dari Palestina sampai Indonesia

Freedom Flotilla vs tentara Israel. 50 negara akankah mengucilkan Israel ?

Posted in internasional, palestina by nurray on 02/06/2010

Pasukan Komando Israel mendekati salah satu dari 6 kapal kemanusiaan Freedom Flotilla di perairan internasional. 19 tewas, 10.000 ton bantuan untuk warga Gaza disita Israel. Sekitar seratus aktivis masih ditahan untuk diadili, dengan tuduhan menyerang tentara Israel. Aneh, ya. Bisa semau gue begitu. Yang membajak dan nembakin kan tentara Israel ? Begitu takutkan Israel ketahuan biadabnya di Gaza ? Takut Hamas, dan takut mati. Boikot produk zionis dan minyak. Kejahatan harus ada hukumannya agar tidak ketagihan. Amerika, sponsor utama Israel, tak tahan tak minum minyak selama 2 minggu. Bayangkan, mesin perang mereka tanpa minyak. Ngadat, kan ? Mana bisa mereka nakut-nakutin orang lagi. Setuju ?

Pasukan Komando Israel secara biadab membantai armada kapal Mavi Marmara yang mengangkut 10 ribu ton bantuan kemanusiaan ke Gaza, Senin ( 31/5/2010 ). Pembantaian terhadap awak kapal yang tak berdaya itu dilakukan di perairan internasional. Sebanyak 19 orang tewas dan 36 orang lainnya terluka, sebagian besar warga Turki. 679 penumpang armada tsb berasal dari 50 negara. 12 warga negara Indonesia yang ikut misi tersebut adalah ; Dzikrullah Ramudya, Surya Fahrizal dan Santi Soekanto dari Sahabat Al Aqsha yang bekerja sama dengan Hidayatullah. Nur Fitri Moeslim Taher, dr.Arief Rachman, Abdillah Onim, Nur Ikhwan Abadi dan Muhammad Yasin dari MER-C. Yasin adalah jurnalis TVOne. Ferry Nur, Muhendri Muchtar, Okvianto Baharudin dan Hardjito Warno dari Kispa.

Penyerangan kapal kemanusiaan Mavi Marmara dan 5 kapal lainnya tergabung dalam konvoi Freedom Flotilla menuai kecaman dunia. Media2 utama dunia tidak melaporkan serangan Israel ke kapal Flotilla, tulis Tifatul Sembiring, Menkominfo dan mantan presiden PKS di twitter-nya. Abbas Al Lawati, jurnalis Dubai, menceritakan ketegangannya dalam kapal yang sedang dikepung kapal perang Israel tsb. Terlepas dari upaya penyensoran yang dilakukan Twitter, media sosial terbukti dapat menyatukan suara warga dunia terhadap sebuah ketidakadilan. Kekuatan itu menjadi pengontrol atas sebuah kebijakan, termasuk kontrol terhadap media sosial itu sendiri.

679 aktivis kemanusiaan dari 50 negara, bantuan untuk Gaza diembat Israel. Lho, kok ?

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee ( MER-C ) Indonesia, dr.Sarbini Abdul Murad mengatakan, 50 orang luka2 termasuk 10 tentara Israel. Pemimpin senior Islam Arab Israel, Raed Salah, terluka dalam bentrokan itu. Dari video streaming, terlihat helikopter AL Israel mengelilingi kapal dan mencoba mengintimidasi. Beberapa saat kemudian tentara Israel turun dari helikopter ke kapal yang ditumpangi lebih dari 600 aktivis dan relawan peduli Palestina. Penyerangan terjadi sekitar pukul 4 pagi dengan menembaki penumpang kapal. Salah seorang penumpang sempat merebut senjata dan menembak. Sejumlah aktivis berjaket oranye berlari menolong temannya yang pingsan di atas dek. Seorang aktivis berhasil memukul dengan stik ketika tentara Israel mencoba turun dari helikopter. Komandan kapal perang Israel menyerbu konvoi setelah memerintahkan berhenti di perairan internasional, sekitar 130 meter dari pantai Gaza. Kapal kapal Mavi Marmara tertembak. “Orang2 biadab sedang membunuh orang di sini. Tolong kami !”, kata reporter televisi Turki. “Semua tutup mulut !” teriak tentara Israel dalam bahasa Yahudi.

Tim MER-C melaporkan, kapal Mavi Marmara mulai berlayar meninggalkan pelabuhan Antalya di Turki untuk bertemu dengan kapal2 lainnya di Laut Tengah. Semua kapal beriringan menembus blokade Israel menuju Jalur Gaza. Waktu tempuh normal diperkirakan 15-20 jam. Pihak Organisasi Kemanusiaan Turki ( IHH ) sengaja memberangkatkan Mavi Marmara pada malam hari dengan harapan memasuki perairan Gaza sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Pihak Israel menggiring armada itu menuju Ashdod, pelabuhan kecil di utara Gaza.

12 WNI ditahan Israel. Akankah mereka kembali ?

Kemudian, 10 WNI ditahan di penjara sipil yang dijaga militer guna menjalani interogasi. Mereka kini sudah dibebaskan dan tiba dalam keadaan selamat di Yordania. 50 relawan yang dideportasi, lebih 30 orang dirawat di rumah sakit, hampir 600 orang masuk tahanan Israel. Sekitar 400 aktivis, sebagian besar warga Turki, kemudian dibawa dengan bus Israel menuju Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv untuk diterbangkan keluar Israel. Turki dan Yunani menyiapkan pesawat sendiri untuk membawa warganya. Sisanya masih ditahan dengan sangkaan telah menyerang tentara Israel. Turki mendesak Israel agar membebaskan 201 warganya yang ditahan.”Kami nyatakan dengan jelas bahwa kami akan mengkaji hubungan dengan Israel jika seluruh warga Turki tidak dibebaskan hari Rabu ini. Tidak seorang pun berhak mengadili orang yang diculik di perairan internasional ,” kata menlu Turki, Ahmet Davutoglu. 4 dari 19 korban tewas adalah warga Turki.

”Israel akan menghadapi bahaya kehilangan mitranya di kawasan regional yang sejauh ini memiliki kontribusi sangat besar terhadap perdamaian regional,” kata jubir kantor Erdogan, setelah PM Turki itu berbicara sejam dengan Obama. 124 aktivis dari 12 negara Islam yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, dideportasi ke Yordania dengan menggunakan 5 bis. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Bahrain, Kuwait dan Pakistan. Sekitar 100 warga asing masih ditahan di penjara Beersheba, selatan Israel dan akan diajukan ke pengadilan.

2 WNI masih di rumah sakit Israel. Bertahankah mereka ?

Rombongan yang berhasil kembali disambut kerumunan massa yang bersimpati. Dokter Muhammad dari Malaysia mengatakan melihat dengan mata kepala sendiri, 4 dari 19 orang yang meninggal. Sejumlah aktivis yang dideportasi ke Yordania mengatakan, kurang makan, kurang minum, kurang tidur dan akses ke toilet dibatasi. Orang2 Israel bertindak kasar pada kami. Mereka brutal dan arogan. Namun, pesan kami telah mencapai seluruh penjuru dunia, bahwa blokade terhadap Gaza tidak adil dan harus diakhiri. Tak ada penumpang yang menggunakan senjata, kata Walid al-Tabtabai, anggota parlemen Kuwait. “Mereka memborgol kami, mendorong-dorong kami, dan menghina kami,” kata Izzeddine Zahrour, aktivis Aljazair.

Dua WNI yang tertembak masih dirawat di rumah sakit Israel. Mereka adalah Surya Fahrizal dari Sahabat Al Aqsha dan Okvianto Baharudin dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina ( Kispa ). KBRI Yordania sudah membentuk task force untuk mencari kepastian nasib WNI yang terluka, untuk kemudian diupayakan dipindahkan ke Yordania agar mendapat perawatan yang lebih layak. Gugus tugas itu akan mengatur teknis kepulangan mereka. Dubes RI di Yordania, Zainulbahar Noor, telah bertemu dengan Mahmoud Abbas di Kedubes Palestina di Amman.

Dubes Palestina di Indonesia, aktif membantu komunikasi Kementerian Luar Negeri, kantor kepresidenan dan otoritas Palestina. Indonesia mengutuk dan meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakan ilegal tsb. Indonesia menyerukan investigasi dan meminta para relawan segera dibebaskan. Diplomasi yang terus kita jalankan di tingkat global adalah segera memberi kemerdekaan pada bangsa Palestina sehingga terwujud perdamaian di kawasan Timur Tengah secara permanen, kata SBY. Amidhan, ketua MUI Pusat, menilai karakter Israel itu tidak mau tahu, walau itu misi kemanusiaan. Ia menekankan langkah2 konkret seperti bantuan pembangunan rumah sakit di Jalur Gaza. Amidhan mengingatkan, jangan sampai terjadi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel.

Turki sangat marah, Amerika sangat lunak ( pada Israel ).

Dewan Keamanan PBB, Selasa ( 1/6/2010 ) meminta penyelidikan independen atas serangan biadad Israel. Cepat, tidak memihak, kredibel dan transparan. Serangan itu memicu seruan agar Israel membuka blokade terhadap Gaza yang sudah dilakukannya sejak tahun 2007. DK PBB juga meminta Israel segera melepas kapal serta warga sipil yang ditahannya. Pernyataan hasil diskusi 4 jam itu merupakan hasil kompromi antara Turki yang bersuara sangat keras pada Israel dan Amerika yang sangat lunak. Negara2 yang tergabung dalam Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam ( OKI ) juga meminta penyelidikan internasional. Rusia dan Uni Eropa meminta hal yang sama.

Setelah pernyataan PBB disiarkan, sejumlah warga Gaza melintasi perbatasan Israel dan terlibat baku tembak dengan tentara Israel. 2 warga Palestina tewas. Israel mengklaim mengizinkan bantuan sekitar 15.000 ton setiap minggu ke Gaza. Jumlah itu kurang dari seperempat yang dibutuhkan warga Gaza yang berjumlah 1,5 juta jiwa. Di depan parlemen Turki, PM Recep Tayyip Erdogan menyatakan Israel harus dihukum. Ia memperingatkan agar Israel jangan coba2 menguji kesabaran Turki. Tidak mungkin menutupi lebih lama atau mengabaikan pelanggaran hukum yang dilakukan Israel. Masyarakat internasional mulai sekarang harus mengatakan ‘cukup’. Mengutuk tidak cukup. Harus ada hasil, katanya geram.

Indonesia sebatas mengutuk ? Boikot dong produk zionis ..

Hosni Mubarak, presiden Mesir, Selasa ( 1/6/2010 ) memerintahkan agar perbatasan Rafah yang menghubungkan Mesir dan Gaza dibuka, sehingga bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Jalur Gaza, juga kasus2 medis yang memerlukan akses ke Mesir bisa diterima. Perbatasan Rafah dibuka pukul 13.30 waktu setempat. Sekitar 300 warga Palestina dari Jalur Gaza masuk Mesir. Bantuan kemanusiaan mulai masuk, berupa selimut, tenda, dan 13 pembangkit listrik sumbangan Rusia dan Oman. Magdi al-Titer ( 31 ) kehilangan tangan kanan saat Israel menginvasi Gaza Januari 2009. “Saya bisa keluar dengan membawa laporan medis untuk mendapatkan tangan palsu di Mesir,”katanya.

Ribuan orang di sejumlah kota di Indonesia turun ke jalan mengutuk serangan Israel. Di Turki, protes berlangsung di depan Kedubes Israel. Sekitar 10 ribu warga Turki terlihat sangat marah. Kementerian Luar Negeri Israel memerintahkan keluarga diplomatnya di Turki untuk meninggalkan Turki. Perintah muncul menyusul meningkatnya aksi unjuk rasa menentang Israel di Turki yang sudah memasuki hari ke-3. Mendagri Turki, Besir Atalay mengatakan, Turki akan meningkatkan pengamanan terhadap minoritas Yahudi di negaranya. Turki menambah 20 pos pemeriksaan untuk melindungi sinagog dan pusat pelayanan bagi 23.000 warga Yahudi yang ada di sana.

Amerika tidak menyalahkan Israel. Wong mereka pemeliharanya.

Protes serupa berlangsung di Malaysia dan Australia.”Pemerintah Australia mengutuk penggunaan kekerasan seperti yang kami lihat,” kata Kevin Ruud, PM Australia. Tekanan muncul dari negara yang jauh dari perbatasan Israel. Yigal Palmor, jubir menlu Nikaragua, mengatakan, Nikaragua menunda hubungan diplomatik dengan Israel. Hillary Rodham Clinton mendukung pernyataan DK PBB yang isinya mengutuk aksi yang berakibat hilangnya nyawa aktivis pro-Palestina. Namun, Amerika tidak menyalahkan Israel atau pun para aktivis atas terjadinya pertumpahan darah tsb.

Sementara itu, aktivis kemanusiaan anti blokade berencana mengirimkan 2 kapal lainnya untuk menembus blokade Israel. Kapal direncanakan berlayar dalam beberapa hari mendatang. Menanggapi rencana itu, Israel berjanji akan kembali menghentikan pelayaran itu dengan cara baru. Di tengah kecaman yang meluas terhadap Israel, Palestina mengagendakan pembicaraan damai tidak langsung dengan Israel. Pembicaraan akan dilangsungkan dengan perantaraan utusan AS untuk Timur Tengah, George Mitchell. Mahmoud Abbas akan bertemu Mitchell di Ramallah, Tepi Barat.

Hamas – Fatah belum kompak karena fitnah Israel & politik adu domba negara2 imperalis. Jangan jadi dalih memalingkan tanggung jawab kita membantu Palestina merdeka.

Pimpinan DPR melalui Internasional Parlement Union diminta membekukan keanggotaan Israel dan menolak delegasi Israel, kata Al Muzzamil Yusuf, koordinator Kaukus Parlemen Indonesia untuk Palestina di Gedung DPR. Pemerintah Amerika dituntut memberi sanksi militer dan ekonomi pada Israel sebagai bukti pidato Barrack Obama yang mengaku menjunjung penegakan HAM dan kemanusiaan universal. Kita himbau pada negara2 yang punya hubungan diplomatik dengan Israel untuk menarik duta besarnya, seperti Turki, kata Yusuf. ( PR, 2/6/2010 )

Ketua Umum PBNU, Said Agil Siradj mengatakan, konflik Palestina dan Israel itu bukan konflik agama, melainkan konflik politik. Lebih penting jika rakyat Palestina bisa bersatu. Selama masih ada konflik antara kekuatan Hamas dan Fatah, maka dunia luar masih tak menghargai. Seandainya semua negara Arab bersatu, Palestina bersatu, saya yakin akan ada hasil yang kita lihat. Seandainya kedua belah pihak mundur sedikit, atau cooling down, kata Said.

Ehud Barak memuji serangan biadab pasukan Israel ke Freedom Flotilla. Sableng.

Dalam kunjungannya ke pangkalan militer Shayetet 13 di Atlit, menhan Israel, Ehud Barak memuji pasukan komando yang terlibat penyerbuan. Menurut Barak, pasukan komando berhasil menjalankan misinya mencegah armada bantuan mencapai Gaza.”Yang harus selalu kita ingat, kita tidak tinggal di Amerika Utara atau Eropa Barat. Kita tinggal di Timur Tengah, tempat yang tidak memberi maaf kepada siapa yang lemah dan tak ada kesempatan kedua bagi siapa yang tidak membela dirinya sendiri. Kalian bertempur untuk membela hidupmu. Saya melihatnya dan saya mendengarnya dari komandanmu,”kata Barak, seperti disiarkan Radio Army.

Dari Jenewa dilaporkan, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadopsi satu resolusi untuk membentuk penyelidikan independen internasional atas kasus itu. Resolusi yang juga mengecam serangan biadab Israel itu diadopsi setelah 32 negara menyatakan setuju, 3 negara menentang dan 8 abstain. Dengan disetujuinya resolusi itu, misi pencari fakta internasional akan mulai melakukan penyelidikan atas pelanggaran hukum internasional. ( AP/AFP/BBC/Haaretz.com/PR, 3/6/2010 ).

1,4 juta warga Gaza, mayoritas anak2 menderita karena blokade.

Serangan brutal tentara Israel terhadap kapal kemanusiaan membuat ribuan demonstran di seluruh dunia turun ke jalan. Berbagai bentuk ekspresi diperlihatkan para aktivis. Dari demo damai berupa doa bersama sampai demo2 yang berakhir dengan kekerasan. Banyaknya aksi penentangan itu membuat zionis Israel berhati-hati dalam bertindak. Ratusan sandera segera dikirim pulang. Serangan kemanusiaan terhadap “armada kebebasan” sama kejamnya dengan tindakan Israel mengisolasi Gaza sejak Juni 2007.

Blokade militer Israel menyebabkan lebih 1,4 juta warga Palestina terperangkap di Jalur Gaza. Sebuah wilayah sepanjang 40 km, selebar 9,5 km. Pengangguran, kemiskinan akut, dan mahalnya harga pangan menyebabkan 4 dari 5 penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan. Sebagai hukuman kolektif, blokade Israel terhadap Gaza adalah kejahatan keji yang bertentangan dengan hukum internasional. Sejak blokade diberlakukan, 5 perbatasan antara Jalur Gaza-Israel dan Israel-Tepi Barat yang dikontrol Israel, ditutup. Ada satu pintu perbatasan di Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir. Namun, Mesir juga sering menutup perbatasan ini untuk mencegah warga Palestina masuk keluar Gaza. Pintu ini kadang dibuka untuk kasus2 kemanusiaan.

Mesir memblokade dari bawah, Israel membombardir dari atas. Kemana nuraninya ?

Blokade itu mencegah ekspor dan membatasi masuknya bahan pokok, termasuk makanan dan bahan bakar ke Jalur Gaza. Sebagian besar makanan disediakan oleh PBB dan organisasi kemanusiaan, atau penyelundup. Mereka menyelundupkan barang lewat terowongan yang dibangun melewati perbatasan Gaza-Mesir. Barang2 dari penyelundup berharga sangat mahal. Namun, aksi penyelundupan ini terganggu karena pemerintah Mesir membenamkan lempengan baja ke dalam tanah untuk menutup terowongan. Sementara dari atas, kapal2 Israel beroperasi mengebom terowongan2 itu.

Target blokade Israel sebenarnya kelompok bersenjata. Sejak 2007, Hamas mengendalikan Jalur Gaza. Namun, korban blokade bukan kelompok tsb, melainkan anak2 yang jumlahnya lebih dari setengah penduduk Gaza, lalu orang tua dan mereka yang sakit. Jalur Gaza adalah wilayah dengan populasi pengungsi yang banyak. Menurut PBB, jumlah pengungsi yang hidup dalam kemiskinan yang menyedihkan di sana meningkat 3 kali lipat sejak blokade diberlakukan. Lebih 60 % rumah tangga menderita kekurangan pangan. Aliran listrik diputus antara 8-12 jam setiap hari. Listrik diprioritaskan untuk rumah sakit dan pabrik roti. Meski Israel mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan, jumlahnya dengan tegas dibatasi dan sering ditunda. PBB menyatakan, total kerugian akibat sewa gudang dan membayar transportasi karena penundaan itu mencapai sekitar 5 juta USD pada tahun 2009.

Kapolri Bambang mirip zionis Israel, ya. Banyak alasan dibuat-buat. Perlu kutukan ?

Bagaimana dengan kesehatan ? Israel menyatakan, warga yang sakitnya tidak bisa ditangani di Gaza diperbolehkan berobat ke negara lain atau ke rumah sakit Palestina di Tepi Barat. Kenyataannya, Israel jarang mengizinkan pasien keluar Gaza. Banyak pasien yang meninggal saat menunggu izin berobat turun. Truk2 WHO yang membawa peralatan medis untuk rumah sakit di Gaza, sering disuruh putar haluan oleh pejabat perbatasan Israel, tanpa alasan jelas. Dari 27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009, Israel menginvasi Gaza. Lebih dari 1.380 warga sipil Palestina meninggal. Infrastruktur yang ada tambah rusak. Kondisi warga Gaza semakin parah.

Otoritas Israel berdalih semua itu dilakukan sebagai balasan atas serangan yang dilakukan kelompok bersenjata Palestina, atau reaksi atas berlanjutnya penahanan atas tentara Israel bernama Gilad Shalit, atau untuk menekan Hamas yang secara de facto menguasai Gaza. Dan, banyak alasan lain yang dibuat-buat. ( jadi keinget Kapolri Bambang, ya, begitu banyak orang yang dikriminalisasinya sampai masuk bui, apa kita perlu mengutuknya juga ? ). Apa pun alasannya, blokade itu mengorbankan warga Gaza. Sebagian besar anak2 yang tidak tahu apa2. ( Amnesty International/ PR, 2/6/2010 ).

Iklan
Tagged with: , ,

Bahasa Indonesia Obama memikat Rosihan Anwar. Sumber alam Indonesia melayang ke AS.

Posted in indonesia, internasional by nurray on 03/05/2010
rosihan

Rosihan Anwar, wartawan senior. Keterbatasannya jangan untuk membonsai orang lain. Setiap generasi punya tugasnya masing2. Kebanggaan untuk jati diri bangsa dan visi masa depan.

Di artikelnya ( PR, 24/4/2010 ), Rosihan Anwar terpesona dengan riwayat hidup Barrack Obama yang “spesial”. Ia ingin Obama disambut dengan baik, hati terbuka sebagai tamu kehormatan. Rosihan mengecam orang2 di teve yang menolak kedatangan Obama, sementara Rosihan ingin menyambutnya dengan hangat. Sayangnya, orang2 semacam dia tidak muncul di depan kamera teve. Ia minta kita pandai2 mengukur badan, meski dilabeli “negara demokrasi ketiga di dunia” dan “Indonesia adalah negeri berpenduduk muslim terbesar, kita jangan bangga berlebih-lebihan. Jangan mudah memajukan diri “sebagai calon potensial untuk menyelesaikan masalah Palestina-Israel” sebab sikap itu berarti “mencari penyakit sendiri”. Waktu 60 tahun diupayakan menyelesaikan, toh belum tampak cahaya perdamaian. Hanya Amerika yang bisa. Biarkan Amerika, Israel, Palestina, Mesir, Arab Saudi, Iran dsb yang berusaha dulu membereskan. Bangsa Indonesia sebagai “negara terkorup di dunia” mesti tahu diri, sadar kemampuan sendiri untuk membenahi diri, agar orang luar respek. Tenang2 sajalah, tak usah jual tampang di talkshow, kemudian Juni mari kita berkata,”Please welcome the first Bahasa Indonesia speaking American President, Barack Hussein Obama.”

Terdengar seperti bijak ? ( Atau hopeless .. )

Saya kira hanya lansia warga Indonesia yang sudah 20 tahun tinggal di Riyadh, Arab Saudi, yang pasrah dengan sepak terjang Amerika dan berkata, “dulu warga di sini bermakmum pada Bush, sekarang bermakmum pada Obama”. Tanpa rasa terusik. Malah “menceramahi” dengan doa2 untuk orang tua, ketika saya mempertanyakan sikapnya. Lalu ngoceh berlembar-lembar, khas kakek yang cucunya memilih pergi karena bosan mendengar nostalgia ( sekaligus memposisikan pendengar sebagai bawahan yang berfungsi sebagai keranjang sampah bagi semua gerutuannya ). Ketika pertanyaan kritis diajukan, dan dia tak bisa menjawab ( karena dunianya adalah kamar dengan buku2 lapuk, teve CNN ( media zionis ), mesin ketik tua karena tak tahu cara mengoperasikan komputer dan merasa tak perlu belajar ), maka ia terus nyerocos seolah tak mendengar pertanyaan itu.

Detail sejarah tanpa jendela kekinian. Ogah, ah ..

Ternyata, sesepuh Indonesia, pelaku sejarah bernama Rosihan Anwar, tak jauh berbeda. Saya ingat, ia pernah menulis di PR ; ngeloyor pergi ketika Amien Rais datang menyalaminya setelah telat 2 jam pada sebuah acara kampanye pilpres, Rosihan merasa perlu mengeritik sineas Garin Nugroho yang cuma pembuat film yang menonjolkan gambar2 pemuas mata ( ketika Garin berbeda pendapat dengannya ), Rosihan menyindir sikap redaksi PR yang mengembalikan naskah artikelnya di artikel berikutnya ( sebagai hukuman ), menganggap diri top menjadi ajudan pejabat Belanda yang gratisan di saat orang jaman sekarang dibayar ( andai Rosihan membandingkan dirinya dengan para mahasiswa yang mau bocor kepalanya, babak belur, di depan gerbang gedung DPR RI kemarin, demi mengawal hasil Pansus Century tanpa berpikir bayaran, tentu ia takkan terlalu menilai tinggi dirinya, sekaligus tak menganggap remeh generasi muda sekarang ), dan Rosihan memilih ngeloyor ketika sekumpulan orang sedang melakukan kajian. ( ia tak perlu itu, bisa langsung ke pokok persoalan, sudah jago, kok ).

Tulisan2 Rosihan, sarat detail ( seperti orang2 tua pada umumnya yang terobsesi mendapatkan pendengar yang baik ). Sering minim substansi. Deskriptif pada peristiwa yang pernah dialaminya, tanpa tendensi apa2. Pembaca belia biasanya men-skip tulisan macam ini, karena tidak konteks dengan kekinian ( saya mengerti kalau PR mengembalikan/ tak memuatnya ). Mereka sulit mencari relevansi dengan nafas kehidupannya hari ini. Bahasanya juga tak up to date ( gara2 dia merasa diri cukup, dan ngeloyor pergi ketika yunior memberi input ). Capek membacanya. Namun, demikian saya sempatkan membaca, sekiranya menemukan remah sejarah. Historical minded.

Pada artikel terakhir, saya terganggu ketika Rosihan mengatakan ,”… kita jangan bangga berlebih-lebihan. Jangan mudah memajukan diri “sebagai calon potensial untuk menyelesaikan masalah Palestina-Israel” sebab sikap itu berarti “mencari penyakit sendiri”. ( Anda bisa baca tulisan di bawah ini tentang pemihakan AS terhadap Israel, selamanya ). Kita tahu pemimpin spirituil Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam negara2 muslim yang tak membantu saat Gaza saat dibombardir Israel Januari 2009 hingga menelan korban lebih 1600 tewas. Saat ini Iran dikeroyok Uni Eropa dan AS, dijatuhi sangsi lebih berat dari tahun ke tahun. Mereka manusia yang punya batas dan daya tahan, suatu saat mereka ‘crying for help’ . Seruan presiden Ahmadinejad berulang kali, sinyal ke arah itu. Orang2 yang tak membatasi diri di kamar lapuk dan kotak CNN, tentu menangkap isyarat itu, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

( di film “Where’s in the World, Osama bin Laden ?”, terlihat sikap agresif orang Israel dan perilaku masa bodo warga Arab Saudi. 2 siswa dilarang bicara soal Israel dan sikap politik pada si sutradara sekaligus si tokoh film. 2 guru mengusirnya. Di sana warga dilarang mengeritik raja, hukumannya sangat berat bagi yang melanggarnya. Namun, menghina Allah dibiarkan. Di Yerusalem, si sutradara dimaki-maki penganut Yahudi kolot, karena mencoba bertanya soal Palestina. Apa yang bisa kita harapkan pada mereka ? Serahkan soal Palestina pada mereka saja ? Kemana hati nurani anda disimpan ? Sudah anda bunuh juga ? )

Nasionalisme, patriotik, visi generasi genius. It’s all  I do ..

Perlu 25 tahun untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membuang ludah sembarangan. Perlu waktu yang lama pula untuk menanamkan nilai2 patriot ( character building ). Visi kebangsaan yang dibutuhkan generasi muda Indonesia saat ini. Termasuk para genius yang kerap memenangkan kejuaraan olimpiade fisika dan matematika, tahun2 terakhir ini. Nasionalisme adalah inti ekonomi, kata ketua asosiasi pengusaha tekstil Indonesia. Dengan semangat ini kita bisa memenangkan pasar bebas dengan Cina, ASEAN, APEC, dll. Dengan memberi nilai tambah dari khasanah seni tradisi dan memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri. Kebanggaan harus mulai ditumbuhkan, juga visi ke depan. Dari sekarang. Itulah maksud kehadiran blog ini di hadapan anda sekalian.

Kalau merasa tak  terwadahi dalam menyuarakan penyambutan Obama di teve yang ada, buat teve sendiri. Kalau tidak bisa, tak perlu menggerutu dan merendahkan orang yang bisa. Keterbatasan Rosihan jangan untuk membonsai orang lain. ( Rosihan tidak bisa, maka orang lain pun tak bisa. Apa iya ? ). Usia Rosihan mungkin tak sampai 10 tahun lagi, sehingga penuntasan korupsi saja seolah muskil baginya, apalagi membantu memerdekakan Palestina. Tapi, kami yang masih punya 50 sampai 75 tahun lagi, tolong jangan direndahkan ( dikatakan repot sendiri, dianggap tak capable menangani krisis multi dimensi yang diwariskan generasi Rosihan dan persis sesudahnya, seusia bapak2 kita. Saya berupaya melindungi generasi saya dan sesudah saya, dari sikap apatisme dan orientasi sebatas kamar lapuk, yang melahirkan orang2 yang mementingkan diri sendiri, tak peduli negerinya menjadi  terkorup. Apalagi melongok negeri muslim yang masih terjajah di milenium hightech ini. Look to the whole picture, Sir. Kenapa konstelasi dunia menjadi carut marut seperti ini ? Amerika yang anda ( Rosihan ) andalkan dan sambut hangat, biang keladinya. (  sudah lebih 13 kali serbuan AS ke Afganistan ). Mereka pergi dari Timur Tengah dan negeri2  yang mereka invasi, dunia damai. Palestina merdeka.

Soal jual tampang itu, salah satu yang dimaksud Rosihan, mungkin  Ali Mochtar Ngabalin, mantan anggota komisi I DPR RI, yang lantang menolak kedatangan AS. Anak Papua ini juga mengeritik 12 milyar USD yang diamini pemerintahan SBY untuk membunuhi mujahid Indonesia ( yang dicap AS sebagai teroris ). Waktu Bilateral Soft Agreement dengan US Force di Singapura, DPR bertentangan dengan pemerintah. Ali yang garang ini pula salah satu yang menyemangati mahasiswa di depan gerbang gedung DPR saat sidang Paripurna Rekomendasi Century. ( Di mana Rosihan ? ). So, don’t judge people by their cover. Look what his doing.

( kalau anda bisa mengakses informasi sefasih dan selama kami, dengan mata fresh, tubuh bugar dan stamina tinggi ( juga terbebas dari post power syndrome ), akan mudah memahami ini. Lebih banyak informasi di kami, daripada anda yang terus mengalami penurunan fisik dari hari ke hari. Sangat mungkin anda kalah dalam memandang dunia saat ini, apalagi hanya membaca sumber2 yang anda mau saja. “Obama Revealed” karya Dina Sulaeman, mungkin dipandang sebelah mata saja oleh anda, karena datang dari orang muda. Sementara, saya juga membaca tulisan2 orang2  dan menyimak media2 yang berseberangan dengan saya. Termasuk tulisan anda. Saya tahu anda. Anda tak tahu saya. Siapa yang unggul ?  )

Lagi pula saya turut aktif mengawal pemberantasan korupsi ( baca posting2 di blog ini ). Tak sekedar bangga dan mencalonkan diri. Apakah anda turut mengawal ? Segigih kami ? Jadi, beri kepercayaan kami mengurus masa depan kami. Don’t underestimate us. Ok ?

Obama datang ? Yes or no ?

Lalu, apakah Obama ditolak berkunjung ke Indonesia, Juni nanti ? Meski 300 ribu pasukan AS dikerahkan untuk menjaga keamanannya, kita tak perlu gegap gempita menyambutnya. TNI dan Polri jumlah personelnya 3 kali lipatnya. Garang2 lagi. Tak perlu karpet merah ( apa2-an ini ? Terserah kalau Secret Service dan perwakilan partai Obama di Jakarta, mengelar karpet dan bendera2 kecil Amerika dengan modal sendiri, biar mereka kerjakan sendiri ). Saya biarkan Obama datang demi harga diri sebagian orang Amerika yang menolak invasi AS di negeri orang, demi ibu Amerika yang spontan menghadang anjing liar demi anak migran Meksiko yang tak dikenalnya, demi mantan eksekutif Microsoft yang memilih membangun perpustakaan sekolah di dusun2 negara dunia ketiga daripada terus memperkaya perusahaan, demi anak muda yang menggalang dana membangun sekolah untuk anak negara2 miskin. Demi ( segelintir ) orang2 baik ( peduli ) yang masih tersisa di Amerika, Obama boleh datang.

(  betapa jengkelnya saya dengan SBY, saya juga tak ingin presiden Indonesia ditolak masuk negeri orang. Ini hubungan antara warga 2 negara. People to people, secara tidak langsung. Namun demikian, melihat rekam jejak AS, kita mesti ekstra waspada dengan misi dan orang2 yang dibawa Obama. Kedatangan Hillary Clinton tempo hari, memperbaharui perpanjangan operasional Namru yang bersalin rupa dengan nama baru. Jangan kecolongan lagi ).

Apa Obama sekedar nostalgia makan bakso, nasi goreng, sate ?  Makanan jalanan, istilah Rosihan. Setahu saya, Obama akan memperbarui kontrak2 perusahaan tambangnya di Indonesia, termasuk Freeport ( berapa puluh tahun lagi sumber alam kita dikuras ? menyisakan kerusakan lingkungan yang teramat parah, yang entah berapa puluh generasi harus menanggungnya, termasuk generasi saya. Itu sebabnya, saya tak segampang Rosihan menerima kehadiran Obama di Indonesia ). Selama ini kita jadi akses pasar mereka. Karena pengusaha2  Indonesia, KADIN, ( termasuk kunjungan SBY tahun lalu ke AS ) tidak dikasih waktu oleh mereka untuk bicara dengan Obama. Sebaliknya, pengusaha2  AS berjejal antri dan diberi waktu oleh SBY. Dengan pola ini, mungkinkah kita untung ?

Ada 120 perusahaan AS di Indonesia, diantaranya Freeport dan Chevron. Tinggal 7 –  8 tahun lagi, Freeport selesai izin pertambangannya. Jika Obama datang memperbaharui kontrak karya, artinya 25 – 30 tahun lagi, emas dan timah orang Papua dinikmati asing tanpa pembagian yang adil bagi pemilik sahnya. Rakyat Indonesia kian berdebar mendengar pemberontakan warga Papua dengan OPM-nya.

Obama, Lawrence of Arabia, intelijen kolonial Belanda. Apa bedanya ?

Oke, mari kita bicara bahasa Indonesia Obama yang mempesona Rosihan. Anda ingat Lawrence of Arabia ? ( Thomas Edward Lawrence, yang hidup tahun 1888-1935 ). Perwira intelijen Inggris itu menjungkalkan Dinasti Utsmani di Timur tengah dengan berpakaian, berbicara, makan, bertingkah laku menyerupai Arab Baduwi. Dengan atribut tsb, Lawrence mudah memprovokasi. Komunitas Baduwi yang mengayominya lalu dihasut untuk menghancurkan bangsanya sendiri. Dalam konteks lokal, Aceh tidak ditaklukkan oleh senjata dan besarnya pasukan Belanda. Cut Nyak Dien, Teuku Umar, dll, takluk oleh assalamu’alaikum intelijen Belanda yang menyamar. Soft power lebih berbahaya dari hard power.

Anda dengar Obama mengucapkan salam muslim itu di berbagai kesempatan ? Anda dengar juga, orang2 hafidz Qur’an  dikerahkan untuk menjembatani OIC dengan Obama ? Di belakangnya, pemerintahan Obama menambah 30 ribu pasukan AS ke Afganistan. 12 juta USD untuk membasmi mujahid Indonesia. Di belakangnya lagi, IOM, UNHCR, LSM2 asing sekutu AS, diam2 mem-fasilitasi para ‘teroris’ untuk meledakkan Jakarta, Bali, Poso, dsb. Travel warning ke Indonesia yang mereka sebut sarang teroris.

Kata tak sesuai dengan perbuatan. Sinyal palsu. Jangan terkecoh ‘pesona’ Obama yang dijadikan alat zionis Yahudi  mencapai ambisinya. Bangsa tamak ini mengincar jutaan barel minyak bumi, gas dan mineral yang takkan habis hingga 300-500 tahun ke depan di tanah Arab. Menjadi penguasa Timur Tengah, lalu dunia, melebihi AS ( induk semang tempatnya kini menjadi parasit ). Membangun Haikal Sulaiman, setelah merobohkan Masjidil Aqsa dan menuntaskan pembantaiannya atas rakyat Palestina. Apakah Rosihan setelah membaca ini, masih berminat menyambut Obama dengan hati terbuka, seperti dekan Singapura yang mengilhami tulisannya ? ( pastikan jangan sampai Indonesia kehilangan kedaulatan, sumber alam dan tanah air ).

(  saya melihat cara bicara, gaya duduk, gaya jalan Obama over pede. Tipe ‘kulit’ yang mementingkan pencitraan. Tidak punya kedalaman. Just like SBY. Teringat Lawrence of Arabia yang digunakan Inggris untuk ngibuli Timur Tengah hingga Turki Ustmani kalah di PD I. Bangsa Arab kehilangan wilayah. Lawrence menyesal hasil kerja kerasnya tak seperti harapan. Ia ternyata juga dikibuli bosnya. Akankan Obama bernasib seperti Lawrence ? Apa kita mau jadi boneka bonekanya zionis ? Lalu kehilangan tanah air ? Think before act ).

( silakan menggerutu sesukanya di kamar anda ).

Dukungan AS pada Israel takkan goyah

Menlu AS, Hillary Rodham Clinton menyatakan, dukungan dan lindungan Amerika pada Israel tak akan goyah. Pernyataan Hillary disampaikan Minggu ( 18/4/2010 ) malam waktu setempat pada acara peringatan ulang tahun ke-62 berdirinya Israel. Kendati ada ketegangan di antara presiden AS, Barack Obama dan PM Israel, Benjamin Netanyahu, Amerika akan terus mendukung, berbagi resiko dan membantu memikul beban Israel.

“Saya memiliki komitmen pribadi yang dalam bagi Israel. Dan begitu juga dengan Presiden Obama. Negara kami takkan goyah dalam melindungi keamanan Israel dan mendorong masa depan Israel,” kata Hillary. Kesempatan baik untuk merayakan semua yang telah dicapai Israel dan untuk menegaskan kembali ikatan yang menyatukan Israel dan Amerika. Hillary juga mengatakan, pada tahun 1948, presiden AS, Harry Truman hanya perlu 11 menit untuk mengakui negara Israel. Sejak saat itu, Amerika telah berdiri bersama Israel dalam solidaritas.

Pernyataan Hillary itu menggarisbawahi dukungan penuh Amerika pada Israel. Penjelasan itu juga memudahkan orang memahami, mengapa Amerika tak bersikap tegas manakala Israel mengumumkan pembangunan permukiman baru di Yerusalem Timur. Padahal, dalam pidato tahun 2009, Obama menyatakan tak ada lagi pembangunan permukiman. Pengumuman pembangunan permukiman baru di Yerusalem Timur pada Maret 2010 itu menampar Amerika karena dilakukan saat wapres AS, Joe Biden berkunjung ke Amerika untuk menggagas pembicaraan damai baru dengan Palestina. Hillary sempat berang dan memarahi Netanyahu lewat saluran telpon internasional. Ia menyebut tindakan Israel itu sebagai “penghinaan”.

Netanyahu selanjutnya berkunjung ke Washington dan melangsungkan pembicaraan tertutup dengan Obama di Gedung Putih. Hingga saat ini, isi pembicaraan masih rahasia. Awal April 2010, Netanyahu mengumumkan takkan hadir dalam KTT Keamanan Nuklir yang digagas dan diselenggarakan Obama di Washington. KTT dihadiri 47 negara. Penolakan hadir itu mempertegas keengganan Israel mengungkapkan program nuklirnya sendiri diperiksa. Meski demikian, tindakan penolakan Israel itu tak disoroti Obama. Obama malah mencari dukungan pemerintah Cina untuk meningkatkan sanksi terhadap Iran yang tidak diundang dalam KTT Keamanan Nuklir. ( AFP/ Al Jazeera/ PR, 20/4/2010 ).