rakyatnya. Hingga sekarang dari 5 poin Rekomendasi 8, baru 1 poin yang dibicarakan.

How come Antasari go to jail ?? Going to die ?

Meski Denny Januar Ali, Direktur Eksekutif Lingkaran Survey Indonesia ( lembaga survei bentukan agen asing yang berambisi menyaingi LSI langganan MetroTV, seperti halnya TVOne milik Rupert Murdoch berambisi menyaingi MetroTV. Kita tahu ekonomi Amerika ambruk gara2 lembaga survey/ rating semacam LRI ) mengatakan presiden relatif berhasil mengatakan kasus Bibit – Chandra tanpa perlu mengorbankan Kapolri dan Jaksa Agung. Yang penting, katanya, Bibit – Chandra berhenti tidak masuk pengadilan dan reposisi di tubuh aparat hukum. Namun, saya berpendapat tindakan SBY untuk memenuhi komitmennya dulu, untuk memberantas korupsi belum cukup. Anggodo masih bebas, Anggoro apalagi ( untouchable di Singapura, ketiaknya Amerika ), Antasari masih harus berjuang keras membuktikan dirinya tak melakukan hal yang dituduhkan kepadanya.

Bagaimana bisa, seorang penegak hukum yang terkenal bersih dan berprestasi mengembalikan uang negara trilyunan rupiah sebagai ketua KPK, yang digembar-gemborkan SBY ketika kampanye sehingga terpilih kembali menjadi presiden, bisa diancam hukuman mati karena tindakan yang tak pernah dilakukannya, dan SBY lepas tangan, dengan dalih tak ingin mengintervensi hukum ? ( meski abolisi, penggantian Kapolri, Jaksa Agung, perintah untuk mencopot Susno kepada pembantunya, Bambang Hendarso, masih dalam koridor hukum, hak presiden yang jelas2 dilindungi UU ). Apa berlaku pepatah ‘habis manis sepah dibuang’ berlaku pada Antasari, Bibit, Chandra dan KPK ? Apa Amerika menyuruh membubarkan KPK ? Seperti Amerika ingin tetap membuka Namru ? Meski Jenderal Wiranto dulu sudah memerintahkan untuk menutupnya. Menkes Siti Fadilah Supari sudah berjuang hingga ke WHO untuk menutupnya.”Saya harus bagaimana lagi untuk menutup Namru ?” keluh Siti, letih.

Hakim PN Jaksel duduk manis mendengar kebohongan JPU & saksi2-nya.

Dalam kemelut berkepanjangan yang mendera KPK, apa SBY sudah mengebaskan nuraninya untuk membela kebenaran ? Where’s the love ? Apa Amerika sudah begitu menekan SBY ? Siti Fadilah mengaku sejak ia berurusan dengan Namru, ia ditekan melalui media. Saya jadi teringat, seorang pengamat politik mengatakan Siti kebanyakan ngomong, out di KIB II. Lalu teve menayangkan berulang kali adegan Siti yang menjawab pertanyaan orang dibelakangnya hingga ditegur SBY. Mungkin itu salah satu yang dimaksud Siti. Kita juga melihat ratusan polisi dikerahkan untuk ‘menjaga’ sidang pengadilan Antasari di PN Jaksel. Intimidasi gaya Susno, saya bilang waktu itu. Hasilnya ? Majelis hakim menolak eksepsi Antasari, pengacara Antasari, pengacara para eksekutor.

Sebaliknya, hakim2 tsb duduk manis mendengarkan keterangan saksi2 yang dihadirkan JPU, betapa absurdnya kesaksian mereka, betapa bertolak belakangnya keterangan mereka satu sama lain ( seperti Rani bilang naik taksi ke Grand Mahakam, padahal Suparmin keukeuh mengantar Rani dan Nasrudin dengan mobil pribadi ke hotel tempat tuannya menjebak Antasari ). Betapa Rani dan Suparmin sudah disumpah ketika mengatakan kesaksiannya, termasuk yang sudah diatur para penyidik Polri ( mestinya JPU, para penyidik Polri, juga disumpah agar Allah segera menurunkan azab besar kepada mereka jika berbohong. Sumpah palsu, zina, lari dari perang, durhaka pada orang tua, dan syirik/ menduakan Allah adalah 5 dosa besar yang mendatangkan laknat Allah ). Sumpah dan air mata memang berhamburan di ruang pengadilan, kata Hotma Sitompul, pengacara Antasari. Lalu, saya dengar di Trijaya Network, SBY pun bersumpah di depan para guru, bahwa ia tidak menerima aliran dana Bank Century. Apa SBY sedang merasa di ruang pengadilan rakyat ?

Siapa yang membuat SBY gemetar ?

Siapa saja yang menekan SBY ? Ratusan polisi yang ‘menjaga’ ( baca : menekan ) sidang Antasari di PN Jaksel saya lihat sepola dengan ratusan ribu tentara sekutu pimpinan Amerika di Afganistan, Pakistan dan Irak, juga jutaan antek2-nya di Israel ( baca : tanah Palestina ) dan berbagai pangkalan militer AS yang tersebar di seluruh dunia. Bahkan di atas kepala kita ( satelit mata2 AS ), di kantor2 pemerintah sejak Soeharto diijinkan Amerika merebut kekuasaan dari Soekarno, sejak Kolonel Niclaney menggiatkan kontra intelijen terhadap blok Timur tahun 1968. Negara2 moderat ‘sahabat’ Amerika diberangus dengan atraksi rudal patriot, bom tandan, senjata biologis dan kimia di film2 Hollywood yang mengucur deras ke tanah air, juga korban2 imperialis Amerika cs di dunia nyata dan media massa. Kecuali Iran, Suriah, Korea Utara, semua negara tunduk dalam grand design AS. Semua ketakutan !

Termasuk di didalamnya, SBY dan sebagian orang Indonesia. Termasuk lelaki gendut yang ingin membubarkan demo Kompak, kemarin. Termasuk Egy Sudjana yang akan mempraperadilan Kejagung ke PN Jaksel karena mengeluarkan SKPP Chandra-Bibit. Termasuk Bonaran Situmeang, Anggodo, Anggoro, Djoko Tjandra, Edi Tansil, Susno Duadji yang begitu pede bisa menyengsarakan pimpinan KPK dan berkelit dari hukuman. Juga, Dino Patti Jalal, agen asing, yang mengusulkan Endang Rahayu menjadi Menkes pada SBY. Komunitas Bendera atau Benteng Demokrasi Rakyat, pagi ini ,saya dengar menyebut putra SBY, Hatta Radjasa, Andi & Rizal Mallarangreng, Marzuki Alie, Tim Sukses SBY menerima aliran dana dari Bank Century. ( PPATK bisa menyelidiki hingga lapis ke 7 penerima dana, ada 124 transaksi keuangan yang mencurigakan dari 50 nasabah, ada 17 penerima misterius. Nama2 tsb memang tidak langsung menyebut putra SBY atau tim kampanyenya, bisa jadi mereka tangan kedua/ lapis ke-2 atau ke-7 yang menerima secara tunai. Ada 2 orang inisial B dan 3 orang inisial R.

Itu ( mungkin ) yang menyebabkan partai Demokrat merasa pede mendukung angket, karena pansus akan sulit membuktikan/ melacak keterlibatan lingkar kekuasaan, itu pun kalau pansus masih eksis, tidak dijegal, dibelokkan, atau dikirimi Unindefication Flying Amvelop/ disogok ). Ketua PPATK mengeluh pada Amien Rais bahwa ia sering diteror malam2 jika berani membuka identitas seluruh penerima aliran Bank Century yang jumlahnya 3000 lebih. Yunus Husein minta perlindungan hukum jika ia diminta DPR untuk membuka identitas ini. Ia bilang LPS, BI dan Bank Century juga memiliki data ini, tidak harus ke dia. Grand design AS ini begitu menakutkan mereka sehingga mereka bicara senada ( menutupi kebenaran ).

Pepatah ‘habis manis sepah dibuang’ saya ingat ketika MetroTV menceritakan para pendukung kampanye SBY yang tidak beruntung mencicipi kue kekuasaan. Yang beruntung bisa menduduki kursi komisaris BUMN, menjadi duta besar atau staf istana. Mungkin barisan pendukung yang merana itu dianggap sudah cukup puas dengan sejumlah dana atau bantuan yang diberikan, sebagai uang lelah mereka. Hubungan transaksional. Mirip nasib yang dialami Antasari. Habis manis sepah dibuang. Kalau PN Jaksel sampai memenangkan JPU, saya pikir kita harus bergerak, membongkar kebusukan konspirator dan menyelamatkan Antasari. Ratusan polisi itu kita singkirkan kalau menghalangi. SBY mungkin tak bisa kita harapkan saat itu. Siapkan akhiratmu, kawan ..

Marzuki Alie, pembela Menkes Endang peleceh Komisi IX DPR

Endang Rahayu, dan seniornya Siti Fadilah Supari. Menkes & mantan Menkes. Pro Namru & anti Namru.

Impeachment, kata Amien Rais, mantan ketua MPR, hanya terjadi jika presiden melakukan tindakan pidana berat atau mengkhianati negara. Saya tak tahu keterlibatan SBY di Namru, apakah termasuk mengkhianati negara ? Wiranto ketika memerintahkan menutup Namru beralasan lab ini melanggar kedaulatan negara. Namru, lab riset biomedis milik Angkatan Laut Amerika ini seperti pangkalan militer asing di negara kita. Namru sudah ada tahun 1953 di Broklyn, New York. Di Indonesia sudah berlangsung 40 tahun pada April 2008, menempati lahan seluas 5,5 hektar, dengan 19 peneliti AS, 175 peneliti lokal. Semua peneliti mempunyai kekebalan diplomatik. Mereka mengambil virus penyakit menular di seluruh dunia. Flu burung di Indonesia jenis yang paling mematikan. Mereka mengambilnya, seperti peternak di Sukabumi yang pernah diambil sampel darahnya oleh Endang Rahayu dan para bule, tapi tak ada kabarnya ( perbaikan kesehatan seperti yang dijanjikan ) sampai sekarang.

Mereka juga mengambil sampel malaria di Jayapura. Ada 58 virus flu burung yang dibawa Endang ke Hanoi, Vietnam, tanpa izin Menkes Siti. Endang lalu dimutasikan Siti ke bagian yang tak mengurusi virus. Vietnam adalah tempat jual beli sampel virus menular. Anda bayangkan setelah Endang menjadi Menkes, keleluasaan sebesar apa yang dimiliki Endang untuk melayani kepentingan AS. Tidak hadir ke raker DPR enteng buat dia. Ketua DPR, Marzuki Alie, siap membelanya. Endang Rahayu dipandang Jose Rizal, ketua Mer-C, sebagai peneliti murni, bukan pemimpin yang harus mengayomi rakyatnya. Endang dipandang Ribka, kurang smart karena menjelang pensiun, baru menduduki eselon 2 ( mungkin jenis ini yang justru dicari agar bisa dijadikan boneka AS demi politik industri virus ). Namru 2, antara tahun 1980- 2000-an tanpa MOU. Menlu Indonesia juga membiarkan, mestinya mencegahnya dan meminta proyek Namru itu adil, transparan, setara untuk Indonesia. Berkat perjuangan Siti di WHO, Namru ditutup medio 2007. Namun, 16 Oktober 2009 ( diumumkan 2/11/2009 ), setelah kedatangan Hillary Clinton, Namru dibuka kembali dengan nama IUC. Presiden AS, Barack Obama, medio 2010 akan datang ke Indonesia atas undangan SBY. ‘Bom waktu’ apalagi yang akan dibawa Amerika ke negeri kita ?

Hillary Clinton & geopolitik yang tak bermakna

Saya terkecoh dengan penampilan smart, cantik, penuh senyum istri Bill Clinton ini di antara murid sekolah Menteng, tempat Obama bersekolah dulu. Lengkap dengan bendera Indonesia dan Amerika kecil2 yang dilambaikan para murid dengan gembira. Saya tahu bendera itu sudah disiapkan khusus oleh kedutaan Amerika untuk mengesankan Indonesia ‘sahabat’ Amerika ke komunitas dunia, termasuk negara2 muslim. Nih, negara muslim terbesar dunia juga ‘tunduk’ pada Amerika ( saya lihat foto SBY di anak tangga bawah sementara Obama di atasnya ketika SBY berkunjung ke Amerika, terpajang dengan ukuran besar di media cetak ). Masak kalian, yang kecil2 tidak ? Di situ arti geopolitik Indonesia bagi Amerika, jika mau benar2 sadar. Bukan sesumbar, Indonesia adalah mitra strategis, berharga bagi Amerika, seperti kata Hasan Wirajuda ketika menyambut si mulut besar George W.Bush ke Indonesia.

Sesumbar Hasan itu tak berguna ketika David Hartanto dibunuh secara sadis di NTU, demi proyek Departemen Pertahanan Singapura. Tak berguna untuk menepis klaim Malaysia atas blok Ambalat, untuk Manohara yang disilet Pangeran Kelantan, untuk TKI yang mati mengenaskan di Malaysia, untuk membawa Anggoro, Tjoko Tjandra, Edi Tansil, para koruptor yang bersembunyi nyaman dan damai di Singapura, ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tak berguna untuk menghukum para pencuri pasir, kayu dari Singapura dan pencuri kayu, ikan dari Malaysia. Indonesia, sejak kepemimpinan Soeharto sampai SBY, tak berkutik di hadapan setan besar Amerika. Bahkan terhadap negeri liliput sekecil Singapura. That’s the fact, man ..

Hillary adalah tokoh idola Angeline Sondakh, anggota DPR dan mantan Putri Indonesia. Tahukah Angeline, kalau Vince Foster, mantan bos Hillary mati bunuh diri ( atau dibunuh ? ) menghadapi tekanan dalam kasus Whitewater, Little Rock, yang melibatkan pasangan Bill-Hillary. Bahwa penasehat gedung putih itu pernah menjadi obyek selingkuh Hillary untuk membalas perlakuan Bill yang berhubungan gelap dengan 12 wanita sekaligus. ( Biografi, MetroTV 14/11/2009 ). Bahwa Hillary memilih berkutat dengan ambisinya dan membiarkan Bill rekreasi sendirian sampai jatuh ke pelukan Monica Lewinsky untuk mengatrol kejantanannya. Bahwa wapres Al Gore mesti bersaing dengan Hillary untuk mendapatkan perhatian Bill, bahkan Al harus menyerahkan kantornya kepada Hillary setelah wanita besi itu meminta Bill menyerahkan tugas mereformasi pelayanan kesehatan Amerika kepadanya, titiannya kelak menjadi presiden AS wanita pertama.

Strong hand menjungkalkan Boediono. SBY ? Or United Stated of America ?

Saya ingat atasan Williardi Wizar menyuruh Wizar untuk ikut saja BAP yang telah dibuat, menyamakan dengan yang lain. Boediono melakukan hal yang sama. Sudah, ikuti saja, kasih bail out ke Bank Century. Jangan berubah-ubah lagi. Padahal seluruh anggota KSSK sebelumnya cenderung tak setuju memberi talangan ke bank gagal tsb. Di saat kecukupan modal bank/ CAR harus 80 % sesuai peraturan BI, tidak boleh kurang, bahkan ada bank yang bisa 145 %, Boediono malah menetapkan asal tidak minus, Bank Century mesti diselamatkan ( menikmati perlakuan istimewa ) karena berdampak sistemik. Menurut Fauzi Ichsan, pengamat ekonomi yang bicara seperti corong pemerintah, jika Bank Century jika tak diselamatkan akan timbul rush di 23 bank lainnya, yang berakibat kerugian 30 trilyun. Apalah artinya 6,7 trilyun, katanya. Kecil.

Jumat Kliwon, 25 November 2008, jam 1 dini hari, KSSK yang diketuai Sri Mulyani mengadakan rapat membahas kasus Bank Century. Semula dikira cuma perlu dana 660 milyar untuk membereskan, ternyata membengkak sampai 6,78 trilyun. Uang 147 milyar rupiah diambil 50 nasabah dengan jumlah bervariasi antara 10 juta sampai 20 milyar rupiah. Termin pertama ditarik Rp. 2,7 trilyun ( Today’s Dialogue, MetroTV, 1/12/2009 ). Rapat berakhir sekitar jam 5.30 dengan keputusan bail out untuk Bank Century. Pada jam2 seperti biasanya terjadi kecelakaan lalulintas, karena manusia belum sadar 100 % untuk beraktivitas. Timing yang bagus untuk membobol bank. Kwik Kian Gie heran, ngapaian malam2 rapatnya, misterius. Anggota KSSK yang lain minta pembahasan bail out dibicarakan sore harinya saja, tapi Boediono keburu datang dengan instruksi dari strong hand. Who is he ?

Kenapa cepat2 dibail out, seperti urgen saja ?”, celetuk Amien Rais.”Seperti mau 2012 saja”. ( kiamat sebagian seperti sejarah manusia 640 ribu tahun lalu, kehebohan migrasi masal tampak di film “2012” yang mendatangkan keuntungan 65 juta USD untuk Amerika )

Cendol Bank Century bisa menengelamkan Jakarta, termasuk Istana.

Maruarar Sirait, inisiator hak angket Century yang tergabung dalam Tim 9 ( wakil 9 fraksi di DPR ), mengatakan selama tidak fitnah dan tidak intrik, masyarakat diharap membantu dan mengawal kasus Bank Century hingga tuntas. Drajat Wibowo, anggota Komisi XI DPR, mengatakan selama November 2008 sampai November 2009 ada 17 penerima misterius. 980 milyar tidak sesuai dengan peraturan BI. 400 milyar ditarik BUMN, karyawan BI. Kekayaan 3 orang ( diantaranya ; Robert Tantular, Rafat Ali Rizvi ), pemilik Bank Century, sekitar 12 trilyun, tersebar di 13 negara ( diantaranya ; Hongkong, Inggris ). Bank bejat yang dirampok ketiganya, mempunyai 3 segmen masalah ; proses merger dari Bank Pico, dll, proses bail out/ talangan 6,7 trilyun, dan aliran dana yang menyalahi batas 2 milyar peraturan LPS. Akibatnya, ribuan nasabah kecil tak bisa mengambil uangnya kembali.

Uang yang jika dibelikan cendol bisa menenggelamkan kota Jakarta ini keburu habis disikat deposan kakap ( salah satunya dibantu Susno Duadji ), juga trio Robert Tantular. Ribuan nasabah2 kecil dipaksa/ diperdaya pengelola bank Century untuk memindahkan depositonya ke reksadana bodong. Jadi, ketika gagal, nasabah2 kecil itu tinggal disalahkan. Mereka dianggap tak punya simpanan di Bank Century. Para sekuriti mengusiri mereka. Seolah berkata, bodonya kalian nyimpan duit di sini. Habis perkara. ( saya ingin tahu setelah SBY dikirimi ratapan nasabah kecil di episode “Kick Andy” lalu, apakah terketuk hatinya ? Atau kembali SBY mengebaskan nuraninya, seperti waktu Antasari dijebloskan ke tahanan oleh Polri secara semena-mena. Saya tak bisa intervensi, jawab SBY pendek. Habis perkara ).

Mengapa Budi Sampoerna menyimpan uang 2 trilyun ke bank kecil bermasalah ? Bukannya ke Bank Mandiri atau BCA, yang lebih terjamin keamanannya. Apakah uangnya bermasalah ? Hasil kejahatan, misalnya. Money laundry. Praktek Cayman Islands di Indonesia ? Apakah pemilik Namru, pengusaha Amerika atau pebisnis zionis Yahudi, menyimpan uangnya di Bank Century ? Mereka kandidat kuat strong hand yang menjungkirbalikkan hukum di negeri ini. Orang baik masuk penjara. Orang jahat di luar penjara. Membuat SBY gemetar. Bambang Hendarso dan Hendarman Supandji bertekuk lutut. Boediono melanggar peraturan BI. Sri Mulyani yang garang dan kompeten, mengesampingkan kredibilitasnya hingga terhuyung dihujani hujatan rakyat. Fotonya diinjak-injak. Namanya disumpahserapahi tanpa ampun. Inikah buah kalian bersekolah di Amerika ? membela kepentingan Amerika ? menganggap Amerika sahabat ? mitra yang diperlukan jika perekonomian Amerika membaik sehingga Indonesia bisa meluaskan pasar ke sana ? No enemy, kata Endang. Naif.

America or you die !

Tujuh kali saya berurusan dengan orang macam Susno, saya bilang. Miniaturnya cara berpikir Amerika. Allah menciptakan manusia dengan pola yang mirip pada beberapa karakter. Hanya berbeda skala. Susno menganggap dirinya unggul di atas manusia lain. Ketika menjadi Kabareskrim, ia sesumbar ke wartawan, hanya Kapolri dan Wakapolri yang bisa memerintahkan dirinya. Ketika ia menjadi pati di Mabes Polri, no job, ia mungkin tak berpikir dirinya dicopot dari posisi Kabareskrim ( yang selama 7 bulan ini disalahgunakannya untuk mengintimidasi para pimpinan KPK ), karena kehendak rakyat. Terlalu gengsi untuk mengakui kejatuhannya. Tunggu saja, kalau pansus Bank Century membongkar keterlibatannya di Bank Century, ia akan mendekam lama di bui. Ada waktu banyak untuk Susno merenungi kesalahannya di sana.

Saya mengingatkan para peminat beasiswa Amerika agar tak tergiur iming2 negara penggila perang ini. Para pemuja materi ini, jenis yang sudah menggigit enggan melepaskan lagi. Memberi sedikit menuntut balasan berlipat-lipat. Or you die. Jika kalian terbius Amerika, suatu saat setelah puluhan tahun si tebar pesona ini akan mengingat kalian. Mengejar kalian, di ujung dunia sekalipun. Menuntut jasa. Menggarap kalian. Rantai anjing digerakkan, kalian harus datang. SBY, Sri Mulyani dan Boediono jadi contoh. Juga para mafia Barkeley, seperti Widjoyo Nitisastro, yang telah meluluhlantakkan perekonomian Indonesia tahun 1997. Menyebabkan bail out sebesar 700 trilyun yang dinamakan BLBI. Yang berkas aslinya sudah dihilangkan Kejaksaan Agung. Angket DPR ‘masuk angin’ sebelum mencapai puncaknya.

7 letusan Krakatau menyita waktu 7 bulan. Cape deeh ..

Jusuf Kalla, dibilang Kwik Kian Gie, adalah the real president. Ketika kasus Bank Century mencuat, SBY sedang di luar negeri. Jusuf Kalla, sementara menjadi chief in command. Boediono dan Sri Mulyani melaporkan kasus Bank Century ke wapres. Kalla minta keduanya melaporkan kasus itu ke kepolisian. Mereka menolak. Akhirnya, Kalla terpaksa menelpon sendiri ke polisi. Dua jam kemudian, Robert Tantular ditangkap. Setelah disidang, Robert dihukum 4 tahun penjara. Dua pemilik lain masih buron.

Saya sendiri melihat kasus ini seperti gunung Krakatau. Letusan pertama muncrat ke berbagai arah membentuk anak Krakatau, lengkap dengan pusaran2 baru. Anak2 Krakatau ini pun siap memuncratkan lahar panas ke berbagai arah membentuk cicit2 Krakatau, dst. Letusan pertama, adalah kasus yang menimpa Antasari Azhar, my man. Saya mencontreng SBY, karena faktor AA yang andal membekuk koruptor, ada di masa pemerintahannya. Saya sedih jika AA hanya dipakai SBY untuk mendulang suara. Letusan kedua : kasus Bibit & Chandra yang dijadikan tersangka dan tahanan oleh oknum penyidik Polri. Letusan ketiga : polemik Perppu, Tim 5 pimpinan Adnan Buyung, Keppres Plt KPK, dengan para LSM, pengamat hukum yang mempermasalahkannya .

Letusan keempat : Polri, Kejagung, Anggodo, massa bayaran Egy Sudjana versus Tim 8, pendukung KPK, facebookers. Letusan kelima : Siti Fadilah Supari yang anti Namru versus Endang Rahayu, kepala lab Namru, yang diminta SBY menjadi Menkes mengantikan Siti. ( SBY berjanji akan datang, menjelaskan ke Nila secara pribadi alasan pembatalannya/ tidak tahan stress . Entah dikerjakan atau lipservice saja ). Letusan ketujuh : baru dimulai, angket dan pansus Bank Century. Entah, ujung serangkaian rekayasa yang memeras otak sejak 25 November 2008 ini berakhir di mana ?

Bola salju istana bermula dari kelereng Susno. Nggak nyangka ..

Mulanya, hanya persoalan kecil. Suara Susno masuk ke telpon orang yang sedang disadap KPK. Bola itu masih sebesar kelereng. Sekarang kelereng itu sudah berubah sebesar bola salju yang siap mengubur istana, sekaligus all president’s man. Buah dari lembek dan lamban. Amien Rais sudah berhitung, SBY masih sulit di-impeachment. ( Meski di Asia Timur ada presiden yang jatuh karena istrinya korupsi. Atau presiden Nixon di Amerika yang jatuh dengan kasus serupa ). Tapi, Boediono, paling lama Oktober 2010 akan diganti dengan wapres baru. SBY bisa mengajukan 2 nama, sebagai pengganti Boediono, ke DPR. Dua jam kemudian, SBY sudah bisa menggandeng wapres baru.

Sri Mulyani ? Saya sedih, ia termasuk jagoan saya di kabinet. Favorit SBY juga. Nobody’s perfect. Pengalaman saya juga, meski kita top, daya pikir kita oke dan analisa kita diakui banyak orang, kita mesti tetap membumi, mendengarkan orang rumah. Ibu sekalipun, atau orang yang kita ragukan pemikirannya, secara ajaib digunakan Sang Maha Tahu untuk mengingatkan kita akan malapetaka yang ada di depan. Kita harus mengasah kepekaan, merunduk, mendengar perkataan orang. God spoke through anybody. We have to listen. Carefully.

Sri Mulyani menteri hebat. Apakah ia bisa selamat ? Semoga Allah memberikan yang terbaik, untuknya. Untuk SBY. Untuk bangsa ini. Mereka orang2 hebat, tapi campur tangan Amerika membuat semuanya error. Bisakah kita semua belajar dari tragedi ini ? Bahwa Amerika bukan teman baik untuk Indonesia. Damn, I love Indonesia ! Tapi jika SBY, Sri Mulyani, Boediono, Raden Pardede, Aulia Pohan, Miranda Goeltom, Anwar Nasution, siapapun, membahayakan masa depan Indonesia, masa depan Palestina, masa depan Islam, saya terpaksa ‘menyingkirkan’ mereka, meski saya lakukan dengan berurai air mata. Forgive me …

Film “2012” : siapkan pelampung & tiket ke surga.

Film “2012” hanya pengulangan informasi yang sudah kita ketahui. Soal ledakan di matahari yang memanaskan inti bumi, membuat permukaannya tidak stabil. 640 ribu tahun lalu, jutaan manusia mengungsi ke Afrika, tersisa 150 ribu orang saja, bakal nenek moyang manusia hari ini, termasuk saya. “Farewel Atlantis” adalah buku yang ditulis Jackson, si tokoh utama. Ada Gordon ( dokter ), Sasha ( pilot ), Adrian ( ilmuwan ), para pria dengan pasangan wanitanya masing2. Juga, Charlie ( penyiar radio amatir ) yang tahu soal kiamat sebagian ini sejak lama, tapi tak seorang pun percaya. Seperti saya, jarang orang percaya analisa saya pada awalnya. Soal rekayasa ( kriminalisasi KPK ) ini misalnya, sudah saya cium bau busuknya, sejak Antasari langsung dikenai 3 status dalam 8 jam ( saksi, tersangka, tahanan ). SBY tak percaya, marah pada wartawan Antara, juga saya atau siapapun yang bilang ada rekayasa, kriminalisasi KPK. Nyatanya ada. Dan kini bola saljunya sedang mengarah ke istana.

Di Kanada, pernah terjadi badai matahari, yang menyebabkan warga sana membakar kaki meja, perabot yang mereka punya, untuk mempertahankan suhu badan mereka. Agar tidak mati kedinginan. Salju lebat merobohkan tiang listrik, berhari-hari. Tahun 2012, seperti itu, tapi skalanya lebih besar, mungkin berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Kutub Selatan bisa pindah ke Wicousin, Amerika. Majalah bulanan Intisari pernah membahasnya, bahwa suatu ketika kutub berpindah posisi. Mungkin Indonesia yang sekarang di area tropis, berubah menjadi sedingin kutub. Mama Laurenz juga pernah bilang akan ada seleksi alam besar-besaran menjelang tahun 2012. Orang2 baik harus berjuang keras untuk bisa bertahan hidup.

Kiamat total, seperti di Al Qur’an dan Hadis, terjadi setelah kita berperang dengan kaum zionis, Yajuz majuz, setelah kita melihat pria wanita beradegan mesum seperti binatang di jalanan publik, setelah perbandingan wanita pria, 50 : 1, setelah kedatangan Imam Mahdi ( setahu saya beliau akan datang dari arah Iran, itu sebabnya Amerika benci sekali pada negeri para mullah tsb ). Notradamus mengatakan setelah 1000 tahun masa emas, ketika tak ada lagi yang membutuhkan zakat, ketika Amerika terbakar habis.

Rasanya kita belum melihat semua tanda2 itu sekaligus. Jadi ? Siapkan pelampung, baju hangat, pisau lipat, kompas, peta dunia, alat pancing, korek api dan tiket ke surga ( amal ibadah yang cukup, jaga2 kalau tidak selamat ). Kapal raksasa meniru replika kapal Nabi Nuh yang membawa pasangan jerapah, sapi, dll, diperuntukkan orang kaya yang punya uang lebih dari 1 milyar euro, sekelas Bill Gates ( pemilik Microsoft ) dan Rupert Murdoch ( raja media, pemilik TVOne ). Jangan seperti biksu Tibet yang pasrah begitu saja digulung mega tsunami. Muslim mesti berikhtiar semaksimal mungkin. Survive !

Ngomong2, kenapa orang Indonesia tidak tampak di film “2012”, ya ? Ada orang Amerika, Eropa, India, Cina, Jepang di sana. Kita kan, pewaris tanah Atlantis. Indonesia berada di pucuk2 negara adidaya pada masa lalu. Masak Jackson, tak tahu kita, sih ? “Farewell Atlantis” ? Hii .. see you again.

Kapolri jangan termakan hasutan anak buah.

Di “Kick Andy” kemarin ( 29/11/2009 ), Mahfud MD menjelaskan, para penegak hukum yang mau diperintah-perintah Anggodo untuk menangkap Bibit-Chandra ( supaya bisa dipateni/ ia bunuh di tahanan ) diibaratkan binatang yang mau disuruh apa saja. Bukan Polri seperti binatang, tak ada apa-apanya, seperti dikeluhkan Bambang Hendarso di RDP DPR-Kapolri tempo hari. Kitab suci pernah menyebutkan bahwa manusia tanpa nurani lebih rendah dari binatang. Jadi, Mahfud tak salah. Ia hanya mengutip. Kita semua setuju, polisi yang melacurkan profesinya, moralitasnya, demi uang, apalagi ia sudah berkecukupan, seperti Susno itu, tak bernurani, kan ? Jangan tersinggung. Kita semua sedang berjuang membersihkan dan membesarkan Polri kembali. Tolong jangan disalahartikan maksud baik kami. Kepolisian juga bagian dari bangsa ini, milik kami ( baca : rakyat ). Kami ingin yakin, staf keamanan kami bisa diandalkan untuk menjaga kami. Is it too much to ask ?

Para penyidik gemar memotong kalimat Antasari. Kalimat lengkapnya, “…jika kepolisian dan kejaksaan sudah berfungsi dengan baik, maka KPK tak diperlukan lagi”. Penyidik2 bawahan Susno ini menunjukkan ke anda atau Nanan Sukarna, bahwa Antasari sendirilah yang ingin mengecilkan KPK, dengan bukti video yang diedit ‘KPK tak diperlukan lagi’. Radar anda tak mendeteksi kejanggalan ini ? Pimpinan KPK tak memerlukan KPK ? Logikanya di mana ? Seperti juga ucapan Susno, bahwa Antasari sendiri yang melaporkan Chandra dan Bibit ke Polda Metro soal suap/ pemerasan. Padahal, testimoni Antasari sejatinya dipaksakan penyidik dari laptop Antasari. Logikanya, untuk apa Antasari menjerumuskan teman sendiri ? Belajar dari pengalaman ini, Bambang Hendarso mesti hati2 pada omongan anak buah, terutama mereka yang selama ini memanfaatkan kebaikannya. Crosscheck, first. Okay, sir ?

Tagged with: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: