dari Palestina sampai Indonesia

Anjangsana

KETAHUAN BOHONG DAN BIADABNYA ISRAEL

27/1/2009 komen di blog “KdKN”

Ketahuan betapa barbarnya agama anda, telah tersirat dalam kitab Al-Quran saudara bahwa bangsa Israel adalah bangsa terpilih, di akhir jaman semua bangsa akan berjalan didepanku untuk membuka pintu Sorga.

The Jews don’t go arount the streets showing their dead – shouting and singing revenge. The Jews do not kill athletes at the olympic games, kill civilians on buses, restaurants, shopping malls, at homes, etc.

PERHAPS THE MUSLIMS SHOULD RECONSIDER AND INVEST IN MAINSTREAM EDUCATION FOR THEIR CHILDREN INSTEAD OF BLAMING THE JEWS FOR ALL THEIR PROBLEMS. see link:

//www.road90.com/watch.php?id=DLcSUUAr1A

WHATEVER YOUR FEELINGS WITH REGARD TO THE CRISIS IN ISRAEL AND THE PALESTINIANS AND THE NEIGHBOURING ARAB STATES – EVEN IF YOU THINK THAT THE ISRAELIS ARE MORE TO BLAME, JUST CONSIDER THE TWO PHRASES BELOW – THEY SPEAK FOR THEMSELVES. IF THE ARABS IN THE WORLD PUT DOWN THEIR ARMS – THERE WOULD BE NO VIOLENCE. IF THE JEWS PUT DOWN THEIR ARMS TODAY – THERE WOULD BE NO ISRAEL.

Komentar oleh Ehud Olmer | Februari 7, 2009

Komen balasan untuk Ehud Olmert :

Barbar ?

Orang yg EQ-nya 3, pol, ngga kesampean yg 9. Coba deh, meteran baju yg 1,5 m dipakai buat buat ngukur lapangan bola, pasti kepayahan. Cape, deh.. Tentara Israel membelah perut wanita hamil, mencabut bayi yg tidak mengancam dan meledakkannya dgn dinamit, hanya karena dia arab, adalah tindakan barbar sesungguhnya. Berjuang merebut kemerdekaan, mengusir tentara rezim pendudukan adalah kewajiban muslim dan harga diri bangsa Palestina.

Bangsa terpilih ?

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan ( ingatlah pula ) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.” ( Qur’an, 2 : 47).

“Dan ( ingatlah ), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil ( yaitu ) : janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak2 yatim, orang2 miskin, serta ucapkanlah kata2 yg baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu selalu berpaling. ( Qur’an, 2 : 83 ).

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab ( Taurat ) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya ( berturut-turut ) sesudah itu dengan rasul2, dan telah Kami berikan bukti2 kebenaran ( mukjizat ) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu ( pelajaran ) yg tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh ; maka beberapa orang ( diantara mereka ) kamu dustakan dan beberapa orang ( yg lain ) kamu bunuh ?” ( Qur’an, 2 : 87 ).

“..Demikian itu ( terjadi ) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas ( Qur’an, 2 : 61 ).

“Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu … ( Perjanjian Lama, Keluaran, 20:13-17 ).

Kitab Yosua, diplintir para rabbi tentara di Israel menjadi perang suci, yang bersandar pada keharusan sakral adanya pemusnahan atas penduduk yang ditaklukkan, menumpas dengan “mata pedang” segala sesuatu “baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda,” ( Yosua, 6:21 ).

“Dan apabila dikatakan kepada mereka : Berimanlah kepada Al Qur’an yg diturunkan Allah. Mereka berkata : ‘kami hanya akan beriman kepada apa yg diturunkan kepada kami’. Dan mereka kafir kepada Al Qur’an yg diturunkan sesudahnya, sedangkan Al Qur’an itu adalah ( Kitab ) yg hak, yg membenarkan apa yg ada pada mereka. Katakanlah : mengapa kamu dahulu membunuh nabi2 Allah jika benar kamu orang2 yg beriman ?” ( Qur’an, 2 : 91 ).

“Katakanlah : jika kamu ( menganggap bahwa ) kampung akhirat ( surga ) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginkanlah kematian ( mu sekarang ), jika kamu memang benar” ( Qur’an, 2 : 94 ).

“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yg paling tamak pada kehidupan ( dunia ), bahkan ( lebih tamak ) dari orang musyrik. Masing2 mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yg mereka kerjakan.” ( Qur’an, 2 : 96 ).

Jadi ketahuan sekarang, bangsa Yahudi dilebihkan, bukan dalam arti masuk surga dengan merampas tanah Palestina. Tetapi dilebihkan dalam arti diselamatkan dari kekejaman fir’aun, diberi banyak nabi, diberi otak kiri/ materi dominan, dan mereka tidak bersyukur. Malah menjadi sombong dan ingkar. Surga dibuka untuk orang beriman dan taat di jalan-Nya. Siapa saja, tanpa memandang ras, asal usul atau kecerdasan otaknya.

Yahudi tidak membunuh atlit di olimpiade, warga sipil di bis, restoran, mal, rumah ?

Ah, masak ? Korban di Libanon, baik yg dijagal Sharon maupun Olmert sendiri, mayoritas sipil. Selain merudal kamp2 pengungsi Palestina, tentara Israel juga membunuh warga sipil Palestina di rumah, di sekolah, di kantor, di toko, pasar, mesjid, gereja, rumah sakit, ambulans, di jalanan dan di mana saja bahkan dalam keadaan mereka sudah sekarat. Ekstremis Yahudi terlalu sering berbohong sampai mereka percaya dengan kebohongan mereka sendiri.

Jika orang Arab meletakkan senjata, ngga ada kekerasan ?

Ini membual lagi. Dulu arab Palestina dengan ramah menerima kunjungan orang Yahudi, eh ngga tahunya malah diusir dari tanahnya, dibantai anak cucunya. Sekarang, apalagi. Dipenjara di tanah airnya sendiri. Itupun masih belum cukup. Ultranasionalis Yahudi kini bahkan berniat merampas habis tanah Palestina dari tuan rumahnya. Kebangetan rakusnya, kan ?

Untuk berdaulat, berdiri sama tinggi, sebuah negara mesti punya angkatan perang yg kuat. Karena kekuasaan cenderung menyimpang, maka perlu kekuatan untuk meluruskan pihak lain yang melampaui batas.

Jika Yahudi meletakkan senjata hari ini, yang benar, bangsa anda ngga akan habis, sehabis-habisnya, meski ngga ada negara Israel. Toh, lebih baik daripada anda tersiksa selamanya di neraka jahanam.

Ehud Olmert, PM Israel yang memerintahkan penyerbuan ke Libanon selatan ( thn 2007 ) dgn perkiraan 4 hari ternyata molor 34 hari dan menghabiskan dana antara 95-115 juta USD perhari. Dia jadi kacung negara2 imperialis Barat yang diketuai AS, yg ingin melucuti Hizbullah dan menduduki Libanon.

Olmert dan zionis Israel ditaruh di Palestina supaya bikin keributan di Timur Tengah, sehingga AS & sekutu bisa intervensi, ngasih kerjaan buat tentara & terus nyedot minyak bumi untuk melanjutkan gaya hidup rakyatnya yg boros ( populasi AS yg 5 % penduduk dunia ngabisin 25 % energi dunia ).

Setelah Gaza dibombardir Israel

Setelah Gaza dibombardir Israel

MENGGEDOR NYALI WARGA DUNIA

27/1/2009 komen di blog ”KTT”

Saya rutin baca koran sejak 1988. Kepingan memori yang dulu berserakan seolah disatukan dengan tabel sejarah Palestina yang anda terjemahkan. Thank you.

Saya pernah baca dan bertemu psikopat. Saya cermati, ciri psikopat dimiliki zionis Israel. Sifat merasa lebih tinggi dari korban, menolak otoritas siapapun, tak bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk, serakah, paranoid, empati nol, pendendam, alergi penolakan dan egois luar biasa. Ada semuanya. Senjata untuk mewujudkan keinginan ( sering utopis/ khayalan dia saja ) adalah bohong dan teror.

Merunut ke belakang, bagaimana bayi polos menjelma predator ganas, mirip kejadian iblis diusir dari surga. Iblis puluhan ribu tahun menyembah Allah, sebelum Adam diciptakan. Iblis membangkang diminta menghormat yuniornya, yang ia anggap lebih rendah darinya yang terbuat dari api. Padahal isunya di sini, ketaatan pada Sang Otoritas. Bukan tinggi rendahnya ras. Seekor lalat pun, kalau Allah berkehendak, iblis mesti tunduk. Ringkasnya, iblis dendam/ iri, manusia lebih dimuliakan.

Dengan izin Allah, iblis merasuki psikopat di bumi bersama setan keturunannya. Salah satunya, yang berkelompok menggerakkan zionisme. Izin diberikan karena Allah ingin menguji keimanan manusia. Siapa yang paling beriman diantara hamba2nya untuk diganjar surga. Adam dan Hawa, mulanya, menghuni surga tanpa perjuangan. Easy come, easy go. Gampang dirayu iblis, abai perintah-Nya.

Pembantaian memilukan di tanah Palestina yang terjadi berulang sepanjang sejarah, sejatinya testing Allah terhadap hati manusia. Pembunuhan sadis terhadap penduduk sipil di Palestina ; wanita, anak2, bayi, jompo, tunanetra, cacat/ lumpuh, anggota LSM, wartawan, pendeta gereja, staf PBB, dokter, relawan dan siapapun yang berupaya menyelamatkan warga yang dikepung, diintimidasi, ditelanjangi, dipermalukan, dipukul, ditendang, ditembak, dilindas, didinamit, diroket, dirudal dan dibom. Yang dilakukan para tentara maupun pemukim Israel yang sudah dicuci otaknya dengan doktrin zionis sejak TK.

Siapa yang hatinya masih tergetar melihat mayat wanita hamil terburai ususnya, yang janinnya dikeluarkan dan diledakkan. Mayat bocah yang dipotong2 tubuh mungilnya. Mayat remaja yang hangus setelah diperkosa, dikebiri, ditembak jarak dekat lalu dibakar. Atau langsung dibakar, dikubur hidup-hidup. Belasan ribu, berserakan. Di kamp2 pengungsi ( Jenin 15.000, Sabra dan Shatilla 14.000, dll ), di rumah, di sekolah, di kantor, di toko, pasar, mesjid, gereja, rumah sakit, ambulans, kuburan massal, di jalanan dan di mana saja. Karena mereka arab, muslim, bukan pendukung zionis. Genosida sistematis dari pemerintah rasis. Siapa yang tergerak melakukan perjuangan untuk mencegah korban berikutnya.

Korban anak Gaza

Korban anak Gaza

Zionis, seperti ikan hiu di bak kapal penangkapan ikan laut Jepang. Trigger, agar manusia tidak terkantuk-kantuk di kursi empuknya. Orang kalau sudah hidup nyaman, berkelimpahan materi cenderung tidak peka dan tidak waspada. Karena problem atau kesalahan bisa dengan mudah ditutup dengan uang. Banyak negara Arab tidak cepat/ berani bertindak ketika saudara2nya di Palestina meregang nyawa. Dengan petrodolar mereka hidup nyaman/ mewah. Otot dan otak tidak terlatih. Kepekaan dan kewaspadaan menurun hingga ke titik nadir. Tak heran, ketika berperang dengan Israel ( tahun 1948, 1967 ), mereka kalah telak sampai kehilangan sebagian wilayah. Bisa jadi mereka trauma melakukan perang yang ke-3 untuk membela Palestina yang dibombadir 27 Desember 2008 lalu. Bangsa2 yang musnah ; masa nabi Nuh ( 3000 SM ), Luth ( 2000 SM ), Musa, Hud ( 1300 SM ), Shalih ( 800 SM ) terjadi pada masyarakat berperadaban sangat maju. Kiamat kelak didahului keruntuhan sosial yang cepat setelah masa keemasan. Masa dimana manusia sulit mencari orang yang perlu sedekah, karena semua sudah kaya.

Yahudi yang otak kirinya/ materi dirancang mendominasi otak kanan/ spiritual, menghembuskan paham sekuler ke penjuru dunia. Agar mayoritas manusia menjadi pemuja materi. Tidak peka, tidak waspada, tidak kritis, tidak gesit. Apatis, masa bodonya warga dunia melanggengkan, memperparah kebiadaban zionis di Palestina. Di saat yang lain berfoya-foya dengan fasilitas mutakhir, anak2 Palestina operasi ginjal kekurangan minum akibat suplai air diawasi ketat pemerintah Israel. Belum lagi resiko nyawa melayang, karena melempar batu atau sekedar tutup botol ke perbatasan Gaza-Israel. Atau hanya bermain di dekatnya. Sedih.

Jika para penguasa sudah keras kepala atau kewalahan dengan beruntunnya masalah mendesak, mestinya kita, rakyat jelata bisa berbuat lebih. Menjungkirkan ketimpangan ke posisi seimbang. Sedikitnya, ada 4 komunitas yang bisa mem-push kebijakan agar lebih adil ;

Pertama, warga Israel yang kontra zionis. Mereka mesti menguatkan nyali, mengasah otak untuk mengkoreksi pemerintahnya yang bengis ( saya baca ; Hitler membasmi Yahudi di kamp2 konsentrasi, setelah membaca buku karangan tokoh Freemansory, yang menyanjung rasnya Hitler ( Aria ). Motif penulisan buku itu ; menggiring orang2 Yahudi yang bertebaran di muka bumi untuk mengisi tanah Palestina yang penduduknya sudah mereka usir dengan aneka teror. Yahudi yang menolak, berakhir di kamar gas Nazi. Jadi, ada Yahudi jahat, ada Yahudi baik. Peristiwa WTC 11/9/2001 juga mengherankan ; orang2 Yahudi sudah dikeluarkan sebelum menara kembar itu roboh lalu muslim dicap teroris ).

Warga Yahudi yang mengkritisi zionis mesti menggalang kekuatan, memobilisasi rekan2nya melawan indoktrinasi sistematis yang dicekokkan pada anak cucu. Generasi penerus. Yah, seperti kita di Indonesia ; rajin demo, galang opini untuk reformasi, menurunkan rezim Soeharto, mendorong pemilihan langsung presiden ( lebih demokratis dari Amerika yang masih sistim electoral ), menggolkan UU Antipornografi, mendesak penuntasan kasus2 korupsi dll. Meski ada yang ditangkap, diculik, dipenjara bahkan hilang/ tak pernah kembali/ tewas, kita toh tidak kapok berjuang. Yahudi ortodok, para penulis, pemikir jenius, tentara desertir/ menolak tugas, mestinya berani melangkah lebih jauh. Agar mereka tidak terus-terusan disindir rekan2nya dari negara lain ; Israel tidak manusiawi.

Kedua, rakyat Palestina. Mereka mesti berdiskusi, menyamakan persepsi, untuk kekompakan Hamas dan Fatah. Dalam satu koridor perjuangan, bergerak dalam satu komando. Yah, seperti bapak dan ibu, mesti satu suara sehingga si anak yang berbuat nakal mau mendengar nasehat orang tua. Wibawa, kekuatan yang menakjubkan. Israel mikir2 kalau mau nyerbu. Rakyat Palestina bersatu. Mikir 10 kali kalau negara2 Arab bersatu. Mikir 1000 kali kalau umat Islam sedunia bersatu.

Ketiga, rakyat Amerika. Mulailah menilik keadaan di luar dunia mereka. Cari berita pembanding di luar media2 besar yang berafiliasi dengan zionis. Hujan rudal terlihat indah bak kembang api tahun baru di layar kaca, menyesakkan dada jika dilihat kenyataannya. Di bawah reruntuhan puing, di antara serpihan daging bau anyir darah, yang tak dipasang foto2nya di media lokal Amerika. Kurangi kebiasaan konsumtif ( 5 % rakyat Amerika menghabiskan 25 % energi dunia ) yang menyebabkan mesin perang Amerika melindas negeri2 lain demi cadangan energi baru. Kalau perlu tiru kaum freegan, agar tak ada barang mubazir. Dengan berkurangnya ‘lemak’ kemalasan, maka kepekaan/ empati akan meningkat. Mereka takkan mau/ mudah digiring memilih pemimpin yang egois, sembrono. Rakyat Amerika akan demokratis di dalam dan di luar negeri. Tidak main hantam jika tak sependapat. Tak menuding musuh, jika tak mendukung. Kritis pada kebijakan luar negeri pemerintahnya. Mendorong keputusan2 mengarah perdamaian dunia. Supaya sejarah tidak mencatat kelam kebisuan generasi mereka. Supaya, jaringan militan tidak gemas memburu orang2 yang masa bodo pada persoalan dunia. Supaya, mereka nyaman berada di luar negeri.

Keempat, masyarakat internasional. Baik yang di Saudi Arabia, Mesir, Yordania yang ‘moderat’ pada Israel, maupun kita yang di negeri mayoritas muslim ( juga non muslim ) yang bersimpati pada korban Palestina. Perdamaian dunia dambaan kita semua. Mari kita suarakan kebenaran ke seluruh sendi2 kehidupan. Hingga semua terbiasa dengan kebaikan. Tersentak jika ada yang tak baik terjadi nun jauh di sana, di luar batas negara kita. Saudara kita. Sesama manusia. Terlecut membantu, meringankan beban penderitaan. Menghentikan yang tak berperi kemanusiaan. Dengan pengaruh, saluran komunikasi dan sarana kita. Bina relasi, saling pengertian dengan bangsa2 lain, sehingga kabut yang ditebarkan kaum zionis/ ekstremis bisa kita sibak dengan informasi alternatif dan hubungan baik. Friendly.

Darah terpercik takkan tertidur. Agar kegetiran korban kekerasan tak berulang. Agar zionis tak kecanduan melenyapkan muslim Palestina, tiap serangan terhadap kemanusiaan djatuhi konsekuensi berat ; diseret ke pengadilan internasional, plus masyarakat dunia mengucilkan/ memandang rendah para pelaku kejahatan perang. Darwinisme sosial ( merasa ras unggul, berhak memakan yang lemah ) disanksi hukuman sosial. Sebagai perbandingan, pengadilan Cina kemarin ( 22/1/2009 ) menghukum mati 2 pria yang membuat dan menjual susu tercemar melamin, yang menewaskan 6 bayi. 22 perusahaan susu yang terlibat skandal melamin diharuskan membayar kompensasi sebesar 160 juta dolar AS kepada keluarga bayi yang meninggal atau sakit akibat mengkonsumsi susu tercemar tsb. Israel selama ini lolos terus. Padahal perilaku buruk baru berhenti jika si pelaku dihukum berat dan dipandang rendah oleh masyarakat ( hukuman sosial ). Kita harus berupaya menghentikannya. Dengan gigih.

Jagad maya, kian menjadi arena pertempuran pemikiran/ ideology/ opini dahsyat perang2 berikutnya. Zionis telah lama menggunakan internet untuk mengelabui surfer, agar bisa segera membongkar Al Aqsa, untuk membangun kembali Haikal Sulaiman. Markas zionis untuk menguasai dunia. Seperti dikelirukan antara mesjid Aqsa ( berkubah hijau ) dengan The Dome of the Rock ( kubah emas )/ kubah Shakhrah/ mesjid Umar, sampai muslim sedunia ( bahkan warga Palestina sendiri ) mengira kubah emas itu mesjid Aqsa ( tempat mi’raj nabi Muhammad ), dengan bombadir gambar dan keterangan menyesatkan. Jadi kalau diruntuhkan, tak banyak yang protes. Tak banyak yang tahu. Sudah lebih 100 kali, mesjid Aqsa diserang zionis dengan gelimangan darah pejuang dan jemaah Palestina. Menjadi martir, melindungi situs bersejarah di kota suci ketiga umat Islam. Sebagian besar dari kita, bahkan tak berusaha tahu nasib mereka.

Kita punya rencana, Allah punya rencana. Yang terjadi adalah rencana Allah. Harun Yahya menyeru Israel agar mundur hingga batas wilayah tahun 1967. Rekan kita, ipv6, berpendapat Palestina dan Israel mesti berkongsi tanah, tak mungkin mengusir orang Israel keluar Palestina. Hamas ingin negara Israel dihapus dari peta Palestina.

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu :’Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar” ( Al Israa’ : 5 ).

“Maka apabila datang saat hukuman bagi ( kejahatan ) pertama dari kedua ( kejahatan ) itu Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.” ( Al Israa’ : 5 )

“Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kelompok yang lebih besar.” ( Al Israa’ : 6 )

“Jika kamu berbuat baik ( berarti ) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka ( kejahatan ) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman kedua, ( Kami datangkan orang- orang lain ) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.” ( Al Israa’ : 7 )

“Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat-Nya kepadamu ; dan sekiranya kamu kembali kepada ( kedurhakaan ), niscaya Kami kembali ( mengazabmu ) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” ( Al Israa’ : 8 )

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar : Rasulullah Saw pernah bersabda,”Kalian ( umat Muslim ) akan berperang melawan orang-orang Yahudi hingga sebagian dari mereka bersembunyi di balik bebatuan. Batu-batu itu akan berkata,’Wahai hamba Allah ! Ada orang Yahudi di sini ; bunuhlah.” Di dalam kutipan hadis yang lain disebutkan :”Hari kiamat tidak akan datang hingga kalian berperang dengan orang-orang Yahudi.”( Shahih Al Bukhari ( 4 : 176, 177-S.A.))

Hudzaifah bin Usaid al-Ghiffari mengatakan, “Rasulullah tiba-tiba menghampiri kami ketika kami sedang sibuk membahas beberapa masalah. Rasulullah lalu bersabda, ‘Sedang mendiskusikan apa kalian?’ Kami berkata, ‘Kami sedang membicarakan hari akhir (kiamat).’ Rasulullah lalu bersabda, ‘Hari kiamat tidak akan tiba sebelum kalian semua melihat tanda-tandanya sebelum itu.‘ Rasulullah lalu menyebutkan tanda-tanda kiamat itu berupa asap, Dajjal, binatang melata (daabbah), terbitnya matahari dari sebelah barat, turunnya Isa bin Maryam ke bumi, Ya’juj dan Ma’juj, dan terjadinya gerhana di tiga tempat (satu gerhana di sebelah timur, satu lagi di barat, dan satu lagi tanah Arab), dan akhirnya adalah keluarnya api dari Yaman dan menggiring manusia pada tempat berkumpul mereka .'” ( HR Muslim )

Saya rasa, Allah lebih mengakomodasi impian Hamas daripada harapan sebagian kita. Bahwa nanti, tanah Palestina terutama Yerusalem akan kembali dalam pengawasan muslim ( seperti 1280 tahun lamanya masa khalifah Umar, Shalahuddin, Ottoman ) dan zionis Israel akan habis, sehabis-habisnya, karena mereka telah melakukan kerusakan hebat/ kejahatan kedua di tempat yang sama. Kerusakan pertama, ketika 40.000 darah orang Palestina menggenangi hingga ke lutut tentara Salib ( ordo Knight of Templar, leluhur Freemansory ). Penyerbuan 22 hari kemarin sampai 17 Januari 2009 menewaskan 1300 lebih muslim Palestina. ( Saya pernah baca ; ada sekelompok Yahudi meriset semua kitab suci di dunia untuk mengantisipasi langkah2 kebijakan mereka di masa depan. Surat Al-Israa : 7, ditambah sikap paranoid para zionis, bisa jadi bikin mereka gelap mata membinasakan muslim Palestina, sebelum zionis binasa. )

Saya pernah bertemu psikopat, merasakan betapa sulitnya bicara, menyadarkan mereka. Saya bisa memahami betapa sulitnya warga Palestina berinteraksi dengan zionis Israel. Pengalaman Dr.Karl Young selama 30 tahun menangani pasien hipokrit/ psikopat, tak ada yang bisa sembuh. Kecuali beberapa yang berupaya keras meraih ridha-Nya, meneguhkan iman yang telah lenyap. Artinya, ada intervensi dari Sang Pencipta yang masih berkenan membalikkan hati manusia. Yang belum divonis selamanya akan dipalingkan, karena selalu berpaling saat diperingatkan. Karena Allah selalu menepati janji, skenario-Nya yang terjadi. Jadi, siapkan diri menghadapi keadaan terburuk dengan persiapan terbaik kita.

Saya pikir2 lagi. Kalau Allah mau, kita ( dengan mudah ) bisa damai terus. Beliau takkan memperjalankan Rasulullah ke langit ke-7 dari lokasi mesjid Al Aqsa, yang dulu kompleks istana nabi Sulaiman, situs kebanggaan orang Yahudi. Mengubah arah kiblat muslim dari Baitul Maqdis ke Kabah, Mekah yang membuat percekcokan dengan kaum Yahudi sampai tarikan nafas kita detik ini. Kaum muslim kayaknya diplot untuk berurusan dengan kaum Yahudi garis keras ( lengkap dengan tentaranya yang terbiadab dan termodern persenjataannya di dunia ), hingga akhir jaman. Benar2 menggedor nyali kita. Mengkondisikan kita terus menggeliat, mengasah keimanan dan kemampuan hingga layak memasuki surga-Nya, menemui-Nya. Hingga bumi ini berputar terus. Selama mungkin. Sejauh mungkin dengan masa perang dunia ke-3 yang niscaya terjadi. Perang terbesar, melibatkan segala aspek dari perang2 sebelumnya. Termasuk cyber space ini. Yaitu, dengan mengusahakan keseimbangan kekuasaan dan kontrol masyarakat dunia tercipta dengan cara2 tsa. ( Nampaknya, kita, yang di lingkar ke-4 dari lokasi serbuan Israel ini, yang mesti duluan menggetarkan lingkar2 yang lebih dalam – yang telah menumpul karena imbas kengerian, blokade informasi, apatis, sibuk duniawi – agar mereka menjadi lebih peka dan proaktif. Orang bertindak, termasuk rela ikut berjuang, sejauh pemahamannya ).

Orang baik bisa dilihat dari apa yang disedihkannya, apa yang ditertawakannya. Bayi terbantai, tamparan keras bagi nurani kita. Tapi tidak bagi gerombolan psikopat dengan selera primitif. Zionis Israel tertawa lebar setiap misi pembantaian memakan korban lebih banyak, lebih sadis dari sebelumnya. Jangan biarkan mereka menyeringai lagi. Enough !

Dina, menyajikan tema panas, tempat kekisruhan dunia dimulai. Tanah terjanji ( versi zionis )/ tanah diberkati ( versi muslim ), menyeleksi manusia kandas di neraka atau diangkat ke surga oleh Sang Pencipta. Akan terus aktual hingga akhir jaman. Komentar2 yang masuk, dengan patriot anda ladeni. Salut. Semoga banyak yang terbuka mata hatinya oleh kiprah mulia anda. God bless you…


Peta Gaza

Peta Gaza

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: