dari Palestina sampai Indonesia

Freedom Flotilla vs tentara Israel. 50 negara akankah mengucilkan Israel ?

Posted in internasional, palestina by nurray on 02/06/2010

Pasukan Komando Israel mendekati salah satu dari 6 kapal kemanusiaan Freedom Flotilla di perairan internasional. 19 tewas, 10.000 ton bantuan untuk warga Gaza disita Israel. Sekitar seratus aktivis masih ditahan untuk diadili, dengan tuduhan menyerang tentara Israel. Aneh, ya. Bisa semau gue begitu. Yang membajak dan nembakin kan tentara Israel ? Begitu takutkan Israel ketahuan biadabnya di Gaza ? Takut Hamas, dan takut mati. Boikot produk zionis dan minyak. Kejahatan harus ada hukumannya agar tidak ketagihan. Amerika, sponsor utama Israel, tak tahan tak minum minyak selama 2 minggu. Bayangkan, mesin perang mereka tanpa minyak. Ngadat, kan ? Mana bisa mereka nakut-nakutin orang lagi. Setuju ?

Pasukan Komando Israel secara biadab membantai armada kapal Mavi Marmara yang mengangkut 10 ribu ton bantuan kemanusiaan ke Gaza, Senin ( 31/5/2010 ). Pembantaian terhadap awak kapal yang tak berdaya itu dilakukan di perairan internasional. Sebanyak 19 orang tewas dan 36 orang lainnya terluka, sebagian besar warga Turki. 679 penumpang armada tsb berasal dari 50 negara. 12 warga negara Indonesia yang ikut misi tersebut adalah ; Dzikrullah Ramudya, Surya Fahrizal dan Santi Soekanto dari Sahabat Al Aqsha yang bekerja sama dengan Hidayatullah. Nur Fitri Moeslim Taher, dr.Arief Rachman, Abdillah Onim, Nur Ikhwan Abadi dan Muhammad Yasin dari MER-C. Yasin adalah jurnalis TVOne. Ferry Nur, Muhendri Muchtar, Okvianto Baharudin dan Hardjito Warno dari Kispa.

Penyerangan kapal kemanusiaan Mavi Marmara dan 5 kapal lainnya tergabung dalam konvoi Freedom Flotilla menuai kecaman dunia. Media2 utama dunia tidak melaporkan serangan Israel ke kapal Flotilla, tulis Tifatul Sembiring, Menkominfo dan mantan presiden PKS di twitter-nya. Abbas Al Lawati, jurnalis Dubai, menceritakan ketegangannya dalam kapal yang sedang dikepung kapal perang Israel tsb. Terlepas dari upaya penyensoran yang dilakukan Twitter, media sosial terbukti dapat menyatukan suara warga dunia terhadap sebuah ketidakadilan. Kekuatan itu menjadi pengontrol atas sebuah kebijakan, termasuk kontrol terhadap media sosial itu sendiri.

679 aktivis kemanusiaan dari 50 negara, bantuan untuk Gaza diembat Israel. Lho, kok ?

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee ( MER-C ) Indonesia, dr.Sarbini Abdul Murad mengatakan, 50 orang luka2 termasuk 10 tentara Israel. Pemimpin senior Islam Arab Israel, Raed Salah, terluka dalam bentrokan itu. Dari video streaming, terlihat helikopter AL Israel mengelilingi kapal dan mencoba mengintimidasi. Beberapa saat kemudian tentara Israel turun dari helikopter ke kapal yang ditumpangi lebih dari 600 aktivis dan relawan peduli Palestina. Penyerangan terjadi sekitar pukul 4 pagi dengan menembaki penumpang kapal. Salah seorang penumpang sempat merebut senjata dan menembak. Sejumlah aktivis berjaket oranye berlari menolong temannya yang pingsan di atas dek. Seorang aktivis berhasil memukul dengan stik ketika tentara Israel mencoba turun dari helikopter. Komandan kapal perang Israel menyerbu konvoi setelah memerintahkan berhenti di perairan internasional, sekitar 130 meter dari pantai Gaza. Kapal kapal Mavi Marmara tertembak. “Orang2 biadab sedang membunuh orang di sini. Tolong kami !”, kata reporter televisi Turki. “Semua tutup mulut !” teriak tentara Israel dalam bahasa Yahudi.

Tim MER-C melaporkan, kapal Mavi Marmara mulai berlayar meninggalkan pelabuhan Antalya di Turki untuk bertemu dengan kapal2 lainnya di Laut Tengah. Semua kapal beriringan menembus blokade Israel menuju Jalur Gaza. Waktu tempuh normal diperkirakan 15-20 jam. Pihak Organisasi Kemanusiaan Turki ( IHH ) sengaja memberangkatkan Mavi Marmara pada malam hari dengan harapan memasuki perairan Gaza sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Pihak Israel menggiring armada itu menuju Ashdod, pelabuhan kecil di utara Gaza.

12 WNI ditahan Israel. Akankah mereka kembali ?

Kemudian, 10 WNI ditahan di penjara sipil yang dijaga militer guna menjalani interogasi. Mereka kini sudah dibebaskan dan tiba dalam keadaan selamat di Yordania. 50 relawan yang dideportasi, lebih 30 orang dirawat di rumah sakit, hampir 600 orang masuk tahanan Israel. Sekitar 400 aktivis, sebagian besar warga Turki, kemudian dibawa dengan bus Israel menuju Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv untuk diterbangkan keluar Israel. Turki dan Yunani menyiapkan pesawat sendiri untuk membawa warganya. Sisanya masih ditahan dengan sangkaan telah menyerang tentara Israel. Turki mendesak Israel agar membebaskan 201 warganya yang ditahan.”Kami nyatakan dengan jelas bahwa kami akan mengkaji hubungan dengan Israel jika seluruh warga Turki tidak dibebaskan hari Rabu ini. Tidak seorang pun berhak mengadili orang yang diculik di perairan internasional ,” kata menlu Turki, Ahmet Davutoglu. 4 dari 19 korban tewas adalah warga Turki.

”Israel akan menghadapi bahaya kehilangan mitranya di kawasan regional yang sejauh ini memiliki kontribusi sangat besar terhadap perdamaian regional,” kata jubir kantor Erdogan, setelah PM Turki itu berbicara sejam dengan Obama. 124 aktivis dari 12 negara Islam yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, dideportasi ke Yordania dengan menggunakan 5 bis. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Bahrain, Kuwait dan Pakistan. Sekitar 100 warga asing masih ditahan di penjara Beersheba, selatan Israel dan akan diajukan ke pengadilan.

2 WNI masih di rumah sakit Israel. Bertahankah mereka ?

Rombongan yang berhasil kembali disambut kerumunan massa yang bersimpati. Dokter Muhammad dari Malaysia mengatakan melihat dengan mata kepala sendiri, 4 dari 19 orang yang meninggal. Sejumlah aktivis yang dideportasi ke Yordania mengatakan, kurang makan, kurang minum, kurang tidur dan akses ke toilet dibatasi. Orang2 Israel bertindak kasar pada kami. Mereka brutal dan arogan. Namun, pesan kami telah mencapai seluruh penjuru dunia, bahwa blokade terhadap Gaza tidak adil dan harus diakhiri. Tak ada penumpang yang menggunakan senjata, kata Walid al-Tabtabai, anggota parlemen Kuwait. “Mereka memborgol kami, mendorong-dorong kami, dan menghina kami,” kata Izzeddine Zahrour, aktivis Aljazair.

Dua WNI yang tertembak masih dirawat di rumah sakit Israel. Mereka adalah Surya Fahrizal dari Sahabat Al Aqsha dan Okvianto Baharudin dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina ( Kispa ). KBRI Yordania sudah membentuk task force untuk mencari kepastian nasib WNI yang terluka, untuk kemudian diupayakan dipindahkan ke Yordania agar mendapat perawatan yang lebih layak. Gugus tugas itu akan mengatur teknis kepulangan mereka. Dubes RI di Yordania, Zainulbahar Noor, telah bertemu dengan Mahmoud Abbas di Kedubes Palestina di Amman.

Dubes Palestina di Indonesia, aktif membantu komunikasi Kementerian Luar Negeri, kantor kepresidenan dan otoritas Palestina. Indonesia mengutuk dan meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakan ilegal tsb. Indonesia menyerukan investigasi dan meminta para relawan segera dibebaskan. Diplomasi yang terus kita jalankan di tingkat global adalah segera memberi kemerdekaan pada bangsa Palestina sehingga terwujud perdamaian di kawasan Timur Tengah secara permanen, kata SBY. Amidhan, ketua MUI Pusat, menilai karakter Israel itu tidak mau tahu, walau itu misi kemanusiaan. Ia menekankan langkah2 konkret seperti bantuan pembangunan rumah sakit di Jalur Gaza. Amidhan mengingatkan, jangan sampai terjadi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel.

Turki sangat marah, Amerika sangat lunak ( pada Israel ).

Dewan Keamanan PBB, Selasa ( 1/6/2010 ) meminta penyelidikan independen atas serangan biadad Israel. Cepat, tidak memihak, kredibel dan transparan. Serangan itu memicu seruan agar Israel membuka blokade terhadap Gaza yang sudah dilakukannya sejak tahun 2007. DK PBB juga meminta Israel segera melepas kapal serta warga sipil yang ditahannya. Pernyataan hasil diskusi 4 jam itu merupakan hasil kompromi antara Turki yang bersuara sangat keras pada Israel dan Amerika yang sangat lunak. Negara2 yang tergabung dalam Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam ( OKI ) juga meminta penyelidikan internasional. Rusia dan Uni Eropa meminta hal yang sama.

Setelah pernyataan PBB disiarkan, sejumlah warga Gaza melintasi perbatasan Israel dan terlibat baku tembak dengan tentara Israel. 2 warga Palestina tewas. Israel mengklaim mengizinkan bantuan sekitar 15.000 ton setiap minggu ke Gaza. Jumlah itu kurang dari seperempat yang dibutuhkan warga Gaza yang berjumlah 1,5 juta jiwa. Di depan parlemen Turki, PM Recep Tayyip Erdogan menyatakan Israel harus dihukum. Ia memperingatkan agar Israel jangan coba2 menguji kesabaran Turki. Tidak mungkin menutupi lebih lama atau mengabaikan pelanggaran hukum yang dilakukan Israel. Masyarakat internasional mulai sekarang harus mengatakan ‘cukup’. Mengutuk tidak cukup. Harus ada hasil, katanya geram.

Indonesia sebatas mengutuk ? Boikot dong produk zionis ..

Hosni Mubarak, presiden Mesir, Selasa ( 1/6/2010 ) memerintahkan agar perbatasan Rafah yang menghubungkan Mesir dan Gaza dibuka, sehingga bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Jalur Gaza, juga kasus2 medis yang memerlukan akses ke Mesir bisa diterima. Perbatasan Rafah dibuka pukul 13.30 waktu setempat. Sekitar 300 warga Palestina dari Jalur Gaza masuk Mesir. Bantuan kemanusiaan mulai masuk, berupa selimut, tenda, dan 13 pembangkit listrik sumbangan Rusia dan Oman. Magdi al-Titer ( 31 ) kehilangan tangan kanan saat Israel menginvasi Gaza Januari 2009. “Saya bisa keluar dengan membawa laporan medis untuk mendapatkan tangan palsu di Mesir,”katanya.

Ribuan orang di sejumlah kota di Indonesia turun ke jalan mengutuk serangan Israel. Di Turki, protes berlangsung di depan Kedubes Israel. Sekitar 10 ribu warga Turki terlihat sangat marah. Kementerian Luar Negeri Israel memerintahkan keluarga diplomatnya di Turki untuk meninggalkan Turki. Perintah muncul menyusul meningkatnya aksi unjuk rasa menentang Israel di Turki yang sudah memasuki hari ke-3. Mendagri Turki, Besir Atalay mengatakan, Turki akan meningkatkan pengamanan terhadap minoritas Yahudi di negaranya. Turki menambah 20 pos pemeriksaan untuk melindungi sinagog dan pusat pelayanan bagi 23.000 warga Yahudi yang ada di sana.

Amerika tidak menyalahkan Israel. Wong mereka pemeliharanya.

Protes serupa berlangsung di Malaysia dan Australia.”Pemerintah Australia mengutuk penggunaan kekerasan seperti yang kami lihat,” kata Kevin Ruud, PM Australia. Tekanan muncul dari negara yang jauh dari perbatasan Israel. Yigal Palmor, jubir menlu Nikaragua, mengatakan, Nikaragua menunda hubungan diplomatik dengan Israel. Hillary Rodham Clinton mendukung pernyataan DK PBB yang isinya mengutuk aksi yang berakibat hilangnya nyawa aktivis pro-Palestina. Namun, Amerika tidak menyalahkan Israel atau pun para aktivis atas terjadinya pertumpahan darah tsb.

Sementara itu, aktivis kemanusiaan anti blokade berencana mengirimkan 2 kapal lainnya untuk menembus blokade Israel. Kapal direncanakan berlayar dalam beberapa hari mendatang. Menanggapi rencana itu, Israel berjanji akan kembali menghentikan pelayaran itu dengan cara baru. Di tengah kecaman yang meluas terhadap Israel, Palestina mengagendakan pembicaraan damai tidak langsung dengan Israel. Pembicaraan akan dilangsungkan dengan perantaraan utusan AS untuk Timur Tengah, George Mitchell. Mahmoud Abbas akan bertemu Mitchell di Ramallah, Tepi Barat.

Hamas – Fatah belum kompak karena fitnah Israel & politik adu domba negara2 imperalis. Jangan jadi dalih memalingkan tanggung jawab kita membantu Palestina merdeka.

Pimpinan DPR melalui Internasional Parlement Union diminta membekukan keanggotaan Israel dan menolak delegasi Israel, kata Al Muzzamil Yusuf, koordinator Kaukus Parlemen Indonesia untuk Palestina di Gedung DPR. Pemerintah Amerika dituntut memberi sanksi militer dan ekonomi pada Israel sebagai bukti pidato Barrack Obama yang mengaku menjunjung penegakan HAM dan kemanusiaan universal. Kita himbau pada negara2 yang punya hubungan diplomatik dengan Israel untuk menarik duta besarnya, seperti Turki, kata Yusuf. ( PR, 2/6/2010 )

Ketua Umum PBNU, Said Agil Siradj mengatakan, konflik Palestina dan Israel itu bukan konflik agama, melainkan konflik politik. Lebih penting jika rakyat Palestina bisa bersatu. Selama masih ada konflik antara kekuatan Hamas dan Fatah, maka dunia luar masih tak menghargai. Seandainya semua negara Arab bersatu, Palestina bersatu, saya yakin akan ada hasil yang kita lihat. Seandainya kedua belah pihak mundur sedikit, atau cooling down, kata Said.

Ehud Barak memuji serangan biadab pasukan Israel ke Freedom Flotilla. Sableng.

Dalam kunjungannya ke pangkalan militer Shayetet 13 di Atlit, menhan Israel, Ehud Barak memuji pasukan komando yang terlibat penyerbuan. Menurut Barak, pasukan komando berhasil menjalankan misinya mencegah armada bantuan mencapai Gaza.”Yang harus selalu kita ingat, kita tidak tinggal di Amerika Utara atau Eropa Barat. Kita tinggal di Timur Tengah, tempat yang tidak memberi maaf kepada siapa yang lemah dan tak ada kesempatan kedua bagi siapa yang tidak membela dirinya sendiri. Kalian bertempur untuk membela hidupmu. Saya melihatnya dan saya mendengarnya dari komandanmu,”kata Barak, seperti disiarkan Radio Army.

Dari Jenewa dilaporkan, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadopsi satu resolusi untuk membentuk penyelidikan independen internasional atas kasus itu. Resolusi yang juga mengecam serangan biadab Israel itu diadopsi setelah 32 negara menyatakan setuju, 3 negara menentang dan 8 abstain. Dengan disetujuinya resolusi itu, misi pencari fakta internasional akan mulai melakukan penyelidikan atas pelanggaran hukum internasional. ( AP/AFP/BBC/Haaretz.com/PR, 3/6/2010 ).

1,4 juta warga Gaza, mayoritas anak2 menderita karena blokade.

Serangan brutal tentara Israel terhadap kapal kemanusiaan membuat ribuan demonstran di seluruh dunia turun ke jalan. Berbagai bentuk ekspresi diperlihatkan para aktivis. Dari demo damai berupa doa bersama sampai demo2 yang berakhir dengan kekerasan. Banyaknya aksi penentangan itu membuat zionis Israel berhati-hati dalam bertindak. Ratusan sandera segera dikirim pulang. Serangan kemanusiaan terhadap “armada kebebasan” sama kejamnya dengan tindakan Israel mengisolasi Gaza sejak Juni 2007.

Blokade militer Israel menyebabkan lebih 1,4 juta warga Palestina terperangkap di Jalur Gaza. Sebuah wilayah sepanjang 40 km, selebar 9,5 km. Pengangguran, kemiskinan akut, dan mahalnya harga pangan menyebabkan 4 dari 5 penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan. Sebagai hukuman kolektif, blokade Israel terhadap Gaza adalah kejahatan keji yang bertentangan dengan hukum internasional. Sejak blokade diberlakukan, 5 perbatasan antara Jalur Gaza-Israel dan Israel-Tepi Barat yang dikontrol Israel, ditutup. Ada satu pintu perbatasan di Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir. Namun, Mesir juga sering menutup perbatasan ini untuk mencegah warga Palestina masuk keluar Gaza. Pintu ini kadang dibuka untuk kasus2 kemanusiaan.

Mesir memblokade dari bawah, Israel membombardir dari atas. Kemana nuraninya ?

Blokade itu mencegah ekspor dan membatasi masuknya bahan pokok, termasuk makanan dan bahan bakar ke Jalur Gaza. Sebagian besar makanan disediakan oleh PBB dan organisasi kemanusiaan, atau penyelundup. Mereka menyelundupkan barang lewat terowongan yang dibangun melewati perbatasan Gaza-Mesir. Barang2 dari penyelundup berharga sangat mahal. Namun, aksi penyelundupan ini terganggu karena pemerintah Mesir membenamkan lempengan baja ke dalam tanah untuk menutup terowongan. Sementara dari atas, kapal2 Israel beroperasi mengebom terowongan2 itu.

Target blokade Israel sebenarnya kelompok bersenjata. Sejak 2007, Hamas mengendalikan Jalur Gaza. Namun, korban blokade bukan kelompok tsb, melainkan anak2 yang jumlahnya lebih dari setengah penduduk Gaza, lalu orang tua dan mereka yang sakit. Jalur Gaza adalah wilayah dengan populasi pengungsi yang banyak. Menurut PBB, jumlah pengungsi yang hidup dalam kemiskinan yang menyedihkan di sana meningkat 3 kali lipat sejak blokade diberlakukan. Lebih 60 % rumah tangga menderita kekurangan pangan. Aliran listrik diputus antara 8-12 jam setiap hari. Listrik diprioritaskan untuk rumah sakit dan pabrik roti. Meski Israel mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan, jumlahnya dengan tegas dibatasi dan sering ditunda. PBB menyatakan, total kerugian akibat sewa gudang dan membayar transportasi karena penundaan itu mencapai sekitar 5 juta USD pada tahun 2009.

Kapolri Bambang mirip zionis Israel, ya. Banyak alasan dibuat-buat. Perlu kutukan ?

Bagaimana dengan kesehatan ? Israel menyatakan, warga yang sakitnya tidak bisa ditangani di Gaza diperbolehkan berobat ke negara lain atau ke rumah sakit Palestina di Tepi Barat. Kenyataannya, Israel jarang mengizinkan pasien keluar Gaza. Banyak pasien yang meninggal saat menunggu izin berobat turun. Truk2 WHO yang membawa peralatan medis untuk rumah sakit di Gaza, sering disuruh putar haluan oleh pejabat perbatasan Israel, tanpa alasan jelas. Dari 27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009, Israel menginvasi Gaza. Lebih dari 1.380 warga sipil Palestina meninggal. Infrastruktur yang ada tambah rusak. Kondisi warga Gaza semakin parah.

Otoritas Israel berdalih semua itu dilakukan sebagai balasan atas serangan yang dilakukan kelompok bersenjata Palestina, atau reaksi atas berlanjutnya penahanan atas tentara Israel bernama Gilad Shalit, atau untuk menekan Hamas yang secara de facto menguasai Gaza. Dan, banyak alasan lain yang dibuat-buat. ( jadi keinget Kapolri Bambang, ya, begitu banyak orang yang dikriminalisasinya sampai masuk bui, apa kita perlu mengutuknya juga ? ). Apa pun alasannya, blokade itu mengorbankan warga Gaza. Sebagian besar anak2 yang tidak tahu apa2. ( Amnesty International/ PR, 2/6/2010 ).

Tagged with: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: