dari Palestina sampai Indonesia

Pu Yi, Mao Tse Tung & generasi muda Tionghoa di Indonesia.

Posted in Asia by nurray on 05/03/2010

Pu Yi saat jadi kaisar balita. Hidup penuh warna dan tragedi. Ternyata saat paling bahagia ketika dirinya menjadi warga biasa.

Pu Yi : kaisar saat 2 tahun, dipenjara saat dewasa, bahagia saat jadi warga biasa.

Bayangan kita tentang kaisar, adalah pria dewasa, berwibawa dan kuat pengaruhnya. Apalagi rakyat yang dipimpinnya, populasinya mencapai ratusan juta jiwa. Mustilah, ia lelaki perkasa yang mantap atau wanita besi yang tangguh. Bagaimana kalau ia cuma bocah 2 tahun, atau lulusan SD ? Kurang menyakinkan ? Tapi, sejarah, sering lebih aneh dari cerita dongeng. Aisin Gioro Pu Yie, tahun 1908, menjadi kaisar Cina dari dinasti Qing. Kaisar pendahulunya tewas ketika wilayah Cina selatan yang dikuasai pasukan Republik pimpinan Chang Kai Shek menyerang. Pu Yi yang baru memerintah 12 hari, diturunkan oleh mereka, lalu diasingkan di istananya. Adiknya, Pu Jie, setelah berumur 11 tahun, baru diperbolehkan bertemu dengan Pu Yi ( 13 tahun ) di Istana Terlarang.

1 Des 1922, Pu Yi  ( 15 ) menikah dengan Wanrong, sebagai permaisuri, dan Wenxiu, sebagai selir. Menurut tradisi, seorang kaisar Cina, beristri satu, dan boleh berselir banyak. Seingat saya, kaisar sebelumnya, ada yang memiliki sampai 9000 selir. Pu Yi diberi guru privat dari Inggris bernama Johston. Yi dilayani 100 kasim, yang menyusut menjadi 10 kasim, setelah terjadi pencurian permata mahkota permaisuri dan benda berharga di istana. Pu memecat mereka. Chang Kai Shek, pemimpin Kuomintang, menurunkan Pu dari tahtanya, lalu mengasingkannya ke Chanchun, Manchukuo. Wilayah seluas 2 juta km2, berpenduduk 3 juta orang, tahun 1933. Pu Yi juga pernah dibawa ke Tianju, Shanghai dan Shenyang.

Tahun 1934, pemerintah Mancukuo di tenggara Cina, mendudukkan Pu Yi sebagai kaisar seluruh Cina. Setelah 2 tahun, pada April 1935, Pu Yi dibawa ke Jepang, dan disambut upacara parade kekuatan militer. Yi merasa terhibur dengan sambutan megah itu, padahal itu trik Jepang untuk memanfaatkan Yi untuk kepentingan ekspansi mereka. Kaisar boneka untuk menjarah kekayaan alam dan mengeksploitasi rakyat Cina. Setelah menguasai Mancukuo, Jepang mengintai Cina.

Sementara itu, Wanrong yang diabaikan secara emosi dan sosial, mengurung diri di istana Chanchun dengan candu. Ia bosan dan kesepian, lalu hamil oleh salah seorang pelayan, pada tahun 1922. Bayi yang lahir lalu dibakar diam2. Di salah satu jaringan kamp konsentrasi Jepang. Yi tak peduli. Permaisuri Wanrong meninggal di penjara dalam usia 40 tahun. Pu Yi lalu kawin lagi dengan Tan Yuling, cinta sejatinya. Namun, karena Yuling mempengaruhi Pu Yi untuk melawan majikan Jepangnya, maka wanita itu meninggal di usia 22 tahun, dalam perawatan dokter Jepang ( diduga kuat dibunuh ). Pu Yi menikah lagi dengan Li Yugin ( 15 ). Yi berdebar ketika Pu Jie dinikahkan dengan Lady Hirosaga dari keluarga kaisar Jepang, Hirohito. Beruntung bayi yang lahir perempuan sehingga tak memenuhi syarat untuk menjadi pewaris tahta kekaisaran. Pada masa ini, Jepang melalui stempel Pu Yi menggulirkan kerja paksa hingga puluhan ribu rakyat Cina tewas. Mayat2 bergelimpangan itu dilempar ke lubang2 kuburan masal, begitu saja.

Desember 1941, Jepang menyerang Pearl Harbour. Di Yalta, pimpinan Rusia bersama sekutu Eropa menyatakan perang melawan Jepang. 11 Agustus 1942, Pu Yi rencananya akan diungsikan ke benteng bawah tanah. Dirasa kurang aman, lalu digiring ke kamp pertambangan yang sudah tak berpenghuni. 13 Agustus 1942, Kaisar Hirohito menyerah tanpa syarat pada sekutu. 19/8/1945, Pu Yi ditangkap pasukan Soviet, dengan pesawat dibawa ke Chita, Siberia. Selama 7 hari berturut-turut pada Agustus 1946, Pu Yi di periksa di pengadilan penjahat perang. Ia bercerita, tahun 1909 di tahun ia menjadi kaisar Cina, militer di negaranya dari defensif menjadi ofensif. 1 Oktober 1949, RRC resmi dibentuk oleh Mao Tse Tung ( Mao Zedong ). Chang Khai Shek dan pengikut Kuomintang, lari ke pulau Taiwan. ( Saya jadi mengerti mengapa Cina menolak mengakui kemerdekaan Taiwan. Negerinya Taoming Se itu dianggap pemerintah Cina daratan masih bagian wilayahnya ).

Tahun 1950, Pu Yi ke Fu Shun, tempat kelahiran dinasti Qing, sebagai tahanan nomor 981. September 1950, Perang Korea pecah. Tentara RRC membantu koleganya, Korea Utara, sampai gencatan senjata tahun 1954. Selama 2 tahun sampai tahun 1955, di kamp 2, Pu Yi belajar hal2 yang dulu dikerjakan para pelayannya di istana. Ia merasa lebih sehat. September 1959, Mao Zedong mengumumkan akan memberi amnesti kepada para tahanan perang. 4 Desember 1959, Pu Yi berlinang air mata menerima surat amnesti dari wakil pemerintahan Mao. Pu Yi mengira dengan kesalahannya yang fatal di masa silam, membantu penjajah Jepang yang menyengsarakan rakyat Cina, ia sudah pasti dihukum mati. Dalam buku “Separuh hidup pertamaku”, Pu Yi menulis, dirinya berubah dari kaisar kejam yang reaksional menjadi manusia biasa. Ia dulu tahanan nomor satu di istana kekaisaran, kini ia pekerja biasa yang bebas merdeka. Extremely happy. Bersama Li Shuxian, wanita ke 5 yang dinikahinya, dan diterimanya Pu Yi menjadi anggota Komite Nasional yang bergengsi.

Lalu, terjadilah Revolusi Budaya, dan kefanatikan Tentara Merah, yang merampas harta benda Pu Yi dan diperbolehkan perilaku mempermalukan secara terbuka pada bekas kaum feodal. Yi stres dan jatuh sakit. Ia menderita kanker kandung kemih dan ginjal. Oktober 1967, Yi masuk rumah sakit Beijing untuk terakhir kalinya. 17 Oktober 1967, Pu Yi wafat. Oleh Shuxian, Pu Yi dimakamkan di samping makam kaisar sebelumnya, Kaisar Guangxu. ( Nurray, setelah nonton “Pu Yi : The Last Emperor”/ MetroTV, 14/2/2010 ).

Mao Tse Tung : dari pembangkang menjadi penguasa kharismatik.

Tahun 1918, di usia 24 tahun, Mao Tse Tung, menjadi asisten perpustakaan di Beijing. Di markas perjuangannya, Mao bisa mengumpulkan uang hingga ¼ juta USD dan menikahi seorang wanita. Jianxi. Musuhnya, Chang Kai Shek, seorang anti komunis yang kejam. Tahun 1930, Chang menyerang kelompok Mao. Lelaki berpendidikan SD yang peduli Cina mau dibawa kemana ini, lalu mengungsi/ long march bersama pasukannya, Tentara Merah. Dalam perjalanan banyak serangan, menyusutkan tentara Mao, dari 100.000 prajurit menjadi 20.000. Di Yenan, tempat Mao mengembangkan kelompoknya dan mengajarkan revolusi, Mao yang gemar dan jago merayu wanita, kawin lagi. Jan Ching, seorang aktris. Meski mendapat istri cantik, Mao tetap berselingkuh dengan wanita2 lainnya.

Ketika Jepang menjajah Cina, Mao lalu membentuk aliansi anti Jepang dengan Chang, musuh lamanya. Perang Dunia 2 pecah, mereka merapat ke kubu Amerika, yang tanpa sengaja mempersenjatai kelompok Mao. Dengan kekuatan ini, Mao bisa mengambil alih pemerintahan Cina. Setelah 30 tahun perang saudara dalam 55 tahun Mao memimpin perang gerilya, pada 1 Oktober 1949, negara Republik Rakyat Cina ( RRC ) terbentuk. Program reformasi tanah feodal untuk petani anggota mereka. Tahun 1956, Mao meluncurkan kebijakan “Ratusan Sarjana Berpendapat.” Menghadapi kritikan bertubi-tubi dari kaum terpelajar, Mao jatuh sakit. Setelah itu, ia memenggal siapa pun yang berani mengkritiknya. Gerakan berpikir pun sudah dicurigai sebagai pembangkangan kepada pemimpin besar revolusi. Mao berubah dari pemimpin populer menjadi pemimpin kejam yang ketakutan. ( Hmm .. mirip SBY belakangan ini, ya ). Contohnya, Liu Bin Yan, seorang penerbit surat kabar. Ia dihukum jadi buruh tani dan dicap pemberontak.

Krutschev, pemimpin Rusia, mengatakan negaranya perlu 50 tahun untuk menjadi penghasil baja. Mao sesumbar, Cina bisa 15 tahun melakukan hal itu. Tahun 1920, 900 juta petani dikerahkan untuk mengumpulkan besi dari mana saja, meski besi2 itu akhirnya mubazir, tak bisa diekspor. Akibat kebijakan ceroboh itu, Cina dilanda bencana kelaparan yang parah. Saking sibuknya mengurus besi baja, para petani tak sempat menanam padi dan bahan pangan lainnya. Antara tahun 1959-1961, 40 juta orang mati kelaparan. Mayat2 yang bergelimpangan itu dimakan anggota keluarganya sendiri untuk mengganjal perut.

Setelah 25 tahun memerintah, ketua Mao dipaksa mundur. Yu Shao Shi mengambil alih. Kejahatan Mao yang lain, adalah dibunuhnya 1 juta orang cendikiawan  yang mengeritik atau menentang kebijakan revolusinya. Setelah generasi tua menipis, tahun 1966-1973 berenang di sebuah perayaan untuk comeback ke dunia politik. Generasi yang lahir kemudian, yang tidak mengalami masa kelaparan dan dibunuhnya cendikiawan, memuja si gaek Mao bak dewa. Gadis2 muda berlomba2 menghampiri dan menghiburnya.      18 September 1976, Mao meninggal di usia 83 tahun. Ia dikenal sebagai monster jenius dengan tipu daya licik. Seorang kriminal, sekaligus pendorong kebaikan. ( Nurray, setelah nonton “Mao Tse Tung : The Red Emperor”/ Biography, MetroTV, 13/2/2010 ).

Protokoler baru untuk generasi baru Tionghoa. Indonesia : leluhur & keluargamu, Nak

Sejak 1740, Cina rantau yang akan kembali ke Cina daratan, tanpa bawa ampao, akan ditelanjangi, dirampas harta bendanya dan dibuang ke laut, kata Santo. Sebutan Cina, Tionghoa, Singkek tak ada bedanya. Pembedanya, perbuatanmu untuk negara. Mengutip Gus Dur, bapak kaum minoritas atau penegak konstitusi ; mau kamu orang Cina, orang Jawa, orang Papua, Batak, Manado, Dayak, kulitmu coklat, rambutmu hijau, kek, yang penting kamu bermanfaat orang banyak, buat Indonesia, maka kamu orang Indonesia. Santo, oleh kaumnya, yang tua2, dibilang orang di luar garis. Ia, mantan direktur perusahaan, pernah menggendor dan menendang pintu sejawatnya yang belum memasang bendera merah putih di 17 Agustusan, seraya memarahi,”kalian sudah dikasih 365 hari, tapi 1 hari pun tidak mau pasang bendera”. Sejak kau dan ayahmu lahir di Indonesia. Cina berorientasi pada leluhur, bukan tanah air seperti Yahudi.

Santo, bahkan, menyempatkan diri menggetok tiang listrik saat ronda. Tidak seperti rekannya, yang cukup memberi uang pengganti atau membayar pembantunya melakukan kewajibannya sebagai warga. Santo juga ikut kerja bakti di lingkungannya. Ia bukan soal uang. Hentikan pola pikir, semuanya bisa dibereskan dengan uang. Ia tak mau kejadian Mei 1998 terulang kembali. Jika tak ingin didiskriminasi, mulai dari diri sendiri, ke dalam, juga jangan bersikap diskriminatif dan minta diistimewakan. Etnis Cina punya beban sejarah. Ia menjadi sapi perah dan kambing hitam masa Orde Baru dengan dominasinya di bidang ekonomi. Padahal etnis ini juga berkiprah di bidang lain, tapi kurang diekspos oleh media. Bahkan dulu masa Soekarno, etnis Cina banyak yang berkiprah di dunia politik, menjadi menteri. Sekarang jika diliput media ; bandar narkoba, Cina, bandar uang palsu, Cina, bandar judi, Cina, pengusaha retail, Cina, bank2, Cina, koruptor2, Cina. Pantas, jika etnis Cina yang dipersalahkan jika ada apa2.

Perayaan Imlek jangan hanya barongsai2 saja, tapi juga pertanyakan diri, apa yang bisa diperbuat untuk Indonesia, tempat kelahiran dan tumpah darahku. Bolehlah, melek budaya leluhur setelah pemberangusan di masa Orba, tapi jangan lama2 di situ. Berjuanglah membangun negeri ini, seperti warga negara lain. Membaurlah, agar tak terkesan eksklusif, dengan pagar tinggi, tembok tebal, anjing galak. Santo, dikritik kaumnya, sok beda, sok ngurus politik-lah, hukum, ngurus negara. ( Ia pernah diletakkan di headline surat kabar. Di bagian bawah, ada Anggodo ). Yah, daripada Siti Murbaya yang diajukan Demokrat, katanya tertawa ringan.

Cukup menghibur melihat rekan kita dari etnis Cina, berpikiran maju seperti pak/ koh Santo. Kita lihat generasi muda yang dibinanya, apakah tergerak melakukan protokol baru yang dicanangkan tsb ? Mulai dari memperjuangkan keadilan bagi alm David Hartanto, mewakili nasib tragis warga negara Indonesia di luar negeri. Pemerintah Indonesia, melalui Deplu, entah tak punya anggaran, kepedulian, atau keberanian menuruti apa saja kebohongan pemerintah Singapura. Mungkin gerakan kebangsaan dari minoritas Cina  bisa menerjang kebuntuan kasus pembunuhan David ? ( Nurray setelah mendengar Trijaya Network, 15/2/2010 ).

Tagged with: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: