dari Palestina sampai Indonesia

Israel menembak & menguliti warga Palestina untuk pasien luka bakar Israel.

Posted in palestina by nurray on 23/12/2009

Warga Palestina setiap waktu bisa dikanibal oleh dokter Israel untuk mengganti organ tubuh pasiennya yang rusak.

Israel mengakui bahwa pada tahun 1990-an, patolog forensik mengambil organ2 penting dari mayat2 orang, termasuk jenazah warga Palestina dan pekerja asing, tanpa meminta izin dari keluarga mereka. Organ yang diambil dari tubuh jenazah, diantaranya ; kulit, kornea, katup jantung dan tulang2. Sebelumnya, muncul kontroversi dan tudingan dari koran Swedia terhadap Israel yang dianggap membunuh warga Palestina untuk diambil organ tubuhnya. Israel dengan marah membantah tudingan itu.

Seorang akademisi Amerika, tahun 2000, mewawancarai pimpinan mendatang Institut Forensik, Abu Kabir Israel, Dr. Jehuda Hiss, di TV Channel 2, akhir pekan kemarin.  Dalam tayangan itu Hiss berkata, Kami mulai mengambil kornea. Apapun yang dilakukan itu sangat informal. Tidak ada izin yang diminta dari keluarga ( mereka )… Kami lem kelompak mata ( jenazah ) untuk menutupinya. Kami tidak akan mengambil kornea dari keluarga2 yang kami tahu akan membuka kelopak mata.” Militer Israel menanggapi laporan tsb dengan menyebutkan bahwa praktek tsb sudah berhenti beberapa dekade lalu dan tidak berlangsung lama. Pedoman waktu itu tidak jelas. Selama 10 tahun terakhir, institute Abu Kabir telah bekerja sesuai etika dan hukum Yahudi.

Sebagian besar detail wawancara mencuat sejak 2004, ketika Hiss dipecat sebagai kepala institut forensik karena penyimpangan penggunaan organ. Jaksa Agung Israel menjatuhkan dakwaan kriminal terhadap Hiss, tetapi Hiss masih bekerja sebagai kepala patolog di institut tsb. Ia tidak memberi komentar apa pun terkait laporan TV itu. Hiss menjadi direktur institut tahun 1988. Praktek memungut organ tanpa izin dimulai sejak awal 1990-an. Ahli bedah militer mengambil lapisan tipis kulit jenazah pada awal 1987-an sebagai lapisan kulit luka bakar. Hiss mengatakan, ia yakin bahwa apa yang telah dilakukannya adalah tanpa persetujuan keluarga. Praktek tsb diungkapkan Hiss berakhir pada 2000. Praktek autopsi jenazah yang dikeluhkan keluarga prajurit atau warga sipil Israel dan Palestina di institut tsb berakhir dengan pemecatan Hiss.

Jenazah2 itu milik orang2 yang meninggal karena penyakit, kecelakaan, atau kekerasan Israel – Palestina. Namun, belum ada bukti untuk mendukung koran Aftonbladet bahwa prajurit Israel membunuh warga Palestina demi organ mereka. Para pejabat Israel yang marah menyebut laporan tsb sebagai laporan anti bangsa Yahudi. Nancy Scheper – Hughes, kademisi dan profesor antropologi dari Universitas California-Berkeley, memutuskan membuat wawancara publik di tengah gelombang kontroversi Aftonbladet yang meningkatkan ketegangan diplomatik antara Israel dan Swedia, sampai Menlu Swedia membatalkan kunjungannya ke Israel. Nancy mengatakan warga Palestina yang ditembaki bukan satu-satunya yang terkena dampak praktek kanibalisme itu. Ia merasa wawancara itu harus membuat publik tahu, bahaya simbolisme mengobati luka atau penyakit dari organ musuh mereka sendiri.

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: