dari Palestina sampai Indonesia

Susno versus Sjahril. The winner is ..

Posted in indonesia, KPK by nurray on 19/04/2010

Henry Yosodiningrat, berpendapat mestinya Susno didahulukan, karena ia yang membuka kasus Gayus. Setuju. Kalau terbukti ada markus di Mabes Polri, artinya tidak ada pencemaran nama baik, kan ? Senang rasanya, melihat warga keturunan juga membela Indonesia. Negeri dan bangsa Henry juga. Kami harap anda bisa bersinergi dengan Hotma. Kalian berdua aset bangsa dan harapan kami. Maju terus !

hotma

Hotma Sitompul, ayah Bams ‘Samson’ ini juga pembela Antasari. Senang rasanya, melihat para pengacara senior masih mempertahankan idealisme, meski bahaya dan kesulitan menghadang. Kaum muda bisa meneladani. Semoga kasus korupsi di tanah air semuanya bisa terbongkar. Pelakunya dihukum seberat-beratnya, biar kapok. Yang lain, tak berani coba2 korupsi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang dicapai bisa dinikmati seluruh lapisan rakyat Indonesia.

Bangkok, Bishkek dan Jakarta berdarah. 20 tewas, 800 luka2 dalam bentrokan massa Kaus Merah pro-Thaksin dengan aparat keamanan, Sabtu ( 10/4/2010 ) di ibukota Thailand. 83 tewas, 1600 luka dalam aksi menyingkirkan presiden Kurmanbek Bakiyev, di ibukota Kirgistan. 3 tewas, lebih 144 luka di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu ( 14/4 ) ketika satpol PP akan membebaskan lahan makam Mbah Priok ( Al Imam Al Arif Billah Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad ). Dari 3 tragedi tsa, upaya pemakzulan presiden paling banyak menelan korban. Bakiyev membangunan perekonomian, sekolah2, jalan dan taman kanak2. Akan tetapi anggota keluarganya mengacaukan. Mereka mendapat untung besar dengan cara tidak patut selama 5 tahun Bakiyev memimpin, kata Aizat Zupukharova dan Sapar Usmonov, warga Kirgistan. Do we learn something here ?

Bakiyev sudah bertindak benar, tapi toh terjungkal, karena permisif dengan kerakusan para kroninya. SBY bertindak egois dan bodoh ; menggandeng Mabes Polri, kejaksaan dan kehakiman untuk menutupi ‘perselingkuhan’ ( suap pasif/ korupsi )-nya dengan pengusaha Tionghoa, Budi Sampoerna. Untuk itu, Nasrudin harus mati, Antasari dipenjara 18 tahun ( Kejagung sedang berusaha banding untuk vonis mati Antasari ), Williardi Wizar disetrum dan dipenjara 12  tahun, Rani Juliani dibungkam mulutnya, Boediono, penjabat2 BI yang berpesta di perampokan ( bail out ) Bank Century senilai 6,7 trilyun, Bambang Hendarso Danuri dan Hendarman Supandji tetap bertahan di posisinya, mesti kepolisian kecipratan 11 milyar dan kejaksaan 5,6 milyar dari fulusnya Gayus Tambunan senilai 28,5 milyar yang dicuri dari keringat kita ( pajak ). Indonesia, what are you going to do ?

Besok, Selasa ( 20/4/2010 ), Sjahril Johan akan dikonfrontir dengan Susno Duadji. Bakal seru ? Pengacara kedua belah pihak sudah melakukan pemanasan kemarin ( 17/4/2010 ) di “Metro Hari Ini”. Henry Yosodiningrat dan Hotma Sitompul (  pengacara SJ, juga Antasari Azhar ). Keduanya ganteng, kompeten dan berintegritas  ( pasti istri dan putrinya cantik  ). Andai, Henry dan Hotma bisa lebih saling memahami posisi seterunya. It could be a great show for audiens. Di ‘ring kiri’ Henry mengeritik, kenapa Susno yang memunculkan nama markus terbawah di piramida koruptor, GT dan dirigen markus di puncaknya SJ, baru belakangan diadu dengan keterangan orang2 yang disebutnya ? Kenapa Susno tidak diperiksa lebih dulu ? Di ‘ring kanan’, Hotma menyindir, ibarat pembalap yang bermain di arena balap bukan di jalan raya, kita ( pengacara ) bicaranya di kepolisian, kejaksaan dan pengadilan, bukan di media. Kenapa Susno bercerita kemana-mana soal kasus Gayus dan markus di Mabes Polri ? Indra Maulana, penyiar MetroTV yang memandu, tak urung kena semprot Hotma ketika menanyakan  dokumen jadi-jadian serupa BAP polisi. Tertulis 500 juta untuk Susno di situ.

Lapisan2  kasus Century berharap kita lupa. Henry cs Hotma ?

Susno, Susno. Jenderal polisi bintang 3 mantan Kapolda Jabar ( pernah digadang-gadang jadi Kapolri menggantikan Bambang ), memang pernah tengil setahun lamanya ketika kisruh kasus Antasari. Saya juga gatal ingin menembak jidatnya, karena sesumbar tidak ada rekayasa meski dalam 8 jam Antasari dikenai 4 status sekaligus. Saksi, terperiksa, tersangka, tahanan. Saya meminta KPK ( melalui blog ini ) untuk meminta BPK mengaudit Bank Century. Saya meminta SBY mencopot Kapolri Bambang dan Jaksa Agung Hendarman, agar Susno bisa dicokok dari keasyikannya mendzalimi ketua KPK non aktif saat itu. Susno dicopot  ( betapa powerfull-nya media blog ), dan mendapat intimidasi dari mantan2 rekan sekonspirasi yang tidak ingin berakhir seperti Susno atau masuk bui. Berharap bisa terus memanen duit haram, like they use to be. Jadi markus atau memeras pemilik usaha yang mereka razia.

Susno hari ini apakah sama dengan Susno waktu itu ? Dengan injeksi pengalaman buruk dan derita, orang kemudian menyesuaikan. Opurtunistik ( batu loncatan meraih kembali peluang Kapolri ) atau kamuflase  ( hanya saat menderita saja terpaksa melakukan hal baik ) atau tobat beneran, wallahu’alam. Allah tak menyia-nyiakan perbuatan baik sebesar dzarrah pun, kata agama. Saya pikir, kita bisa memperlakukan Susno seperti informan sebuah tindak kejahatan. Bukan outsider, tapi internal kepolisian. Whistle blower. Sementara ini, kita lokalisir kejengkelan kita di masa lalu pada Susno (  ya, Bang Hotma ). Kita lihat seberapa dalam, Susno mencintai institusinya dengan membersihkan korupsi hingga seakar-akarnya di sana.

Sebagai bagian dari konspirasi, sulit untuk melepas diri dari bancakan, menikmati hasil sama2. Seorang spy pun harus sama2 ( pura2 ) berbuat kriminal agar tidak dicurigai oleh kelompok sindikat yang sedang dimata-matainya. Jika Susno bersih, keterangan berharga dari ring terdalam akan sulit ditembus ( kita peroleh ) karena ia bukan bagian sindikat itu. Jadi Bang Henry, tolong, terima Susno apa adanya. Bahwa, Susno juga tidak bersih. Mohon jangan terpicu kalau Bang Hotma, saya, Adhie Massardi  terserempet dengan masa lalu Susno atau menempatkannya tidak persis sama dengan perspektif anda ( semalam di Democrazy, Adhie tak bermaksud menyentil anda. Kita satu kubu. Ingin Indonesia bersih dari korupsi. Adhie sedang gemas atas penelantaran kasus Century. Betapa pemerintah melapis kasus ini dengan berlapis-lapis kasus lainnya agar kita semua lupa pada kasus yang bisa menjungkalkan SBY tsb ).

Terimalah Susno, apa adanya.

Saya mengerti, anda ingin klien anda cukup kredibel untuk didengar keterangannya. Anda tak ingin ia dikecilkan. Tapi, saya pikir lebih logis, kalau Susno dipahami dengan masa lalunya. Orang malah merasa aneh kalau orang yang tahu begitu banyak soal kebrobrokan Mabes Polri, bisa selamat sebagai makhluk suci di sana, selama bertahun-tahun. Susno keluar  bukan karena kehendaknya atau konspirasi itu. Ia dipecat karena desakan kami ( masyarakat anti korupsi dan Cicak/ kelompok Cinta Indonesia Cinta KPK ).  Everything’s happened in this life by reasons. Peran yang diberikan Allah pada Susno bisa jadi seperti ustad Jefri. Ustad gaul itu pernah bergelimang maksiat dunia malam. Narkoba dan perempuan2 nakal. Malam takbiran ia insyaf. Selanjutnya, ia mengajak orang yang tersesat seperti dirinya dulu, ikut juga insyaf dan melakukan kebajikan. Serupa itu harapan tertinggi saya pada Susno, setelah dia membantu kita membersihkan aparat penegak hukum.

Kalau sebagian pakar terinspirasi dengan penyelesaian korupsi massal di Latvia, saya pikir kita bisa uji coba dulu pada Susno. Setelah ia memberi kita banyak bigfish untuk dipenjarakan, berujung menurun secara drastis/ signifikan tindak pindana korupsi, mungkin bisa kurangi hukuman Susno ( atau bahkan diputihkan, let’s see keberanian dan kegigihan usahanya ). Tapi selanjutnya jika Susno menyimpang lagi, atau korupsi, kali itu tanpa ampun. Potong tangan atau hukum mati saja. Bisa begitu, Bang ? Bang Hotma akan bagus jika berempati terhadap susahnya Henry membela Susno yang ditempeli bak perangko oleh para provost. Bang Henry akan keren jika berempati terhadap frustasinya Bang Hotma meminta penangguhan penahanan Sjahril. Henry and Hotma are in white side. Penjahat besarnya yang ingin kita tangkap adalah Kapolri Bambang, Wakapolri Jusuf Manggabarani, Iriawan, Hendarman Supandji, Budi Sampoerna, Boediono, SBY ( penyebab Nasrudin dibunuh ), Sjahril Johan dan markus2 yang ia dirigeni memakan uang rakyat.

Hupudio membumbui, Mabes Polri mengecapi.

Soal Sjahril Johan, feeling saya mengatakan, ia memang bermasalah. Hari Hupudio, yang mengaku dirinya sahabat Sjahril Johan, mengatakan Sjahril bagai ‘kakak’ untuk Susno, patut dicurigai. Dari pilihan kata2, mimik wajahnya, ia bukan jenis orang yang bisa kita percaya. Saya lebih percaya perkataan Marzuki Darusman, mantan Jaksa Agung, semasa Sjahril diangkat jadi pemasok informasi cepat ( staf khusus ). Hari bilang, Sjahril teman Marzuki sejak kecil. Marzuki bilang mengenal Sjahril sejak menjadi stafnya. Dari sini terlihat, Hari membumbui keterangannya, atau bahkan berbohong. Sjahril pernah bekerja di Komkambtib, lembaga yang bisa menentukan siapa yang boleh diusut, siapa yang tidak, dalam kasus hukum. Sjahril juga pernah memalsukan ijasah sehingga ia dipecat. Terakhir Sjahril mengurus buronan penilep BLBI, Hendra Rahardja, yang dikabarkan meninggal di Australia ( suami Olivia Newton John, pernah dikabarkan tenggelam ketika memancing. Belakangan si suami pura2 mati tenggelam demi menghindari kasus penggelapan uang yang dilakukan ). Apa duit BLBI ikut dinikmati Sjahril ?

Yang jelas, Sjahril dari Australia, terbang ke Singapura bertemu Hotma Sitompul yang didaulat menjadi pengacaranya. Apakah rencana kepergian Susno ke Singapura yang menghebohkan kemarin, tidak sekedar general check up ? Namun, untuk menyelidiki keberadaan Sjahril sebenarnya, termasuk alasannya ada di negeri kota tsb ( pemeriksaan kesehatan ). Perlakuan Mabes Polri pada Sjahril seperti pada Anggodo. Ia dijauhkan dari pengawasan kita, termasuk pengacaranya. Agar Mabes Polri leluasa ‘reka2 saya’ ( kriminalisasi lagi, istilah Henry ). Lalu muncul BAP liar itu, muncul ocehan Hupudio, Jadi, nostalgia clash saya dengan Fachry Hamzah, yang cenderung membela polisi waktu kasus Bibit-Chandra. KPK begini, polisi begini, gajinya njomplang, dst. Ada intel polisi yang bekerja menyebarkan desas desus dan kebohongan. Ingat, kasus rusuh HMI di Makasar tempo hari ? Ternyata, para saksi mata yang diwawancarai mengaku melihat orang2 berambut cepak ( intel  ) yang mulai memprovokasi dan melempari mahasiswa lebih dulu. Saya kuatir, Hotma mulai terpengaruh. Hati2, kita menghadapi ‘bisa’ dirigen markus yang sudah malang melintang jaman Soeharto dan Adam Malik.

Master disquise rajanya markus.

Pengalaman saya bertemu orang macam ini, adalah split personality. Kepribadian ganda. Satu sisi terlihat sangat baik. Sisi lain kejam tak berperasaan. Kasus pemerkosaan anak 9 tahun oleh ayah kandungnya sendiri di Amrik sana, bisa sedikit menggambarkan. Si anak satu sisi merindukan ayahnya yang tampil seperti ayah idolanya. Di waktu lain, si ayah kejam merendahkan, menghajarnya, memperkosanya, dan berulang kali mengancam membunuhnya. Umur 18 tahun, si anak pulang dan diperkosa lagi secara biadab oleh ayahnya. Setelah puas memperkosa, si ayah memakinya pelacur, binatang jalang, dst. Si anak yang sudah dicabuli  10 tahun siang malam itu, tak tahan lagi dan menembak ayahnya sampai mati. Si anak dipenjara 18 tahun karena pembunuhan itu. Ketika ditanya, kenapa ia tak meninggalkan ayahnya sejak awal ?  Si anak menjawab, pencabul itu bukan ayahnya. Ia orang yang berbeda. Monster. ( padahal individu yang sama ). Orang2 ini master disguise. Sjahril bisa jadi salah satunya. Merasa lumrah perbuatannya ( karena sudah sangat terbiasa ), lalu merasionalisasikan kejahatannya sampai orang percaya. They’re expert for this.

Andi Kosasih dibela OC.Kaligis yang getol mengatai KPK. Dari cara bicaranya yang mengintimidasi, kita tahu, ketua perkumpulan advokat hitam itu yang bermasalah. Ia tentu tak sudi kehilangan fulus dari sepak terjang KPK. Bisa miskin dia. Kasus Prita yang ditanganinya,  akhirnya kita2 juga yang turun menyelesaikan, dengan koin dan dukungan kita di ruang sidang, untuk Prita. Dia cuma numpang bacot saja. Andi Kosasih yang memiliki uang di rekening Gayus, kata sumber kepolisian. Ternyata, aslinya 11 milyar disuapkan Gayus ke polisi. 5,6 milyar ke jaksa. 5,4 milyar ke hakim. 5 milyar ke pengacara. Baru 1,5 milyar untuk Gayus sendiri. Polisi sudah berapa kali salahnya ? Apa kita masih percaya Mabes Polri ?

Bersatu padu memberangus markus.

Semoga, selanjutnya, Henry dan Hotma bisa lebih taktis dan cool . I really respect them ( saya bayangkan Henry memeluk Hotma, seperti ia lakukan semalam pada Togar Sianipar, ketua bidang pengkajian PP Polri. Nice attitude, Sir ). Karena persoalan sebesar ini tidak cukup pengacara yang turun tangan. Media ( termasuk Indra Maulana, Bang, jangan dimarahi, sudah tugasnya ( mencari tahu ) cover both side agar tidak disomasi pihak yang berseberangan, seperti kasus TVOne  ), mahasiswa, facebooker, Cicak, GIB, ICW, TII, MAKI, rekan2  LSM lainnya, anggota dewan, akademisi, praktisi hukum yang masih idealis, dan siapapun yang peduli dengan masa depan negeri ini, harus men-support dan berjuang sungguh2. Apa rahasianya, agar mereka mau membantu ?  Smile .. ( di area ‘balap’ silakan ‘hajar’ para markus dan aparat korup ).

NB : Up date untuk Tim Pengawas Kasus Bank Century, nama-namanya sampai ke pimpinan DPR Senin ( 19/4/2010 ). Sebanyak 30 orang akan disahkan pada Sidang Paripurna DPR, Selasa ( 20/4/2010 ). Taufik Kiemas yang ingin PDIP koalisi dengan SBY berpikirlah ke depan. Janganlah lemak di perut itu membuatmu lamban dan gampangan. ( Saya tidak pragmatis, kilahnya di Munas di Bali kemarin. Apa dia takut gonjang ganjing politik di sini seperti di Thailand ? Padahal kejadian di Kirgistan lebih parah, karena korupsi para kroni presiden dibiarkan terus. Indonesia bangkrut kalau dia klemar klemer begitu. Jangan cuma lihat kursi empuk sendiri. Lihat ke bawah, lihat ke Papua. Sebagian orang sudah tak bisa bertahan sampai besok. Stop korupsi ! Kalau perlu pelindungnya dimakzulkan ). Jika Taufik, tak juga menggunakan akal sehat, partai banteng moncong putih bisa ditinggalkan konstituen-nya pada tahun 2014. Habis. Dan, Indonesia masuk ke dalam bayang2 Mordor, karena tak ada penyeimbang lagi di parlemen. Maruarar Sirait, maju terus ! Hak Menyatakan Pendapat sudah ditandatangani oleh 21 anggota dewan. Minimal 25 untuk bergulir ke tahap selanjutnya. Let’s pray

Tagged with: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: