dari Palestina sampai Indonesia

KPK boleh tak taati PP penyadapan, kata MK

Posted in indonesia, KPK by nurray on 17/12/2009

Watergate & Centurygate. Nixon jatuh. SBY ?

Sri Mulyani Indrawati. Menteri Keuangan di KIB I, II pemerintahan SBY. Depkeu yang dipimpinnya mendapat penghargaan sebagai departemen yang paling berhasil dalam reformasi & anti korupsi. Ada yang tak senang lalu menjerumuskan dirinya dalam kawah Centurygate ? Para penghuni darkside membuat rekayasa lagi. Siapa sebetulnya yang dibidik ?

Agen FBI, Mark Felt butuh 30 tahun untuk mengakui dialah Deep Throat, tokoh misterius yang mengungkap skandal Watergate. Akibat ulahnya, presiden Richard Nixon terpaksa mengundurkan diri. Untuk memenangi pemilu, Gedung Putih disinyalir terlibat penyadapan markas Partai Demokrat. Atas tindakan itu, Partai Republik mendapat konsensi politik. Kecurangan itu diungkap Deep Throat yang kemudian terkenal dengan istilah skandal Watergate.

Kasus Bank Century yang mengemuka dewasa ini, seolah menyadarkan ingatan kolektif Watergate yang menguji perjalanan demokrasi di Amerika Serikat. Ferdi Semaun, eksponen aktivis ’98 Bandung, melansir keterlibatan orang2 seputar istana, terkait penyelewengan bail out Bank Century. SBY langsung bereaksi membantah keras tuduhan itu dan menganggapnya fitnah kejam yang menyudutkan dirinya. Tentu, pernyataan Ferdi dapat terungkap terang di sidang peradilan. Menilainya sebagai pencemaran nama baik atau fitnah masih terlalu pagi. Terlepas perdebatan aspek hukum, keberaniannya menunjukkan kegeraman publik atas perilaku koruptif yang dipertontonkan para pejabat negara. Soalnya, kasus Bank Century merupakan fenomena gunung es penyalahgunaan kekuasaan di tengah kemiskinan yang mendera rakyat kebanyakan.

Jika dicermati, sebenarnya kasus Bank Century memiliki 2 aras, yakni sisi kebijakan dan sisi penerima aliran dana talangan yang mencapai Rp 6,7 trilyun. Publik berharap, Pansus Hak Angket DPR tak semata melihat kebijakan yang dikeluarkan BI dan KSSK, tapi juga harus mampu mengungkap penyelewengan aliran dana talangan itu. Bangsa ini memiliki pengalaman kasus BLBI tahun 1998. Dana sebesar Rp 650 trilyun diselewengkan oleh para debitur nakal dan pemilik bank bermasalah. Akan tetapi, sampai sekarang, semuanya belum jelas.

Sesungguhnya, dana talangan digelontorkan pemerintah untuk mengendalikan efek domino dalam situasi krisis moneter. Indonesia tak sendirian. Bahkan, Ben Bernanke, Gubernur Bank Sentral AS, untuk menjaga stabilitas keuangan harus mengeluarkan dana 1,4 trilyun USD ( 10 % PDB ). Bank Sentral Inggris menginjeksi Bank Northern Rock, sebuah bank kecil, senilai 26 milyar poundsterling. Memandang fenomena ini, sudah semestinya pemerintah bergerak cepat mengantisipasi dampak sistemik dari kebangkrutan Bank Century.

Kembali ke Semaun, memang, ia bukanlah Deep Throat. Akan tetapi, langkah beraninya memberi pesan politik mendukung PPATK dan aparat penegak hukum lainnya untuk membuka semua penerima aliran dana Bank Century, yang diindikasikan terjadi penyelewengan. Apalagi, pidato SBY saat memperingati Hari Antikorupsi mempertebal keyakinan kita dalam memberantas segala bentuk tindak pidana korupsi. Korupsi adalah tindakan kriminal luar biasa ( extraordinary crime ) yang tak bisa ditoleransi. Selain itu, korupsi menodai agenda reformasi fase berikutnya yang sedang ditempuh.

Reformasi yang membuka ruang kebebasan selayaknya diikuti kepatuhan terhadap hukum. Kebebasan berarti mampu memisahkan antara wilayah privat dan wilayah publik. Ketika kepentingan privat berseberangan dengan urusan publik, di sanalah fungsi hukum sesungguhnya. Dalam demokrasi, setiap warga negara bertanggung jawab atas tindakan yang diperbuatnya sendiri. Terkuaknya kasus Bank Century semoga menjadi pertanda pemberantasan kasus2 korupsi yang belum terungkap dan mungkin nilainya jauh lebih besar. ( Budiana Irmawan/ PR, 17/12/2009 )

KPK boleh tak taati PP penyadapan, kata MK

Penyadapan terkait erat dengan HAM sehingga hanya boleh diatur UU, bukan PP. KPK atau lembaga penegak hukum yang memiliki kewenangan menyadap boleh tidak taat pada RPP yang nantinya disahkan menjadi PP, kata Mahfud MD di Gedung MK, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu ( 16/12/2009 ). MK menyatakan rancangan PP tentang penyadapan bertentangan dengan ilmu perundang-undangan sehingga Menkominfo ditawarkan berkonsultasi ke MK. PP seharusnya hanya mengatur mekanisme yang merupakan penjabaran dari satu UU. Tak boleh mengatur objek dan subjek yang boleh disadap dan menyadap. Itu bukan hak dia. Itu hak UU.

Mahfud juga tak sepakat RPP itu menyatakan soal perizinan dalam proses penyadapan. Apalagi, materi RPP pun memperlihatkan adanya lembaga khusus pengatur proses penyadapan, yaitu Pusat Intersepsi Nasional. Meski demikian, RPP yang sedang dibahas itu belum tentu dianggap inkonstitusional. Namun, jika pemerintah mau mengatur tata cara penyadapan, itu harus dibuat dalam bentuk UU, bukan PP. Itu sudah diatur dalam pasal 28 j UUD 1945 yang menyangkut HAM. Ketidaksesuaian juga terlihat dari materi RPP yang mengatur berbagai UU dalam satu paket. Padahal, PP hanya mengatur sebuah pasal atau bagian dari satu UU. Alasannya, berdasarkan norma perundang-undangan, tingkatan PP berada di bawah UU sehingga harus mengacu pada UU yang menjadi acuannya.”Sebuah PP tak bisa mengatur berbagai UU.”

Apalagi, tata cara penyadapan sudah diatur dalam tiap UU yang mengatur kewenangan lembaga hukum, seperti Polri, kejaksaan, KPK dan BIN. Lembaga lain pun boleh tidak mengikuti PP tsb jika sudah menyangkut substansi tentang subjek dan objek penyadapan. Kalau sudah menyangkut substansi tsb, harus dengan UU. ( PR, 17/12/2009 )

Komen Nurray : ( setelah menyimak MetroTV, Trijaya Network, PR selama sepekan )

Bank Century, Bank Mutiara. Antaboga, Yulianto. Pinang dibelah dua.

Dulu, Bank Century rugi -7,2 trilyun. Sekarang, Bank Mutiara membukukan Rp. 231 milyar ( laba 3.250 % ). Dulu, rasio kecukupan modal Bank Century -22 %, sekarang Bank Mutiara CAR-nya 8 % lalu 10,04 %. Dulu -5,1 trilyun, sekarang 7,4 trilyun. Dulu -6,5 %, sekarang 10,7 %. Dulu -7,5 %, kini 5 %, dst, kata Maryono, dirut Bank Mutiara ( Economic Challenge, MetroTV 15/12/2009 ). Anda terkesan ? Tunggu dulu. Maryono seperti halnya Pradjoto ( kuasa hukum Bank Mutiara ) tidak terlalu pusing dengan nasib ribuan nasabah yang tidak bisa mengambil uangnya kembali, setelah ditipu perusahaan reksadana bodong bernama Antaboga yang dibiarkan beroperasi di Bank Century. Stafnya orang2 yang sama yang dulu menawarkan tabungan dan deposito, karyawan Bank Century. Bagaimana anda tidak terkecoh ?

Pradjoto menyarankan nasabah Century mengajukan gugatan hukum. Oktober 2009, nasabah Antaboga/ Century menang di BPSK, Yogyakarta. Tapi kemudian Pengadilan Negeri Yogya menetapkan keputusan BPSK ( Badan Perlindungan dan Sengketa Konsumen ) itu unexecutable. Nyuruh, tapi terus menggagalkan. Apa maksudnya ? Lain Pradjoto, lain Maryono, meski sama2 berakhiran o. Maryono, katanya berempati, tapi meski sama2 dirugikan Antaboga ( uang LPS ada di situ juga ) Maryono cuma menyuruh nasabah yang malang ini mengajukan kepailitan ke Bapepam. Nasabah di ping pong ke sana kemari. Pemerintah ( dalam hal ini Bank Indonesia ) sudah lalai mengawasi bank Century sampai bisa seleluasa ini ngibulin nasabah, lalu lepas tangan begitu saja ? Pradjoto cukup menyalahkan nasabah, ya mestinya hati2 kalau ditawari bunga tinggi, sambil tersenyum. That’s it. Siapa yang bodoh sebenarnya ? Nasabah yang ditipu pemilik Bank Century ? Atau pemerintah yang membiarkan bank bobrok ini terus beroperasi hingga memakan korban demikian banyak ? Ada 8.250 nasabah di bawah 2 milyar. Setelah tertipu, nasabah kecil ini tak punya uang lagi untuk mengurus gugatan hukum. Makan pun sudah menumpang ke famili dan orang tua. Saya heran, hati Maryono dan Pradjoto terbuat dari apa ? Cukup tersenyum ( dan merasa hebat ) ?

Maryono, Pradjoto pintar ? Nasabah kecil jadi bola pingpong.

Mbok, ya, bantu nasabah yang tidak sepintar kalian. Mereka bisa dikecoh Robert Tantular cs, apa kalian tak tergerak mendampingi/ membantu, kalau2 mereka tersesat lagi dalam belantara hukum di negeri ini yang masih buas ? Jika kalian di kubu pemerintah ( bank Mutiara milik pemerintah/ penyertaan modal/ LPS ), bantuan ini menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah terhadap masyarakat. Sehingga kemarahan tidak terus mengendap menjadi malapetaka di kemudian hari.

Bank Mutiara sudah membuat tim khusus untuk menjelaskan pada para nasabah. Antaboga, adalah manajemen investasi bodong bikinan pemilik Bank Century. Perusahaan sekuritas ini beroperasi antara tahun 2002-2008. Kekayaan Robert Tantular cs senilai 11 trilyun di luar negeri. Pemailitan Antaboga bisa dilakukan oleh Bapepam, Lembaga Konsumen. Dalam 1-2 bulan sidang pemailitan, kurator bisa menjual aset Robert Tantular cs untuk membayar kerugian nasabah. Ada Rp. 1,3 trilyun yang dibekukan, tapi bagaimana merampasnya ? Uang real senilai 220 juta USD di Swiss, kini senilai 156 juta USD. Uang cash berbentuk deposito senilai 4 trilyun, sebaiknya yang lebih dulu diambil, untuk mengganti kerugian nasabah Bank Century. Karena lebih mudah mengurusnya, daripada surat2 berharga.

Dalam kasus Bank Century, seharusnya nasabah kecil diprioritaskan. Penggantian dari LPS maksimal senilai 2 milyar. Sisa kekurangannya, juga bunga normal, dibayarkan setelah aset bank dan kekayaan pemilik bank dilelang oleh kurator. Tapi yang terjadi sekarang, pemilik bank merampok uang nasabah, lalu dana LPS ( Lembaga Penjamin Simpanan ) yang jumlahnya fantastis itu keburu diembat nasabah kakap. Salah satunya difasilitasi Susno Duadji, kini pati non job di Mabes Polri. Nasabah kecil gigit jari dan diusiri sekuriti, yang dulu terbungkuk-bungkuk menyambut mereka di pintu masuk ketika akan menyetor uang. Habis manis sepah dibuang. Nasabah2 malang dipingpong ke sana kemari oleh pengelola Bank Century yang telah bersalin rupa menjadi Bank Mutiara. Antaboga makin mirip dengan Yulianto, ya ? Tokoh misterius yang kebagian peran membawa kabur sekarung duit. Para pelaku bisa lepas tangan, kan duitnya dibawa Yulianto ? Habis perkara.

Aburizal Bakrie vs Sri Mulyani. Pertarungan maut dua orang kuat. Nasib angket Centurygate ?

Siapa yang anda jagokan ? Aburizal Bakrie ( Ical ) diendus menggelapkan pajak senilai 2,1 trilyun yang dendanya bisa mencapai 8,4 trilyun, dari 3 kelompok perusahaannya. Dia harus membayar 10,5 trilyun. Direktorat pajak sedang mengubernya. Padahal urusan Lapindo Brantas belum kelar. Butuh 2,7 trilyun untuk menyelesaikan bencana lumpur di Sidoarjo itu. Reputasi Ical pun sudah melorot, dari orang terkaya di Indonesia, menjadi nomor 4, dengan kekayaan 2,5 trilyun. Di nomor puncak, ada pengusaha rokok Djarum dengan kekayaan Rp. 7 trilyun. ( Di AS yang terkaya, 57 milyar USD. Runner up-nya Bill Gates dengan kekayaan 55 milyar USD. Sekitar Rp. 550 trilyun. Itu duit semua, ya ? Bukan singkong ). Apa ini berarti Ical akan terlempar ke jalanan ? Tidur bersama para gembel pengemis ?

Sri Mulyani memang petarung tulen. Ada yang menfitnah dirinya, langsung dia bikin gebrakan. Tuduhan Bambang Soesatyo ( anggota pansus angket Centurygate dari fraksi Golkar, partainya Ical ) langsung di-counter dengan menggandeng Wimar Witoelar, konsultan media dan mengundang pers. Rekaman rapat KSSK tanggal 21-22 November 2008 diperlihatkan. Robert Tantular, tak ikut rapat KSSK. Ia ada di mesanin Gedung Departemen Keuangan di bawah ( sebelah ruang konferensi pers kemarin ), sedang rapat KSSK di lantai 3. Roy Suryo juga membenarkan bahwa rekaman gambar dan suara itu benar. Tidak ada Robert Tantular dalam rekaman tsb.

Soesatyo, yang semula sesumbar ia punya kebal hukum/ hak imunitas dan sudah menyiapkan 50 pengacara jika dituntut pencemaran nama baik oleh Sri, belakangan hanya mengatakan, ia senang sudah dikonfirmasi, bahwa bukan Robert Tantular yang sedang rapat di KSSK. Melunak karena gebrakan Sri ? Sementara tim bentukan SBY, saya dengar, sedang mendamaikan perseteruan Ical vs Sri. Perseteruan keduanya sudah berlangsung lama sejak di KIB I. Dipicu kembali dengan pernyataan Ical, bahwa kalau pemerintahan kotor, ya, diganti saja. Kemudian muncul pernyataan Sri di Wall Street Journal, Singapura, yang intinya, selama pemeriksaan2 pansus angket Centurygate, Sri tidak yakin orang2 Golkar akan baik padanya. Adanya pansus Centurygate itu karena Aburizal Bakrie tidak senang kepadanya.

Soesatyo vs Sri Mulyani. Menkeu reformis, anti korupsi. Soesatyo ?

Seorang pengamat anti korupsi, menyayangkan tindakan Soesatyo mendiskreditkan Sri di hadapan pers, sebelum pansus membuka resmi isi rekaman rapat KSSK, berikut transkripnya. Ketua pansus bilang itu tindakan Soesatyo secara pribadi, bukan atas nama pansus. Soesatyo berdalih, sudah resiko jika rapat2 pansus dibuka untuk publik, maka segala sesuatu yang ada di dalamnya akan diketahui masyarakat ( meski mendahului pansus ? ). Ya, setidaknya kita sudah tahu kualitas orang2 pansus yang akan memeriksa Sri dan kasus Bank Century. Secara umum, Najwa Shihab dalam “Mata Najwa” menggolongkan 4 tipe anggota DPR ; idealis, oportunis, pemanis dan sadis. Ia tak menemukan yang idealis. Kebanyakan oportunis. Taufik Kiemas ketika ditanya, mengkategorikan dirinya setengah oportunis dan pemanis ( datang, duduk, dengar, duit ). Sebelum jadi ketua MPR, ia datang ke Senayan, paling 2 kali setahun. Jadi, kita jangan berharap banyak pada pansus Centurygate kali ini, agar tak terlalu kecewa. Fadjroel Rahman, ketua Kompak, mengatakan, pansus Centurygate sudah mati sejak pansus dipimpin Idrus Marham dari Golkar.

Marsilam.. oh, Marsilam. Apa peranmu sesungguhnya ?

Saya pikir, kita mesti beri kesempatan pada pansus, karena hanya DPR yang diberi kewenangan memeriksa kebijakan pemerintah. Mereka bergerak di ranah politik, hasil keputusannya pun politis. Yah, setidaknya kita sudah menyibukkan para pelaku. Dengan kerewelan yang mendebarkan mereka, semoga ke depan mereka lebih berhati-hati memegang uang rakyat. Rakyat sudah semakin vokal sekarang. Jangan main2. Kita harus menegur pelaku2 skandal Bank Century dari berbagai arah. Aspek hukumnya sudah ditangani KPK ( unsur pidana khusus/ korupsi ), Polri ( pencucian uang ) dan Kejaksaan. KPK sendiri sudah membentuk 9 satgas untuk meneliti 9 temuan BPK yang kini diketuai Hadi Purnomo. Ada Taufiqurrahman, mantan ketua KPK, sebagai anggotanya. BPK, KPK, Polri dan Kejaksaan sudah bertemu untuk membahas kasus tsb. Menyamakan persepsi laporan BPK, pada awalnya.

Kenapa Sri Mulyani mendapat simpati ? Karena Departemen Keuangan mendapat penghargaan sebagai lembaga pemerintah yang paling berhasil mereformasi dirinya. Sri Mulyani dikenal anti korupsi. Ia bisa jadi dibenci para penghuni dark side akibat sepak terjangnya yang mangkus. Ia menolak masalah lumpur Lapindo Brantas, anak perusahaan Ical, ditanggung APBN. Kasus Sri Mulyani seperti kasusnya Bibit dan Chandra, kata Denny Indrayana. Saya melihatnya, seperti Antasari, di mana persiapan para konspirator lebih rapi dan matang sehingga korban lebih sulit diselamatkan. Antasari dan Sri Mulyani, keduanya jagoan saya. Rupanya, jari2 saya perlu bekerja lebih keras di sini.

Marsilam Simandjuntak, ketua UPK3R diutus SBY hadir di rapat KSSK. Untuk bekerja sama, kata Marsilam ketika dikejar wartawan. Posisi Marsilam yang dikira Soesatyo sebagai Robert Tantular. “Anda melihat video dan mendengar rekaman tidak ?”, kata Marsilam getas, ketika ditanya wartawan soal kehadiran Robert Tantular. Marsilam bikin penasaran. Apa peran sebenarnya di rapat KSSK ?

Hmm … ( to be continued )

Rani yang menggoda di Grand Mahakam.

Komjen Jusuf Manggabarani dan Kombes M. Iriawan yang mempermak jasad Nasrudin sehingga tidak asli lagi.

Setelah rekaman suara Rani di kamar 803 diperdengarkan di PN Jaksel, publik tercengang. Bisa secentil itu suara seorang caddy, ya.”Nggak ikut main golf lagi, pak ? He, he, he …”. Ruby Alamsyah, ahli digital forensik IT, juga memastikan tidak ada ancaman Antasari ke Nasrudin maupun ke Rani, seperti diadukan pasangan pembohong ini. Ponsel Nasrudin yang jumlahnya belasan itu sudah diperiksanya. Ari Yusuf Amir, kuasa hukum Antasari mengatakan, sekarang kita tahu siapa yang sebenarnya menggoda. Rekaman percakapan Sigid dengan Antasari dengan voice recorder yang dipersiapkan lebih dulu oleh Sigid dengan pembantunya, tidak jelas terdengar. Tapi bagi JPU Cirrus Sinaga dan Jaksa Agung Hendarman Supandji, itu sudah cukup bukti. Lagi2, dengan perumpamaan ; jika 2 orang masuk ke hotel yang sama, sudah pasti terjadi perselingkuhan di sana. Meski tidak selalu terjadi persetubuhan, namun sudah dapat dipastikan terjadi perzinahan. Kalau main catur, gimana pak ?

Yang lebih mengejutkan lagi, Iriawan dan Manggabarani, anggota Irwasum yang terhormat itu, ( yang dipuja puji Susno karena sudah mencap dirinya bersih ), merekalah yang mengatur jasad Nasrudin sehingga tidak asli lagi di tangan Mun’im Idris, ahli forensik RSCM. Jasad Nasrudin sudah telanjang, luka sudah dijahit, rambut sudah dipotong ketika akan diterima oleh Mun’im. Dari uji balistik, jenis peluru di jasad Nasrudin juga tidak sama dengan barang bukti yang diajukan penyidik Polri. Di tahanan, Daniel Dani Sabon dkk ( 5 terdakwa yang dituduh mengeksekusi Nasrudin ) pada 7 Mei 2009, dihajar, ditelanjangi, disetrum kemaluannya untuk pembuatan BAP versi penyidik. Mereka teringat, ada tim bayangan yang mengikuti mereka di hari kejadian Nasrudin di tembak. Tim itulah yang menembak mati Nasrudin, karena arah luka tembakan ( yang sebenarnya mungkin yang dijahit itu ) tidak sesuai dengan posisi Daniel di TKP. Kebangetan, kalau Bambang Hendarso masih berkelit ini bukan rekayasa. Mau sejelas apa lagi buktinya, pak ? ( Melihat dengan mata kepala sendiri ? ). Unless …?

Hmm … ( to be continued too )

Tagged with: ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. alfarolamablawa said, on 17/12/2009 at 23:18

    cool….nice posting..pandangan politik Anda hebat…
    salam kenal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: