dari Palestina sampai Indonesia

Laptop, videoklip janggal. Rekayasa David di Singapura, skenario Antasari di Indonesia.

Posted in ASEAN, indonesia by nurray on 17/12/2009

Rest in peace, David ..

Pengadilan Koroner Singapura telah mencederai rasa keadilan. Tim Advokasi Kasus Pembunuhan David, pengacara David dan Hartono Widjaya ( ortu David ) mengkaji ulang keputusan Pengadilan Koroner Singapura yang menetapkan David Hartanto Widjaya meninggal karena bunuh diri. Andy Wuisang dan Menara Hutasoit menyatakan bahwa, putusan pengadilan itu mengabaikan fakta bahwa luka David sama sekali bukan luka seorang yang menyerang orang lain lalu bunuh diri. Selain itu, tidak ada indikasi kejiwaan dan alasan apa pun yang memungkinkan David melakukan bunuh diri.

Kasus David penuh kejanggalan, di antaranya laptop pribadi David sampai sekarang masih disita kepolisian Singapura, dan tak ada itikad baik untuk mengembalikan.”Laptop David bukanlah pertimbangan utama dalam dokumen hasil keputusan. Karena itu, laptop seharusnya bisa diambil kembali,”ujar Menara Hutasoit. Selain laptop, videoklip yang menunjukkan David di atas atap koridor yang menjadi barang bukti di pengadilan, juga tidak diberikan pengadilan kepada keluarga David. Padahal, waktu penayangan video tsb, keluarga sudah mengatakan orang di atap itu bukan David. “Hakim pengadilan berjanji memberi salinan videoklip setelah sidang, namun hingga kini, kami tak mendapatkannya. Kami sudah mengejar lewat KBRI dan Deplu, tetapi mereka mengatakan, pihak Singapura tidak bisa memberikan dengan alasan barang tsb bukan milik David. Ini tidak sesuai dengan janji hakim di pengadilan,”ujar Hartono. Menlu dan Komisi HAM PBB sudah dikirimi surat soal kasus David.

Menurut Andy Wuisang, kasus David merefleksikan negara abai melindungi warga negaranya. Tak ada perlindungan yang signifikan terhadap David.”Kita bisa bayangkan, mahasiswa berprestasi sekelas David pun, negara masih enggan membelanya, apalagi kasus TKI yang jumlahnya ribuan di luar sana. Kasus David meski kelihatan kecil, tetapi sejatinya entry point yang lebih komprehensif untuk melindungi warga negara Indonesia di luar negeri, menyangkut martabat dan kehormatan bangsa. Jika negara tak mampu melindungi warganya, pemerintah dianggap gagal memerankan peran vitalnya melindungi warganya, baik di teritorialnya, maupun di luar negeri.” ( PR, 12/11/2009 )

Komen Nurray :

Déjà vu. Kejadian sama menimpa Antasari, Bibit, Chandra, Prita ( menulis e-mail keluhan pelayanan Omni Internasional, diancam 6 bulan penjara ), nenek Minah ( pengambil 3 buah cacao senilai 2 ribu rupiah, divonis 1,5 bulan penjara ), pengambil sebuah semangka karena haus senilai Rp.19 ribu ( diancam 2 bulan 10 hari penjara ), pengambil sekarung kapuk, penghuni apartemen yang mencharger ponsel di koridor depan unitnya, penulis surat pembaca yang mengadukan maljanji pengembang, 10 anak SD penyemir sepatu yang bermain koin ( dituduh berjudi lalu dijebloskan ke sel orang dewasa sebulan lamanya ), Manohara ( diperkosa & disilet-silet Pangeran Kelantan. Perempuan 17 tahun itu lalu divonis 3  milyar karena dakwaan mencemarkan nama si masokhis/ penyiksa seksual, sekaligus paedofilia/ pencabul anak . Bayi emosional itu akan jadi Raja Kelantan 3/1/2010 ?  ) dari negeri jiran itu. Munir yang tewas diracun karena mempermasalahkan orang2 yang dihilangkan penguasa ( Pollycarpus yang dijadikan kambing hitam, kemarin berontak ingin membeberkan kebenaran ). Marsinah yang tewas berlumuran darah dipukuli aparat Kodim gara2 memperjuangkan hak buruh. Aktivis Trisakti yang lenyap tanpa bekas. And many more ..

( Malaysia bikin saya geram lagi. Mahathir Muhammad kemarin bilang kita bersaudara ? Urus dulu pengadilan nyeleneh yang terus menjerat Anwar Ibrahim, mantan deputinya, dengan dakwaan sodomi yang dulu dirintisnya. Bantu ciptakan hukum yang adil bagi Manohara, dan para TKI kita di Malaysia. Urus ( protes ke pemerintah Malaysia yang dibidaninya ) soal pencurian kayu dan ikan dari perairan Indonesia. Baru ngoceh soal budaya warga serumpun dan telur2 busuk itu. Jangan cuma menuntut kami dan mengadu ke pers. Bereskan negara kalian dulu. Warga protes ISA dipenjara ( mengemukakan pendapat dibungkam ). Orang meledakkan cewek selingkuhannya jadi perdana menteri. Belum lagi, pemerintahan yang korup. Aparat Malaysia gemar memprovokasi perbatasan darat dan laut RI. Lalu utusan Malaysia datang ke redaksi PR membawa hewan kurban, terheran-heran, kenapa orang Indonesia marah ? Sebaliknya, saya bertanya dengan ketidakpekaan warga Malaysia terhadap perbuatannya sendiri ; Ada apa dengan Malaysia ? )

Keadilan rakyat ? Kerjain aja sendiri. Sudah menggaji, masih dikerjain.

Keadilan makin langka dewasa ini. Jika dicermati, kasus Bibit, Chandra, 10 anak SD yang dibebaskan dari tahanan karena jasa eksternal. Bibit dan Chandra karena desakan masyarakat anti korupsi dan tim pengacara putih ( Salut buat Bambang cs ). Penyemir berusia SD itu dibela pengacara perempuan muda belia yang idealis. Gratis. Pemerintah terlihat ogah-ogahan membela wong cilik. Denny Indrayana mengatakan di Trijaya Network, presiden tak boleh intervensi. Gayus Lumbuun mengatakan, bukan intervensi tapi cobalah masuk ke persoalannya. Apa yang terjadi di sana ? Mereka ini korban2 hukum yang malang, karena pemerintah salah menempatkan orangnya di lembaga penegakan hukum. Apakah hanya lepas tangan ?

JJ Rizal, sejarawan UI, yang digebuki 4 polisi Beji, Depok ( mereka kini dihukum antara 4 sampai 20 hari kurungan ) karena salah tangkap ( dikira pengedar narkoba ) mengatakan, SBY tipikal orang Jawa. Tak mau disaingi, maunya nomor satu. Kalau dirinya berpendar dan terlihat membela nasib orang lain, itu hanya sebatas ring kekuasaannya. Di luar itu, tak terlalu dipikirkan ( bukan urusannya ). Kalau perlu menegur orang, muter dulu, demi mencapai harmoni dan wibowo. Pengamat lain mengatakan, cara menyelesaikan konflik seperti orang kampung.”Sudah, sudah, jangan bertengkar, sekarang pulang ke rumah masing2, ya. Lupakan semuanya”. Bahwa ini negara hukum ( bawahan meniru dan para begundal bersorak kegirangan bebas berbuat apa saja ), lewat. Bahwa, orang makin leluasa memfitnah SBY karena tak dihukumnya ( seperti Anggodo ), lanjut. Soal makin banyak koruptor dan penfitnah di negeri ini, menggiring Indonesia ke abad kegelapan, itu di luar ringnya. Sebagai pelampiasan SBY cukup memarahi kader partai atau menterinya yang kebetulan tidak mendengar omongannya ( pidatonya yang normatif, tidak fokus dan muter itu ).

Tidak tegas, karena berhutang keburukan.

Mario Teguh di Golden Ways ( 13/12/2009 ) menyindirnya,”Orang di atas yang tidak tegas sekarang ini karena berhutang keburukan.” Makanya berhutang kebaikan, jadi bisa cepat membayarnya dengan kebaikan. Sebelumnya, Mahfud MD di acara yang sama ( bintang tamu ) mengatakan, orang tidak tegas karena dirinya telah tersandera oleh pemberian2 ( bersyarat ). Jika ingin jadi pemimpin, pastikan diri sejak awal tidak pernah tersandera oleh hutang dan keburukan masa lalu. Good advice, guys ..

Jadi, untuk kasus David masa SBY, kita tak bisa terlalu berharap banyak. Akan ada pemimpin yang kuat tahun 2014-2019, yang mungkin bisa mengakomodir masalah keadilan untuk rekan kita, David. Manohara juga, dll. Insya Allah. Sementara ini, ajak teman2 untuk memboikot produk, wisata dan orang Singapura ( tak seorang pun dari mereka yang mau bersaksi untuk kebenaran, memilih diam seribu bahasa. Kota memang gemerlap, tapi nurani gelap gulita. Anggoro dan koruptor2 yang melarikan uang rakyat Indonesia, mereka biarkan hidup tenang dan damai di Singapura. EGP ). Kalau tidak ada tekanan, mana mau mereka berubah ? Pengalaman membebaskan Bibit – Chandra juga karena gerakan rakyat yang bergemuruh, menggetarkan istana. Mungkinkan puting beliung ( people power ) rintisan kalian bisa mengguncangkan pemerintah Singapura ? Find the way .. God bless you ..

NB : Ngomong2, atraksi cahaya di pantai Singapura kemarin ( hologram ) itu mirip penemuan David, ya ? Hasil riset David sudah jadi uang di negeri kota itu. Royalti ? Jangan harap, nyawa David dicabut saja tak diaku. Membusuklah kalian semua para pelaku di neraka !  ( ibu David berdoalah, doa orang teraniaya akan dikabulkan )

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: