dari Palestina sampai Indonesia

Thailand kembali tenang. Penyelidikan independen untuk rekonsiliasi.

Posted in ASEAN by nurray on 01/06/2010

Abhisit Vejajjiva, PM Thailand, menghadapi mosi tidak percaya dari Majelis Rendah Thailand. Namun, ia bisa memenangkannya. Dewan HAM PBB menuntut penyelidikan atas kerusuhan yang menelan banyak korban jiwa, demi membubarkan demo Kaus Merah pro-Thaksin. Semoga ia bisa melaluinya dengan baik. Israel dan Amerika yang biadab saja, bisa lolos2 aja tuh. Terpenting dari semuanya adalah memenangkan hati rakyat Thailand, termasuk kubu Kaus Merah yang kebanyakan warga miskin. Program2 kerakyatan untuk mengentaskan kemiskinannya, ditunggu.

Badan Hak Asasi Manusia PBB ( HRC ) meminta Thailand melakukan penyelidikan independen atas kerusuhan yang terjadi antara massa Kaus Merah pro-Thaksin dengan militer Thailand yang menewaskan 89 orang dan melukai sekitar 1900 orang. Pengusutan tuntas merupakan kunci penting rekonsiliasi politik. Navi Pillay menyatakan setiap orang yang ditemukan bersalah melakukan pelanggaran HAM harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pillay memahami apa yang sudah dilakukan pemerintah Thailand untuk mengatasi jalan buntu. Pemerintah dan massa Kaus Merah sama2 tak mau mengalah dengan tuntutannya masing2. Namun demikian, proses pemulihan, penggunaan kekerasan dan penahanannya, hendaknya tunduk pada standar internasional.

Komentar Pillay itu disampaikan saat PM Abhisit Vejajjiva dicecar pertanyaan terkait tindakannya menangani massa Kaus Merah. Abhisit menggunakan operasi militer pada 19 Mei 2010 untuk membubarkan pendemo yang menduduki pusat komersial Bangkok selam lebih 2 bulan. Politikus dari kubu oposisi menuduh Abhisit melanggar HAM dan mendesak anggotanya di parlemen menggalang mosi tidak percaya kepada pemerintah. Rabu ( 2/6/2010 ) Abhisit selamat dari mosi tidak percaya di parlemen di Majelis Rendah yang dikuasai kubu koalisi Abhisit dengan skore 246 : 186. Abhisit mengatakan,”Yang terjadi adalah satu kelompok milisi menyerang militer dan menimbulkan bentrokan. Kami akan menjelaskan fakta ini dan kami menunjukkan ketulusan kami dengan mengizinkan komite independen menyelidiki peristiwa itu.”

Abhisit sebetulnya sempat mengusulkan digelarnya pemilu dini sesuai usulan para pendemo. Namun, tidak mencapai kesepakatan dalam soal waktunya. Abhisit kemudian menarik tawaran itu dan menolak menggelar pemilu sampai akhir 2011. Duta besar Thailand di PBB, Sihasak Phuangketkeow menyatakan, komisi independen untuk menyelidiki insiden itu sudah dibentuk. Komisi bertugas menyelidiki semua pelanggaran yang terjadi selama berlangsungnya aksi protes.

Pemerintah Thailand menyampaikan penyesalan yang mendalam pada keluarga yang tewas dan terluka. Pemerintah berkomitmen menyeret pelakunya ke pengadilan. Penggunaan kekerasan sesungguhnya upaya terakhir yang dilakukan sesuai standar internasional. Pemerintah Thailand sudah membuka penelitian terkait penanganan protes. Para pelaku yang diduga memicu kerusuhan kini tengah menjalani proses hukum. Pemerintah Thailand tak berusaha lari dari tanggung jawab ( Al Jazeera/ PR, 2/6/2010 ).

Nurray said :

Sesuatu yang sudah berlarut-larut memang menelan banyak korban ketika harus diakhiri. But, better late than never. Mengiringi rekonsiliasi, jangan lupa program2 untuk rakyat miskin, ya. Agar pemerintahan Abhisit tak kalah populer dibanding Thaksin. Hilang selera para pendemo untuk unjuk rasa. Lebih baik kumpul keluarga dan membangun desa daripada berdemo bela2 Thaksin yang bukan negarawan. Agree, everybody ?

Tagged with: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: