dari Palestina sampai Indonesia

Hukuman mati, Yakuza dan orang jompo.

Posted in indonesia, KPK by nurray on 17/04/2010

Ingat Saddam Husein dihukum dengan cara digantung. Teroris dihukum mati dengan cara ditembak. Kejahatan koruptor tak kalah mengerikan dengan jaringan narkoba. Gantung saja.

Koruptor dihukum mati ? Menkumham setuju. Mahfud MD ( ketua MK ) setuju, merefer UU dengan syarat keadaan krisis, bencana. ICW memilih 2 kali seumur hidup. 45 kasus korupsi yang kabur ke luar negeri, gagal dibawa kembali. Depkumham, tahun 2004, pernah mewacanakan hukuman mati, tapi prakteknya ? Sekarang pun, bisa jadi omong kosong ( normatif ). Apa SBY mau Aulia Pohan dihukum mati ? Koalisi Anti Hukuman Mati memilih hukuman seumur hidup, pengembalian harta pada negara dan mendayakan aparatur negara ( kementeriannya sekarang mereka anggap tidak efektif ). KAHM menyesalkan pernyataan Patrialis Akbar, yang mereka anggap potong kompas. Main gampangan. Mereka beranggapan masyarakat sipil tidak setuju dan Komnas HAM tidak setuju. Trend global sekarang adalah abolishi, motarium dan penghormatan hak asasi.

Cina menerapkan hukuman mati. 4800 koruptor sudah almarhum.  Cina menjadi naga ekonomi sekarang. Betul, korupsi masih ada di sana. Tapi berkurang signifikan. Dulu, pernah diadakan ‘Petrus’ di Indonesia, angka kriminalitas menurun drastis. Memang, masih ada kriminal, tapi dalam batas terkendali. Beberapa merindukan Petrus ( penembakan misterius bagi penjahat besar ) diberlakukan lagi. Penerapan hukuman berorientasi 2 hal ; penebus dan efek jera. Hukuman mati tidak pure ( murni ) human ( alasan kemanusiaan ) tapi lebih ke AS, kata seorang pendengar. Di sana, orang bisa diberi sangsi sosial bekerja di panti jompo, menjadi petugas kebersihan.

Kebrutalan pasukan AS apa belum cukup ? Bungkus kemanusiaan ? Get real.

Semalam ( 6/4/2010 ), Al Jazeera menayangkan kebrutalan pasukan AS di Irak. Dari helikopter, mereka memborbadir warga dan wartawan di sebuah keramaian. Amerika dan zionis Yahudi setelah menebar maut ke mana2 tentu berkepentingan atas penghapusan hukuman mati ini, kan ? Mereka ingin hidup 1000 tahun dan masuk surga, ( meski sudah menahan dan membantai jutaan manusia tanpa pengadilan ) karena menganggap diri mereka manusia terpilih dengan tanah terjanjikan. Nilai setiap dari mereka setara dengan 100 orang muslim. Mereka boleh membantai, tapi tak boleh dihukum mati. Pemimpin PLO dan Hamas bisa mereka habisi dengan berbagai cara. Perlahan atau kilat. Sembunyi2 atau terang-terangan. Dengan UU Anti Semit, mereka bisa memenjarakan siapa pun yang menyentil kerakusan dan kebohongan mereka. Michael Jackson, salah satu korbannya.

Penghapusan hukuman mati, saat ini, masih dibungkus dengan alasan kemanusiaan. Baru kalau pembunuhan keji bisa dihukum mati. Lobi Yahudi yang kini menguasai Gedung Putih, dulu dimulai dari pelarangan kaum rakus itu memasuki perbankan dan bidang2 strategis. Mereka cuma boleh menjadi pekerja kasar dan buruh kecil. Perlahan mereka merangkak naik, setahap demi setahap hingga menginjak kepala Obama, Bush, Clinton dst. Dulu di tanah Palestina, kaum Yahudi hanya datang bertamu dan menumpang. Jengkal demi jengkal lalu mereka kuasai hingga tersisa 22 % saja  di lahan gersang untuk pemilik tanah tsb ( rakyat Palestina ). Dan, terus berkurang ( kini mereka  merangsek ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur dengan alasan membangun permukiman baru untuk keluarga wanita yang mereka minta beranak sebanyak mungkin ).

Bahkan, kemarin hajatan di kompleks masjid Aqsa, warga Palestina dilarang masuk ke masjid tsb. Yahudi egois dan tamak. ( Para penolak hukuman mati ), anda pikir, penggagas hukuman tsb ( anda istilahkan trend global, pencetus globalisme itu siapa sih ) deep in their heart memikirkan nyawa orang lain ?  Tidak. Mereka memikirkan nyawa mereka sendiri dan kelompoknya ( Freemasonry, AIPAC, dsb ) ketika skala kejahatan mereka kian meraksasa, menggurita, up to the next level. Mereka ahli memanipulasi. Mereka mengilik-ilik belas kasihan anda. Seperti juga Kapolri Bambang mengeluh disebut binatang, atau SBY mengasihani diri menjadi sasaran teroris. Semua dibungkus, berlapis-lapis, dengan alasan kemanusiaan. They’re using you.

Rule the world, they said . Siap jadi budak mereka ?

Setelah seluruh dunia meratifikasi penghapusan hukuman mati ini, ( pembunuhan sadis yang menjadi pembolehan hukuman mati akan mereka kesampingkan juga ) mereka akan membantai secara membabibuta pada siapapun yang menghalangi cita2 Haikal Sulaiman, rule the world. Miniaturnya sudah mereka lakukan pada rakyat Palestina di tanah airnya sendiri. KAHM berikutnya, jika berani menelan ludahnya sendiri ( menarik dukungan setelah tahu apa yang terjadi setelah penghapusan ini ), seperti juga penulis di Eropa yang mempertanyakan UU Anti Semit . Saya tahu, bagaimana para penyiksa memandang orang lain. Di luar dirinya, semua harus jadi budak, mengikuti apapun kemauannya, hal sepele pun. Seperti tersenyum, jika penyiksa tidak berselera. Senyum sapa bisa dianggap mentertawakan dirinya. Paranoid. Itu berarti cabut nyawa bagi yang senyum. Coba, anda main2 ke perbatasan Israel – Palestina untuk membuktikan.

Aparatur dibenahi dulu, atau hukuman mati dulu ? Kalau aparatnya sudah berujud gerombolan si berat yang bertahun-tahun terbiasa korupsi, sebiasa kentut harian, dengan jaringan sampai ke istana, apakah pembenahan aparatur bisa dilakukan ? Satu menutupi ( borok ) yang lain. Kalau kanker sudah menyebar ke mana2, anda masih sempat minum obat rutin ? Anda keburu mati. Sebagian rakyat kita tidak bisa menunggu 32 tahun menunggu pembenahan. Mereka akan mati besok. Bagian yang terkena kanker harus diamputasi, atau dibuang. Terapi kejut perlu, sebelum menjalar lebih banyak. Sebelum korupsi menggiurkan orang lain karena hukumannya ringan. Anda takut tak disebut humanis oleh para penyokong HAM di Barat. Go to hell with them.

Anda mesti usut sponsor, penyokong dana mereka. Anda takut penegak hukum kita masih belum merata integritas dan profesionalismenya ? Okelah kalau begitu ( seperti rapper jawa medok ). Potong tangan dulu, seperti hukum Islam bagi pencuri. Atau potong jari, seperti tradisi Yakuza. Lalu, lihat apa yang terjadi .. ( seperti MTGW ). Mereka juga diharuskan mengembalikan uang jarahan dan menghibur orang jompo, minimal mendengar mereka berceloteh berjam-jam seumur hidup tanpa disela. Anda setuju ?

Tagged with: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: