dari Palestina sampai Indonesia

Saran untuk Raja Bhumibol & PM Abhisit terkait demo Kaus Merah.

Posted in ASEAN by nurray on 03/05/2010

Abhisit Vejjajiva dan istri di depan foto raja Bhumibol. Melihat konflik di Thailand, baru saya sadar pemimpin Indonesia, seperti Gus Dur, bersikap negarawan, dengan memilih mundur daripada mengkonflikkan lebih 40 juta pendukungnya dengan aparat militer. Jiwa besar ini tak nampak pada Thaksin. Indonesia patut bersyukur.

Sejahat-jahatnya pemimpin Indonesia tak sampai tega mengadu rakyat dengan pasukan militer. Dengan menitikkan air mata, Soeharto mau lengser dari jabatan yang telah memperkayanya 32 tahun. Gus Dur, juga memilih turun daripada 40 juta nadiyin yang siap berjibaku untuknya, menumpahkan darah membelanya. Kenegarawanan ini tidak tampak pada Thaksin Sinawatra, sang PM Thailand tergusur. Meski para pendukungnya sudah memandikan gedung2 pemerintah dengan darah bergalon-galon, menewaskan 26 orang dan melukai hampir seribu lainnya, Thaksin masih getol memprovokasi. Apakah begitu hebatnya program2 ekonomi bagi kaum miskin pedesaan yang dijalankan masa pemerintahannya ? Apakah pemerintahan Abhisit Vejjajiva belum menandingi capaian Thaksin ? Atau ada intervensi asing yang sengaja mengobok-obok Thailand, seperti dilakukan AS di Venezuela, Iran, dsb ?

Jujur saja, saya lebih suka Abhisit. Bukan semata ia berwajah tampan ala Thailand. Waktu Thailand ikut pameran di lndonesia, nahkoda kapal perangnya terlihat simpatik dan friendly dengan reporter MetroTV. Ngajak makan ikan segala. Saya bayangkan pasukan militer di Thailand, manis2. Mereka terlalu lunak sehingga massa Kaus Merah bisa merangsek maju sepede ini. Saya ingat Jenderal Sonthi yang muslim yang mengkudeta Thaksin. Ingat muslim Thailand Selatan yang teraniaya masa Thaksin. Ingat Sin City di Thailand yang terus dipelihara kemaksiatannya sehingga mendatangkan azab sebesar ini. Ingat kenegarawanan pemimpin Indonesia yang tidak dimiliki Thaksin.

Hmm.. Bisakah Abhisit setegas Ahmadinejad menghentikan gelombang unjuk rasa ? Bisakah kota maksiat di Thailand diagamiskan ? Agar Allah berpihak pada PM dukungan militer ini. Bisakah Raja Bhumibol Adulyadej memihak Abhisit seperti Ali Khamenei merestui Ahmadinejad ? Bisakah Bhumibol yang sakit mulai mempersiapkan penggantinya ? Saya bayangkan Raja berkata,“Saya meminta PM Abhisit mengangkat hakim baru untuk menyelesaikan situasi yang tengah menimpa negeri yang kita cintai ini. Kerjakan tugas anda dengan tulus di negara ini, mungkin ada sebagian orang yang lupa akan tugasnya. Anda harus menjadi contoh dalam bekerja.” (  Abhisit bisa membentuk Tim 9. Dari pihaknya ( massa Kaus Kuning ) 3 orang, dari massa pro-Thaksin ( massa Kaus Merah ) 3 orang. Tiga orang wakil dari istana Thailand. Kesembilan orang ini memilih hakim baru yang diminta Raja. Atau ke 9 orang ini yang bekerja untuk menentukan solusi konflik dan masa depan Thailand  ).

Semoga Thailand bisa kembali damai dan produktif. Jangan terpicu provokasi asing. Utamanya Amerika. Si setan besar. I wish the best for Thailand. God luck, Mr. Abhisit ..

Aparat tewas, demonstran Thailand bersenjata dan menembak. Di susupi AS ?

Seorang tentara dikabarkan tewas dan sekitar 16  massa Kaus Merah pro-Thaksin luka2 dalam bentrokan yang terjadi antara aparat keamanan dan massa di jantung Kota Bangkok, Rabu ( 28/4/2010 ). Masih belum jelas bagaimana tentara itu tewas. Sebagian mengatakan terkena tembakan sendiri.”Ditembak di kepalanya,” kata juru bicara militer Mayjen Dithapron Sasasamit. 16 orang di bawa ke rumah sakit dekat bandara internasional Don Mueang, utara ibukota.

Bentrokan terjadi setelah polisi menembakkan peluru karet dan peluru tajam dalam upaya menghentikan konvoi Kaus Merah ke jalan utama. Pemerintah mengingatkan massa agar tidak mencoba meningkatkan skala protesnya ke luar ibukota. Juru bicara militer Thailand, Sansern Kaewkamnerd, menyatakan, tentara sudah diberi tahu agar menggunakan peluru karet. Peluru tajam diperbolehkan manakala diperlukan untuk mempertahankan diri.

“Pada titik ini, situasinya terlalu kacau bagi siapa pun untuk terus menerus melaporkan peluru jenis apa yang mereka gunakan. Kami berusaha menghentikan mereka. Intinya, warga tidak bisa menerima bila massa berdemo dengan iring-iringan seperti itu. Kami berusaha sebaik mungkin untuk mencegah jatuhnya korban,”  kata Sansern. Bentrokan pecah saat sejumlah besar massa Kaus Merah, bergerak dengan membawa kawat berduri yang dijaganya ratusan  petugas keamanan. Aparat mencoba membubarkan massa dengan tembakan peringatan. Upaya itu berhasil membuat para pendemo berpencar. Namun, tak lama kemudian mereka bergabung lagi dan maju dengan barikade kawat berduri.

Sejumlah saksi mata menyatakan, lusinan pendemo Kaus Merah ( beberapa diantaranya terlihat menggunakan senjata dan balas menembak aparat ) bergerak terus maju ke depan. Bentrokan tak terhindarkan. Dengan tameng dan pentungan, polisi berusaha mendesak mundur massa. Pemimpin Kaus Merah meminta pendemo mundur dan kembali ke jantung kota Bangkok, ke posisinya semula. Massa lainnya bernyanyi dan berteriak menyemangati. Mereka berkonvoi dengan mobi pikap dan sepeda motor di pasar Rangsit.

Pengadilan Konstitusi, PM Abhisit dan stabilitas Bangkok.

Media Thailand melaporkan, peluru2 karet ditembakkan dalam konflik itu. Para pemimpin Kaus Merah menuduh pasukan menggunakan senjata perang terhadap para pendemo.”Tampaknya seperti perang. Mereka berperang dengan orang yang tidak bersenjata,” kata Nattawut Saikuar, pemimpin demo di distrik bisnis Bangkok.  Aparat memperingatkan, mereka takkan menoleransi jika aksi unjuk rasa meluas.”Kami akan mengirim para pendemo keluar lokasi saat ini. Akan tetapi jika militer pikir diperlukan tindakan tegas untuk menahan kami, maka kami tidak takut,” kata Nattawut pada Associated Press.

Sementara itu, Pengadilan Konstitusi setuju membahas  rekomendasi lembaga pemilihan, untuk membubarkan Partai Demokrat yang tengah berkuasa saat ini, karena dituduh telah menyalahgunakan uang bantuan. Partai Demokrat pimpinan Abhisit Vejjajiva diminta memberi pembelaan tertulis. Dalam sebuah wawancara di BBC, Selasa ( 26/4/2010 ), Abhisit mengatakan, akan mengundurkan diri jika dirinya memang menjadi hambatan bagi stabilitas Thailand. Masalah yang dihadapinya, bukan semata politik. Ada masalah keamanan dan terorisme. Kendati demikian, tak ada tanda2 diberlakukan segera undang2 darurat. ( AFP/ Al Jazeera/ PR, 29/4/2010 ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: